Kaskus

Story

embillbelleAvatar border
TS
embillbelle
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Selamat Pagi, siang, sore dan malam agan agan semua, ijinkan saya untuk kembali membagi cerita picisan berdasarkan apa yang sudah saya sekeluarga alami dengan hadirnya sosok “sederek lain” yang menjadi bagian dari keluarga kecil kami.

Cerita ini merupakan lanjutan dari carita saya sebelumnya yaitu “short stories 2 malam di hotel yg mencekam (End)” , dan disarankan membaca cerita saya sebelumnya dikarenakn cerita yang akan saya sampaikan sekarang masih ada sangkut pautnya dengan Cerita sebelumnya

Bissmillahirrohmanirrohim...cerita ini dimulai.

Pagi yang kacau
Konspirasi awal..
Sedikit flash back
Konspirasi lagee 1
Konspirasi lagee 2
Konspirasi lagee 3
Kejutan..
Kedatangan mereka
Antara jalinan pertemanan yg baru & dia yg tumbang ...
Apalagi nehh ras ??
Sebuah rasa penasaran
Sekilas sosok mahluk lain...
Dia dan masa laluku
Entah apa lagi ...
Dewi Arum
Sebuah kepanikan dan kelegaan
Dini hari yang kelam
Setitik keberanian
Tangismu
Terluka
Kenyataan yang memilukan
Bapak bapak penolong
Candamu
A Failed mission
Sebuah ide
Sebuah kebetulan dan kesengajaan
Seklumit masa lalu 1
Seklumit masa lalu 2
Dena Ayuning Tyas 2
Dena Ayuning Tyas 3
Pertemuan yang tidak diharapkan
Keberhasilan yang tertunda
Sebuah pengakuan
permintaan tolong
Cubit cubitan
Diantara teman temanmu
Gilanya aku
Dipertengahan malam
Mr or mrs Poch ?
Mereka datang
Negotiations that failed
Bluff each other
Pertempuran dengan jasadku




Lanjut Lagi Dab
dia
Tanda itu
Minggu Pagi
Taman Kota
Ronda
In Memoriam
The first step
Looking for clues
First clue
The next first clue
Next step
Uncontrolled
Escape
In your arms
End of the story of this chapter I
End of the story of this chapter II

Update maneh
A Story about me in the past
Diubah oleh embillbelle 04-11-2020 22:47
d0ditttAvatar border
adriansatrioAvatar border
MFriza85Avatar border
MFriza85 dan 31 lainnya memberi reputasi
30
372.6K
2.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
embillbelleAvatar border
TS
embillbelle
#859
Mereka datang



“Ssssssss ….. aduhhh” kataku dengan berlahan karena kepala bagian belakangku serasa sakit dan berdenyut akibat baru saja terbentur lantai keramik, sehingga dengan tubuh yang tergeletak kedua tanganku secara bergantian mengelus elus bagian yang sakit dengan mulut yang mendesis

Dengan berlahan aku bangkit untuk duduk dan bersandar di tembok sambil masih saja merasakan pusing dan pening akibat dari benturan yang baru saja aku alami, terlihat kursi yang aku duduki saat aku jatuh kebelakang masih saja tergeletak dan belum aku kembalikan pada posisi awal.

“Kemana mahluk kampret yang sudah bikin aku kaget sampe aku terjatuh gini, koq udah ga ada ?” gumamku antara kesal dan takut sambil memandarkan mataku ke depan untuk menyusuri ruangan ini.

“aku disini …....”terdengar lirih sebuah suara yang berat dan parau dari arah tepat di samping kiriku yang masih dalam posisi duduk dikantai dan bersandar pada tembok

“bajinguk !!!” kembali aku terkaget dan secara reflek tubuhku melanting bergeser ke kanan karena ternyata mahkuk putih dalam bungkusan kain tersebut sekarang sudah tegak dan berdiri tepat sekitar dua meter di samping kiriku dengan arah menghadap kedepan kedepan, antara perasaan takut, jengkel dan marah aku rasakan karena dua kali mahluk seperti bungkusan pepes ikan itu sudah sukses mengagetkanku.

“Masskuu, jangan takut, massku harus bisa melawan rasa takut yang ada di diri massku, tatap kedua matanya dengan tajam massku, niscaya dia tidak akan berani menatap wajah massku, massku pasti sanggup” kembali suara laras terdengar pelan tetapi sangat jelas di kedua panca pendengaranku sehingga sedikit demi sedikit rasa takut yang menjalar dapat aku lawan dengan berlahan.

“Mmmaa …..maana pemimpinmu aku ingin ketemu !!!” tanyaku tergagap dengan perasaan yang campur aduk dan aku berani beranikan karena rasa takut ku masih mendomonasi dibanding keberanianku kepada sosok pocong yang masih saja berdiri tegak dan menatap lurus kedepan ini

“untuk apa menemui ki baladara ???” kata mahluk itu kepadaku yang malah kembali bertanya kepadaku

“aku ingin bertanya kepadanya kenapa akhir akhir ini selalu mengganggu pegawai kantorku” jawabku dengan posisiku yang sudah bangkit dari dudukku dan sekarang sudah berdiri menghadap sosok pocong yang masih saja berdiri dan menghadap lurus kedepan karena pesan laras supaya aku harus sanggup menatap ke dua mata yang telihat kecil sehingga terdapat celah rongga yang lebar di sekitar matanya dengan tatapan mataku yang tajam, dan memang benar apa yang sudah dikatakan laras bahwa mahluk itu tidak berani sama sekali menatap balik ke wajahku.

