- Beranda
- Stories from the Heart
WARISAN
...
TS
meta.morfosis
WARISAN
hai gan/sis....
ini adalah thread keberapa dari beberapa thread yang sudah pernah ane buat, tapi karena adanya beberapa alasan...dengan terpaksa thread thread tersebut ane hentikan, intinya penghentian thread thread tersebut bukan karena alasan adanya perintah ghoib ataupun permintaan narasumber hehe....semoga untuk kisah ini bisa ane share sampai akhir...
oke...singkat kata, kisah yang akan ane share kali ini masih berhubungan dengan hal hal yang berbau ghoib alias setan/demit dan sejenisnya, dan kisah ini akan ane beri judul
catatan :
* untuk kisah yang ane akan tuliskan ini, ane akan menempatkan diri sebagai tokoh yang mengalaminya
* jangan bertanya...ini kisah nyata ataupun fiksi, karena sudah jelas apa yang akan ane share ini berhubungan dengan sesuatu yang ghoib, dan ketika kita berbicara tentang sesuatul yang ghoib itu akan ada pertentangan antara percaya enggak percaya...kenyataan ataupun imajinasi....cukup jadikan kisah ini sebagai bacaan di waktu senggang aja...atau lebih tepatnya jadikan kisah ini sebagai bacaan yang membangkitkan adrenalin....
* apakah ts percaya dengan sesuatu yang ghoib, jawaban ts...percaya tapi tidak dengan cara berlebihan
* apakah ts pernah mengalaminya.....ya pernah...
* apakah ts percaya dengan kejadian kejadian yang terjadi dan di luar akal sehat adalah ulah dari mahluk ghoib ....jawaban ts...bisa ya..bisa juga tidak, alasannya karena kita sebagai manusia diberikan kelebihan berupa akal pikiran yang akan memberikan kita modal untuk mencerna setiap peristiwa yang terjadi dengan bijak, banyak faktor lain yang bisa melatarbelakangi peristiwa tersebut di luar hal hal yang berbau ghoib
* apakah ts percaya mahluk ghoib mempunyai kekuatan.....percaya, seperti halnya manusia, hewan, dan tumbuhan ....semuanya mempunyai kekuatan, begitu juga dengan mahluk ghoib...tapi kekuatan yang paling besar dan tidak tertandingi...adalah kekuatan tuhan yang maha esa...
* jangan creepy/copy pasta kisah ini tanpa seizin ts....
selamat membaca....

Prologue
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Epilog
ini adalah thread keberapa dari beberapa thread yang sudah pernah ane buat, tapi karena adanya beberapa alasan...dengan terpaksa thread thread tersebut ane hentikan, intinya penghentian thread thread tersebut bukan karena alasan adanya perintah ghoib ataupun permintaan narasumber hehe....semoga untuk kisah ini bisa ane share sampai akhir...
oke...singkat kata, kisah yang akan ane share kali ini masih berhubungan dengan hal hal yang berbau ghoib alias setan/demit dan sejenisnya, dan kisah ini akan ane beri judul
WARISAN
catatan :
* untuk kisah yang ane akan tuliskan ini, ane akan menempatkan diri sebagai tokoh yang mengalaminya
* jangan bertanya...ini kisah nyata ataupun fiksi, karena sudah jelas apa yang akan ane share ini berhubungan dengan sesuatu yang ghoib, dan ketika kita berbicara tentang sesuatul yang ghoib itu akan ada pertentangan antara percaya enggak percaya...kenyataan ataupun imajinasi....cukup jadikan kisah ini sebagai bacaan di waktu senggang aja...atau lebih tepatnya jadikan kisah ini sebagai bacaan yang membangkitkan adrenalin....
* apakah ts percaya dengan sesuatu yang ghoib, jawaban ts...percaya tapi tidak dengan cara berlebihan
* apakah ts pernah mengalaminya.....ya pernah...
* apakah ts percaya dengan kejadian kejadian yang terjadi dan di luar akal sehat adalah ulah dari mahluk ghoib ....jawaban ts...bisa ya..bisa juga tidak, alasannya karena kita sebagai manusia diberikan kelebihan berupa akal pikiran yang akan memberikan kita modal untuk mencerna setiap peristiwa yang terjadi dengan bijak, banyak faktor lain yang bisa melatarbelakangi peristiwa tersebut di luar hal hal yang berbau ghoib
* apakah ts percaya mahluk ghoib mempunyai kekuatan.....percaya, seperti halnya manusia, hewan, dan tumbuhan ....semuanya mempunyai kekuatan, begitu juga dengan mahluk ghoib...tapi kekuatan yang paling besar dan tidak tertandingi...adalah kekuatan tuhan yang maha esa...
* jangan creepy/copy pasta kisah ini tanpa seizin ts....
selamat membaca....

