- Beranda
- Stories from the Heart
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
...
TS
roni.riyanto
Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]
SELAMAT DATANG DI THREAD HORROR ANE YANG SEDERHANA
![Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]](https://dl.kaskus.id/i.pinimg.com/736x/ac/9e/c8/ac9ec8d17096742f52ebfbdcc70fa7e7--dark-art-photography-creepy-photography.jpg)
Assalamualaikum wr.wb
Spoiler for Pembukaan:
![Mata Batin They Among Us Chapter 1 [End]](https://dl.kaskus.id/3.bp.blogspot.com/-ne_rDQngRD8/Vk1ychXHIHI/AAAAAAAAJFs/GTFL1J3f6Mw/s1600/hantu%2Bpocong%2Bmenyeramkan.jpg)
Quote:
imut ya gan 

Quote:
PROLOG
Quote:
Kamu percaya hantu?
Atau kamu pernah Bertemu dengan mereka ?
ini adalah Kisahku.
Namaku Roni seorang berusia dua puluh satu tahun yang berprofesi sebagai penulis.
berawal dari rasa penasaranku melihat dunia lain untuk bahan tulisan dibuku baruku.
aku nekat membuka mata batinku sendiri dengan mencoba banyak ritual.
hingga suatu hari mendapati diriku mulai dapat melihat keberadaan MEREKA.
Siapa sangka ternyata setelah aku membuka mata batinku masalah demi masalah muncul,
dan ternyata masalah tersebut mengancam keselamatanku dan adikku Sheril . .
Atau kamu pernah Bertemu dengan mereka ?
ini adalah Kisahku.
Namaku Roni seorang berusia dua puluh satu tahun yang berprofesi sebagai penulis.
berawal dari rasa penasaranku melihat dunia lain untuk bahan tulisan dibuku baruku.
aku nekat membuka mata batinku sendiri dengan mencoba banyak ritual.
hingga suatu hari mendapati diriku mulai dapat melihat keberadaan MEREKA.
Siapa sangka ternyata setelah aku membuka mata batinku masalah demi masalah muncul,
dan ternyata masalah tersebut mengancam keselamatanku dan adikku Sheril . .
Quote:
FAQ:
Q: cerita dan karakter disini nyata gan ?
A: alur dan karakter disini fiksi, namun semua kejadian mistisnya diangkat dari pengalaman nyata TS dan kawan2 TS.
Q: TS pernah bibuka mata batin ?
A: pernah
, namun sekarang sudah ditutup karena alasan risih, bukan takut 
Q: risih kenapa gan ?
A: risih karena dikit2 kaget,dikit2 mual dan risih pas mandi ditongrongin neng kunti.
Q: jadi ini cuma karangan gan ?
A: cerita utama memang dikarang, namun kejadian mistis yang dialami oleh karakter sepenuhnya nyata pernah dialami TS dan kerabat TS
tapi untuk keseimbangan cerita ane tambahin unsur Fiksi biar ceritanya lebih dapet
Q: kapan update nya gan ?
A: biasanya saya update jam 20.00-24.00 Karena TS sedang sekolah bahasa updatenya cuma bisa seminggu sekali gansis. Update tiap malam minggu
Q: cerita dan karakter disini nyata gan ?
A: alur dan karakter disini fiksi, namun semua kejadian mistisnya diangkat dari pengalaman nyata TS dan kawan2 TS.
Q: TS pernah bibuka mata batin ?
A: pernah
, namun sekarang sudah ditutup karena alasan risih, bukan takut 
Q: risih kenapa gan ?
A: risih karena dikit2 kaget,dikit2 mual dan risih pas mandi ditongrongin neng kunti.
Q: jadi ini cuma karangan gan ?
A: cerita utama memang dikarang, namun kejadian mistis yang dialami oleh karakter sepenuhnya nyata pernah dialami TS dan kerabat TS
tapi untuk keseimbangan cerita ane tambahin unsur Fiksi biar ceritanya lebih dapetQ: kapan update nya gan ?
A: biasanya saya update jam 20.00-24.00 Karena TS sedang sekolah bahasa updatenya cuma bisa seminggu sekali gansis. Update tiap malam minggu
Quote:
Kalau agan dimari suka cerita saya, mohon untuk
share gan dan juga komengnya 
yang udah iso boleh timpuk ane pake
share gan dan juga komengnya 
yang udah iso boleh timpuk ane pake

Selamat Membaca
Quote:
PENTING
Just Info untuk Thread ini ane akan buat tamat di chapter 1, untuk lanjutan ceritanya bisa dibaca nanti di chapter 2 yang akan di posting di thread baru segera.
