- Beranda
- Stories from the Heart
Missing Love
...
TS
pfrederica
Missing Love
Spoiler for Cover:
Benar, jika cinta datang dari manapun, walau diri sendiri mengejek seakan tak mampu, tapi kadang cinta akan datang dengan apapun caranya.
Waktu kisah SMA itu, yang berusaha ku abadikan dalam tulisan.
Siapa yang akan menduga jika aku menjaga makhluk Tuhan yang indah itu.
Diri ku bergejolak, memohon waktu kembali mengulanginya.
Aku Pandu Pratama Wijaya , lelaki yang sederhana dengan penampilan apa adanya, kecuali sedikit perubahan jika terpaksa.
Definisi ku soal cinta mungkin air? Suara ombaknya indah, tapi tak ada yang tau jika gelombangnya bisa saja berbahaya.
Spoiler for Index:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 7 suara
Bagaimana akhir cerita ini?
Happy Ending
86%
Bad Ending
14%
Diubah oleh pfrederica 17-04-2019 13:01
aaaaaisyah memberi reputasi
2
15.5K
85
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pfrederica
#42
Part 8
~Keesokan Harinya disekolah
Aku dan Agung berjalan bersama menuju kelas. Hari ini belum ada tanda-tanda Nadine di sekolah. Hatiku jadi agak tenang. Kalian tau sendiri jika dia sedang bersamaku, bisa bisa aku jadi pusat perhatian lagi.
Didalam kelas ternyata sudah cukup ramai. Natali pun telihat telah duduk ditempatnya. Tapi sebentar..
Dasar Rizky, benar-benar anak malas. Dia malah asik tidur dengan kepala diatas meja yang dialasi dengan tas dan jaketnya. Aku dan Agung pun langsung menuju tempat kami duduk. Dan Seperti biasa kami saling bertukar cerita dahulu sebelum.akhirnya bel tanda jam pelajaran berbunyi mengakhiri cerita kami.
~Jam istirahat di kantin
Seperti biasa aku, Rizky, dan Agung pergi ke kantin untuk menikmati Es Teh kesukaan ku, Nasgor kesukaan Rizky, dan Mie goreng favorite Agung.
Agung bercerita banyak tentang kekasihnya, sedangkan Rizky dan aku hanya menjadi pendengar yang baik tanpa mengomentari. Sesekali aku hanya tersenyum jika lucu.
Tak beberapa lama setelah agung berhenti bercerita, tiba-tiba semua pengunjung kantin berlari heboh ke ruang aula. Rizky berhasil menarik salah satu diantara mereka yang berlari.
Belum sempat ku menolak tapi mereka berdua telah lebih dulu pergi, daripada aku sendirian dikantin lebih baik aku menyusul mereka ke aula.
Baru saja sampai di aula tiba-tiba aku mendengar teriakan geram menyebut namaku.
Semua orang yang ada disitu pun tak ada yang bersuara. Dan satu-persatu dari merekan pun mulai beranjak pergi dari aula.
Agung dan Rizky pun datang menghampiriku.
“Masih mantep juga ndu tendangan lu.” Ucap Agung tertawa.
“Ia gua tadi ganyangka aja lu bisa jatuh pas dia pukul.” Ucap Rizky sambil menepuk bahuku
“Tadi pukulannya memang pelan, tapi pas banget kena pelipis.” Jawabku.
“Hahaha udah lah ayok ke kelas, Udah mau masuk nih.” Agung.
Kami bertiga pun pergi ke kelas. Namun ketika dikelas aku merasakan tatapan-tatapan dari para penghuni kelas ini. Tapi ku biarkan saja deh.
Aku pun terhanyut dalam lamunanku. Masih terngiang ucapan Nadine ketika ia bilang benci padaku. Benar-benar salah sangka yang fatal. Tapi biarlah, mungkin memang ini takdirnya. Aku juga baru tau kalau Nadine telah memiliki kekasih. Ia tidak pernah bercerita kepadaku. Tapi aku juga tidak pernah bertanya kepadanya apakah dia telah memiliki kekasih atau belum. Tapi apa maksudnya dengan semua yang ia lakukan akhir-akhir ini ? Bukankah semua yang ia lakukan terlihat seperti seseorang yang tengah mendekati seseorang ? ahh aku sungguh bingung dengan semua ini.
