- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#1433
PART 59
Tampak kini mbak silvi sedang berdiri tersenyum menatap ku hingga terlihat lah gigi nya yang putih bersih..
Karena memang hanya dua rakaat,, tak butuh waktu lama aku pun selesai menunaikan ibadah sholat shubuh dan lekas menyusul mbak silvi yang sudah lebih dahulu berada diluar...
Tampak kini mbak silvi sedang ngobrol sama agung serta dimas yang sudah bangun lebih dulu... Tak jauh dari mereka berdiri pula Nadia serta mbak Novita yang terlihat seperti membawa setumpuk kertas berwarna pink di tangannya..
Aku pun lantas berjalan pelan menghampiri mereka..
Karena memang lawakan nya garing banget,, mbak silvi hanya tersenyum saja atas lawakan dari si agung... Sementara Nadia dan mbak Novita hanya diam tanpa sekali pun menanggapi mereka... Maklum mbak Novita serta Nadia bukan type cewek yang gampang membaur dengan orang lain.. Apalagi cowok..
Dan aku sendiri hanya tersenyum Kecut menanggapi nya... Ingin rasanya aku menertawakan Agung balik tapi takut dosa..
Setelah aku berucap sperti itu, mbak Novita yang tadinya kesel malah sekarang jadi diam.. Sambil sesekali dia senyum senyum gak jelas gitu kek orang yang gak waras..
Mbak Novita pun lantas berjalan meninggalkan tenda ku.. Di ikuti Nadia serta Mbak Silvi yang mengekor dari belakang..
Sementara aku sendiri membantu teman teman yang lain untuk mengemasi peralatan tenda.. Sebab hari ini perkemahan berakhir dan semua peserta di perkenankan kembali ke sekolah masing-masing...
Tentunya setelah membereskan semua peralatan yang kita pakai untuk kemah... Sebab kita tak mungkin mengotori lingkungan dengan sampah yang kita tinggalkan begitu saja setelah berkemah...
Pukul 11.30 semua peserta telah selesai membereskan perlengkapan kemah masing-masing dan kini telah bersiap di dalam bus untuk kembali ke sekolah masing-masing.. Tak lupa sebelumnya aku berpamitan ke mbak silvi dan Nadia serta Rini sepupu ku karena sudah banyak membantu selama perkemahan ini... Karena Mbak Citra masih satu sekolah, aku bisa berterima kasih atas lauk yang di berikan nya lain hari...
Dan setelah 45 menit melewati jalan kecamatan yang berkelok serta Berlubang, bus yang mengangkut ku pun sampai juga di depan sma 1..
Aku pun lantas mengambil motor ku yang ku titip kan pada satpam di parkiran sebelum berangkat kemah tiga hari yang lalu.. Karena sekolah elit, aku tak perlu was was menitipkan motor ku di sekolah... Sebab ada Security 24 jam yang berjaga menjaga keamanan sekolah ini...
Toh kalau ada yang nyolong aku tinggal buat pencuri nya untuk mengembalikan motor ku.. Setelah menyalakan mesin motor dan memanasi nya sebentar,, aku pun langsung menggeber nya ke rumah Pak Hendro untuk menjenguk Shinta yang terbaring sakit...
karena sudah hafal rute yang harus di lalui,, tak butuh waktu lama aku pun sampai di rumah Pak Hendro yang tak lain dan tak bukan adalah ayahnya Shinta... Untuk nama ibu nya terus terang saya lupa gays karena banyaknya nama karakter yang muncul...
Setelah sampai di depan pagar rumah si shinta , aku pun langsung memencet bel dan lantas di persilahkan masuk oleh satpam rumah pak Hendro...
Aku pun melafalkan sesuatu dan lantas meniupkan nya pada telapak tangan ku.. Kemudian aku menyentuh pusar Shinta dan mengusap nya pelan secara memutar... Karena mungkin geli kulit perut nya bersentuhan dengan telapak tangan ku,, shinta nampak menggerakkan badan nya ke kanan dan kiri di serta i muka yang memerah.. Sebenarnya aku juga malu buat menyentuh pusar nya.. Tapi ini semua aku lakukan untuk memberikan rasa nyaman di perut nya..