Terima Kasih
INDEX PART
Kesan Pertama (pengenalan bagi Roni )
1. Dunia lain
2. Buka Mata Batin
3. Penghuni Rumah
4. Hantu Penglaris
5. Hantu Anak Kecil
Sisipan sekilas Linda
POPI
6. Hantu Siswi
7. Hantu Penunggu Sekolah
8. Dijilat Hantu /
9. Hantu Toilet
SHERIL
10. Hantu Toilet 2
Biografi Karakter
11. Jurig Kincir 1..
12. Jurig Kincir 2 ..
Sisipan Real Story si Bray
13. Jurig Kincir (Sheril)
LINDA
14. Uyut Catam
15. Rumah Linda
16. Saingan Linda (Sheril)
17. Kematian Linda
GALIH
18. Kemah di Curug 18 Januari 2018
19. Sesajen 19 Januari 2018
20. Sesajen part Dua 20 Januari 2018
21. Sesajen part Tiga 21 Januari 2018
22. Buntelan kecil 27 Januari 2018
Cerpen Cheesecake
23. buntelan kecil dua 7 Februari 2018
24. Wanita ? 11 Februari 2018
25. Wanita Dua 24 Februari 2018
AYU
26. Kemah lagi 10 Maret 2018
27. Sareupna 17 Maret 2018
28. Bingung 24 Maret 2018
SHERIL (2)
29.Mimpi (Sheril) 26 Maret 2018
30. Rumah Anggi (Sheril) 31 Maret 2018
31. Siapa? (Sheril) 15 April 2018
RONI1. Dunia lain
2. Buka Mata Batin
3. Penghuni Rumah
4. Hantu Penglaris
5. Hantu Anak Kecil
Sisipan sekilas Linda
POPI
6. Hantu Siswi
7. Hantu Penunggu Sekolah
8. Dijilat Hantu /
9. Hantu Toilet
SHERIL
10. Hantu Toilet 2
Biografi Karakter
11. Jurig Kincir 1..
12. Jurig Kincir 2 ..
Sisipan Real Story si Bray
13. Jurig Kincir (Sheril)
LINDA
14. Uyut Catam
15. Rumah Linda
16. Saingan Linda (Sheril)
17. Kematian Linda
GALIH
18. Kemah di Curug 18 Januari 2018
19. Sesajen 19 Januari 2018
20. Sesajen part Dua 20 Januari 2018
21. Sesajen part Tiga 21 Januari 2018
22. Buntelan kecil 27 Januari 2018
Cerpen Cheesecake
23. buntelan kecil dua 7 Februari 2018
24. Wanita ? 11 Februari 2018
25. Wanita Dua 24 Februari 2018
AYU
26. Kemah lagi 10 Maret 2018
27. Sareupna 17 Maret 2018
28. Bingung 24 Maret 2018
SHERIL (2)
29.Mimpi (Sheril) 26 Maret 2018
30. Rumah Anggi (Sheril) 31 Maret 2018
31. Siapa? (Sheril) 15 April 2018
32. Ikan? 22 April 2018
33. Bayangan 29 April 2018
34. Masa Lalu 7 mei 2018
35. HATI 16 Mei 2018 ( Late Post)
36. Kakak 7 Juli 2018(Sheril)
37. Kakak-2 14 Agustus 2018(Sheril)
38. Perjalanan 3 Oktober 2018(Sheril)
BEGINNING
39. Permulaan 27 Oktober 2018(Sheril)
Teaser Chapter 2
Selamat pagi/siang/malam gansis yang suka mampir ke Thread ini, ane cuma mau bilang maaf karena ane baka vacum di dunia perinternetan untuk waktu yang bakalan lama. sebenernya udah ada lanjutan chapter 2 cuma ane ngerasa sangsi buat postingnya karena belum selesai 100%. jadi buat agan dan sista yang nunggu kelanjutannya harus berlapang dada karena ane mau vacum karena suatu alasan.
Terimakasih
Salam Kentang
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 80 suara
Gimana Ceritanya Gan ?
Bagus Ceritanya Serem.
65%
Lumayan Seram,
28%
Boring Gan .
8%
Diubah oleh roni.riyanto 10-01-2019 16:41
sulkhan1981 dan 9 lainnya memberi reputasi
8
308.1K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
roni.riyanto
#32
Quote:
5.Hantu Anak Kecil
‘BERISIIK…! “
Aku mendengar suara orang memaki, ternyata Ariif lah yang berteriak. Dia nampak kesal terlihat dari wajahnya, lalu beranjak dari posisi tidurnya dan berjalan kearah luar jendela.
“Pergi lu dari sini, minta bantuan sama orang lain aja, atau lu mau gua giniin “
Aku melihat Arif mengeluarkan tangannya keluar jendela seakan-akan memegang sosok tersebut dan
“ Ahh ampun mas ampuun“
“Pergi gak lu“ ucap Arif dengan nada marah.
“Iya mas saya pergi “
Terdengar olehku suara sosok tersebut, Arif kemudian menarik tangannya kembali, tak lama dia menarik nafas panjang.
“Ron lain kali kalo ada makhluk yang minta bantuan gitu gak usah lu ladenin, tar nya kaya yang tadi dia ngikutin kan sampe rumah" ujarnya sambil ngos-ngosan.
“Ngeladenin gimana Rif? Gue kan ga ngomong apa-apa sama hantu tadi. “
Aku merasa bingung karena Arif berkata aku seperti melakukan kesalahan, padahal aku merasa tidak melakukan apa-apa.
Arif berjalan kearah sofa dan duduk, dia mulai menyalakan rokoknya. Sedetik kemudian dia berkata..