Tepukan Agung pun menyadarkanku dari lamunanku. Beruntung hari ini guru yang mengajar pelajaran terakhir tidak masuk. Aku pun hanya berbincang-bincang dengan Agung dan Rizky saja. Putri pun sesekali ikut nimbrung dalam obrolan kami. Tapi tidak dengan Natali. Ia hanya duduk ditempatnya sambil membaca Novel dan mendengarkan musik memakai Headset.
Tak terasa bel pulang pun berbunyi. Kami pun pulang kerumah masing-masing.
Quote:
Aku dan Agung berjalan bersama menuju kelas. Hari ini belum ada tanda-tanda Nadine di sekolah. Hatiku jadi agak tenang. Kalian tau sendiri jika dia sedang bersamaku, bisa bisa aku jadi pusat perhatian lagi.
Didalam kelas ternyata sudah cukup ramai. Natali pun telihat telah duduk ditempatnya. Tapi sebentar..
Dasar Rizky, benar-benar anak malas. Dia malah asik tidur dengan kepala diatas meja yang dialasi dengan tas dan jaketnya. Aku dan Agung pun langsung menuju tempat kami duduk. Dan Seperti biasa kami saling bertukar cerita dahulu sebelum.akhirnya bel tanda jam pelajaran berbunyi mengakhiri cerita kami.
~Jam istirahat di kantin
Seperti biasa aku, Rizky, dan Agung pergi ke kantin untuk menikmati Es Teh kesukaan ku, Nasgor kesukaan Rizky, dan Mie goreng favorite Agung.
Agung bercerita banyak tentang kekasihnya, sedangkan Rizky dan aku hanya menjadi pendengar yang baik tanpa mengomentari. Sesekali aku hanya tersenyum jika lucu.
Tak beberapa lama setelah agung berhenti bercerita, tiba-tiba semua pengunjung kantin berlari heboh ke ruang aula. Rizky berhasil menarik salah satu diantara mereka yang berlari.
Quote:
Belum sempat ku menolak tapi mereka berdua telah lebih dulu pergi, daripada aku sendirian dikantin lebih baik aku menyusul mereka ke aula.
Baru saja sampai di aula tiba-tiba aku mendengar teriakan geram menyebut namaku.
Quote:
Semua orang yang ada disitu pun tak ada yang bersuara. Dan satu-persatu dari merekan pun mulai beranjak pergi dari aula.
Agung dan Rizky pun datang menghampiriku.
“Masih mantep juga ndu tendangan lu.” Ucap Agung tertawa.
“Ia gua tadi ganyangka aja lu bisa jatuh pas dia pukul.” Ucap Rizky sambil menepuk bahuku
“Tadi pukulannya memang pelan, tapi pas banget kena pelipis.” Jawabku.
“Hahaha udah lah ayok ke kelas, Udah mau masuk nih.” Agung.
Kami bertiga pun pergi ke kelas. Namun ketika dikelas aku merasakan tatapan-tatapan dari para penghuni kelas ini. Tapi ku biarkan saja deh.
Aku pun terhanyut dalam lamunanku. Masih terngiang ucapan Nadine ketika ia bilang benci padaku. Benar-benar salah sangka yang fatal. Tapi biarlah, mungkin memang ini takdirnya. Aku juga baru tau kalau Nadine telah memiliki kekasih. Ia tidak pernah bercerita kepadaku. Tapi aku juga tidak pernah bertanya kepadanya apakah dia telah memiliki kekasih atau belum. Tapi apa maksudnya dengan semua yang ia lakukan akhir-akhir ini ? Bukankah semua yang ia lakukan terlihat seperti seseorang yang tengah mendekati seseorang ? ahh aku sungguh bingung dengan semua ini.
Tepukan Agung pun menyadarkanku dari lamunanku. Beruntung hari ini guru yang mengajar pelajaran terakhir tidak masuk. Aku pun hanya berbincang-bincang dengan Agung dan Rizky saja. Putri pun sesekali ikut nimbrung dalam obrolan kami. Tapi tidak dengan Natali. Ia hanya duduk ditempatnya sambil membaca Novel dan mendengarkan musik memakai Headset.
Tak terasa bel pulang pun berbunyi. Kami pun pulang kerumah masing-masing.
aaaaaisyah memberi reputasi
1