- Beranda
- Stories from the Heart
Vanilla
...
TS
beanilla93
Vanilla
Hai agan-sis semua.
Setelah sering jadi silent reader, kayanya asik juga kalau saya mencoba share cerita juga.
Cerita ini 'based on true story'. Tapi ya mungkin dengan sedikit modifikasi. hehehe
Tapi kalo cerita ini bukan selera agan-sis, atau agan-sis merasa ceritanya aneh,
And you feel like you can't stand to read it anymore silahkan cari cerita lain.
Nggak usah sumpah serapah ya.
Karna buat saya mereka yg sumpah serapah itu, pikirannya sempit, kosa katanya terbatas.
Bingung mau komentar apa, ujungnya malah ngata-ngatain
Comment, critics and question allowed ya
Indeks :
Part 1. Prolog
Part 2. Selected memories
Part 3. MY hero
Part 4. His journey
Part 5. Restriction
Part 6. The results
Part 7. First year
Part 8. We're classmate!
Part 9. The class president
Part 10. Embarrassing youth - intermezzo
Part 11. Wrong thought?
Part 12. Boom!
Part 13. Aftereffects
Part 14. "Manner maketh man"
Part 15. Reunion
Part 16. Let it loose
Part 17. Those shoulders
Part 18. The sunrise
Part 19. Present
Part 20. Year 7th
Part 21. Tom and jerry
Part 22. Crown Prince
Part 23. Amnesia
Part 24. "Okay, let's do that"
Part 25. Jalan belakang(back street)
Part 26. The castle
Part 27. Story about a long night
Part 28. The storm
Part 29. War
Part 30. Gotcha!
Part 31. End
Part 32. Abege
Part 33. Story of nasi goreng
Part 34. The reason behind cold martabak
Part 35. He knew it(all the time!)
Part 36. The betrayal
Part 37. Revealing the truth
Setelah sering jadi silent reader, kayanya asik juga kalau saya mencoba share cerita juga.
Cerita ini 'based on true story'. Tapi ya mungkin dengan sedikit modifikasi. hehehe
Tapi kalo cerita ini bukan selera agan-sis, atau agan-sis merasa ceritanya aneh,
And you feel like you can't stand to read it anymore silahkan cari cerita lain.
Nggak usah sumpah serapah ya.
Karna buat saya mereka yg sumpah serapah itu, pikirannya sempit, kosa katanya terbatas.
Bingung mau komentar apa, ujungnya malah ngata-ngatain

Comment, critics and question allowed ya
Spoiler for Prolog:
Indeks :
Part 1. Prolog
Part 2. Selected memories
Part 3. MY hero
Part 4. His journey
Part 5. Restriction
Part 6. The results
Part 7. First year
Part 8. We're classmate!
Part 9. The class president
Part 10. Embarrassing youth - intermezzo
Part 11. Wrong thought?
Part 12. Boom!
Part 13. Aftereffects
Part 14. "Manner maketh man"
Part 15. Reunion
Part 16. Let it loose
Part 17. Those shoulders
Part 18. The sunrise
Part 19. Present
Part 20. Year 7th
Part 21. Tom and jerry
Part 22. Crown Prince
Part 23. Amnesia
Part 24. "Okay, let's do that"
Part 25. Jalan belakang(back street)
Part 26. The castle
Part 27. Story about a long night
Part 28. The storm
Part 29. War
Part 30. Gotcha!
Part 31. End
Part 32. Abege
Part 33. Story of nasi goreng
Part 34. The reason behind cold martabak
Part 35. He knew it(all the time!)
Part 36. The betrayal
Part 37. Revealing the truth
Diubah oleh beanilla93 16-03-2018 13:46
chamelemon dan anasabila memberi reputasi
2
20.2K
182
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
beanilla93
#116
Part 28. Zarry
Selain permasalahan ngambek-ngambek kecil setiap kali Vera datang, hubungan kami nyaris nggak pernah menemui masalah yang berarti. Aku juga biasa jarang dihubungi, karena pengaruh mind set pacaran yang udah nggak kaya anak sekolahan lagi, yang harus komunikasi 24 jam. Apalagi bertepatan dengan minggu-minggu sibuknya Zarry. Nyari waktu Zarry bisa ngehubungin aku tuh udah kaya nyari hewan yang nyaris punah, langka banget.
