- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#1404
Update dalam rangka hari ibu,, selamat hari ibu untuk segenap pembaca kaskus yang merayakan nya
.. Buffer dikit gpp guys
PART 58
Ntah ada yang salah dengan ucapan ku atau gimana, Helen serta Stephanie hanya diam tertunduk dengan wajah memerah dan bibir tersenyum setelah aku menjelaskan maksud dari perkataan ku..
Aku yang tadinya asyik ngobrol bareng Stephanie serta Helen, menoleh ke arah sumber suara.. Tampak Rudi dan teman teman Pembina pramuka nya melambaikan tangan ke arah ku.. Sementara di samping nya aku lihat Mbak Dina, Kanaya serta Cindy ikut menoleh ke arah ku.. Karena tak enak sebelumnya telah marah marah, dengan berat hati aku pun berjalan ke arah Rudi...
Helen dan Stephanie yang ku pikir kembali ke kelompok nya, malah ikut dengan ku nyamperin Rudi dan temen temen nya...
Karena terpancing dengan ucapan teman Rudi, aku pun berdiri dari tempat ku duduk seraya melafalkan sesuatu.. Tak selang berapa lama, kaki ku sebelah kanan, ku hentakkan ke tanah tiga kali..
Temen Rudi yang tadi bilang aku belagu pun terhempas ke belakang dari tempat duduk nya sesaat setelah kaki ku selesai menhentak tanah sembari terbatuk batuk dan memegangi dada nya... Aku pun berjalan ke arah nya seraya tersenyum sinis..
Mbak Dina pun langsung diam dan tak berucap sepatah kata melihat ku yang seperti itu.. Sementara Cindy dan Kanaya yang berada di samping nya, tampak sekali ketakutan serta kepanikan di wajah mereka..
Suasana yang tadinya adem ayem pun mendadak geger karena ulah ku.. Terlihat temen Rudi yang lain bersiap menyerang ku karena tak terima teman nya aku kerjain.. Pengurus osis dari sma 3 yang tadi habis magrib sempat ingin memukul ku karena temannya aku kasih bogem mentah dikarenakan telah berbuat asusila di dekat pemandian, kini juga bersiap berancang ancang untuk menyerang ku..
Mendengar ku berucap sperti itu, cowok2 tadi pun langsung keder dan urung untuk melanjutkan serangan nya.. Padahal kalau di serang mereka bersamaan,, sudah pasti aku akan masuk rumah sakit.. Sebab Mbah Nang melarang ilmu ku digunakan untuk melukai sesama manusia..
Mendengar ku berbisik seperti itu, mbak silvi refleks melepas pelukan nya dari tubuh ku dan kini berganti tangannya menutupi kedua dadanya.. Helen dan Stephanie yang menangkap gesture yang di tunjukkan mbak silvi pun lantas tertawa dan memukul lengan ku pelan..
Mbak Novita pun makin kenceng menjewer telinga ku hingga membuat telinga ku memerah serta meringis kesakitan... Dan seperti yang ku duga,, Kanaya pun tak terima aku di perlakukan seperti itu oleh mbak Novita..
Aku sengaja meninggalkan tempat itu agar Novita serta Kanaya menghentikan pertengkaran nya.. Dan dengan menggandeng tangan Stephanie serta Helen secara tak langsung aku ingin bilang kalau posisi semua orang di hati ku itu sama... Kalian semua teman yang berharga untuk ku.. Dan aku tak ingin kalian bertengkar karena masalah yang sepele..
Udah tahu bercanda tapi mukul nya beneran,, pakai muka tampang sok polos dan gak bersalah lagi..
Sebagai permintaan maaf, Helen pun membantu ku mengompres telinga ku yang bekas di jewer oleh mbak Novita... Namun karena gaa ada es batu,, aku pun kesulitan untuk menemukan pengganti nya..
Helen pun berinisiatif berlari ke tenda nya karena dia bilang punya sedikit es batu yang tadi sore di beli dari pasar yang ada di Pertigaan sebelum lokasi perkemahan ini.. Aku pun tak berkeberatan..
Tak selang berapa lama, Helen pun kembali dengan termos kecil di tangan nya... Tak lupa dia juga membawa handuk kecil yang terlihat sangat bersih.. Orang Chinese memang sangat teliti soal kesehatan... Hal ini ku rasakan sampai sekarang gan karena bos ku tempat kerja yang sekarang Chinese juga..