Prologue
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Epilog
Diubah oleh meta.morfosis 26-02-2018 22:57
sekarpuspita531 dan 22 lainnya memberi reputasi
23
104.9K
Kutip
337
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
meta.morfosis
#171
Spoiler for Chapter 12:
“ astaga bu.....ngagetin aja....” ucap gw dengan lega begitu melihat kehadiran ibu seiring dengan pintu kamar yang terbuka, daru yang semula terlihat begitu tegang, kini terlihat mulai dapat mengendurkan ketegangan di wajahnya
“ kalian kenapa....?, nang....kalau kamu masih sakit, sebaiknya enggak usah jagain aki....biar nanti ibu aja yang melihat lihat....” seiring perkataan ibu, kekhawatiran gw akan kesehatan ibu yang sedang hamil, memberikan gw sebuah alasan untuk menolak usulannya
“ enggak usah khawatir bu, danang udah sehat koq....sebaiknya ibu istirahat aja...” jawab gw yang berbalas anggukan kepala daru
“ kamu yakin udah sehat....?” tanya ibu yang berbalas anggukan kepala gw
“ ya udah kalau kamu memang udah sehat....kalau begitu sebaiknya ibu istirahat dulu, kasihan kakak kamu sendirian di kamar....lampu di depan kamar aki ibu matikan ya...”
“ lohhh memangnya kenapa bu...?” tanya gw berusaha mencari tau alasan ibu mematikan lampu
“ bocor nang....biar besok ibu minta tolong sama pak ujang untuk memeriksa atap...” jawab ibu, seiring perkataan ibu...kini terlihat ibu menutup pintu kamar
untuk sesaat lamanya gw dan daru kembali terdiam dalam hening, suara siaran tv yang kini sudah tidak terdengar lagi seperti menambah rasa hening yang sedari tadi sudah tercipta
“ mudah mudahan bapak akan segera pulang ya ru....” ucap gw yang berbalas keheningan, mendapati hal tersebut, gw segera menolehkan pandangan ke arah daru
“ ahh brengsek daru...katanya mau nemenin gw jagain aki...” gerutu gw begitu melihat daru yang telah tertidur dengan pulasnya
kembali gw terdiam dalam hening, pandangan mata gw yang berputar memandang langit kamar seperti di suguhkan sebuah pemandangan layar lebar usang yang siap untuk menyuguhkan tontonan dari imajinasi yang ada di kepala gw ini, alunan dari suara jarum jam yang mengantarkan detik demi detik yang berlalu seperti sebuah simfoni nada yang membangkitkan kesadaran gw bahwa waktu kini telah menunjukan pukul setengah dua belas malam, untuk kedua kalinya gw kembali menolehkan pandangan ke arah daru, terlihat daru masih tetap terlelap dalam tidur pulasnya
“ sepertinya gw bakalan apes lagi hari ini....” gerutu gw dalam hati atas kesialan yang mulai kembali gw alami hari ini, sejumlah pertanyaan gw yang belum terjawab akan sebuah benda yang terjatuh ke dalam sumur serta perdebatan antara daru dan kak dira atas peristiwa yang terjadi di kamar mandi, sepertinya kini akan membuat daftar pertanyaan yang ada di kepala gw ini akan semakin panjang, sejujurnya....gw sudah mulai terganggu dengan kejadian kejadian aneh yang mulai terjadi di rumah ini, walaupun gw memang belum meyakini sepenuhnya bahwa kejadian yang telah terjadi tersebut adalah ulah dari mahluk mahluk tak kasat mata, pengalaman gw yang minim bahkan bisa dikatakan hampir tidak pernah bersentuhan dengan hal hal yang tak kasat mata seperti menempatkan gw pada posisi antara rasa percaya dan tidak percaya
“ enggak mungkin uwa odah akan mengganggu keponakanny sendiri seperti ini....” ucap gw dalam hati, berusaha menghilangkan rasa takut gw akan sosok uwa odah, seiring senyum mengembang di wajah daru yang tengah tertidur pulas, kini gw mempunyai keyakinan bahwa kejadian kejadian aneh yang mulai terjadi di rumah ini hanyalah sebuah kejadian biasa saja, rasa takut yang tercipta di pikiran gw ini tidak lebih dari pada sebuah imajinasi liar yang tercipta akibat rasa takut gw terhadap sosok uwa odah pada saat semasa hidupnya
Tanpa menunggu malam beranjak semakin larut, gw pun kini memutuskan untuk segera menunaikan kewajiban gw malam ini untuk menjaga aki, ketiadaan daru yang menemani gw malam ini seperti memberikan nuansa malam yang berbeda, perasaan gw akan waktu yang berjalan begitu lambat...kini akan terasa semakin bertambah lambat
“ sebaiknya gw buat kopi dulu....” usul gw dalam hati sebelum memutuskan untuk berjalan menuju ke kamar aki, seiring langkah kaki gw yang berjalan menuju dapur....entah mengapa di saat ini gw merasakan seperti ada sesuatu yang mengikuti setiap ayunan langkah kaki ini, dan hal ini jelas membuat gw untuk beberapa kali menolehkan pandangan ke arah belakang
“ ini pasti cuma perasaan gw aja....” ucap gw begitu mendapati bahwa tidak ada seorang pun yang ada di belakang tubuh gw ini, hingga akhirnya sesampainya gw di dapur....keinginan gw untuk membuat segelas kopi panas seperti terhambat dengan ketiadaan air panas di dalam termos, melihat hal tersebut gw memutuskan untuk segera memasak air dengan terlebih dahulu memeriksa keberadaan air di dalam ember besar yang berada di sudut dapur
“ ampun deh....kayaknya gw beneran apes hari ini....” gerutu gw begitu melihat ketiadaan air di dalam ember penampungan air, kini keinginan gw untuk menjaga aki dengan bertemankan segelas kopi panas dan selinting rokok jagung seperti berbenturan dengan keraguan gw untuk melangkahkan kaki menuju ke halaman belakang, entah mengapa sosok uwa odah yang sebelumnya sudah dapat gw hilangkan kehadirannya dari pikiran ini....kini seperti hadir kembali