Seperti yang aku pernah ceritain sebelumnya, Zarry ini dokter muda. Jadi dia itu udah dapet gelar S.Ked, tapi dia harus koas dulu buat dapet gelar dokter. Koas itu semacam magang, fase dia menerapkan ilmu kedokterannya secara real, tapi masih di bawah bimbingan dokter beneran. Tempatnya juga nggak menetap di satu rumah sakit, di rolling kemana-mana lah pokoknya.
Nah saat koas itu ada masanya dia dapat stase atau unit yang mengharuskan dia buat menginap dan jaga di rumah sakit. Saat itu, dia lagi sering banget nginap di rs dan ikut-ikut operasi yang biasanya memakan waktu panjang. Tapi karena aku tau dia emang sibuk di rumah sakit, ya udah aku juga santai aja. Apalagi akibat Zarry sibuk, Vera jadi jarang berkunjung, aku mah seneng dong jadinya.
Sampai akhirnya suatu hari, sewaktu aku lagi asik melihat updatean di snapc*at(dulu inst*gram belum punya fitur sn*pgram), aku sampai pada updatean Tiara. Iya, Tiara, mantannya Zarry. Yang backstreet dari temen-temen selama 3 tahun itu.
Updateannya itu video yang nggak fokus kemana-mana, cuma ngerekam dinding, backsoundnya lagu Raisa yang 'Kesempatan Kedua', dengan sebuah caption yang sama dengan judul lagunya, ditambah dengan emoticon senyum.
DEG
Apa ini, ko perasaanku nggak enak waktu liat updateannya Tiara?
Kayanya dia balikan. Itu sih intinya. Masalahnya, sama siapa?
Ya bukan masalah banget juga sih, cuman karena Zarry itu termasuk salah satu 'mantan' Tiara, wajar lah kalo aku waspada.
Aku memang cuma kenal sekilas aja sama Tiara. Bukan yang deket banget. Aku kenal sama dia waktu masih jamannya aku doyan main f*cebook sekitar taun 2009an. Terus lama nggak ada komunikasi. Taun 2016 kita ketemu lagi di inst*gram, terus tiba-tiba dia ngajak ketemu dan curhat selama berjam-jam tentang hubungan backstreetnya sama Zarry.
Tiara ini termasuk salah satu orang yang doyan curhat sama aku meskipun kita jarang ketemu. Tapi beberapa waktu yang lalu pas ketemu sama Tiara, dia cuma cerita lagi deket sama seseorang, yang pasti sih nggak ada cerita lagi deket sama mantan. Dan seingatku, ceritanya tentang Zarry terakhir kali itu pait endingnya. Waktu itu mereka udah putus, tapi masih komunikasi intens, terus tiba-tiba dia mergokin Zarry jalan sama Vera setelah nggak ada kabar selama beberapa hari. Hmm bukan Zarry kali ya?
Iya, nggak mungkin. Aku percaya sama Zarry. Dua aja udah hampir runyam, masa dia mau nambah jadi tiga si?
Tapi lagi-lagi, yang namanya cewek, tetep aja kepo. Dan hebatnya, selalu aja ada jalan buat seorang cewek itu menuntaskan rasa keponya. As for me, aku punya pihak ketiga sebagai informan. Halah, informan.
Aku sama Tiara itu punya common friend, namanya Lia. Lia ini adalah temen baik Tiara sejak masih sd, dan Lia ini juga senior ku di kantor.
Lia posisinya cuma tau kalo aku temen sekolah Zarry, mantannya Tiara yang sebenarnya Lia nggak pernah suka. Pas lah buat jadi media kekepoanku.
"Ia, si Tiara balikan?" tanyaku sore itu sesaat sebelum kami pulang kerja.
L : Hah, serius? Nggak tau gue. Nggak ada cerita sih dia. Tau darimana lo?
V : Sn*pchatnya dia, update lagu seken cens nya raisa ahaha
L : Oh iya, gue ada liat juga deng di sm*lenya dia, nyanyi lagu ono.
Parah, padahal kemaren terakhir ketemu, katanya lagi deket sama temennya temen dia padahal.