Saat Helen sedang sibuk mengompres telinga ku, sayup sayup ku dengar suara berisik dari luar... Namun suara tersebut tak berani sama sekali untuk masuk ke dalam...
Mbak Silvi, Nadia, Mbak Dina, Rudi, Cindy serta temen cowok nya Rudi yang tadi terjengkal ke belakang pun juga ikut masuk ke dalam tenda.. Tenda yang tadinya sudah sesak pun makin sesak karena kedatangan mereka..
Tak selang beberapa lama, semua yang di dalam tenda pun ikut dengan ku keluar tenda karena hawa nya yng sangat pengap meski malam hari... Dan manakala sampai di luar, kami pun kedinginan dan langsung berlari menuju api unggun yang ada di tengah lapangan seperti sebelum nya..
Setelah itu kami pun mencukupkan obrolan karena acara inti api unggun nya sudah di mulai.. Tampak di dekat api unggun yang merah menyala, kepala pembina pramuka memberikan sambutan nya..
Karena kecapean, aku pun tak menggubris apa yang di ucapkan pembina tadi dan malah tertidur bersandar pada pundak Helen yang kebetulan duduk di sebelah kanan ku..
Aku baru terbangun saat Helen menggoyang goyang kan tubuh ku.. Sebab acara api unggun nya telah usai dan semua siswa di minta kembali ke tenda masing-masing untuk istirahat... Karena, esok selepas shubuh kita akan kembali ke sekolah masing-masing...
Karena memang dasarnya sudah sangat ngantuk, dengan terhuyung huyung aku berjalan menuju tenda ku yang jarak nya cuma beberapa meter dari lapangan...
Dan setelah sampai di dalam tenda, aku pun kembali melanjutkan aktifitas ku mengarungi luasnya dunia mimpi yang tak bertepi...
Karena terkejut dengan kehadiran suara tadi, aku pun refleks melompat dari kasur lipat yang ku pakai tidur dan tanpa sengaja menginjak joko yang tertidur pulas di sebelah ku.. ..
.. Buffer dikit gpp guys
PART 58
Quote:
Ntah ada yang salah dengan ucapan ku atau gimana, Helen serta Stephanie hanya diam tertunduk dengan wajah memerah dan bibir tersenyum setelah aku menjelaskan maksud dari perkataan ku..
Quote:
Aku yang tadinya asyik ngobrol bareng Stephanie serta Helen, menoleh ke arah sumber suara.. Tampak Rudi dan teman teman Pembina pramuka nya melambaikan tangan ke arah ku.. Sementara di samping nya aku lihat Mbak Dina, Kanaya serta Cindy ikut menoleh ke arah ku.. Karena tak enak sebelumnya telah marah marah, dengan berat hati aku pun berjalan ke arah Rudi...
Helen dan Stephanie yang ku pikir kembali ke kelompok nya, malah ikut dengan ku nyamperin Rudi dan temen temen nya...
Quote:
Karena terpancing dengan ucapan teman Rudi, aku pun berdiri dari tempat ku duduk seraya melafalkan sesuatu.. Tak selang berapa lama, kaki ku sebelah kanan, ku hentakkan ke tanah tiga kali..
Temen Rudi yang tadi bilang aku belagu pun terhempas ke belakang dari tempat duduk nya sesaat setelah kaki ku selesai menhentak tanah sembari terbatuk batuk dan memegangi dada nya... Aku pun berjalan ke arah nya seraya tersenyum sinis..
Quote:
Mbak Dina pun langsung diam dan tak berucap sepatah kata melihat ku yang seperti itu.. Sementara Cindy dan Kanaya yang berada di samping nya, tampak sekali ketakutan serta kepanikan di wajah mereka..
Suasana yang tadinya adem ayem pun mendadak geger karena ulah ku.. Terlihat temen Rudi yang lain bersiap menyerang ku karena tak terima teman nya aku kerjain.. Pengurus osis dari sma 3 yang tadi habis magrib sempat ingin memukul ku karena temannya aku kasih bogem mentah dikarenakan telah berbuat asusila di dekat pemandian, kini juga bersiap berancang ancang untuk menyerang ku..