“ ya tuhannn...kenapa pikiran gw jadi sekonyol ini....” gerutu gw pada rasa takut yang mulai kembali menggelayuti pikiran ini, setelah kembali terdiam beberapa saat dalam keraguan, akhirnya gw pun memutuskan untuk menuntaskan keinginan gw menghadirkan kopi panas malam ini, rasanya gw tidak ingin berlama lama terjebak dalam bayang bayang rasa takut yang tidak beralasan ini....kini dalam bayangan sosok uwa odah yang masih bersemayam di pikiran ini....gw ayunkan irama langkah kaki ini menuju pintu yang akan mengantarkan gw ke halaman belakang... bunyi suara gemuruh guntur yang memecah keheningan malam seperti menyambut genggaman jari jemari gw pada gagang pintu halaman belakang
“ brengsek......” maki gw dalam hati begitu kembali merasakan rasa ragu untuk memutar gagang pintu, setelah beberapa saat lamanya gw kembali bergelut dengan semua keraguan ini, perlahan gw pun mulai kembali memutar gagang pintu....kini seiring dengan daun pintu yang mulai terbuka, bisa gw lihat kegelapan yang menyelimuti halaman belakang
“ dinginnya....” ucap gw begitu merasakan hawa dingin yang ditimbulkan oleh hujan yang telah turun semenjak magrib tadi, diantara keterbatasan pandangan mata ini, masih bisa gw lihat rintik air hujan yang tersamar dalam gelapnya malam, segurat cahaya kilat pada langit yang hitam seperti memperlihatkan keberadaan ember sumur yang tergantung pada katrolnya, sesekali terlihat ember sumur tersebut bergoyang seiring hembusan angin malam yang menerpanya
“ kalau pikiran gw positif...semua ini enggak akan seburuk dengan apa yang ada di pikiran gw....” ucap gw dalam hati seraya melangkahkan kaki keluar rumah, dengan bermodalkan sebuah panci yang gw gunakan sebagai tutup kepala, gw segera melangkahkan kaki menuju sumur, untuk sesaat gw kembali memandang ke seluruh sudut halaman belakang yang gelap, dan untuk sekali lagi terlihat pijaran cahaya kilat pada langit yang hitam, walaupun cahaya kilat itu terlihat hanya sekejap tapi cahaya tersebut mampu memberikan gw sedikit pencahayaan untuk menyibak kegelapan malam yang berselimutkan kabut tipis
“ benarkan nang...semuanya baik baik aja...jangan takut...” hibur gw kepada diri sendiri begitu jari jemari tangan ini menggenggam erat tali timba, setelah untuk sesaat lamanya gw kembali memandang kegelapan halaman belakang, gw pun mulai mengulurkan tali timba yang akan mengantarkan ember turun menuju dasar sumur, suara deritan kecil dari katrol sumur yang memang sudah tua dan berkarat laksana sebuah alunan nada bermuatan aura negatif yang siap untuk membangkitkan imajinasi liar di pikiran gw ini
.....krettt.....
suara deritan katrol yang terdengar lebih keras kini terdengar memecah kesunyian, bisa gw rasakan suara deritan tersebut terdengar seiring dengan gerakan tali timba yang mengulur lebih cepat....mungkin kalau gw boleh menyimpulkan secara ekstrim, gerakan tali timba ini lebih tepat jika gw katakan sebagai sebuah tarikan dari dalam sumur, mendapati hal tersebut....kini secara otomatis genggaman tangan gw yang memegang tali timba berusaha menahan uluran yang menyerupai tarikan tersebut
“ sial.....” maki gw begitu merasakan rasa panas di kulit telapak tangan ini, keingintahuan gw akan penyebab tertariknya tali timba tersebut kini telah mengantarkan pandangan mata gw untuk memandang ke dalam sumur yang gelap
“ tadi itu apa ya....” tanya gw dalam hati seraya lebih memfokuskan pandangan ke dalam sumur, setelah terdiam beberapa saat dan tidak mendapati sesuatu di dalam sumur, gw kembali terpaku tanpa berani melepaskan genggaman pada tali timba, kembali pandangan mata gw menyapu setiap sudut halaman belakang yang gelap
“ fiuhhh....mudah mudahan ini cuma perasaan gw aja....” ucap gw dengan rasa lega begitu tidak mendapati sesuatu yang menyeramkan di halaman belakang, tapi sepandai pandainya gw mencari kalimat untuk menanamkan pemikiran positif di pikiran gw ini, hal tersebut tidak dengan serta merta menghilangkan perdebatan yang ada di pikiran ini.....logika gw mengatakan bahwa apa yang tengah gw alami saat ini bukanlah hanya sebuah perasaan dari cerminan rasa takut yang tengah gw rasakan....gw merasa apa yang tengah gw alami ini terasa sangat nyata.... bagaimana mungkin sesuatu yang gw anggap hanya sebagai perasaan gw semata dapat menimbulkan sensasi rasa panas di kulit telapak tangan gw ini, kini untuk beberapa saat lamanya gw kembali terombang ambing dalam rasa ragu.....sebuah rasa ragu yang tercipta dari keinginan gw untuk mendapatkan jawaban pasti atas peristiwa yang baru saja terjadi....dan semua jawaban itu kini terletak pada genggaman jari jemari tangan gw pada tali timba
“ semakin gw takut....maka akan semakin lama gw terjebak di tempat ini....jangan bodoh nang...semua ini hanyalah permainan pikiran lu aja...” ucap gw pada diri sendiri untuk membesarkan hati ini, hingga akhirnya kini gw memutuskan untuk mulai melonggarkan genggaman tangan gw pada tali timba, seiring dengan genggaman tangan gw yang mulai melonggar, kini tali timba tersebut kembali mengulur dengan normal, dan hal tersebut jelas memberikan gw sebuah pemikiran positif atas peristiwa yang baru saja terjadi....tapi belum sempat gw berucap kata untuk mengucapkan sebuah argumen masuk akal atas tali timba yang mengulur dengan normal...kini sesuatu yang di luar pemikiran positif gw kembali terjadi, gerakan tali timba yang semula mengulur dengan normal kini terasa bergerak mengulur semakin cepat, gesekan tali timba pada kulit telapak tangan ini kembali menimbulkan sensasi rasa panas yang mungkin bisa gw katakan terasa lebih panas dibandingkan dengan kejadian serupa sebelumnya....hal ini jelas membuat gw dengan serta merta segera melepaskan genggaman tangan gw pada tali timba dan membiarkan tali timba tersebut mengulur dengan cepatnya memasuki sumur
....krettt....byurrrr......
