- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
adriantz dan 133 lainnya memberi reputasi
128
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#87
Berkumpul Kembali...
Selama satu hari penuh, gw berada di rumah.. Sama sekali tidak diperbolehkan keluar.. Perlakuan Ibu sedikit berlebihan, baik dalam merawat gw yang sudah pulih seutuhnya sampai melarang gw untuk menghirup udara segar dengan berjalan-jalan di luar.. Bahkan Ibu sendiri yang meminta langsung ke Pak Rudi untuk mengizinkan gw istirahat di rumah, sewaktu beliau datang dengan niat melayat bersama istri dan beberapa rekan sekantor..
Bukan saja Ibu yang memperlakukan gw secara berlebihan.. Anggie juga sama.. Selepas pulangnya ia dari rumah gw, gadis itu selalu mem’video call gw, hampir satu jam sekali.. Alasannya cuma satu, kangen.. Gw terkadang merasa lucu sendiri melihat reaksi berlebihan Anggie, tapi jujur gw suka diperlakukan seperti itu..
Tepat seperti dugaan gw sebelum nya, bahwa berita tentang Mati Suri nya gw, menjadi topik pembicaraan hangat di sekeliling kampung tempat gw tinggal.. Beberapa orang tetangga sempat datang bertamu, untuk sekedar menanyakan hal-hal bersifat gaib.. Dari mulai menanyakan apa saja yang gw lihat dan temui saat mengalami mati suri, hingga bertanya tentang solusi soal permasalahan yang mereka sedang hadapi.. Bahkan gw sempat terkejut saat sepasang suami istri dari Bogor, datang dan meminta obat untuk penyakit anaknya yang sedang mengalami gangguan jiwa.. (Haduuh.. Berasa jadi dukun aja gw Gan)..
Semua pertanyaan tidak ada yang gw jawab satupun.. Semua permintaan aneh tak ada yang gw turuti.. Akhirnya mereka semua pulang tanpa hasil, hanya membawa sekarung kentang yang siap dipanen.. Heheehe..
Sekar dan Bayu Barata pun sudah kembali dari mengabarkan beberapa sosok tentang kembali nya gw ke alam dunia.. Sekar juga membawa kabar buruk perihal Pedang Jagat Samudera dari Ki Suta.. Menurut Sekar, sosok Pedang Jagat Samudera memang sudah benar mengorbankan diri sendiri, agar sukma gw bisa kembali diterima oleh raga.. Tak ada jalan lain untuk mengembalikan Pedang Sakti tersebut..
Gw yang mendengar berita buruk itu, hanya bisa termenung.. Dalam hati, terasa sekali ada lubang yang terbuka lebar karena lenyapnya Pedang Jagat Samudera.. Gw sempat meraba dada, bagian dari tubuh gw yang terakhir kali tertancap Pedang tersebut, sebelum mendorong sukma gw hingga jatuh terhempas di raga sendiri..
Rio dan ketiga sahabat baik gw juga sempat datang kembali untuk memastika kondisi gw sudah pulih betul.. Seperti biasa, Rio dengan kepo nya menanyakan apa saja yang terjadi saat gw mati suri.. Dengan santai gw selalu memberi jawaban aneh dan tak masuk akal.. Dari mulai gw bisa meramal sampai bisa terbang.. Tentu saja jawaban nyeleneh gw itu di tolak mentah-mentah oleh keempat sahabat baik gw, terutama Rio..
Siang ini, gw sudah berada di teras menunggu ketiga saudara.. Satu hal yang gw tunggu dari kedatangan mereka, adalah sebungkus rokok yang sempat gw titipkan lewat pesan WA ke Ridho, sewaktu saudara gw itu memberitahu bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah gw..
Ridho dan Bimo langsung memeluk gw dengan hangat saat sudah turun dari mobil Ridho.. Melihat Suluh yang berdiri di belakang Ridho, gw segera melebarkan kedua tangan hendak memeluknya, dengan maksud membuat Ridho cemburu..
Benar saja, sebelum kedua tangan gw memeluk erat tubuh Suluh, Ridho secepat kilat menggeser posisi pacarnya dengan dirinya sendiri.. Alhasil, gw kembali memeluk Ridho untuk kedua kalinya.. Bahkan saudara gw itu sempat memonyongkan bibirnya, seperti ingin mencium..