Karena aku paksa dan aku suapin, Shinta pun akhirnya mau makan bubur yang sudah di siapkan mama nya sesuap demi sesuap.. Dengan telaten dan sabar aku menyuapi shinta sampai bubur yang ada di atas piring yang ku pegang habis..
Shinta pun terlihat malu karena ku perlakukan sperti anak kecil..
Setelah selesai makan, aku pun meminta Shinta untuk meminum obat yang ada di dalam kantong plastik yang tergeletak di atas meja agar dia lekas sembuh...Mungkin karena efek samping obat yang barusan di minum nya, perlahan lahan mata shinta terlihat mengantuk dan semakin lama dia pun akhirnya tertidur..
Aku pun lantas menyelimutkan kembali selimut yang tadi ku singkap di atas tubuh Shinta dan membiarkan nya beristirahat.. Ku pandang i Kaka kelas ku yang kini terlelap dalam indah nya mimpi.. Begitu cantik dan mempesona dia.. Namun sayang aku sudah punya seseorang yang menghuni segenap relung hati ku...
Karena tak ingin terjerumus dalam jurang syetan seperti pas kemah bareng Kanaya, selepas memakaikan kembali selimut di tubuh shinta, aku pun langsung keluar kamar nya dan berpamitan ke tante sarah untuk pulang ke rumah.. Tante sarah pun mengizinkan ku untuk pulang ke rumah.. Tak lupa beliau mengucapkan terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk menjenguk putri semata wayang nya yang sakit..
Pukul 14.00 aku sampai juga di rumah... Setelah menunaikan ibadah sholat dhuhur meski telat waktunya,, aku pun langsung merebahkan diri ku di kasur untuk tidur siang.. Sebab nanti malam aku harus hadir di rumah mbak Novita untuk perayaan hari jadi diri nya yang ke 17..
Quote:
Tampak kini mbak silvi sedang berdiri tersenyum menatap ku hingga terlihat lah gigi nya yang putih bersih..
Quote:
Karena memang hanya dua rakaat,, tak butuh waktu lama aku pun selesai menunaikan ibadah sholat shubuh dan lekas menyusul mbak silvi yang sudah lebih dahulu berada diluar...
Tampak kini mbak silvi sedang ngobrol sama agung serta dimas yang sudah bangun lebih dulu... Tak jauh dari mereka berdiri pula Nadia serta mbak Novita yang terlihat seperti membawa setumpuk kertas berwarna pink di tangannya..
Aku pun lantas berjalan pelan menghampiri mereka..
Quote:
Karena memang lawakan nya garing banget,, mbak silvi hanya tersenyum saja atas lawakan dari si agung... Sementara Nadia dan mbak Novita hanya diam tanpa sekali pun menanggapi mereka... Maklum mbak Novita serta Nadia bukan type cewek yang gampang membaur dengan orang lain.. Apalagi cowok..
Dan aku sendiri hanya tersenyum Kecut menanggapi nya... Ingin rasanya aku menertawakan Agung balik tapi takut dosa..
Quote:
Setelah aku berucap sperti itu, mbak Novita yang tadinya kesel malah sekarang jadi diam.. Sambil sesekali dia senyum senyum gak jelas gitu kek orang yang gak waras..
Quote:
Mbak Novita pun lantas berjalan meninggalkan tenda ku.. Di ikuti Nadia serta Mbak Silvi yang mengekor dari belakang..
Sementara aku sendiri membantu teman teman yang lain untuk mengemasi peralatan tenda.. Sebab hari ini perkemahan berakhir dan semua peserta di perkenankan kembali ke sekolah masing-masing...
Tentunya setelah membereskan semua peralatan yang kita pakai untuk kemah... Sebab kita tak mungkin mengotori lingkungan dengan sampah yang kita tinggalkan begitu saja setelah berkemah...