“Emang lu gak ngomong apa-apa, tapi pas lu dimintain tolong gue liat wajahlu kaya iba pengen nolongin. Makhluk kaya mereka itu bisa ngerasain perasaan manusia. Lain kali ga usah ngasih tatapan iba kaya tadi”. Kali ini dia berkata lebih pelan.
Memang aku merasakan iba dan perasaan ingin membantu sosok tersebut. Aku merasa sosok tersebut memiliki urusan didunia yang belum selesai sehingga dia masih bergentayangan.
“Ya udah maafin gue Rif, lain kali gue gak bakal gitu“ aku lalu meminta maaf kepada Arif.
“Gak usah minta maaf, lu kan tadi ga tau. Sekarang kan udah tau jadi jangan diulangin lagi, soalnya lu kan baru diperdunia lainan kaya gini”.
Aku hanya menganggukan kepala kemudian kembali menulis bahan untuk buku-ku. Kemudian aku memutuskan untuk tidur.
----------------------------------------------00-------- -------------------------------------
Aku membuka mata, didepanku nampak sosok yang belum pernah kulihat sebelumnya. Seorang anak perempuan, dan aku yakin sekali dia ini bukanlah manusia karena terlihat jelas dari kulitnya yang sangat pucat. Aku tidak dapat menggerakan tubuhku, bicara pun aku tidak mampu. Kulihat anak perempuan tadi tertawa, namun suaranya terdengar menyeramkan bagiku
[url=https://S E N S O Ralexander-chan/creepy-laugh] PLAY GAN[/url] suara tertawa kecil. Aku masih belum bisa menggerakan tubuhku, berat sekali. Hingga akhirnya aku terbangun, rupanya barusan aku mengalami sleep paralyze.
Saat hendak menarik nafas aku dikejutkan dengan sosok yang berlari keluar dari kamarku, sosok tersebut sangat persis dengan sosok yang kulihat dalam mimpi tadi. Kemudian terdengar lagi suara tertawa kecil anak tadi, namun kali ini suaranya tidak hanya suara anak tadi, melainkan suara tertawa sosok anak laki-laki yang gosong yang tempo hari mengomentari rudalku. Kulihat Arif sudah tidak ada di sofa.
Aku beranjak dari tidur dan mengecek keruangan tengah, aku penasaran dengan sosok anak kecil perempuan yang belum pernah kulihat sebelumnya. Benar saja setelah ku cek diruangan tengah, kudapati mereka bedua sedang berlarian bermain dan pasangan kakek-nenek masih dalam posisi biasa mereka, begitupun dengan om sixpack masih berdiam diri didekat pintu gudang.
“Udah bangun lu ron? Udah jam sepuluh ini ”
Ternyata Arif yang berbicara, nampaknya dia baru selesai mandi dan hanya mengenakan handuk.
“Rif lu pake handuk ga nanya-nanya dulu “ ujarku sambil memegang jidatku. Dia nampak keheranan.
“Emang kenapa Ron?”
“Ya lu pinjem handuk ya dipikir juga kali Rif jangan pake yang warna pink, itu punya Sheril, kan ada handuk gue“
Aku masih memegang dahiku karena merasa lucu dengan tingkah temanku ini.
“Ya abisnya handuknya Cuma ada dua, yang warna biru kan punya lu. Gue gak mau make..mending yang pink ini baunya wangi” ujarnya sambil terkikih.
Tak lama kemudian kedua sosok anak kecil berlari dan berhenti tepat dihadapanku, mereka menatapku dengan senyuman mereka. Untuk yang perempuan memang terlihat imut saat dia tersenyum, sedangkan untuk hantu laki-laki tidak terasa imut sama sekali karena mungkin disebabkan penampilannya yang gosong.
Hantu anak perempuan tersebut mungkin berumur seperti anak berumur enam tahun, memakai baju onepiece berwarna putih,rambut panjang sepinggang dengan poni rata dan matanya tampak begitu bulat dengan hidung kecilnya.
“Om minta jajan“
Anak perempuan tadi berkata dengan polos, Aku hanya melongo karena pagi ini tiba-tiba aku disambangi hantu anak kecil dirumahku dan langsung meminta jajan. Aku menatap kearah Arif, dia juga sepertinya tidak tahu menahu dan berlalu begitu saja masuk kedalam kamarku.
“Kamu siapa dek ?“ tanyaku dengan pelan.
“Yuli om"
“Yuli tinggal dimana ?”
“Disini om“ jawabnya dengan singkat.
Aku merasa bingung karena ini adalah pertama kalinya aku melihat anak ini.
“Kok kemaren-kemaren om gak liat kamu?” kemudian aku jongkok dihadapannya.
“Kemaren aku habis ikut main sama temenku yang di SD om“ Jawabnya dengan polos. Akupun melanjutkan bertanya.
“Orang tua kamu……” Belum selesai aku bicara Yuli malah menangis dengan kencang.
“Jajan….aku mau jajan pokoknya om…”
Dia merengek layaknya anak manusia biasa, Aku yang panik mendengar anak ini menangis mencoba menenangkan.
“Udah dik jangan nangis , nanti om beliin“
Baru saja aku berkata demikian, anak kecil satunya juga ikut menangis merengek jajan juga. Aku merasa bingung harus bagaimana, sedangkan Arif kudengar dari kamar hanya tertawa mendengar aku kerepotan layaknya om yang sedang dipalak ponakannya.