Quote:
Mendengar ku berucap sperti itu, cowok2 tadi pun langsung keder dan urung untuk melanjutkan serangan nya.. Padahal kalau di serang mereka bersamaan,, sudah pasti aku akan masuk rumah sakit.. Sebab Mbah Nang melarang ilmu ku digunakan untuk melukai sesama manusia..
Quote:
Mendengar ku berbisik seperti itu, mbak silvi refleks melepas pelukan nya dari tubuh ku dan kini berganti tangannya menutupi kedua dadanya.. Helen dan Stephanie yang menangkap gesture yang di tunjukkan mbak silvi pun lantas tertawa dan memukul lengan ku pelan..
Quote:
Mbak Novita pun makin kenceng menjewer telinga ku hingga membuat telinga ku memerah serta meringis kesakitan... Dan seperti yang ku duga,, Kanaya pun tak terima aku di perlakukan seperti itu oleh mbak Novita..
Quote:
Aku sengaja meninggalkan tempat itu agar Novita serta Kanaya menghentikan pertengkaran nya.. Dan dengan menggandeng tangan Stephanie serta Helen secara tak langsung aku ingin bilang kalau posisi semua orang di hati ku itu sama... Kalian semua teman yang berharga untuk ku.. Dan aku tak ingin kalian bertengkar karena masalah yang sepele..
Quote:
Udah tahu bercanda tapi mukul nya beneran,, pakai muka tampang sok polos dan gak bersalah lagi..
Sebagai permintaan maaf, Helen pun membantu ku mengompres telinga ku yang bekas di jewer oleh mbak Novita... Namun karena gaa ada es batu,, aku pun kesulitan untuk menemukan pengganti nya..
Helen pun berinisiatif berlari ke tenda nya karena dia bilang punya sedikit es batu yang tadi sore di beli dari pasar yang ada di Pertigaan sebelum lokasi perkemahan ini.. Aku pun tak berkeberatan..
Tak selang berapa lama, Helen pun kembali dengan termos kecil di tangan nya... Tak lupa dia juga membawa handuk kecil yang terlihat sangat bersih.. Orang Chinese memang sangat teliti soal kesehatan... Hal ini ku rasakan sampai sekarang gan karena bos ku tempat kerja yang sekarang Chinese juga..
Saat Helen sedang sibuk mengompres telinga ku, sayup sayup ku dengar suara berisik dari luar... Namun suara tersebut tak berani sama sekali untuk masuk ke dalam...
Quote:
.. Mbak Silvi, Nadia, Mbak Dina, Rudi, Cindy serta temen cowok nya Rudi yang tadi terjengkal ke belakang pun juga ikut masuk ke dalam tenda.. Tenda yang tadinya sudah sesak pun makin sesak karena kedatangan mereka..
Quote:
Tak selang beberapa lama, semua yang di dalam tenda pun ikut dengan ku keluar tenda karena hawa nya yng sangat pengap meski malam hari... Dan manakala sampai di luar, kami pun kedinginan dan langsung berlari menuju api unggun yang ada di tengah lapangan seperti sebelum nya..
Quote:
.. Setelah itu kami pun mencukupkan obrolan karena acara inti api unggun nya sudah di mulai.. Tampak di dekat api unggun yang merah menyala, kepala pembina pramuka memberikan sambutan nya..
Karena kecapean, aku pun tak menggubris apa yang di ucapkan pembina tadi dan malah tertidur bersandar pada pundak Helen yang kebetulan duduk di sebelah kanan ku..
Aku baru terbangun saat Helen menggoyang goyang kan tubuh ku.. Sebab acara api unggun nya telah usai dan semua siswa di minta kembali ke tenda masing-masing untuk istirahat... Karena, esok selepas shubuh kita akan kembali ke sekolah masing-masing...
Karena memang dasarnya sudah sangat ngantuk, dengan terhuyung huyung aku berjalan menuju tenda ku yang jarak nya cuma beberapa meter dari lapangan...
Dan setelah sampai di dalam tenda, aku pun kembali melanjutkan aktifitas ku mengarungi luasnya dunia mimpi yang tak bertepi...
Quote:
Karena terkejut dengan kehadiran suara tadi, aku pun refleks melompat dari kasur lipat yang ku pakai tidur dan tanpa sengaja menginjak joko yang tertidur pulas di sebelah ku.. ..
Diubah oleh agusk1988 22-12-2017 19:31
myusuffebria525 dan 12 lainnya memberi reputasi
13