V : Sama, terakhir ketemu gue juga bilangnya begitu. Tapi yaa kaya nggak tau Tiara aja lo? Hatinya kan gampang berubah
(gaya banget Van ngomentarin orang, padahal lo juga
)
L : Tapi ngapa dia apdet begituan yak? Duh, kalo beneran balikan, kemungkinan besar sih sama si Zarry.
V : (terkejut dalam hati) Kenapa lo bisa nyimpulin begitu?
L : Ya iyalah, dia kan masih sayang banget sama si Zarry. Galmup dia mah. Gagal mup on.
V : Hmm iya sih ya. Duh, penasaran gue.
L : Apalagi gue Van. Hmm... ntar deh gue pancing-pancing dia. Dia mah dipancing dikit juga pasti cerita. Kalo udah dapat inpo, ntar gue share sama lo.
V : Ahaha oke deh.
Oke sip, pancingan gue ke Lia berhasil. Selamat mancing Lia.
Dua hari kemudian
"Van, gue kemaren ketemu Tiara." ujar Lia yang hari itu mendatangi mejaku.
V : Terus, cerita nggak dia?
L : Iyee. Awalnya dia nggak mau cerita, mungkin takut gue marah.
V : Takut lo marah? Marah kenapa?
L : Ya karena, tokoh utama ceritanya itu mantan dia yang gue paling nggak demen.
V :
Zarry?
L : Iyes! Gile beneran itu orang, masih aja mau di ajak balikan.
V : (poker face, nahan emosi dalam hati) Ahaha gila ya. Bisa bener tebakan lo?
L : Pirasat gue mah kuattt.
V : Iye dah iyee.. Tapi setau gue, Zarry kan punya pacar?
L : Nah makanyeee. Itu yang bikin gue jadi lebih kesel. Kemakan aja dia sama gombalannya Zarry.
V : (jangan kesindir, jangan kesindir). Ceritain yang lengkap dong ia, dari awal.
L : Oke, jadi awalnya begini. Tiara kan ceritanya nih masih menjaga silaturahmi sama keluarganya si Zarry. Jadi Zarry punya adek sepupu cewek yang deket banget sama Tiara. Nah, adek sepupunya itu lagi dateng ke sini, jadi lah dia ngajakin Tiara ketemuan.
V : (hmm, adek sepupu yang kemaren dikirim fotonya sama Zarry pas mereka lagi makan? Oke) Oh iya, gue inget Tiara pernah cerita kalo dia deket sama adek sepupunya Zarry yang itu. Terus?
L : Iya, sok banget lah emang segala pake jaga silaturahmi
Nah, terus jalanlah mereka, makan-makan dll, sampe akhirnya Tiara nganterin si adek itu pulang ke rumahnya Zarry. Ternyata, sesampainya disana, Tiara nggak dibolehin pulang sama si adek itu, tapi Tiara awalnya nolak katanya. Katanya sihh. Kalo menurut gue sih, dari Tiara nya juga pasti ada keinginan buat mengiyakan. Biar bisa ketemu Zarry.
V : (masih nahan emosi) Ahaha apal banget ya lo kelakuan Tiara. Terus, jadi akhirnya dia nginap di sana?
L : Jadi akhirnya. Gila kan?? Terus katanya pas Tiara pengen pipis malem-malem, dia ketemu sama Zarry nggak sengaja. Bleh, nggak percaya banget gue. Emang dia pengennya ketemu juga padahal.
V : Terus?
L : Terus-terus mulu lo, sabar gue minum dulu.
V : Ahaha biar nggak mentok. Ya udeh minum dulu.
L : (minum). Nah, jadi pas ketemu berantem lah mereka katanya. Saling menyalahkan satu sama lain gitu. Karena kan terakhir mereka ketemu, Tiara mergokin dia lagi jalan sama Vera, setelah Tiara dicuekin secara tiba-tiba sama dia. Padahal katanya walaupun putus, mereka komunikasinya masih kaya orang pacaran. Tapi si Zarry bilang, Tiara duluan jalan sama cowo lain, makanya Zarry balikan sama Vera. Terus kata Tiara, mereka kan udah nggak ada status, kenapa Zarry sewot kalo Tiara jalan sama cowo lain. Ya udah lah salah-salahan terus selama beberapa saat. Padahal menurut gue ya, sama aja sih mereka. Mereka udah sepakat putus, tapi masih deket, tapi sama-sama ngambek waktu satu sama lain jalan sama orang lain, tapi nggak balikan, puyeng deh gue.