“Jajannya mau sekarang pokoknya om, sekarang“
Aku akhirnya berinisiatif mencari makanan kecil, aku teringat Sheril suka menimbun jajanan manis didalam kamarnya.
Aku segera pergi kekamarnya untuk mencari jajanan, beruntung aku menemukan dua bungkus beng-beng tersimpan diatas kasur Sheril. Lantas aku segera kembali keruangan tengah untuk memberikan jajanan tadi.
“Yeay jajan ..jajan" Teriak mereka berdua dengan senang.
“Simpen dilantai om“ Yuli berkata kepadaku.
Terlintas dibenakku bagaimana cara mereka memakan jajanan ini, mereka kan hantu, mana mungkin bisa makan makanan manusia. Akupun memperhatikan mereka seperti menyedot sesuatu karena mereka memanyunkan mulut mereka.
Beberapa menit kemudian mereka berdiri lagi, dan tampak tersenyum puas. Arif keluar dari kamarku, kemudian dia duduk didekat anak-anak tadi dan membuka salah satu bungkus beng-beng yang kuberikan kepada anak-anak.
“Lu pasti mikir ya Ron mereka makannya gimana ?” tiba-tiba Arif berkata seperti dia tau apa yang sedang aku pikirkan.
“Iya mereka ga nyentuh makanannya tapi mereka kaya habis makan soalnya senyum-senyum "
Aku menoleh kearah mereka yang kini terdiam setelah kuberi jajan.
“Makhluk kaya mereka itu makannya gak kaya manusia Ron, mereka itu Cuma makan sarinya aja.coba deh gigit nih beng-beng“
Arif memberikannya kepadaku, segera kugigit dan terheran karena tidak ada rasanya, rasanya sungguh hambar.
“Gimana , lu ngerti gak sekarang ?”
Aku hanya menganggukan kepala, Aku menoleh kearah anak-anak tadi.
Aku berniat untuk berkenalan dengan mereka, aku hanya baru mengenal Yuli dari segi nama. Namun untuk hantu gosong, kakek-nenek da nom sixpack aku belum mengetahui nama meraka.
“Dek Yuli, inget gak dulu kamu tinggal dimana ?”
Aku bertanya kepada sosok hantu anak perempuan, dia menolehku dan tersenyum.
“Aku tinggal disini om“
“Orangtua kamu dimana dek?“
Aku malah mewawancarainya sementara Arif sibuk merokok sambil tiduran.
“Orang tua aku ?“ kemudian Yuli memasang wajah memelas.
“Aku gak inget om, aku udah sendirian pas udah disini.”
Wajahnya menunjukan rasa sedih, mungkin dia tidak mengingat sama sekali riwayatnya ketika dulu sedang hidup. Kemudian aku bertanya ke sosok hantu anak laki-laki gosong.
“Kalo kamu namanya siapa dek ?” aku bertanya kepada sosok gosong,
“Namaku Rian om“
“Kamu tinggal dimana sama orangtua kamu dimana?” tanyaku.
“Aku gak inget om, yang aku inget , aku mati dibunuh. Mata aku diambil terus dibakar dideket kebon pisang dibelakang”
Rian bercerita nasib tragisnya namun dengan wajah datar, Aku merasa tidak enak jika harus bertanya lebih jauh. Aku menoleh kearah kakek-nenek dan mereka melihatku dengan senyuman mereka, mereka tidak pernah bergerak dari posisinya semenjak dua hari terakhir.
“Kalau kakek sama nenek namanya siapa ?”
Aku bertanya kepada dua sosok yang selalu bersama. Tiba-tiba mereka berdua tersenyum dan berkata
“ KEPO !”
Aku hanya bisa terkikih kesal karena kukira hanya manusia yang bisa menyebalkan, ternyata aku salah kira setelah bertemu sosok-sosok ini.
“Hahahaha“
Arif tertawa dengan sangat keras, Aku menolehnya dan melemparkan beng-beng yang setengah kugigit tadi.
“Lu mah Ron, nanya ke hantu kayak wawancara aja”
Arif masih tertawa bahkan sampai memegangi perutnya, aku hanya diam dan menahan kesalku.
“Ron gue balik dulu ya, mau ganti baju dulu udah gak karuan bau nya nih. Kalo ada apa-apa telfon gue aja“
Lantas Arif segera keluar, menyalakan motornya yang sepertinya sudah dia keluarkan sejak pagi.
Sekarang aku hanya tinggal sendirian dirumah, atau tepatnya berlima dengan para hantu karena Sheril berangkat kesekolah, sebab hari ini adalah hari pertamanya. Aku memutuskan untuk mandi lalu makan. Kemudian akan kulanjutkan menulis cerita tentang kejadian yang kualami barusan.
Tak terasa waktu berlalu hari sudah sore saja, mungkin karena aku terlalu sibuk menulis dan merevisi bahan untuk buku-ku. Aku meregangkan tubuhku, rasanya pegal sekali duduk seharian didepan laptop.
“Assalamualaikum “
suara Sheril dari luar, nampaknya dia sudah pulang.
“Waalaikum salam “
Kulihat jam di layar monitor laptop menunjukkan pukul 17.00. lama sekali rupanya aku menulis.
