- Beranda
- Stories from the Heart
first love
...
TS
taripuji987
first love
INTRO
Salam kenal buat para sesepuh dan reader Forum SFTH...
sebenarnya ini pertama kali gw posting dan pertama kali gw buat sebuah tulisan/ cerita, jadi mohon maaf nih kalo tulisan ataupun ceritanya jelek karena msih amatir
Agan semua jangan kagok klo agan/aganwati mau kasih saran atau kritik apalagi cendol.
jadi kali ini gw mau nyeritain kisah tiga sahabat dalam mencari cinta yang tak terlepas dari kisah cinta pertama mereka yang masih selalu melekat di hati sanubari mereka, apakah mereka akan bisa menemukan cinta sejati atau apakah mereka akan menemukan cinta pertama mereka kembali,
bagi yang penasaran silakan di baca agan/aganwati
Part 1 "Dia cinta pertama ku"
Part 2 "Dia cinta pertama ku 2"
Part 3 "Sebuah awal yang baru"
Part 4 "Sebuah pilihan yang sulit"
PART 5 " Sebuah Keputusan"
PART 6 "Sebuah Kebetulan Atau Sebuah Takdir"
Salam kenal buat para sesepuh dan reader Forum SFTH...
sebenarnya ini pertama kali gw posting dan pertama kali gw buat sebuah tulisan/ cerita, jadi mohon maaf nih kalo tulisan ataupun ceritanya jelek karena msih amatir
Agan semua jangan kagok klo agan/aganwati mau kasih saran atau kritik apalagi cendol.
jadi kali ini gw mau nyeritain kisah tiga sahabat dalam mencari cinta yang tak terlepas dari kisah cinta pertama mereka yang masih selalu melekat di hati sanubari mereka, apakah mereka akan bisa menemukan cinta sejati atau apakah mereka akan menemukan cinta pertama mereka kembali,
bagi yang penasaran silakan di baca agan/aganwati
Part 1 "Dia cinta pertama ku"
Part 2 "Dia cinta pertama ku 2"
Part 3 "Sebuah awal yang baru"
Part 4 "Sebuah pilihan yang sulit"
PART 5 " Sebuah Keputusan"
PART 6 "Sebuah Kebetulan Atau Sebuah Takdir"
Diubah oleh taripuji987 12-02-2018 09:56
anasabila memberi reputasi
1
2K
12
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taripuji987
#6
Part 2
“Dia cinta pertamaku 2”
“Dia cinta pertamaku 2”
Nita akhirnya sampai di rumahnya ia pun terlihat bahagia bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya dan saudaranya dirumahnya yang lama. Nita langsung membereskan barang bawaanya di kamarnya yang dulu ia tempati tak lupa ia pun berfoto di kamar itu dan mengungahnya di instragram. lalu ia pun membantu yang lainya mempersiapkan acara 7 bulanan.
"Aduh piring plastiknya kayaknya kurang ini" ucap ibu nita sambil mengecek piring plastik yang ada di hadapanya, nita yang mendengar keluhan sang ibunya pun segera menghapirinya dan bertanya "ada apa bu, piring plastiknya kurang ya, mau aku beliin di pasar?'' ucap nita menawarkan bantuan.
Nita pun lansung pergi kepasar untuk membeli piring plastik dan hal lainya yang diperlukan, dan segera pulang karna hari semakin sore, saat pulang nita teringat akan masakecilnya yang selalu pulang melewati jalan di tepi sungai saat sore tiba.
Diruang meeting itu aku sangat terkejut betemu dengan sang manajer pemasaran yang bernama doni itu. selama meeting aku memperhatikanya memastikan apakah dia doni yang kukenal dulu atau hanya orang yang bernama sama denganya, namun wajahnya mirip dengan doni yang kukenal. Sungguh sangat kacau pikiranku saat itu untungnya meeting kali ini berjalan dengan lancar dan kami pun tinggal melakukan pengambilan gambar untuk iklan tersebut. setelah meeting selesai kami pun makan siang bersama di restoran yang berada didekat kantor.