V : Ahahaha (seeet, fake laugh terus Van dari tadi. Sabar ye~) terus endingnya gimana?
L : Endingnye? Mereka maaf-maafan, terus Zarry minta balik kaya dulu lagi sama Tiara.
V : Vera gimana? (Vanilla juga gimana?
)
L : Katanya Zarry nggak sayang sama Vera. Ldr juga, susah katanya jalaninnya. Terus Zarry minta waktu buat mutusin si Vera.
V : (as u lah. Sama persis congornya kaya pas nyepik Vanilla) Terus si Tiara mau gitu?
L : Iya, mau dia. Udah sering jalan berdua malah katanya. Tapi si Zarry lagi sibuk koas, nggak bisa sering-sering banget juga katanya. Terus blablablabla.
Sampe situ aja. Sampe situ aja omongan Lia yang aku serap. Karena setelahnya, pikiranku cuma dipenuhi rasa kesel, kecewa, sedih, dan andai aku hidup di film harry potter, pasti udah langsung ber-apparate ngedatengin Zarry dan minta penjelasan. Tapi kenyataannya aku hidup di dunia nyata, dan satu-satunya hal yang aku bisa lakukan adalah pulang kerumah, mewek, ngechat Zarry dan minta dihubungin kalo dia udah nggak sibuk.
Gila ya, baik banget Vanilla. Udah digituin, masih sabar aja nungguin Zarry nggak sibuk. Padahal mana tau diboongin. Buktinya, masih bisa aja nambah pacar satu lagi. Sibuk apaan? Sibuk ngasah o***g?
malam harinya
Doc
is calling...
V : Halo?
Z : Halo sayang? Kenapa?
V : Lagi free kamu?
Z : Iya. Kenapa sayang? Kayanya urgent?
V : Kamu balikan sama Tiara?
-jeda 5 detik-
V : Iya kan?
Z : Yaampun sayang. Ya nggak lah. Kata siapa kamu?
V : Kata Lia. Tiara kemaren cerita sama Lia.
Z : Astaga sayang, nggak. Aku nggak balikan sama Tiara. Kamu tau kan aku lagi dapet stase yang hectic banget beberapa minggu ini? Mana ada waktu buat selingkuh?
V : Oh, jadi kalo ada waktu kamu mau selingkuh gitu?
Z : Sayang, you know that’s not what i mean.
V : No. I don’t know. Explain to me.
Z : Seriously?
-jeda 5 detik-
Z : *ngela nafas* Maksudnya, aku aja udah sibuk sama hidup aku sendiri, sama kerjaan aku. Aku juga sibuk menjaga hubungan kita. Ngapain aku nambah-nambahin kesibukan baru? Kamu nggak percaya sama aku?
V : Entahlah. Aku nggak ketemu alasan yang bisa bikin aku percaya sama kamu.
Z : *ngela nafas lagi* Sayang, denger ya. Tiara itu obses banget sama aku. Kamu tau kan dia masih aja ngasih aku kue dan kado waktu aku ulang taun? Tapi aku nggak pernah terima itu. Aku tolak semua. Dia itu freak. Semua yang dia ceritain sama Lia itu khayalan dia aja. Please, percaya sama aku. Okay?
V : ....... Okay. Karena aku juga belum bisa membuktikan sendiri. Tapi kalo kamu memang balikan, dan pengen ngaku, i’m on call 24 hours. You can confess to me anytime. Lebih baik aku sakit sekarang, jadi aku bisa mulai nyembuhin diri lebih awal.
Z : Nggak bakal sayang. Aku nggak bakal confess apa-apa, karena aku juga nggak ngelakuin apa-apa. I swear. I promise. I love you, Vanilla.
V : .....
Z : Vanilla?
V : Night.