bisa gw lihat hentakan tali timba yang berbarengan dengan suara ember yang jatuh menyentuh air di dasar sumur seperti mampu untuk menggoyangkan kayu penyangga katrol tali timba, hal ini jelas membuat gw menyurutkan langkah kaki ini kebelakang, rasa tidak percaya gw akan sesuatu yang baru saja terjadi telah membuat gw kembali terpaku menatap tali timba yang terlihat bergoyang goyang, belum sempat gw memberikan alasan masuk akal atas peristiwa yang baru saja terjadi, kini gw kembali dikejutkan dengan suara deritan katrol timba yang menandakan tali timba itu kembali bergerak
“ gilaaaa...ini enggak mungkin....” kalimat penyangkalan yang meluncur dari mulut gw, kini seperti berbalas dengan gerakan tali timba yang tertarik ke atas secara perlahan, bisa gw dengar suara deritan pada katrol tali timba kini seperti menjadi sebuah perpaduan serasi dari sebuah pemandangan menyeramkan yang ada di hadapan mata gw
“ sintingg....!!” seiring makian yang terucap dari mulut ini, gw segera memutar tubuh dan berlari menjauhi sumur, degup jantung gw yang terdengar semakin keras mengiringi langkah kaki gw tiba di pintu rumah, tanpa memperdulikan kaki gw yang kotor oleh tanah basah, gw segera memasuki rumah
“ ini parah...parahhh...ya tuhan...kapan bapak pulang....” gumam gw dalam hati tanpa berani memutar tubuh ini untuk menutup pintu rumah, suara deritan katrol sumur yang terdengar perlahan dan semakin jelas kini seperti bermain main dalam pendengaran gw
“ berani nang...lu harus berani....ini saatnya lu bisa membuktikan bahwa apa yang lu lihat tadi adalah nyata...” ucap gw menyemangati diri sendiri agar berani menolehkan pandangan mata ini ke arah belakang, kini rasa takut dan keingintahuan gw akan sesuatu yang baru saja gw alami telah mengantarkan gerakan tubuh gw untuk memutar ke arah belakang walaupun semuanya itu gw lakukan dengan rasa rasa ragu dan terkesan agak perlahan
“ enggak nyata...enggak nyata....” doa gw dalam hati seiring dengan gerakan tubuh ini memutar ke arah belakang, dengan posisi tubuh yang telah sepenuhnya menghadap ke belakang, tatapan mata gw yang terbatasi oleh gelapnya malam dan kabut tipis, kini kembali menatap sumur beserta tali timba yang terlihat masih bergoyang....kini suara deritan katrol timba yang masih terdengar seperti memberikan gw kepastian bahwa tali timba tersebut memang sedang bergerak tertarik ke atas
“ nang sadar nang....ini enggak mungkin, mana mungkin tali timba itu bisa tertarik tanpa ada yang menariknya....gw pasti udah sinting...” umpat gw pada diri sendiri ini, kini bagi tuhan mungkin umpatan gw terdengar laksana sebuah doa atas keinginan gw untuk membuktikan apa yang gw lihat malam ini adalah nyata...walaupun sebenarnya itu bukanlah sesuatu yang gw inginkan dari tuhan.....seiring dengan suara guntur yang berpijar cahaya terang, kini bisa gw lihat secara samar seorang wanita dalam rintik air hujan sedang berdiri di pinggir sumur, rambutnya yang tergerai berantakan seperti bemain main dengan hembusan angin yang menerpanya, terlihat tangan wanita tersebut menggenggam tali timba dan menariknya secara perlahan
“ uwa odah....?” tanya gw dalam hati begitu melihat dari belakang tubuh wanita tersebut, dari perawakan tubuhnya serta rambut panjangnya yang berantakan, bisa gw simpulkan bahwa wanita yang sedang berdiri di pinggiran sumur itu adalah uwa odah
......krettt.....kret.....