'’saya harap kita bisa bekerja dengan baik untuk proyek iklan ini, dan untuk proyek lain yang mungkin akan kita lakukan'' ucap pak danu dengan ramah kepada kami sebelum memulai makan.
Jujur saja saat itu gw sedikit tak nyama dengan keadaan ini, rasanya aku ingin pergi dan meningalkan tempat ini secepatnya.
"iya pak tentunya kita harus bekerja dengan baik. oh ya saya dengar perusahaan bapak juga bekerja sama dengan PH flm untuk membuat naska " tanya doni pada pak Danu.
Pak danu pun menjelaskan bahwa perusahaan kami memang baru saja bekerjasama dengan Sebuah PH flm untuk membuat naska atau sinopsis untuk sebuah sinetron ataupun ftv.
"kebetulan juga penulis kami riri sangat senang membuat novel dan sinopsis flm, oiya apa judul cerita yang sedang kamu buat ya ri.. oiya first love kan" ucap pak danu sembari meberitahu tulisan yang sedang ku buat saat ini.
aarrrggh kenapa pak danu pake ngungkit-ngunkit masalah cerita first love sih, aarrggg rasanya gw pengen menghilang saja dari sini……...
"first love, judul yang menarik, saya jadi ingat tentang first love saya" ucap doni sambil tersenyum melihat ke arahku.
"wah jadi penasaran saya dengan first love nya pak doni" ucap salah satu karyawan yg ikut makan bersama.
Doni pun mulai menceritakan tentang cinta pertamanya, seorang gadis yang ia lihat di saat hari pertama ia masuk SMA.
“dengan senyum manisnya ia berdiri di bawah pohon yang rindang. dia wanita pertama yang membuat jantungku berdegub dengan kencang bahkan saat melihatnya dari kejauhan, dan tak kusangka ia menjadi teman sekelasku saat itu. tapi walaupun aku suka padanya aku belum sempat menyatakan perasaanku padanya selama ini.
"seharusnya kamu langsung bilang kalo suka sama dia" ucapku tampa sadar dan membuat semua orang yang ada di meja itu melihat ke arah ku. melihat mereka semua yang menatapku akupun hanya tertawa cangung dan berkata itukan yang harus dilakukan.
doni tersenyum padaku dan berkata sangat sulit rasanya untuk mengungkapkan perasaan kita pada seseorang yg kita sukai. kata yang sangat mudah kita ucapkan kepada orang lain akan sangat sulit di ucapkan saat didepan orang yang kita sukai.
yahhh memang benar apa yang dikatakan doni, tak mudah mengatakan perasaan kita terhadap orang yang kita sukai, karna itu aku tak mengatakan perasaanku padanya.
"apa yang harus aku bilang nanti di sana kalo aku datang ke pernikahanya, selamat menempuh hidup baru, selamat atas pernikahanya. arrrhhh rasanya gw ngak bisa mengatakan itu disana nanti" ucap lita sembari melihat undangan pernikahan yang ada diatas mejanya.
karna ia tak tahu harus berbuat apa. ia pun membuka aplikasi chating di hp nya dan melihat sebuah akun seeorang yang terlihat unik "kucing hitam nama yang unik" ucap lita sambil melihat profil yang bergambarkan sebuah kucing hitam yang lucu,
dan di sebelah foto rofilnya tertulis sebuah status "lebih baik melihatnya bahagia dengan orang yang ia pilih dibanding memaksanya selalu bersama dengan ku yang hanya ia anggap sebagi teman"
''kenapa statusnya pas banget sama kondisi w yang harus iklas melepas pelatih yaa" ucap litaa setelah membaca status dari kucing hitam itu,
lalu lita pun mengirim chat kepada si kucing hitam berharap dia memberi solusi yang terbaik untuknya. tapi si kucing hitam itu hanya membaca pesanya dan tak membalas pesanya. lita pun semakin stress karna undangan itu, dan berpikir apakah lebih baik ia tidak datang ke acara pernikahan pelatihnya.