“Najis lu, Bree” Ucap gw seraya menoyor dahi Ridho..
Seketika Bimo dan Suluh tertawa, melihat reaksi Ridho yang terbengong-bengong sendiri..
“Koq lu noyor jidat gw, bree?” Tanya Ridho dengan mengerutkan dahi..
“Lu nya juga sih, ga percaya banget sama gw, bree.. Gw kan mo meluk Suluh, bukan lu..” Jawab gw seraya melangkahkan kaki bersama Bimo dan Suluh ke arah teras..
Dengan cepat, Ridho mencegat langkah gw.. Sementara, Bimo dan Suluh meneruskan langkah ke teras..
“Tunggu.. Tunggu.. Lu mo meluk Suluh.. Lu tau kan Suluh cewe gw, Bree” Kata Ridho sambil mengeluarkan sebungkus rokok putih dari saku celana nya..
“Iya, Suluh emang cewe lu.. Tapi kan Suluh juga sodara gw, Bree.. Emang salah kalo gw meluk sodara sendiri?” Tanya gw sengaja memancing cemburu nya Ridho..
“Oke.. Oke.. Berarti jadi yah nih rokok gw lempar jauh kebelakang” Ancam Ridho dengan posisi tangan sudah siap melemparkan rokok pesanan gw..
Seketika gw merangkul bahu Ridho dan mengelus-elus pipi kanan nya sambil mengedip-ngedipkan kedua mata..
“Iya.. Iya.. Gw bercanda, Bree.. Jangan di buang lah rokok gw.. Udah dua hari mulut gw asem banget, Bree.. Please..” Bujuk gw sembari memonyongkan bibir ke arah pipi Ridho..
Dengan kasar, Ridho meremas mulut gw.. Lalu menempelkan bungkusan rokok putih tepat di jidat gw.. Kemudian berlari kencang ke arah teras, menyusul Bimo serta Suluh.. Gw masih merasa sakit dibagian mulut yang barusan diremas Ridho.. Tapi senyuman gw langsung merekah, saat melihat sebungkus rokok sudah berada di dalam genggaman..
Sambil berjalan pelan menuju teras, gw membuka rokok dari plastik yang membungkusnya, lalu berdiri di pinggir tembok rumah, lalu melirik ke arah Bimo..
“Bilang gw kalo nyokap keluar ya, Bim.. Gw udah dua hari di kurung nih.. Mulut gw asem banget” Ucap gw lewat batin ke arah Bimo, sembari membakar sebatang rokok putih berlambang huruf A besar, dibungkusnya..
Anggukan kepala Bimo dan acungan jempol tangannya terlihat bersamaan dengan mengepulnya asap putih dari mulut gw.. Aah, heran gw kenapa rokok bisa senikmat ini yah.. Padahal gw tahu, efeknya cukup buruk buat tubuh, terutama paru-paru.. Tapi entah kenapa, gw belum terpikirkan untuk menghentikan kebiasaan jelek itu.. Untuk menahannya gw bisa, tapi buat berhenti gw rasa belum setebal itu keyakinan gw..
Beberapa saat lama nya gw menikmati tiap hembusan asap rokok yang gw hisap dan gw keluarkan perlahan.. Hingga Bimo memberi kode yang menandakan Ibu sedang berjalan keluar rumah menuju teras.. Secepat mungkin gw mematikan rokok dan menghalau sisa-sisa asapnya.. Lalu, bergegas mendekati Bimo serta Ridho, dan duduk di sebelah Ridho..
Kedua saudara laki-laki gw itu langsung berdiri dan mencium tangan Ibu yang baru keluar sambil digandeng Suluh..
“Kalian sudah makan belum? Kalo belum, makan siang dulu sana di dapur sama Imam“ Tanya Ibu sembari menatap wajah Bimo dan Ridho..
“Emang Ibu udah masak buat makan siang?” Tanya Ridho..
“Belum sih, baru mau belanja nih” Jawab Ibu yang disambut oleh tawa lepasnya Suluh dan Bimo, sementara Ridho hanya menggaruk-garuk kepala yang gw yakin tidak berasa gatal..