Pukul 11.30 semua peserta telah selesai membereskan perlengkapan kemah masing-masing dan kini telah bersiap di dalam bus untuk kembali ke sekolah masing-masing.. Tak lupa sebelumnya aku berpamitan ke mbak silvi dan Nadia serta Rini sepupu ku karena sudah banyak membantu selama perkemahan ini... Karena Mbak Citra masih satu sekolah, aku bisa berterima kasih atas lauk yang di berikan nya lain hari...
Dan setelah 45 menit melewati jalan kecamatan yang berkelok serta Berlubang, bus yang mengangkut ku pun sampai juga di depan sma 1..
Quote:
Aku pun lantas mengambil motor ku yang ku titip kan pada satpam di parkiran sebelum berangkat kemah tiga hari yang lalu.. Karena sekolah elit, aku tak perlu was was menitipkan motor ku di sekolah... Sebab ada Security 24 jam yang berjaga menjaga keamanan sekolah ini...
Toh kalau ada yang nyolong aku tinggal buat pencuri nya untuk mengembalikan motor ku.. Setelah menyalakan mesin motor dan memanasi nya sebentar,, aku pun langsung menggeber nya ke rumah Pak Hendro untuk menjenguk Shinta yang terbaring sakit...
karena sudah hafal rute yang harus di lalui,, tak butuh waktu lama aku pun sampai di rumah Pak Hendro yang tak lain dan tak bukan adalah ayahnya Shinta... Untuk nama ibu nya terus terang saya lupa gays karena banyaknya nama karakter yang muncul...
Setelah sampai di depan pagar rumah si shinta , aku pun langsung memencet bel dan lantas di persilahkan masuk oleh satpam rumah pak Hendro...
Quote:
Aku pun melafalkan sesuatu dan lantas meniupkan nya pada telapak tangan ku.. Kemudian aku menyentuh pusar Shinta dan mengusap nya pelan secara memutar... Karena mungkin geli kulit perut nya bersentuhan dengan telapak tangan ku,, shinta nampak menggerakkan badan nya ke kanan dan kiri di serta i muka yang memerah.. Sebenarnya aku juga malu buat menyentuh pusar nya.. Tapi ini semua aku lakukan untuk memberikan rasa nyaman di perut nya..
Quote:
Karena aku paksa dan aku suapin, Shinta pun akhirnya mau makan bubur yang sudah di siapkan mama nya sesuap demi sesuap.. Dengan telaten dan sabar aku menyuapi shinta sampai bubur yang ada di atas piring yang ku pegang habis..
Shinta pun terlihat malu karena ku perlakukan sperti anak kecil..
Setelah selesai makan, aku pun meminta Shinta untuk meminum obat yang ada di dalam kantong plastik yang tergeletak di atas meja agar dia lekas sembuh...Mungkin karena efek samping obat yang barusan di minum nya, perlahan lahan mata shinta terlihat mengantuk dan semakin lama dia pun akhirnya tertidur..
Aku pun lantas menyelimutkan kembali selimut yang tadi ku singkap di atas tubuh Shinta dan membiarkan nya beristirahat.. Ku pandang i Kaka kelas ku yang kini terlelap dalam indah nya mimpi.. Begitu cantik dan mempesona dia.. Namun sayang aku sudah punya seseorang yang menghuni segenap relung hati ku...
Karena tak ingin terjerumus dalam jurang syetan seperti pas kemah bareng Kanaya, selepas memakaikan kembali selimut di tubuh shinta, aku pun langsung keluar kamar nya dan berpamitan ke tante sarah untuk pulang ke rumah.. Tante sarah pun mengizinkan ku untuk pulang ke rumah.. Tak lupa beliau mengucapkan terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk menjenguk putri semata wayang nya yang sakit..
Pukul 14.00 aku sampai juga di rumah... Setelah menunaikan ibadah sholat dhuhur meski telat waktunya,, aku pun langsung merebahkan diri ku di kasur untuk tidur siang.. Sebab nanti malam aku harus hadir di rumah mbak Novita untuk perayaan hari jadi diri nya yang ke 17..
myusuffebria525 dan 15 lainnya memberi reputasi
14


