- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#1542
PART 62
Saat melihat mbak Novita, dia pun hanya mengangguk dan mempersilahkanku untuk ngobrol berdua saja dengan mama nya.. Karena banyak orang, Tante Ani pun mengajak ku masuk kembali ke dalam rumah.. Dan dengan santai aku mengikuti nya dari belakang..
Kami pun sampai di ruang keluarga rumahnya nya,, tampak Om Erwin sudah lebih dahulu menunggu ku disana..Sementara Om Fariz dan Tante Farida pamit pulang.. Begitu pula kanaya karena mereka datangnya barengan. .
Tante Ani bilang cuma ingin ngobrol berdua,, kenapa ada Om Erwiy disitu..?
Setelah mengutarakan maksud dan tujuannya ingin berbicara empat mata dengan ku,, Tante Ani pun memepersilahkan ku kembali ke halaman belakang tempat pesta putri nya di helat..
Dan dengan harap harap cemas, Mbak Novita pun sangat penasaran apa yang ku bicarakan dengan mama nya Manakala dia melihat ku keluar dari rumah utamanya dan kembali menghampiri nya..
Mbak Novita pun hanya tersenyum manakala aku melirik nya hingga kontan membuat bola mata ku beradu pandang dengan milik nya..
Karena belum makan apa apa dari rumah saat berangkat, aku pun minta ijin ke mbak Novita, mbak silvi, dan Nadia untuk menyusul kang paijo dkk yang sedari tadi masih saja asyik makan.. Sungguh malu malu in saja ni empat kunyuk..
Saat aku berjalan menyusul kang paijo and the genk, Tampak Stella yang tadinya cuma menyimak obrolan ku dengan mbak Novita, mengikuti langkah ku dari belakang.. Padahal aku lihat dia tadi sudah mengambil makanan bareng bang David.. Apa gak takut badan nya melar kalau terlalu banyak makan malam..
Aku pun melepaskan pelukan Stella dan kemudian mengambil kembali piring yang tadi ku taruh untuk melanjutkan makan.. Stella nampak asyik memandangi ku yang lagi makan dari samping seraya senyum senyum sendiri..
Saat ingin memasukkan suapan berikutnya, tiba-tiba saja hp yang kutaruh di saku celana berbunyi..Rupanya Reni yang menghubungi ku malam itu..
Karena malam semakin larut, selepas berbincang dengan Reni di telfon, aku pun menghampiri Mbak Silvi dan teman teman yang lain untuk undur diri pulang ke rumah.. Mbak silvi pun setuju dan karena kami sebelumnya datangnya bersamaan, dia pun ikut pulang juga...
Setelah berpamitan ke Mbak Novita serta temen temennya, mbak silvi pun menuju ke tempat mobil nya terparkir, dimana aku, kang paijo dkk telah lebih duluan dan menunggu .. Sebab tak mungkin kami berlima pulangnya nya jalan kaki..
Tanpa aku duga, mbak Novita serta keluarga nya mengantar kepulangan ku.. Mereka pun mengucapkan terima kasih karena telah melakukan sesuatu untuk mereka..
Pukul 22.00 kami keluar dan mbak Silvi memacu kencang mobil nya menuju rumah ku.. Maklum, jalanan malam sepi, jadi tak perlu khawatir kalau kecelakaan atau bagaimana..
Sepanjang perjalanan kang paijo dkk bernyanyi nyanyi riang karena telah mendapatkan santapan gratis sepuas perut mereka.. Mbak silvi dari balik kemudi pun hanya geleng geleng melihat tingkah mereka di Jok belakang..
Karena mobil yang melaju kencang , tanpa terasa kami pun sampai juga di jalan depan rumahku .. Karena malam sudah larut, aku meminta mbak silvi untuk menginap saja di rumah ku malam ini.. Sebab aku takut kalau dia melanjutkan perjalanan nya.. Maklum, di daerah saya masih banyak yang namanya begal serta bajing loncat..
Mbak silvi pun dengan senang hati menerima usul ku.. Tak lupa sebelumnya dia memarkirakan mobil nya di pekarangan samping rumah ku agar tidak di gondhol maling.. Setelah meminta ijin ke Pak RT ( om saya karena dia bapak nya windy) bahwa ada seorang gadis yang menginap, aku pun mempersilahkan mbak silvi istirahat di kamar kakak perempuan ku..
Karena dalam kondisi perut terisi penuh, kami pun berjalan menuju pos ronda yang tak jauh dari rumah ku dengan semangat 45.. Dan saat sampai disana, tampak bapak bapak sedang bermaen karambol..
Namun aku tak mendapati sosok bapak ku disitu.. Padahal malam ini adalah giliran beliau untuk berjaga..
Kami berlima pun berkeliling kampung berbekal senter yang di pinjam dari bapak bapak di pos ronda.. Saat berkeliling, tanpa terasa kami telah sampai di ujung désa,, karena lelah berjalan, kami pun beristirahat di sebuah jembatan..
Namun ketenangan kami ketika beristirahat sedikit terusik karena dari kejauhan sayup sayup ku dengar anak kecil sedang asyik bermain dan bernyanyi..
Setelah selesai beristirahat, kami berlima pun menghampiri sumber suara tersebut.. Dan alangkah terkejut nya kami manakala sampai di perempatan tempat sumber suara..
Seketika bulu kuduk kami pun langsung merinding melihat beberapa sosok pemilik suara nyanyian yang tadi sayup sayup kami dengar..