Gw juga tertawa mendengar jawaban Ibu barusan yang langsung menohok Ridho..
“Kesian deh lu, Bree.. Niat mo numpang makan siang, tapi nyokap gw belom masak.. Hahaha” Ejek gw ke arah Ridho yang semakin membuatnya menjulurkan lidah..
“Husss.. Sudah-sudah.. Ibu baru selesai masak.. Makan siang udah siap dimeja makan.. Kalo nak Ridho mau makan, masuk aja ke dapur yah.. Ibu soalnya mau ke rumah pak RT..Ada perlu soal Imam.. Ibu tinggal dulu yah.. Abang juga jangan lupa makan siang.. Awas! Jangan keluar rumah dulu” Pesan Ibu yang gw jawab dengan anggukan kepala dan senyuman getir..
Dilain pihak, Ridho langsung merangkul gw dan mengajak masuk ke dalam rumah..
“Lu mo kemana, Bree?” Tanya gw ke Ridho sambil melepaskan diri dari rangkulan tangannya di bahu..
“Mo ke dapur.. Kan Ibu tadi nyuruh gw makan siang, bree” Jawab Ridho seraya memegangi perut..
Suluh yang berdiri di sebelahnya mencubit pinggang Ridho dan membuat Ridho seketika meringis kesakitan..
“Kenapa sih, Yank? Koq nyubit aku?” Tanya Ridho dengan tatapan tak bersalah..
“Kamu malu-maluin aja.. Baru dateng langsung mo makan siang di rumah orang lain” Jawab Suluh sedikit ketus..
“Yee, ini bukan rumah orang lain, Yank.. Ibu nya Imam kan Ibu nya kita juga.. Kita kan sodaraan semua” Balas Ridho tak mau kalah..
Sesaat, Suluh terdiam sambil menatap nanar ke wajah kekasihnya, Ridho.. Tiba-tiba, sebuah cubitan kembali diberikan Suluh di pinggang Ridho dan membuat saudara laki-laki kami itu menjerit kesakitan kembali.. Tapi, Suluh tetap tidak mau melepaskan cubitannya..
“Kamu bilang apa barusan, Hah?” Bentak Suluh yang membuat gw langsung menatap Bimo..
“Aku ga bilang apa-apa koq, Yank” Kelak Ridho sambil berusaha melepaskan diri dari cubitan Suluh..
“Kamu lupa aku bisa baca pikiran.. Hayoo ngaku, bilang apa kamu tadi?” Bentak Suluh lagi, kali ini dengan tatapan semakin mengintimidasi..
Ridho yang masih meringis, hanya bisa menatap gw dan Bimo dengan bahasa bibir yang meminta tolong.. Dilain pihak, gw beserta Bimo cuma bisa nyengir kuda melihat penderitaan Ridho..
“Iya, iya.. Aku minta maaf.. Aku cuma bilang kamu cerewet aja koq, Yank” Ucap Ridho dengan suara memelas, dan membuat Suluh melepaskan cubitannya tak lama kemudian..
Suluh terlihat menatap dengan kedua mata melotot ke arah Ridho.. Sementara, Ridho sendiri nampak mencibir intimidasi dari kekasihnya itu.. Sebelum kedua sodara gw yang berpacaran tersebut berantem lagi, segera gw mencoba memisahkan mereka..
‘Udah-udah.. Soal makan siang aja pake diributin segala.. Kek bocah lu berdua.. Udah bree, lu makan siang aja duluan di dapur sana.. Gw nanti belakangan.. Belum laper banget soalnya gw” Ucap gw sembari mendorong tubuh Ridho supaya lekas masuk ke dalam rumah dan menunaikan hasrat laparnya di dapur..
Suluh nampak melirik sebal ke arah Ridho dengan melipat dua tangannya di atas perut.. Dengan suara pelan, Bimo terdengar membujuk Suluh agar mau duduk di bangku bersama kami berdua..
“Bim, gw mo tanya sesuatu deh.. Emang bener Ridho bilang ke nyokap gw kalo penyebab gw Mati Suri itu karena jatoh dari motor?” Tanya gw ke Bimo yang langsung dibalas saudara gw itu dengan melirik ke arah Suluh..