“Tok tok tok “
“Masuk aja dek gak dikunci” ujarku.
Sheril kemudian masuk kekamarku.
“Kak ada info ngedadak, aku kan ikut eskul pramuka. Besok ada event pelantikan disekolah, kakak diundang buat ngisi acara sebelum jurit malam. Soalnya mereka tau kakak aku Novelist, lagian kaka dulu pernah nyanggupin kan buat dateng pas ngobrol sama wali kelas aku, inget gak ?” sheril bicara dengan pelan kemudian duduk disofaku.
“Ko pelantikan hari selasa dek? ngedadak banget. Emang gak pada belajar ? “
“Siswa disekolah aku tuh diwajiibin ikut ekskul kak, jadi semuanya ikut. Diadain besok soalnya hari sabtu guru-guru nya ada kegiatan gerak jalan katanya sih“ Sheril menjelaskan.
“Hmmm,.. kakak harus ngapain katanya dek ? kakak agak lupa dulu obrolannya“ memang aku lupa dengan obrolan waktu itu bersama wali kelas Sheril.
“Ya kakak kan bagiannya sebelum jurit malam, palingan kakak disuruh bedah buku yang kaka tulis, dateng ya kak “ ucap Sheril dengan nada memohon.
“Iya tar besok kakak dateng, jam berapa katanya dek ?”
“Abis magrib aja kak datengnya, ya udah aku kabarin Pembina dulu ya kak kalo kakak bisa dateng“
Sedetik kemudian dia mengeluarkan HP nya dan memainkan jari jemarinya diatas layar HP nya.
Aku kembali membereskan file yang sedang kuketik, dan menyusunnya.
“Ih kakak ngambilin beng-beng aku ya ?“
Sheril bicara dengan nada ketus. Aku melihat kearah meja aku lupa membereskan jajanan bekas Yuli dan Rian dan hanya menyimpannya diatas meja kerja, satu bungkus masih utuh dan satu sudah kugigit.
“Sini ah aku ambil, ini tuh buat obat kalo aku lagi mumet kak. Maen ambil-ambil aja ih “
“Tadi kakak pengen ngemil dek, maaf “ ujarku berbohong. Sedetik kemudian Sheril keluar dari kamarku dan menuju kekamarnya.
Hari ini rasanya lelah sekali, padahal aku hanya beberapa jam saja duduk di hadapan laptop. Aku merasa lelah dan mengantuk, aku segera menuju kasurku dan merebahkan badan, dan dalam bebarapa detik saja aku sudah tertidur.
-------------------------------------------00----------------------------------------------
Sore ini cukup cerah, hari ini aku harus pergi kesekolah Sheril. Sheril tidak pulang karena dia sudah berangkat dari pagi.
Aku segera bersiap-siap untuk berangkat kesekolah, saat hendak pergi aku berpamitan kepada penghuni rumah. Entah kenapa aku merasa menganggap mereka seperti bagian dari keluarga, kecuali kepada om sixpack karena aku belum pernah berinterksi sedikitpun dengannya, Aku segera bergegas berangkat ke sekolah Sheril menggunakan motorku.
Aku akhirnya tiba disekolah Sheril, sekolah tampak ramai oleh siswa dan guru-guru. Namun bukan hanya mereka yang aku lihat, tapi mereka dari dunia lain pun ikut meramaikan sekolah ini.
Seperti biasa yang paling eksis adalah mbak kun-kun, om pocong, namun aku juga melihat bebrapa penampakan hantu menggunakan seragam sekolah.
Diantara mereka ada yang baju seragamnya bersimbah darah, ada juga yang dilehernya terdapat bekas memar, mungkin dia meninggal dengan bunuh diri. Namun yang paling mencuri perhatianku adalah sosok lelaki tanpa kepala yang berdiri dibawh pohon beringin.
Aku berinisiatif menulis deskripsi mereka dibuku catatan yang aku tulis. Ketika sedang menulis sambil berdiri, tengkuk-ku seperti ada yang meniup. Dingin sekali sampai membuat aku merinding, Aku merasa gelisah. Dengan perlahan aku menoleh kearah belakang.
‘BERISIIK…! “
Aku mendengar suara orang memaki, ternyata Ariif lah yang berteriak. Dia nampak kesal terlihat dari wajahnya, lalu beranjak dari posisi tidurnya dan berjalan kearah luar jendela.
“Pergi lu dari sini, minta bantuan sama orang lain aja, atau lu mau gua giniin “
Aku melihat Arif mengeluarkan tangannya keluar jendela seakan-akan memegang sosok tersebut dan
“ Ahh ampun mas ampuun“
“Pergi gak lu“ ucap Arif dengan nada marah.
“Iya mas saya pergi “
Terdengar olehku suara sosok tersebut, Arif kemudian menarik tangannya kembali, tak lama dia menarik nafas panjang.
“Ron lain kali kalo ada makhluk yang minta bantuan gitu gak usah lu ladenin, tar nya kaya yang tadi dia ngikutin kan sampe rumah" ujarnya sambil ngos-ngosan.
“Ngeladenin gimana Rif? Gue kan ga ngomong apa-apa sama hantu tadi. “
Aku merasa bingung karena Arif berkata aku seperti melakukan kesalahan, padahal aku merasa tidak melakukan apa-apa.