suara deritan katrol tali timba yang terdengar perlahan dalam kesunyian seperti menjawab pertanyaan yang terlontar dalam hati gw, kini terlihat wanita tersebut menghentikan tarikannya pada tali timba, melihat hal tersebut....bulu kuduk di tengkuk gw terasa mulai menebal, sungguh...gw tidak ingin apa yang ada dalam pikiran gw ini menjadi kenyataan.....gw tidak ingin wanita yang berada di pinggir sumur itu akan menolehkan pandangannya ke arah gw dan memberikan gw kepastian bahwa sosok wanita yang gw lihat di pinggir sumur itu memang benar adalah uwa odah
“ jangan....jangannnn....” doa gw dalam hati begitu melihat wanita tersebut terdiam beberapa saat, hingga akhirnya....
“ ampunnnnnn......!!!” teriak gw begitu melihat wanita tersebut menggerakan kepalanya seolah olah ingin menolehkan pandangannya ke arah gw, tanpa berpikir untuk melihat wajah wanita tersebut, gw segera berlari meninggalkan pintu rumah dan membiarkannya tetap terbuka
“ daru harus tau...harus tau....” ucap gw dengan nafas yang memburu, sesampainya di depan kamar...gw segera memutar gagang pintu kamar, keinginan gw untuk memberitahukan apa yang baru saja gw alami kepada daru telah mengantarkan langkah kaki gw ini untuk segera memasuki kamar....tapi, belum sempat langkah kaki ini memasuki kamar...gw melihat sebuah asap tipis yang bermain main di udara dan menerpa wajah gw...dari aroma yang gw rasakan, ini bukanlah sesuatu yang asing buat gw
“ rokok jagung...masa iya sih daru merokok...?” tanya gw dalam hati, keinginan gw untuk memastikan sumber dari asap roko jagung tersebut seperti terbelengu oleh rasa ragu, gw tidak ingin...pengalaman yang baru saja gw alami di halaman belakang, kini kembali terulang lagi di kamar ini....degup jantung gw yang terdengar semakin kencang telah memberikan gw isyarat untuk segera menutup pintu kamar
.....trek.....
belum sempat gw beranjak menjauhi kamar, kini sebuah suara putaran gagang pintu kembali terdengar memecah kesunyian, tatapan mata gw yang semula masih menatap pintu kamar kini teralihkan pada sebuah tempat yang menempatkan dimana kamar aki berada, sebuah cahaya lampu yang berasal dari dalam kamar aki tampak terlihat menerangi ruangan gelap di depan kamarnya
“ aki....?” tanya gw dalam rasa tidak percaya
“ kalian kenapa....?, nang....kalau kamu masih sakit, sebaiknya enggak usah jagain aki....biar nanti ibu aja yang melihat lihat....” seiring perkataan ibu, kekhawatiran gw akan kesehatan ibu yang sedang hamil, memberikan gw sebuah alasan untuk menolak usulannya
“ enggak usah khawatir bu, danang udah sehat koq....sebaiknya ibu istirahat aja...” jawab gw yang berbalas anggukan kepala daru
“ kamu yakin udah sehat....?” tanya ibu yang berbalas anggukan kepala gw
“ ya udah kalau kamu memang udah sehat....kalau begitu sebaiknya ibu istirahat dulu, kasihan kakak kamu sendirian di kamar....lampu di depan kamar aki ibu matikan ya...”
“ lohhh memangnya kenapa bu...?” tanya gw berusaha mencari tau alasan ibu mematikan lampu
“ bocor nang....biar besok ibu minta tolong sama pak ujang untuk memeriksa atap...” jawab ibu, seiring perkataan ibu...kini terlihat ibu menutup pintu kamar
untuk sesaat lamanya gw dan daru kembali terdiam dalam hening, suara siaran tv yang kini sudah tidak terdengar lagi seperti menambah rasa hening yang sedari tadi sudah tercipta
“ mudah mudahan bapak akan segera pulang ya ru....” ucap gw yang berbalas keheningan, mendapati hal tersebut, gw segera menolehkan pandangan ke arah daru
“ ahh brengsek daru...katanya mau nemenin gw jagain aki...” gerutu gw begitu melihat daru yang telah tertidur dengan pulasnya
kembali gw terdiam dalam hening, pandangan mata gw yang berputar memandang langit kamar seperti di suguhkan sebuah pemandangan layar lebar usang yang siap untuk menyuguhkan tontonan dari imajinasi yang ada di kepala gw ini, alunan dari suara jarum jam yang mengantarkan detik demi detik yang berlalu seperti sebuah simfoni nada yang membangkitkan kesadaran gw bahwa waktu kini telah menunjukan pukul setengah dua belas malam, untuk kedua kalinya gw kembali menolehkan pandangan ke arah daru, terlihat daru masih tetap terlelap dalam tidur pulasnya
“ sepertinya gw bakalan apes lagi hari ini....” gerutu gw dalam hati atas kesialan yang mulai kembali gw alami hari ini, sejumlah pertanyaan gw yang belum terjawab akan sebuah benda yang terjatuh ke dalam sumur serta perdebatan antara daru dan kak dira atas peristiwa yang terjadi di kamar mandi, sepertinya kini akan membuat daftar pertanyaan yang ada di kepala gw ini akan semakin panjang, sejujurnya....gw sudah mulai terganggu dengan kejadian kejadian aneh yang mulai terjadi di rumah ini, walaupun gw memang belum meyakini sepenuhnya bahwa kejadian yang telah terjadi tersebut adalah ulah dari mahluk mahluk tak kasat mata, pengalaman gw yang minim bahkan bisa dikatakan hampir tidak pernah bersentuhan dengan hal hal yang tak kasat mata seperti menempatkan gw pada posisi antara rasa percaya dan tidak percaya