Suluh nampak membalas lirikan Bimo barusan dengan kode mulut yang seakan-akan menyuruh Bimo untuk menjelaskan semua..
“Yaelah, gw kan cuma nanya bener apa engga nya, Bim.. Koq lu berdua malah lirik-lirikan.. Gw bilangin Ridho ntar lu” Ancam gw ke arah Bimo dan Suluh..
Seketika Bimo membelalakkan kedua matanya, pertanda dia tidak mau kalau gw sampai memberitahu Ridho.. Lalu, Bimo nampak meminta Suluh untuk berpindah tempat duduk dengan nya..
Bimo pun mulai menjelaskan kronologis kejadian setelah gw dinyatakan meninggal oleh Jin Penjaganya Reinata.. Bahkan Bimo sendiri berkata kalo dia memaksa Ridho dan Suluh untuk membawa gw ke rumah sakit terdekat.. Dengan cepat, mereka membawa jasad gw ke salah satu rumah sakit, dan hasilnya pun memang sama.. Gw dinyatakan meninggal dunia..
“Kondisi kita saat itu bener-bener down, Mam.. Kita sampe duduk termenung lebih dari sejam di rumah sakit itu, hingga Suluh mengatakan bahwa salah satu dari kita harus memberi kabar ke Ibu juga Anggie.. Kita juga sempet bingung mau beralasan apa, untuk memberi kabar duka.. Dan akhirnya, Ridho mengusulkan kalau penyebab lu meninggal karena jatuh dari motor” Jelas Bimo..
Gw sempat menyalakan sebatang rokok untuk membuat perasaan ini lebih baik, sebelum mendengar penjelasan lanjutan dari Bimo..
“Awalnya gw ga setuju, karena badan lu ga ada luka sama sekali.. Bahkan luka tusuk di dada kiri lu juga kan disembuhin sama Jin penjaga nya si Reinata.. Tapi, karena ga ada pilihan lain.. Gw sama suluh pun akhirnya setuju.. Itu masalah yang pertama.. Masalah kedua, kita bertiga ngerasa sama-sama ga sanggup buat bilang ke Ibu juga Anggie.. Dan terpaksa kita meminta bantuan Jin Penjaga lu, Bayu Barata buat sampein kabar duka ke dua orang yang paling sayang sama lu, Mam” Kata Bimo yang menutup penjelasannya dengan menarik nafas dalam-dalam..
“Terus, motor gw sama siapa, Bim?” Tanya gw penasaran..
“Motor lu masih ada di rumah gw, Mam.. Tenang aja, gw simpen baik-baik koq motor lu.. Kalo lu mau, gw bisa suruh Ridho buat anterin motor ke sini” Sambar Suluh yang membuat gw langsung menganggukkan kepala..
“Ga usah dulu lah.. Kalo emang alesan lu bertiga bilang nya gw jatuh dari motor, mo ga mao motor gw harus nginep lebih lama di rumah lu, Suluh.. Seolah-olah lagi dibenerin di bengkel” Jawab gw dengan menggunakan logika..
Tiba-tiba, kedua mata gw terasa perih dan sakit sekali.. Gw sampai mengaduh beberapa kali dan membuat Suluh serta Bimo bertanya dengan sedikit panik..
“Lu kenapa, Mam?” Tanya Suluh sambil memegangi kedua telapak tangan gw yang sedang menutupi kedua mata..
“Gw ga tau.. Mata gw tiba-tiba sakit.. Aduuh!!! Sakit banget Suluh!!!” Pekik gw dengan memejamkan kedua mata yang terasa sangat perih..
“Lu jangan kucek-kucek mata dulu, Mam.. Nanti malah luka” Teriak Suluh seraya menarik kedua telapak tangan gw dari mata..
“Astaghfirullah!! Mata lu berdarah, Mam!” Pekik Bimo yang membuat gw semakin panik..
“Ujian apa lagi ini, Ya Allah?” Tanya gw dalam hati sambil menyentuh sebuah cairan berbau amis yang menetes keluar dari kedua mata yang masih tertutup...
sampeuk dan 16 lainnya memberi reputasi
17