Selain permasalahan ngambek-ngambek kecil setiap kali Vera datang, hubungan kami nyaris nggak pernah menemui masalah yang berarti. Aku juga biasa jarang dihubungi, karena pengaruh mind set pacaran yang udah nggak kaya anak sekolahan lagi, yang harus komunikasi 24 jam. Apalagi bertepatan dengan minggu-minggu sibuknya Zarry. Nyari waktu Zarry bisa ngehubungin aku tuh udah kaya nyari hewan yang nyaris punah, langka banget.
Seperti yang aku pernah ceritain sebelumnya, Zarry ini dokter muda. Jadi dia itu udah dapet gelar S.Ked, tapi dia harus koas dulu buat dapet gelar dokter. Koas itu semacam magang, fase dia menerapkan ilmu kedokterannya secara real, tapi masih di bawah bimbingan dokter beneran. Tempatnya juga nggak menetap di satu rumah sakit, di rolling kemana-mana lah pokoknya.
Nah saat koas itu ada masanya dia dapat stase atau unit yang mengharuskan dia buat menginap dan jaga di rumah sakit. Saat itu, dia lagi sering banget nginap di rs dan ikut-ikut operasi yang biasanya memakan waktu panjang. Tapi karena aku tau dia emang sibuk di rumah sakit, ya udah aku juga santai aja. Apalagi akibat Zarry sibuk, Vera jadi jarang berkunjung, aku mah seneng dong jadinya.
Sampai akhirnya suatu hari, sewaktu aku lagi asik melihat updatean di snapc*at(dulu inst*gram belum punya fitur sn*pgram), aku sampai pada updatean Tiara. Iya, Tiara, mantannya Zarry. Yang backstreet dari temen-temen selama 3 tahun itu.
Updateannya itu video yang nggak fokus kemana-mana, cuma ngerekam dinding, backsoundnya lagu Raisa yang 'Kesempatan Kedua', dengan sebuah caption yang sama dengan judul lagunya, ditambah dengan emoticon senyum.
DEG
Apa ini, ko perasaanku nggak enak waktu liat updateannya Tiara?
Kayanya dia balikan. Itu sih intinya. Masalahnya, sama siapa?
Ya bukan masalah banget juga sih, cuman karena Zarry itu termasuk salah satu 'mantan' Tiara, wajar lah kalo aku waspada.
Aku memang cuma kenal sekilas aja sama Tiara. Bukan yang deket banget. Aku kenal sama dia waktu masih jamannya aku doyan main f*cebook sekitar taun 2009an. Terus lama nggak ada komunikasi. Taun 2016 kita ketemu lagi di inst*gram, terus tiba-tiba dia ngajak ketemu dan curhat selama berjam-jam tentang hubungan backstreetnya sama Zarry.
Tiara ini termasuk salah satu orang yang doyan curhat sama aku meskipun kita jarang ketemu. Tapi beberapa waktu yang lalu pas ketemu sama Tiara, dia cuma cerita lagi deket sama seseorang, yang pasti sih nggak ada cerita lagi deket sama mantan. Dan seingatku, ceritanya tentang Zarry terakhir kali itu pait endingnya. Waktu itu mereka udah putus, tapi masih komunikasi intens, terus tiba-tiba dia mergokin Zarry jalan sama Vera setelah nggak ada kabar selama beberapa hari. Hmm bukan Zarry kali ya?
Iya, nggak mungkin. Aku percaya sama Zarry. Dua aja udah hampir runyam, masa dia mau nambah jadi tiga si?
Tapi lagi-lagi, yang namanya cewek, tetep aja kepo. Dan hebatnya, selalu aja ada jalan buat seorang cewek itu menuntaskan rasa keponya. As for me, aku punya pihak ketiga sebagai informan. Halah, informan.
Aku sama Tiara itu punya common friend, namanya Lia. Lia ini adalah temen baik Tiara sejak masih sd, dan Lia ini juga senior ku di kantor.
Lia posisinya cuma tau kalo aku temen sekolah Zarry, mantannya Tiara yang sebenarnya Lia nggak pernah suka. Pas lah buat jadi media kekepoanku.
"Ia, si Tiara balikan?" tanyaku sore itu sesaat sebelum kami pulang kerja.
L : Hah, serius? Nggak tau gue. Nggak ada cerita sih dia. Tau darimana lo?
V : Sn*pchatnya dia, update lagu seken cens nya raisa ahaha
L : Oh iya, gue ada liat juga deng di sm*lenya dia, nyanyi lagu ono.