“ enggak mungkin uwa odah akan mengganggu keponakanny sendiri seperti ini....” ucap gw dalam hati, berusaha menghilangkan rasa takut gw akan sosok uwa odah, seiring senyum mengembang di wajah daru yang tengah tertidur pulas, kini gw mempunyai keyakinan bahwa kejadian kejadian aneh yang mulai terjadi di rumah ini hanyalah sebuah kejadian biasa saja, rasa takut yang tercipta di pikiran gw ini tidak lebih dari pada sebuah imajinasi liar yang tercipta akibat rasa takut gw terhadap sosok uwa odah pada saat semasa hidupnya
Tanpa menunggu malam beranjak semakin larut, gw pun kini memutuskan untuk segera menunaikan kewajiban gw malam ini untuk menjaga aki, ketiadaan daru yang menemani gw malam ini seperti memberikan nuansa malam yang berbeda, perasaan gw akan waktu yang berjalan begitu lambat...kini akan terasa semakin bertambah lambat
“ sebaiknya gw buat kopi dulu....” usul gw dalam hati sebelum memutuskan untuk berjalan menuju ke kamar aki, seiring langkah kaki gw yang berjalan menuju dapur....entah mengapa di saat ini gw merasakan seperti ada sesuatu yang mengikuti setiap ayunan langkah kaki ini, dan hal ini jelas membuat gw untuk beberapa kali menolehkan pandangan ke arah belakang
“ ini pasti cuma perasaan gw aja....” ucap gw begitu mendapati bahwa tidak ada seorang pun yang ada di belakang tubuh gw ini, hingga akhirnya sesampainya gw di dapur....keinginan gw untuk membuat segelas kopi panas seperti terhambat dengan ketiadaan air panas di dalam termos, melihat hal tersebut gw memutuskan untuk segera memasak air dengan terlebih dahulu memeriksa keberadaan air di dalam ember besar yang berada di sudut dapur
“ ampun deh....kayaknya gw beneran apes hari ini....” gerutu gw begitu melihat ketiadaan air di dalam ember penampungan air, kini keinginan gw untuk menjaga aki dengan bertemankan segelas kopi panas dan selinting rokok jagung seperti berbenturan dengan keraguan gw untuk melangkahkan kaki menuju ke halaman belakang, entah mengapa sosok uwa odah yang sebelumnya sudah dapat gw hilangkan kehadirannya dari pikiran ini....kini seperti hadir kembali
“ ya tuhannn...kenapa pikiran gw jadi sekonyol ini....” gerutu gw pada rasa takut yang mulai kembali menggelayuti pikiran ini, setelah kembali terdiam beberapa saat dalam keraguan, akhirnya gw pun memutuskan untuk menuntaskan keinginan gw menghadirkan kopi panas malam ini, rasanya gw tidak ingin berlama lama terjebak dalam bayang bayang rasa takut yang tidak beralasan ini....kini dalam bayangan sosok uwa odah yang masih bersemayam di pikiran ini....gw ayunkan irama langkah kaki ini menuju pintu yang akan mengantarkan gw ke halaman belakang... bunyi suara gemuruh guntur yang memecah keheningan malam seperti menyambut genggaman jari jemari gw pada gagang pintu halaman belakang
“ brengsek......” maki gw dalam hati begitu kembali merasakan rasa ragu untuk memutar gagang pintu, setelah beberapa saat lamanya gw kembali bergelut dengan semua keraguan ini, perlahan gw pun mulai kembali memutar gagang pintu....kini seiring dengan daun pintu yang mulai terbuka, bisa gw lihat kegelapan yang menyelimuti halaman belakang
“ dinginnya....” ucap gw begitu merasakan hawa dingin yang ditimbulkan oleh hujan yang telah turun semenjak magrib tadi, diantara keterbatasan pandangan mata ini, masih bisa gw lihat rintik air hujan yang tersamar dalam gelapnya malam, segurat cahaya kilat pada langit yang hitam seperti memperlihatkan keberadaan ember sumur yang tergantung pada katrolnya, sesekali terlihat ember sumur tersebut bergoyang seiring hembusan angin malam yang menerpanya
“ kalau pikiran gw positif...semua ini enggak akan seburuk dengan apa yang ada di pikiran gw....” ucap gw dalam hati seraya melangkahkan kaki keluar rumah, dengan bermodalkan sebuah panci yang gw gunakan sebagai tutup kepala, gw segera melangkahkan kaki menuju sumur, untuk sesaat gw kembali memandang ke seluruh sudut halaman belakang yang gelap, dan untuk sekali lagi terlihat pijaran cahaya kilat pada langit yang hitam, walaupun cahaya kilat itu terlihat hanya sekejap tapi cahaya tersebut mampu memberikan gw sedikit pencahayaan untuk menyibak kegelapan malam yang berselimutkan kabut tipis
“ benarkan nang...semuanya baik baik aja...jangan takut...” hibur gw kepada diri sendiri begitu jari jemari tangan ini menggenggam erat tali timba, setelah untuk sesaat lamanya gw kembali memandang kegelapan halaman belakang, gw pun mulai mengulurkan tali timba yang akan mengantarkan ember turun menuju dasar sumur, suara deritan kecil dari katrol sumur yang memang sudah tua dan berkarat laksana sebuah alunan nada bermuatan aura negatif yang siap untuk membangkitkan imajinasi liar di pikiran gw ini
.....krettt.....