ting....... nada pesan masuk berbunyi di hp nya
"saat kamu ingin memulai sebuah kehidupan yang baru itu berati kamu harus melepas kehidupan lamamu. dan untuk memulai hidup yang jauh lebih baik tampa penyesalan itu berati kamu harus melepas kehidupan lamamu dengan cara yang benar, bukan dengan berlari meningalkan kehidupan lamamu begitu saja" tulis si kucing hitam menagapi chat yang dikirim lita tadi, lita sebenarnya sedikit bingun dengan maksud chat yang di kirim oleh si kucing hitam
“maksud nya?" tulis nita, si kucing hitam pun mengirimi chat lagi
"untuk itu kamu harus memberanikan diri untuk datang ke pernikahannya dan melepaska cinta pertamamu dengan baik dan bemar, dan suatu hari nanti pasti kamu akan bertemu dengan cinta terakhirmu" melihat chat yang dikirim sikucing hitam membuat lita berpikir apa lebih baik ia datang.
Akhirnya acara makan siang pun selesai dan kamipun kembali kekantor masing, rasanya seperti aku bebas dari suana cangung ini. saat hendak pergi meningalkan restorang doni memangilku dan bertanya apakah aku masih mengingatnya. sontak aku kaget mendengar ia mengatakan hal itu, akupun hanya berdiri kaku menatapnya. ternyata dia benar doni yang ku kenal seseorang yang selalu membuat hati ku berdebar bahkan saat melihatnya dari kejauhan, perasaan itu masih sama selama betahun tahun bahkan sampai saat ini pun hatiku masih berdebar karenanya.
“yaaa gw inget kok, doni dari sma karya bakti kan, kita sekelas waktu kelas satu” ucapku sambil melihat lurus kearahnya,
doni tersenyum manis saat itu seakan ia tersenyum karna mendengar aku masih mengenalinya. saat itu aku sangat senang sekaligus takut akan perasaan yang aku rasakan saat ini, apakah aku harus menerima perasaan bahagiaku ini atau aku harus menolaknya agar aku tak terluka kembali.
Lita bersiap untuk pulang kerja, dan sebelum pulang kerumah lita pergi ke supermarket untuk membeli beberapa keperluanya. dan saat hendak keluar dari supermarket lita melihat guru taekwondonya sedang berjalan bersama dengan calon isrinya, mereka sangat terlihat bahagia. lita yang melihat mereka pun merasa iri dengan calon istri gurunya dan lita pun berandai jika saja wanita yang berada bersama gurunya itu adalah lita pasti lita akan sangat bahagia sekali. namun litapun segera menyadarkan dirinya dari kenyataan yang sesunguhnya sambil mengingat apa yang dikatakan oleh si kucing hitam, walau menyakitkan pasti ini adalah hal terbaik untunya.
Nita berjalan menyusuri jalan yang selalu ia lewati sepulang sekolah dulu di fikiramya terlintas kenaganya saat ia masih kecil dulu. ia berfikir apakah ia masih bisa bertemu denganya setelah bertahun-tahun lamaya mereka berpisah, apakah ia bisa bertemu lagi di tempat yang sama. nita pun memotret pemandangan sore yang indah itu dan saat ia berjalan kakinya tersandung batu dan membuatnya jatuh ke tanah.
''ouch aduh kenapa ada batu gede gini sih di tengah jalan, bikin oang jatuh aja.'' ucap nita kesal sembari memukul batu yang membuatnya tersandung dan jatuh.
''kamu ngak papa'' tanya seorang pria yang berdiri di hadapan nita sambil mengulurkan tanganya pada nita , tak begitu jelas nita melihat wajah lelaki yang tengah mengulurkan tanganya karna sinar matahari sore yang tepat bersinar tepat di belakang lelaki itu yang membuat silau mata nita, namu terdapat perasaan yang tak biasa sore itu, serasa dia bukang orang asing untuk nita, sehingga nita pun memegang tangan lelaki itu tanpa ragu.
cinta pertama bagaikan sebuah pelangi ia datang dan memberi warna yang idah di langit membuatmu tersenyun dan bahagia karnaya namun indahnya hanya sementara karena pelangi itu akan menghilang.

0