Kaskus

Story

dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
Yaudah 3: Kuliah Kerja Nyata?
Selamat datang di thread ketiga yang merupakan lanjutan dari Yaudah Gue Mati Ajadan Yaudah 2: Challenge Accepted.

Sebelumnya, ijinkan gue buat memperkenalkan diri. Bagi pembaca setia kisah gue, pastinya kalian udah enggak asing dengan nama Muhdawi. Tapi bagi pembaca yang baru masuk ke thread ini, pastinya kalian asing dengan nama yang enggak biasa itu. Perkenalkan, nama lengkap gue Muhammad Danang Wijaya. Biasanya orang-orang manggil gue Dawi yang diambil dari singkatan nama gue Muhdawi. Kalian bisa panggil gue Dawi, atau kalo mau ikut-ikutan manggil gue Sawi juga enggak masalah. Gue orangnya idem, apa yang lo mau, kalo gue bisa, pasti gue usahakan. Anyway, langsung aja masuk lebih dalam ke thread ini. Sekali lagi gue ucapkan, selamat datang di thread ini.

Quote:


Quote:


Spoiler for Sinopsis:


Spoiler for Index:
Diubah oleh dasadharma10 16-10-2018 23:34
pulaukapokAvatar border
genji32Avatar border
andybtgAvatar border
andybtg dan 14 lainnya memberi reputasi
11
359.3K
1.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
#272
PART 37

Di tengah riuhnya komentar miring Yansa dan Luther yang enggak terima kalo gue nemenin mandi Melly, dia menarik tangan gue. Jujur aja, awalnya gue udah mikir yang enggak-enggak. Meskipun gue tau kalo Melly lesbian, tapi dia kan tetep seorang cewek. Apalagi si Melly cantiknya enggak nahan, udah gitu … ARGH! APA YANG TELAH GUE PIKIRKAN!

“Awas aja kalo ninggalin,” kata Melly sewaktu menutup pintu kamar mandi.
“Enggak,” kata gue menyalakan sebatang rokok yang gue simpan di saku celana gue.

Gue ngintipin Melly? Iya. Penginnya juga gitu. Tapi karena udah jam dua malem, dan kebetulan aja kamar mandi di luar rumah enggak ada lampunya, ya enggak jadi. Hasrat di ubun-ubun runtuh seketika. Gemes rasanya!

“Wi?” panggil Melly lirih.
“Iya…, enggak gue tinggalin, kok.”
“Sahabat itu apa?” tanya Melly dari dalam bilik kecil itu.
“Sahabat?” tanya gue karena ragu salah dengar. “Enggak tau juga sih, Mell. Orang yang kita anggap dekat, orang yang kita anggap paling ngerti kita … mungkin.”
“Masa gitu?” tanya Melly meragukan jawaban gue. “Kalo mereka enggak anggap lo gimana?”
“Ya gue enggak tau juga sih mereka anggap gue apa enggak,” jawab gue jujur. “Makanya gue jarang pake kata sahabat. Toh asal sama-sama tau kita deket itu udah lebih dari cukup. Embel-embel sahabat. Buat apa coba? Apa pentingnya bedain sahabat sama temen deket, toh mereka enggak terlalu mikirin juga.”
“Enggak terlalu mikirin ya….”
“Ya asal gue ngerasa sama-sama ada pengaruh positif, kayaknya itu udah lebih dari cukup. Terus terang aja gue enggak perlu embel-embel atau basa-basi kayak kata sahabat. Ya meski kadang gue juga pake kata sahabat ke temen gue sendiri, sih.”
“Lo mau jadi sahabat gue enggak?” tanyanya keluar dari bilik kamar mandi.
“Sahabat lo?” tanya gue balik. “Kalo yang lo maksud temen deket, gue rasa enggak masalah.”
“Mau enggak?” tanyanya mengangkat kelingkingnya di depan gue.
Gue kaitkan kelingking gue ke kelingkingnya, “Mau, Melly….”
“Kalo gitu besok tolong awasin Cassie.”
“Awasin Cassie?”
“Iya, awasin dia.” Melly meluncurkan telunjuknya yang dingin dari dahi gue sampai ke dagu gue, “Bisa, kan?”
“B-bisa.”

Melly minta gue buat awasin Cassie? Gila, posesif banget ini orang. Sampai segininya ke pasagan sendiri. Ya curiga atau penasaran ke pasangan sih boleh, tapi ya enggak sampi segininya juga, kan?

“Lo tadi ngintipin gue, ya?” tanyanya tiba-tiba.
“Enggak…, curigaan amat jadi orang,” jawab gue menyelakan rokok kedua. “Orang enggak kelihatan apa-apa juga.”
“Enggak kelihatan apa-apa?” Melly memukul lengan gue, “Berarti lo udah coba ngintipin gue?!”
“M-maksud gue … anu!”
pulaukapok
JabLai cOY
JabLai cOY dan pulaukapok memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.