Arif berjalan kearah sofa dan duduk, dia mulai menyalakan rokoknya. Sedetik kemudian dia berkata..
“Emang lu gak ngomong apa-apa, tapi pas lu dimintain tolong gue liat wajahlu kaya iba pengen nolongin. Makhluk kaya mereka itu bisa ngerasain perasaan manusia. Lain kali ga usah ngasih tatapan iba kaya tadi”. Kali ini dia berkata lebih pelan.
Memang aku merasakan iba dan perasaan ingin membantu sosok tersebut. Aku merasa sosok tersebut memiliki urusan didunia yang belum selesai sehingga dia masih bergentayangan.
“Ya udah maafin gue Rif, lain kali gue gak bakal gitu“ aku lalu meminta maaf kepada Arif.
“Gak usah minta maaf, lu kan tadi ga tau. Sekarang kan udah tau jadi jangan diulangin lagi, soalnya lu kan baru diperdunia lainan kaya gini”.
Aku hanya menganggukan kepala kemudian kembali menulis bahan untuk buku-ku. Kemudian aku memutuskan untuk tidur.
----------------------------------------------00-------- -------------------------------------
Aku membuka mata, didepanku nampak sosok yang belum pernah kulihat sebelumnya. Seorang anak perempuan, dan aku yakin sekali dia ini bukanlah manusia karena terlihat jelas dari kulitnya yang sangat pucat. Aku tidak dapat menggerakan tubuhku, bicara pun aku tidak mampu. Kulihat anak perempuan tadi tertawa, namun suaranya terdengar menyeramkan bagiku
[url=https://S E N S O Ralexander-chan/creepy-laugh] PLAY GAN[/url] suara tertawa kecil. Aku masih belum bisa menggerakan tubuhku, berat sekali. Hingga akhirnya aku terbangun, rupanya barusan aku mengalami sleep paralyze.
Saat hendak menarik nafas aku dikejutkan dengan sosok yang berlari keluar dari kamarku, sosok tersebut sangat persis dengan sosok yang kulihat dalam mimpi tadi. Kemudian terdengar lagi suara tertawa kecil anak tadi, namun kali ini suaranya tidak hanya suara anak tadi, melainkan suara tertawa sosok anak laki-laki yang gosong yang tempo hari mengomentari rudalku. Kulihat Arif sudah tidak ada di sofa.
Aku beranjak dari tidur dan mengecek keruangan tengah, aku penasaran dengan sosok anak kecil perempuan yang belum pernah kulihat sebelumnya. Benar saja setelah ku cek diruangan tengah, kudapati mereka bedua sedang berlarian bermain dan pasangan kakek-nenek masih dalam posisi biasa mereka, begitupun dengan om sixpack masih berdiam diri didekat pintu gudang.
“Udah bangun lu ron? Udah jam sepuluh ini ”
Ternyata Arif yang berbicara, nampaknya dia baru selesai mandi dan hanya mengenakan handuk.
“Rif lu pake handuk ga nanya-nanya dulu “ ujarku sambil memegang jidatku. Dia nampak keheranan.
“Emang kenapa Ron?”
“Ya lu pinjem handuk ya dipikir juga kali Rif jangan pake yang warna pink, itu punya Sheril, kan ada handuk gue“
Aku masih memegang dahiku karena merasa lucu dengan tingkah temanku ini.
“Ya abisnya handuknya Cuma ada dua, yang warna biru kan punya lu. Gue gak mau make..mending yang pink ini baunya wangi” ujarnya sambil terkikih.
Tak lama kemudian kedua sosok anak kecil berlari dan berhenti tepat dihadapanku, mereka menatapku dengan senyuman mereka. Untuk yang perempuan memang terlihat imut saat dia tersenyum, sedangkan untuk hantu laki-laki tidak terasa imut sama sekali karena mungkin disebabkan penampilannya yang gosong.
Hantu anak perempuan tersebut mungkin berumur seperti anak berumur enam tahun, memakai baju onepiece berwarna putih,rambut panjang sepinggang dengan poni rata dan matanya tampak begitu bulat dengan hidung kecilnya.
Spoiler for mulutrasi awas yang pedo:
“Om minta jajan“
Anak perempuan tadi berkata dengan polos, Aku hanya melongo karena pagi ini tiba-tiba aku disambangi hantu anak kecil dirumahku dan langsung meminta jajan. Aku menatap kearah Arif, dia juga sepertinya tidak tahu menahu dan berlalu begitu saja masuk kedalam kamarku.
“Kamu siapa dek ?“ tanyaku dengan pelan.
“Yuli om"
“Yuli tinggal dimana ?”
“Disini om“ jawabnya dengan singkat.
Aku merasa bingung karena ini adalah pertama kalinya aku melihat anak ini.
“Kok kemaren-kemaren om gak liat kamu?” kemudian aku jongkok dihadapannya.
“Kemaren aku habis ikut main sama temenku yang di SD om“ Jawabnya dengan polos. Akupun melanjutkan bertanya.
“Orang tua kamu……” Belum selesai aku bicara Yuli malah menangis dengan kencang.