suara deritan katrol yang terdengar lebih keras kini terdengar memecah kesunyian, bisa gw rasakan suara deritan tersebut terdengar seiring dengan gerakan tali timba yang mengulur lebih cepat....mungkin kalau gw boleh menyimpulkan secara ekstrim, gerakan tali timba ini lebih tepat jika gw katakan sebagai sebuah tarikan dari dalam sumur, mendapati hal tersebut....kini secara otomatis genggaman tangan gw yang memegang tali timba berusaha menahan uluran yang menyerupai tarikan tersebut
“ sial.....” maki gw begitu merasakan rasa panas di kulit telapak tangan ini, keingintahuan gw akan penyebab tertariknya tali timba tersebut kini telah mengantarkan pandangan mata gw untuk memandang ke dalam sumur yang gelap
“ tadi itu apa ya....” tanya gw dalam hati seraya lebih memfokuskan pandangan ke dalam sumur, setelah terdiam beberapa saat dan tidak mendapati sesuatu di dalam sumur, gw kembali terpaku tanpa berani melepaskan genggaman pada tali timba, kembali pandangan mata gw menyapu setiap sudut halaman belakang yang gelap
“ fiuhhh....mudah mudahan ini cuma perasaan gw aja....” ucap gw dengan rasa lega begitu tidak mendapati sesuatu yang menyeramkan di halaman belakang, tapi sepandai pandainya gw mencari kalimat untuk menanamkan pemikiran positif di pikiran gw ini, hal tersebut tidak dengan serta merta menghilangkan perdebatan yang ada di pikiran ini.....logika gw mengatakan bahwa apa yang tengah gw alami saat ini bukanlah hanya sebuah perasaan dari cerminan rasa takut yang tengah gw rasakan....gw merasa apa yang tengah gw alami ini terasa sangat nyata.... bagaimana mungkin sesuatu yang gw anggap hanya sebagai perasaan gw semata dapat menimbulkan sensasi rasa panas di kulit telapak tangan gw ini, kini untuk beberapa saat lamanya gw kembali terombang ambing dalam rasa ragu.....sebuah rasa ragu yang tercipta dari keinginan gw untuk mendapatkan jawaban pasti atas peristiwa yang baru saja terjadi....dan semua jawaban itu kini terletak pada genggaman jari jemari tangan gw pada tali timba
“ semakin gw takut....maka akan semakin lama gw terjebak di tempat ini....jangan bodoh nang...semua ini hanyalah permainan pikiran lu aja...” ucap gw pada diri sendiri untuk membesarkan hati ini, hingga akhirnya kini gw memutuskan untuk mulai melonggarkan genggaman tangan gw pada tali timba, seiring dengan genggaman tangan gw yang mulai melonggar, kini tali timba tersebut kembali mengulur dengan normal, dan hal tersebut jelas memberikan gw sebuah pemikiran positif atas peristiwa yang baru saja terjadi....tapi belum sempat gw berucap kata untuk mengucapkan sebuah argumen masuk akal atas tali timba yang mengulur dengan normal...kini sesuatu yang di luar pemikiran positif gw kembali terjadi, gerakan tali timba yang semula mengulur dengan normal kini terasa bergerak mengulur semakin cepat, gesekan tali timba pada kulit telapak tangan ini kembali menimbulkan sensasi rasa panas yang mungkin bisa gw katakan terasa lebih panas dibandingkan dengan kejadian serupa sebelumnya....hal ini jelas membuat gw dengan serta merta segera melepaskan genggaman tangan gw pada tali timba dan membiarkan tali timba tersebut mengulur dengan cepatnya memasuki sumur
....krettt....byurrrr......