Parah, padahal kemaren terakhir ketemu, katanya lagi deket sama temennya temen dia padahal.V : Sama, terakhir ketemu gue juga bilangnya begitu. Tapi yaa kaya nggak tau Tiara aja lo? Hatinya kan gampang berubah
(gaya banget Van ngomentarin orang, padahal lo juga
)L : Tapi ngapa dia apdet begituan yak? Duh, kalo beneran balikan, kemungkinan besar sih sama si Zarry.
V : (terkejut dalam hati) Kenapa lo bisa nyimpulin begitu?
L : Ya iyalah, dia kan masih sayang banget sama si Zarry. Galmup dia mah. Gagal mup on.
V : Hmm iya sih ya. Duh, penasaran gue.
L : Apalagi gue Van. Hmm... ntar deh gue pancing-pancing dia. Dia mah dipancing dikit juga pasti cerita. Kalo udah dapat inpo, ntar gue share sama lo.
V : Ahaha oke deh.
Oke sip, pancingan gue ke Lia berhasil. Selamat mancing Lia.
Dua hari kemudian
"Van, gue kemaren ketemu Tiara." ujar Lia yang hari itu mendatangi mejaku.
V : Terus, cerita nggak dia?
L : Iyee. Awalnya dia nggak mau cerita, mungkin takut gue marah.
V : Takut lo marah? Marah kenapa?
L : Ya karena, tokoh utama ceritanya itu mantan dia yang gue paling nggak demen.
V :
Zarry?L : Iyes! Gile beneran itu orang, masih aja mau di ajak balikan.
V : (poker face, nahan emosi dalam hati) Ahaha gila ya. Bisa bener tebakan lo?
L : Pirasat gue mah kuattt.
V : Iye dah iyee.. Tapi setau gue, Zarry kan punya pacar?
L : Nah makanyeee. Itu yang bikin gue jadi lebih kesel. Kemakan aja dia sama gombalannya Zarry.
V : (jangan kesindir, jangan kesindir). Ceritain yang lengkap dong ia, dari awal.
L : Oke, jadi awalnya begini. Tiara kan ceritanya nih masih menjaga silaturahmi sama keluarganya si Zarry. Jadi Zarry punya adek sepupu cewek yang deket banget sama Tiara. Nah, adek sepupunya itu lagi dateng ke sini, jadi lah dia ngajakin Tiara ketemuan.
V : (hmm, adek sepupu yang kemaren dikirim fotonya sama Zarry pas mereka lagi makan? Oke) Oh iya, gue inget Tiara pernah cerita kalo dia deket sama adek sepupunya Zarry yang itu. Terus?
L : Iya, sok banget lah emang segala pake jaga silaturahmi
Nah, terus jalanlah mereka, makan-makan dll, sampe akhirnya Tiara nganterin si adek itu pulang ke rumahnya Zarry. Ternyata, sesampainya disana, Tiara nggak dibolehin pulang sama si adek itu, tapi Tiara awalnya nolak katanya. Katanya sihh. Kalo menurut gue sih, dari Tiara nya juga pasti ada keinginan buat mengiyakan. Biar bisa ketemu Zarry.V : (masih nahan emosi) Ahaha apal banget ya lo kelakuan Tiara. Terus, jadi akhirnya dia nginap di sana?
L : Jadi akhirnya. Gila kan?? Terus katanya pas Tiara pengen pipis malem-malem, dia ketemu sama Zarry nggak sengaja. Bleh, nggak percaya banget gue. Emang dia pengennya ketemu juga padahal.
V : Terus?
L : Terus-terus mulu lo, sabar gue minum dulu.
V : Ahaha biar nggak mentok. Ya udeh minum dulu.
L : (minum). Nah, jadi pas ketemu berantem lah mereka katanya. Saling menyalahkan satu sama lain gitu. Karena kan terakhir mereka ketemu, Tiara mergokin dia lagi jalan sama Vera, setelah Tiara dicuekin secara tiba-tiba sama dia. Padahal katanya walaupun putus, mereka komunikasinya masih kaya orang pacaran. Tapi si Zarry bilang, Tiara duluan jalan sama cowo lain, makanya Zarry balikan sama Vera. Terus kata Tiara, mereka kan udah nggak ada status, kenapa Zarry sewot kalo Tiara jalan sama cowo lain. Ya udah lah salah-salahan terus selama beberapa saat. Padahal menurut gue ya, sama aja sih mereka. Mereka udah sepakat putus, tapi masih deket, tapi sama-sama ngambek waktu satu sama lain jalan sama orang lain, tapi nggak balikan, puyeng deh gue.