“Jajan….aku mau jajan pokoknya om…”
Dia merengek layaknya anak manusia biasa, Aku yang panik mendengar anak ini menangis mencoba menenangkan.
“Udah dik jangan nangis , nanti om beliin“
Baru saja aku berkata demikian, anak kecil satunya juga ikut menangis merengek jajan juga. Aku merasa bingung harus bagaimana, sedangkan Arif kudengar dari kamar hanya tertawa mendengar aku kerepotan layaknya om yang sedang dipalak ponakannya.
“Jajannya mau sekarang pokoknya om, sekarang“
Aku akhirnya berinisiatif mencari makanan kecil, aku teringat Sheril suka menimbun jajanan manis didalam kamarnya.
Aku segera pergi kekamarnya untuk mencari jajanan, beruntung aku menemukan dua bungkus beng-beng tersimpan diatas kasur Sheril. Lantas aku segera kembali keruangan tengah untuk memberikan jajanan tadi.
“Yeay jajan ..jajan" Teriak mereka berdua dengan senang.
“Simpen dilantai om“ Yuli berkata kepadaku.
Terlintas dibenakku bagaimana cara mereka memakan jajanan ini, mereka kan hantu, mana mungkin bisa makan makanan manusia. Akupun memperhatikan mereka seperti menyedot sesuatu karena mereka memanyunkan mulut mereka.
Beberapa menit kemudian mereka berdiri lagi, dan tampak tersenyum puas. Arif keluar dari kamarku, kemudian dia duduk didekat anak-anak tadi dan membuka salah satu bungkus beng-beng yang kuberikan kepada anak-anak.
“Lu pasti mikir ya Ron mereka makannya gimana ?” tiba-tiba Arif berkata seperti dia tau apa yang sedang aku pikirkan.
“Iya mereka ga nyentuh makanannya tapi mereka kaya habis makan soalnya senyum-senyum "
Aku menoleh kearah mereka yang kini terdiam setelah kuberi jajan.
“Makhluk kaya mereka itu makannya gak kaya manusia Ron, mereka itu Cuma makan sarinya aja.coba deh gigit nih beng-beng“
Arif memberikannya kepadaku, segera kugigit dan terheran karena tidak ada rasanya, rasanya sungguh hambar.
“Gimana , lu ngerti gak sekarang ?”
Aku hanya menganggukan kepala, Aku menoleh kearah anak-anak tadi.
Aku berniat untuk berkenalan dengan mereka, aku hanya baru mengenal Yuli dari segi nama. Namun untuk hantu gosong, kakek-nenek da nom sixpack aku belum mengetahui nama meraka.
“Dek Yuli, inget gak dulu kamu tinggal dimana ?”
Aku bertanya kepada sosok hantu anak perempuan, dia menolehku dan tersenyum.
“Aku tinggal disini om“
“Orangtua kamu dimana dek?“
Aku malah mewawancarainya sementara Arif sibuk merokok sambil tiduran.
“Orang tua aku ?“ kemudian Yuli memasang wajah memelas.
“Aku gak inget om, aku udah sendirian pas udah disini.”
Wajahnya menunjukan rasa sedih, mungkin dia tidak mengingat sama sekali riwayatnya ketika dulu sedang hidup. Kemudian aku bertanya ke sosok hantu anak laki-laki gosong.
“Kalo kamu namanya siapa dek ?” aku bertanya kepada sosok gosong,
“Namaku Rian om“
“Kamu tinggal dimana sama orangtua kamu dimana?” tanyaku.
“Aku gak inget om, yang aku inget , aku mati dibunuh. Mata aku diambil terus dibakar dideket kebon pisang dibelakang”
Rian bercerita nasib tragisnya namun dengan wajah datar, Aku merasa tidak enak jika harus bertanya lebih jauh. Aku menoleh kearah kakek-nenek dan mereka melihatku dengan senyuman mereka, mereka tidak pernah bergerak dari posisinya semenjak dua hari terakhir.
“Kalau kakek sama nenek namanya siapa ?”
Aku bertanya kepada dua sosok yang selalu bersama. Tiba-tiba mereka berdua tersenyum dan berkata
“ KEPO !”
Aku hanya bisa terkikih kesal karena kukira hanya manusia yang bisa menyebalkan, ternyata aku salah kira setelah bertemu sosok-sosok ini.
“Hahahaha“
Arif tertawa dengan sangat keras, Aku menolehnya dan melemparkan beng-beng yang setengah kugigit tadi.
“Lu mah Ron, nanya ke hantu kayak wawancara aja”
Arif masih tertawa bahkan sampai memegangi perutnya, aku hanya diam dan menahan kesalku.
“Ron gue balik dulu ya, mau ganti baju dulu udah gak karuan bau nya nih. Kalo ada apa-apa telfon gue aja“
Lantas Arif segera keluar, menyalakan motornya yang sepertinya sudah dia keluarkan sejak pagi.
Sekarang aku hanya tinggal sendirian dirumah, atau tepatnya berlima dengan para hantu karena Sheril berangkat kesekolah, sebab hari ini adalah hari pertamanya. Aku memutuskan untuk mandi lalu makan. Kemudian akan kulanjutkan menulis cerita tentang kejadian yang kualami barusan.