“hihihihihi, hahahahaha ….” tiba tiba suasana ruangan ini dipenuhi oleh lima sosok cebol entah dari mana datangnya yang tingginya tidak lebih dari lima puluh centi meter, berkepala botak dengan bentuk kuping yang merincing dan dengan struktur wajah sedikit kotak, kedua mata yang melotot, dan wajah yang selalu terlihat menyeringai yang hampir mirip dengan boneka chukky yang kesemuanya hampir sama persis dan dapat dikatakan kembar (seandainya agan agan pernah nonton film chukky ya hampir seperti itulah gambaran wajah dari mahluk ini, tetapi bedanya mahluk yang ada didepanku kelima limanya adalah botak)


Mahluk mahluk cebol itu berlarian kesana kemari sambil tertawa tawa dengan kencang, kadang naik di atas meja, bilik bilik dan ada juga yang keluar menebus pintui kaca dan tidak lama kemudian kembali masuk kedalam ruangan kembali, mirip dengan kelakuan anak anak kecil yang sedang asyik bermain kejar kejaran

“ohhh ini sepertinya bentuk mahluk kecil cebol yang sudah diceritakan pak hadi tempo hari saat bertandang kerumahku” gumamku lirih karena tiba tiba keberanianku sudah terbentuk dan sudah mulai mengalahkan rasa takutku sehingga aku merasakan sedikit tenang dalam menghadapi mahluk mahluk yang ada didepanku sekarang

Tiba tiba gerakan mahluk mahluk cebol yang sebelumnya terlihat hyper aktif tersebut terhenti dan berkumpul di depan bilik teller diikuti juga oleh pocong yang juga bergerak melayang mendekati
mahluk mahluk cebol yang terlihat terdiam dan menatap kearah atas plafond

Tidak lama waktu berselang dengan berlahan dari plafond muncul dengan melayang turun mahluk besar hitam tinggi kira kira hampir menyentuh plafon ruangan dengan bertelanjang dada dan pada pinggulnya terbelit kain seperti batik coklat yang menjuntai sampai lutut sehingga menutupi area vitalnya dengan kedua mata sebesar bola tennis membelalak berwarna merah tua dengan perut membuncit dan kuku kuku tangan yang sangat panjang terlihat dari jari jarinya yang sebesar buah pisang raja, sebuah mahkota kecil dengan batu hitam yang berkilat melingkar di kepalanya dengan rambutnya yang gimbal panjang sebahu terlihat bergerak gerak karena terdapat banyak sekali hewan sebesar kancing baju berwarna hitam kemerahan yang hidup di kepalanya yang menggeremet ngremet berjubel dari kepala mahluk itu.

“hiiiiiiiiiiiii ….....” gumamku bersamaan dengan gidikan di pundakku karena merinding stelah melihat ratusan hewan yang mirip kutu yang menggeremet nggremet di kepala dan seluruh rambutnya itu dan bukan karena melihat sosoknya yang memang hampir mirip dengan mbah ireng teman laras

Aroma wangi wangian mayat tiba tiba menyeruak dan memenuhi ruangan ini disaat dari arah depan melesat secara tiba tiba sesosok perempuan yang sudah berdiri di samping mahluk besar hitam dengan ratusan kutu di rambutnya, terlihat sangat cantik dengan rambut lurus tergerai panjang sepinggul dengan menggunakan kain jarik selutut yang dipakainya sebagai kemben, pada pinggulnya terbelit selendang dan bara sebuah hiasan pada pakaian jawa yang dikenakan pada pinggang bagian kanan dan kiri bentuknya selebar sabuk berhias mote dan ketep, pada rambutnya terselip cundhuk jungkat, sebuah perhiasan yang berfungsi sebagai cundhuk yang bentuknya seperti sisir terlihat berkilauan.

“Glekk …..” aku menelan ludah sambil melototkan kedua mataku setelah sadar bahwa sosok perempuan yang berdiri di samping mahluk besar hitam dengan ratusan kutu di rambutnya itu ternyata tidak menggunakan pakaian penutup dadanya sehingga kedua payudaranya yang putih terlihat montok, kencang dan menantang dengan punting yang memerah pucat.

“kenapa wong bagus ??? koq melihatku sampai sebegitunya ???” kata mahluk perempuan itu sambil menggerak gerakkan dadanya sambil dihentak hentakan dengan berlahan ke kiri dan kekanan sehingga terlihat sepasang payudaranya terlihat bergerak tersentak sentak dengan pelan mengikuti gerakan dengan senyumanmya yang genit dan menggoda

“Masskuuuuuuuuuu !!! huhhhhh !!! itu matanyaaaa dijagaaaa !!!” tiba tiba suara laras dengan nyaring dan cukup keras terdengar di kuping sebelah kananku sehingga aku langsung tersadar atas apa yang sudah aku lakukan yang seharusnya aku fokus pada rencana awal.

“eehhhhhhhh....... kampret kenapa aku malah begini ???” kataku dalam hati kemudian segera memfokuskan pandanganku kembali kearah mahluk besar hitam dengan ratusan kutu di rambutnya yang aku yakin itu adalah pemimpinnya.
muntarzoon
sulkhan1981
MFriza85
MFriza85 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.