V : Ahahaha (seeet, fake laugh terus Van dari tadi. Sabar ye~) terus endingnya gimana?
L : Endingnye? Mereka maaf-maafan, terus Zarry minta balik kaya dulu lagi sama Tiara.
V : Vera gimana? (Vanilla juga gimana?
)L : Katanya Zarry nggak sayang sama Vera. Ldr juga, susah katanya jalaninnya. Terus Zarry minta waktu buat mutusin si Vera.
V : (as u lah. Sama persis congornya kaya pas nyepik Vanilla) Terus si Tiara mau gitu?
L : Iya, mau dia. Udah sering jalan berdua malah katanya. Tapi si Zarry lagi sibuk koas, nggak bisa sering-sering banget juga katanya. Terus blablablabla.
Sampe situ aja. Sampe situ aja omongan Lia yang aku serap. Karena setelahnya, pikiranku cuma dipenuhi rasa kesel, kecewa, sedih, dan andai aku hidup di film harry potter, pasti udah langsung ber-apparate ngedatengin Zarry dan minta penjelasan. Tapi kenyataannya aku hidup di dunia nyata, dan satu-satunya hal yang aku bisa lakukan adalah pulang kerumah, mewek, ngechat Zarry dan minta dihubungin kalo dia udah nggak sibuk.
Gila ya, baik banget Vanilla. Udah digituin, masih sabar aja nungguin Zarry nggak sibuk. Padahal mana tau diboongin. Buktinya, masih bisa aja nambah pacar satu lagi. Sibuk apaan? Sibuk ngasah o***g?
malam harinya
Doc
is calling...V : Halo?
Z : Halo sayang? Kenapa?
V : Lagi free kamu?
Z : Iya. Kenapa sayang? Kayanya urgent?
V : Kamu balikan sama Tiara?
-jeda 5 detik-
V : Iya kan?
Z : Yaampun sayang. Ya nggak lah. Kata siapa kamu?
V : Kata Lia. Tiara kemaren cerita sama Lia.
Z : Astaga sayang, nggak. Aku nggak balikan sama Tiara. Kamu tau kan aku lagi dapet stase yang hectic banget beberapa minggu ini? Mana ada waktu buat selingkuh?
V : Oh, jadi kalo ada waktu kamu mau selingkuh gitu?
Z : Sayang, you know that’s not what i mean.
V : No. I don’t know. Explain to me.
Z : Seriously?
-jeda 5 detik-
Z : *ngela nafas* Maksudnya, aku aja udah sibuk sama hidup aku sendiri, sama kerjaan aku. Aku juga sibuk menjaga hubungan kita. Ngapain aku nambah-nambahin kesibukan baru? Kamu nggak percaya sama aku?
V : Entahlah. Aku nggak ketemu alasan yang bisa bikin aku percaya sama kamu.
Z : *ngela nafas lagi* Sayang, denger ya. Tiara itu obses banget sama aku. Kamu tau kan dia masih aja ngasih aku kue dan kado waktu aku ulang taun? Tapi aku nggak pernah terima itu. Aku tolak semua. Dia itu freak. Semua yang dia ceritain sama Lia itu khayalan dia aja. Please, percaya sama aku. Okay?
V : ....... Okay. Karena aku juga belum bisa membuktikan sendiri. Tapi kalo kamu memang balikan, dan pengen ngaku, i’m on call 24 hours. You can confess to me anytime. Lebih baik aku sakit sekarang, jadi aku bisa mulai nyembuhin diri lebih awal.
Z : Nggak bakal sayang. Aku nggak bakal confess apa-apa, karena aku juga nggak ngelakuin apa-apa. I swear. I promise. I love you, Vanilla.
V : .....
Z : Vanilla?
V : Night.
Spoiler for flashback 1:
Diubah oleh beanilla93 03-01-2018 15:02
0