Tak terasa waktu berlalu hari sudah sore saja, mungkin karena aku terlalu sibuk menulis dan merevisi bahan untuk buku-ku. Aku meregangkan tubuhku, rasanya pegal sekali duduk seharian didepan laptop.
“Assalamualaikum “
suara Sheril dari luar, nampaknya dia sudah pulang.
“Waalaikum salam “
Kulihat jam di layar monitor laptop menunjukkan pukul 17.00. lama sekali rupanya aku menulis.
“Tok tok tok “
“Masuk aja dek gak dikunci” ujarku.
Sheril kemudian masuk kekamarku.
“Kak ada info ngedadak, aku kan ikut eskul pramuka. Besok ada event pelantikan disekolah, kakak diundang buat ngisi acara sebelum jurit malam. Soalnya mereka tau kakak aku Novelist, lagian kaka dulu pernah nyanggupin kan buat dateng pas ngobrol sama wali kelas aku, inget gak ?” sheril bicara dengan pelan kemudian duduk disofaku.
“Ko pelantikan hari selasa dek? ngedadak banget. Emang gak pada belajar ? “
“Siswa disekolah aku tuh diwajiibin ikut ekskul kak, jadi semuanya ikut. Diadain besok soalnya hari sabtu guru-guru nya ada kegiatan gerak jalan katanya sih“ Sheril menjelaskan.
“Hmmm,.. kakak harus ngapain katanya dek ? kakak agak lupa dulu obrolannya“ memang aku lupa dengan obrolan waktu itu bersama wali kelas Sheril.
“Ya kakak kan bagiannya sebelum jurit malam, palingan kakak disuruh bedah buku yang kaka tulis, dateng ya kak “ ucap Sheril dengan nada memohon.
“Iya tar besok kakak dateng, jam berapa katanya dek ?”
“Abis magrib aja kak datengnya, ya udah aku kabarin Pembina dulu ya kak kalo kakak bisa dateng“
Sedetik kemudian dia mengeluarkan HP nya dan memainkan jari jemarinya diatas layar HP nya.
Aku kembali membereskan file yang sedang kuketik, dan menyusunnya.
“Ih kakak ngambilin beng-beng aku ya ?“
Sheril bicara dengan nada ketus. Aku melihat kearah meja aku lupa membereskan jajanan bekas Yuli dan Rian dan hanya menyimpannya diatas meja kerja, satu bungkus masih utuh dan satu sudah kugigit.
“Sini ah aku ambil, ini tuh buat obat kalo aku lagi mumet kak. Maen ambil-ambil aja ih “
“Tadi kakak pengen ngemil dek, maaf “ ujarku berbohong. Sedetik kemudian Sheril keluar dari kamarku dan menuju kekamarnya.
Hari ini rasanya lelah sekali, padahal aku hanya beberapa jam saja duduk di hadapan laptop. Aku merasa lelah dan mengantuk, aku segera menuju kasurku dan merebahkan badan, dan dalam bebarapa detik saja aku sudah tertidur.
-------------------------------------------00----------------------------------------------
Sore ini cukup cerah, hari ini aku harus pergi kesekolah Sheril. Sheril tidak pulang karena dia sudah berangkat dari pagi.
Aku segera bersiap-siap untuk berangkat kesekolah, saat hendak pergi aku berpamitan kepada penghuni rumah. Entah kenapa aku merasa menganggap mereka seperti bagian dari keluarga, kecuali kepada om sixpack karena aku belum pernah berinterksi sedikitpun dengannya, Aku segera bergegas berangkat ke sekolah Sheril menggunakan motorku.
Aku akhirnya tiba disekolah Sheril, sekolah tampak ramai oleh siswa dan guru-guru. Namun bukan hanya mereka yang aku lihat, tapi mereka dari dunia lain pun ikut meramaikan sekolah ini.
Seperti biasa yang paling eksis adalah mbak kun-kun, om pocong, namun aku juga melihat bebrapa penampakan hantu menggunakan seragam sekolah.
Diantara mereka ada yang baju seragamnya bersimbah darah, ada juga yang dilehernya terdapat bekas memar, mungkin dia meninggal dengan bunuh diri. Namun yang paling mencuri perhatianku adalah sosok lelaki tanpa kepala yang berdiri dibawh pohon beringin.
Spoiler for hantu buntung :
Aku berinisiatif menulis deskripsi mereka dibuku catatan yang aku tulis. Ketika sedang menulis sambil berdiri, tengkuk-ku seperti ada yang meniup. Dingin sekali sampai membuat aku merinding, Aku merasa gelisah. Dengan perlahan aku menoleh kearah belakang.
Quote:
INFO :- DIdatangi hantu anak kecil minta jajan dialami teman kerabat TS saat dia membeli Rumah bekas di sebuah perumahan.
- meihat hantu tanpa kepala dialami teman TS saat sedang mengunjungi curug (air terjun ) disalah satu tempat wisata.
- meihat hantu tanpa kepala dialami teman TS saat sedang mengunjungi curug (air terjun ) disalah satu tempat wisata.
Diubah oleh roni.riyanto 22-01-2018 13:52
rahmat559 dan redbaron memberi reputasi
2
Kutip
Balas