- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
22.1K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#174
Pertaruhan Ego dan Harga Diri
“Hai, saya Willie Cruz. Senang bisa bertemu Anda semua. Wow, mengagumkan kalian kemana-mana berlima?”, tanya CEO tersebut.
“Kami bertiga belas, Sir.”, ujar Brian.
“Mana yang lainnya?”, tanyanya setelah mempersilahkan mereka duduk diruangannya dan memberikan sedikit penganan kepada mereka.
“Mereka akan bersama dengan kami pada saat penyidikan kasus.”, ujar Samantha. “Siapa yang menerima telepon saya kemarin? Anda?”, tanyanya ramah kepada Samantha.
“Bukan Sir. Wanita di sebelah pria tersebut yang menerima telepon Anda.”, ujar Samantha merujuk kepada Cindy yang duduk di sebelah Brian. Tuan Cruz mengangguk dan tersenyum.
“Oke, kita langsung ke intinya saja. Berhubung Anda tidak ingin diekspos ke media. Saya hanya meminta perwakilan dari Anda saja.
Siapapun boleh melakukannya. Saya hanya ingin mencitrakan kepada para penumpang bahwa saya melakukan apa yang seharusnya saya
lakukan.”, ujar Tuan Cruz.
“Maksud Anda kami juga tidak perlu mengungkap apa yang terjadi?”, tanya Cindy.
“Saya tidak mau mengeluarkan uang untuk hal tidak penting seperti itu. Yang saya butuhkan hanyalah kepercayaan konsumen kepada
maskapai penerbangan kami. Karena itu kemunculan kalian di jumpa pers minggu depan akan sangat penting bagi perusahaan kami.”, ujar
Tuan Cruz bangga.
“Anda bisa meminta detektif lain untuk melakukannya. Anda tidak membutuhkan kebenaran.”, ujar Cindy terlihat kesal.
“Kalian adalah lulusan T University. Siapa yang tidak tahu sepak terjang kalian dalam pengungkapan kasus. Tentu menggunakan kalian di media massa adalah tameng yang sempurna. Saya tidak perduli soal kebenaran. Yang penting adalah citra.”, ujar Tuan Cruz.
“Tapi Anda akan merusak citra kami.”, tegas Romeo.
“Detektif tidak harus selalu bisa mengungkap kasus kan? Apakah ada detektif yang tidak pernah gagal dalam mengungkap kasus?”, tegas Tuan Cruz.
“Lagipula…. Anda tidak termasuk gagal. Anda bahkan tidak menyelidiki permasalahan ini. Tim SARS akan menjalankan misi penemuan
terhadap bangkai pesawat. Anda hanya menyodorkan muka Anda pada jumpa pers. Saya tidak pernah melakukan penawaran semerugikan ini sepanjang perjalanan hidup bisnis saya.”, Tuan Cruz menempatkan diri seolah-olah dia telah kehilangan segalanya.
“Hai, saya Willie Cruz. Senang bisa bertemu Anda semua. Wow, mengagumkan kalian kemana-mana berlima?”, tanya CEO tersebut.
“Kami bertiga belas, Sir.”, ujar Brian.
“Mana yang lainnya?”, tanyanya setelah mempersilahkan mereka duduk diruangannya dan memberikan sedikit penganan kepada mereka.
“Mereka akan bersama dengan kami pada saat penyidikan kasus.”, ujar Samantha. “Siapa yang menerima telepon saya kemarin? Anda?”, tanyanya ramah kepada Samantha.
“Bukan Sir. Wanita di sebelah pria tersebut yang menerima telepon Anda.”, ujar Samantha merujuk kepada Cindy yang duduk di sebelah Brian. Tuan Cruz mengangguk dan tersenyum.
“Oke, kita langsung ke intinya saja. Berhubung Anda tidak ingin diekspos ke media. Saya hanya meminta perwakilan dari Anda saja.
Siapapun boleh melakukannya. Saya hanya ingin mencitrakan kepada para penumpang bahwa saya melakukan apa yang seharusnya saya
lakukan.”, ujar Tuan Cruz.
“Maksud Anda kami juga tidak perlu mengungkap apa yang terjadi?”, tanya Cindy.
“Saya tidak mau mengeluarkan uang untuk hal tidak penting seperti itu. Yang saya butuhkan hanyalah kepercayaan konsumen kepada
maskapai penerbangan kami. Karena itu kemunculan kalian di jumpa pers minggu depan akan sangat penting bagi perusahaan kami.”, ujar
Tuan Cruz bangga.
“Anda bisa meminta detektif lain untuk melakukannya. Anda tidak membutuhkan kebenaran.”, ujar Cindy terlihat kesal.
“Kalian adalah lulusan T University. Siapa yang tidak tahu sepak terjang kalian dalam pengungkapan kasus. Tentu menggunakan kalian di media massa adalah tameng yang sempurna. Saya tidak perduli soal kebenaran. Yang penting adalah citra.”, ujar Tuan Cruz.
“Tapi Anda akan merusak citra kami.”, tegas Romeo.
“Detektif tidak harus selalu bisa mengungkap kasus kan? Apakah ada detektif yang tidak pernah gagal dalam mengungkap kasus?”, tegas Tuan Cruz.
“Lagipula…. Anda tidak termasuk gagal. Anda bahkan tidak menyelidiki permasalahan ini. Tim SARS akan menjalankan misi penemuan
terhadap bangkai pesawat. Anda hanya menyodorkan muka Anda pada jumpa pers. Saya tidak pernah melakukan penawaran semerugikan ini sepanjang perjalanan hidup bisnis saya.”, Tuan Cruz menempatkan diri seolah-olah dia telah kehilangan segalanya.
Diubah oleh anism 19-12-2017 13:37
0