Quote:
Saat melihat mbak Novita, dia pun hanya mengangguk dan mempersilahkanku untuk ngobrol berdua saja dengan mama nya.. Karena banyak orang, Tante Ani pun mengajak ku masuk kembali ke dalam rumah.. Dan dengan santai aku mengikuti nya dari belakang..
Kami pun sampai di ruang keluarga rumahnya nya,, tampak Om Erwin sudah lebih dahulu menunggu ku disana..Sementara Om Fariz dan Tante Farida pamit pulang.. Begitu pula kanaya karena mereka datangnya barengan. .
Tante Ani bilang cuma ingin ngobrol berdua,, kenapa ada Om Erwiy disitu..?
Quote:
Setelah mengutarakan maksud dan tujuannya ingin berbicara empat mata dengan ku,, Tante Ani pun memepersilahkan ku kembali ke halaman belakang tempat pesta putri nya di helat..
Dan dengan harap harap cemas, Mbak Novita pun sangat penasaran apa yang ku bicarakan dengan mama nya Manakala dia melihat ku keluar dari rumah utamanya dan kembali menghampiri nya..
Quote:
Mbak Novita pun hanya tersenyum manakala aku melirik nya hingga kontan membuat bola mata ku beradu pandang dengan milik nya..
Karena belum makan apa apa dari rumah saat berangkat, aku pun minta ijin ke mbak Novita, mbak silvi, dan Nadia untuk menyusul kang paijo dkk yang sedari tadi masih saja asyik makan.. Sungguh malu malu in saja ni empat kunyuk..
Saat aku berjalan menyusul kang paijo and the genk, Tampak Stella yang tadinya cuma menyimak obrolan ku dengan mbak Novita, mengikuti langkah ku dari belakang.. Padahal aku lihat dia tadi sudah mengambil makanan bareng bang David.. Apa gak takut badan nya melar kalau terlalu banyak makan malam..
Quote:
Aku pun melepaskan pelukan Stella dan kemudian mengambil kembali piring yang tadi ku taruh untuk melanjutkan makan.. Stella nampak asyik memandangi ku yang lagi makan dari samping seraya senyum senyum sendiri..
Saat ingin memasukkan suapan berikutnya, tiba-tiba saja hp yang kutaruh di saku celana berbunyi..Rupanya Reni yang menghubungi ku malam itu..
Quote:
Karena malam semakin larut, selepas berbincang dengan Reni di telfon, aku pun menghampiri Mbak Silvi dan teman teman yang lain untuk undur diri pulang ke rumah.. Mbak silvi pun setuju dan karena kami sebelumnya datangnya bersamaan, dia pun ikut pulang juga...
Setelah berpamitan ke Mbak Novita serta temen temennya, mbak silvi pun menuju ke tempat mobil nya terparkir, dimana aku, kang paijo dkk telah lebih duluan dan menunggu .. Sebab tak mungkin kami berlima pulangnya nya jalan kaki..
Tanpa aku duga, mbak Novita serta keluarga nya mengantar kepulangan ku.. Mereka pun mengucapkan terima kasih karena telah melakukan sesuatu untuk mereka..
Pukul 22.00 kami keluar dan mbak Silvi memacu kencang mobil nya menuju rumah ku.. Maklum, jalanan malam sepi, jadi tak perlu khawatir kalau kecelakaan atau bagaimana..
Sepanjang perjalanan kang paijo dkk bernyanyi nyanyi riang karena telah mendapatkan santapan gratis sepuas perut mereka.. Mbak silvi dari balik kemudi pun hanya geleng geleng melihat tingkah mereka di Jok belakang..
Karena mobil yang melaju kencang , tanpa terasa kami pun sampai juga di jalan depan rumahku .. Karena malam sudah larut, aku meminta mbak silvi untuk menginap saja di rumah ku malam ini.. Sebab aku takut kalau dia melanjutkan perjalanan nya.. Maklum, di daerah saya masih banyak yang namanya begal serta bajing loncat..
Mbak silvi pun dengan senang hati menerima usul ku.. Tak lupa sebelumnya dia memarkirakan mobil nya di pekarangan samping rumah ku agar tidak di gondhol maling.. Setelah meminta ijin ke Pak RT ( om saya karena dia bapak nya windy) bahwa ada seorang gadis yang menginap, aku pun mempersilahkan mbak silvi istirahat di kamar kakak perempuan ku..
Quote:
Karena dalam kondisi perut terisi penuh, kami pun berjalan menuju pos ronda yang tak jauh dari rumah ku dengan semangat 45.. Dan saat sampai disana, tampak bapak bapak sedang bermaen karambol..
Namun aku tak mendapati sosok bapak ku disitu.. Padahal malam ini adalah giliran beliau untuk berjaga..
Quote:
Kami berlima pun berkeliling kampung berbekal senter yang di pinjam dari bapak bapak di pos ronda.. Saat berkeliling, tanpa terasa kami telah sampai di ujung désa,, karena lelah berjalan, kami pun beristirahat di sebuah jembatan..
Namun ketenangan kami ketika beristirahat sedikit terusik karena dari kejauhan sayup sayup ku dengar anak kecil sedang asyik bermain dan bernyanyi..
Quote:
Setelah selesai beristirahat, kami berlima pun menghampiri sumber suara tersebut.. Dan alangkah terkejut nya kami manakala sampai di perempatan tempat sumber suara..
Seketika bulu kuduk kami pun langsung merinding melihat beberapa sosok pemilik suara nyanyian yang tadi sayup sayup kami dengar..
myusuffebria525 dan 11 lainnya memberi reputasi
12