bisa gw lihat hentakan tali timba yang berbarengan dengan suara ember yang jatuh menyentuh air di dasar sumur seperti mampu untuk menggoyangkan kayu penyangga katrol tali timba, hal ini jelas membuat gw menyurutkan langkah kaki ini kebelakang, rasa tidak percaya gw akan sesuatu yang baru saja terjadi telah membuat gw kembali terpaku menatap tali timba yang terlihat bergoyang goyang, belum sempat gw memberikan alasan masuk akal atas peristiwa yang baru saja terjadi, kini gw kembali dikejutkan dengan suara deritan katrol timba yang menandakan tali timba itu kembali bergerak
“ gilaaaa...ini enggak mungkin....” kalimat penyangkalan yang meluncur dari mulut gw, kini seperti berbalas dengan gerakan tali timba yang tertarik ke atas secara perlahan, bisa gw dengar suara deritan pada katrol tali timba kini seperti menjadi sebuah perpaduan serasi dari sebuah pemandangan menyeramkan yang ada di hadapan mata gw
“ sintingg....!!” seiring makian yang terucap dari mulut ini, gw segera memutar tubuh dan berlari menjauhi sumur, degup jantung gw yang terdengar semakin keras mengiringi langkah kaki gw tiba di pintu rumah, tanpa memperdulikan kaki gw yang kotor oleh tanah basah, gw segera memasuki rumah
“ ini parah...parahhh...ya tuhan...kapan bapak pulang....” gumam gw dalam hati tanpa berani memutar tubuh ini untuk menutup pintu rumah, suara deritan katrol sumur yang terdengar perlahan dan semakin jelas kini seperti bermain main dalam pendengaran gw
“ berani nang...lu harus berani....ini saatnya lu bisa membuktikan bahwa apa yang lu lihat tadi adalah nyata...” ucap gw menyemangati diri sendiri agar berani menolehkan pandangan mata ini ke arah belakang, kini rasa takut dan keingintahuan gw akan sesuatu yang baru saja gw alami telah mengantarkan gerakan tubuh gw untuk memutar ke arah belakang walaupun semuanya itu gw lakukan dengan rasa rasa ragu dan terkesan agak perlahan
“ enggak nyata...enggak nyata....” doa gw dalam hati seiring dengan gerakan tubuh ini memutar ke arah belakang, dengan posisi tubuh yang telah sepenuhnya menghadap ke belakang, tatapan mata gw yang terbatasi oleh gelapnya malam dan kabut tipis, kini kembali menatap sumur beserta tali timba yang terlihat masih bergoyang....kini suara deritan katrol timba yang masih terdengar seperti memberikan gw kepastian bahwa tali timba tersebut memang sedang bergerak tertarik ke atas
“ nang sadar nang....ini enggak mungkin, mana mungkin tali timba itu bisa tertarik tanpa ada yang menariknya....gw pasti udah sinting...” umpat gw pada diri sendiri ini, kini bagi tuhan mungkin umpatan gw terdengar laksana sebuah doa atas keinginan gw untuk membuktikan apa yang gw lihat malam ini adalah nyata...walaupun sebenarnya itu bukanlah sesuatu yang gw inginkan dari tuhan.....seiring dengan suara guntur yang berpijar cahaya terang, kini bisa gw lihat secara samar seorang wanita dalam rintik air hujan sedang berdiri di pinggir sumur, rambutnya yang tergerai berantakan seperti bemain main dengan hembusan angin yang menerpanya, terlihat tangan wanita tersebut menggenggam tali timba dan menariknya secara perlahan
“ uwa odah....?” tanya gw dalam hati begitu melihat dari belakang tubuh wanita tersebut, dari perawakan tubuhnya serta rambut panjangnya yang berantakan, bisa gw simpulkan bahwa wanita yang sedang berdiri di pinggiran sumur itu adalah uwa odah
......krettt.....kret.....
suara deritan katrol tali timba yang terdengar perlahan dalam kesunyian seperti menjawab pertanyaan yang terlontar dalam hati gw, kini terlihat wanita tersebut menghentikan tarikannya pada tali timba, melihat hal tersebut....bulu kuduk di tengkuk gw terasa mulai menebal, sungguh...gw tidak ingin apa yang ada dalam pikiran gw ini menjadi kenyataan.....gw tidak ingin wanita yang berada di pinggir sumur itu akan menolehkan pandangannya ke arah gw dan memberikan gw kepastian bahwa sosok wanita yang gw lihat di pinggir sumur itu memang benar adalah uwa odah
“ jangan....jangannnn....” doa gw dalam hati begitu melihat wanita tersebut terdiam beberapa saat, hingga akhirnya....
“ ampunnnnnn......!!!” teriak gw begitu melihat wanita tersebut menggerakan kepalanya seolah olah ingin menolehkan pandangannya ke arah gw, tanpa berpikir untuk melihat wajah wanita tersebut, gw segera berlari meninggalkan pintu rumah dan membiarkannya tetap terbuka
“ daru harus tau...harus tau....” ucap gw dengan nafas yang memburu, sesampainya di depan kamar...gw segera memutar gagang pintu kamar, keinginan gw untuk memberitahukan apa yang baru saja gw alami kepada daru telah mengantarkan langkah kaki gw ini untuk segera memasuki kamar....tapi, belum sempat langkah kaki ini memasuki kamar...gw melihat sebuah asap tipis yang bermain main di udara dan menerpa wajah gw...dari aroma yang gw rasakan, ini bukanlah sesuatu yang asing buat gw
“ rokok jagung...masa iya sih daru merokok...?” tanya gw dalam hati, keinginan gw untuk memastikan sumber dari asap roko jagung tersebut seperti terbelengu oleh rasa ragu, gw tidak ingin...pengalaman yang baru saja gw alami di halaman belakang, kini kembali terulang lagi di kamar ini....degup jantung gw yang terdengar semakin kencang telah memberikan gw isyarat untuk segera menutup pintu kamar
.....trek.....
belum sempat gw beranjak menjauhi kamar, kini sebuah suara putaran gagang pintu kembali terdengar memecah kesunyian, tatapan mata gw yang semula masih menatap pintu kamar kini teralihkan pada sebuah tempat yang menempatkan dimana kamar aki berada, sebuah cahaya lampu yang berasal dari dalam kamar aki tampak terlihat menerangi ruangan gelap di depan kamarnya
“ aki....?” tanya gw dalam rasa tidak percaya
Diubah oleh meta.morfosis 01-02-2018 17:20
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
7
Kutip
Balas