Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#1283
PART 55



Setelah mendengar suara tadi,pikiran ku pun kembali normal hingga membuat ku menghentikan aktivitas yang bisa menjerumuskan ku ke jurang kemaksiatan..

Bukannya saya munafik gan, cuma dari kecil saya di didik dengan adat jawa yang kuat di barengi dengan lingkungan yang agamis..


Quote:




Tak selang beberapa lama, Kanaya pun membuka mata nya dan mencoba berdiri pada pijakan kaki nya sendiri.. Dia terlihat salting atas awkward momen yang barusan terjadi..


Quote:




Setelah aku tersadar dan bisa mengobrol sperti biasa dengan Kanaya, suara tadi pun tak terdengar lagi hingga membuat ku penasaran siapa pemilik nya..


Quote:





Masih sama seperti yang sudah sudah, Nilam Sastra pun meninggalkan ku dengan teka teki atas ucapan nya.. Aku pun garuk garuk kepala meski tak gatal.. Sementara di lain tempat, Kanaya yang sedang bermain air menyadari bahwa diri ku sedang dilanda kebingungan...


Quote:




Kami berdua pun akhirnya nya meninggalkan sungai di tepi hutan tersebut dan kembali ke lokasi perkemahan.. Sepanjang perjalanan kita hanya bisa terdiam tanpa terucap sepatah kata pun.. Mungkin kita berdua sama-sama malu karena awkward momen yang terjadi beberapa saat lalu hingga membuat suasana saat ini begitu canggung..

Setelah sampai di lokasi perkemahan, kami pun kembali ke tenda masing-masing...

Hari ini adalah malam terakhir kita menginap di lokasi perkemahan ini.. Sebab besok sehabis shubuh,, acara perkemahan ini berakhir dan semua siswa kembali ke sekolah masing-masing.. Dan aku pun berharap tak akan terjadi apa apa di malam terakhir ini...


Quote:




Aduh Steph senyum mu.. Cantik banget sih kalau kamu tersenyum.. Matamu yang sipit semakin nggak kelihatan.. Sementara Kulit wajah mu yang putih,, tampak memerah .. Dan bibir mu yang tipis terlihat semakin merekah..

Setelah berucap seperti itu, Stephanie pun kembali ke tenda cewek milik anak kelas satu.. Terlihat dari kejauhan dia sedang berbincang dengan seorang gadis Chinese juga (no sara) perawakan nya mirip dengan Stephenie.. Cuma warna kulit nya putih cenderung kemerahan.. Mungkin Stephanie dapat teman baru pada acara perkemahan ini, dan aku sangat bersyukur akan hal itu..

Sadar aku perhatikan dari jarak yang cukup jauh, gadis yang berbincang dengan Stephanie pun menatap ku dan melemparkan sebuah senyuman... Anjay,, mirip banget cantiknya kalau lagi senyum seperti Stephanie..

Tak mau di bilang sombong, aku pun melemparkan balik sebuah senyuman ke arah nya.. Kemudian kedua gadis bermata sipit itu pun hilang di telan gelap nya tenda..

Ku lihat waktu semakin lama semakin siang.. Sebab di langit atas, matahari sudah semakin mendekati garis vertikal dengan tempat ku berdiri.. Padahal tadi aku pikir baru beberapa saat yang lalu sarapan pagi bareng kanaya dan yang lain,, eh tau tau sekarang sudah mau masuk waktu dhuhur..

Karena tidak ada kesibukan (sebab dasarnya ogah ogah an ikut ni perkemahan) aku pun memilih tidur di pohon jati yang terletak di pinggir tenda sma mbak silvi setelah menunaikan ibadah sholat dhuhur terlebih dahulu... Manakala berpapasan dengan mbak Silvi dan Nadia yang sedang mengerjakan tugas kelompok nya saat berjalan menuju pohon jati tadi , mereka berdua pun hanya geleng geleng seraya menjulurkan lidah nya kepada ku..

Aku pun tersenyum melihat tingkah sepupu serta teman yang baru ku kenal beberapa bulan ini...


Quote:




Setelah berucap seperti itu, wujud Nilam Sukma pun tak tampak lagi di hadapan ku.. Dan aku pun melanjutkan tidur ku yang tadi sempat tertunda.. Karena memang dasarnya tukang tidur, tak butuh waktu lama untuk ku hanyut dalam luasnya mimpi.. Namun mimpi di tidur siang serta tidur waktu malam itu beda.. Sebab kebanyakan mimpi pas tidur siang itu kebanyakan datangnya dari jin.. Sedang mimpi waktu malam, bunga tidur karena lelah setelah seharian kita beraktifitas...

Jadi hati hati untuk kalian yang suka tidur siang namun sering bermimpi.. Sebab jarang orang yang tidur siang bisa bermimpi seperti tidur pas waktu malam.. Bingung kan kalian semua..? Sama aku juga...

Diriku terbangun saat sensasi lembut ku rasakan di pipi ku..dan perlahan lahan aku pun mencoba membuka mata dan mengumpulkan segenap nyawa ku yang tadi hilang sebentar..


Quote:





Kami pun lantas tertawa satu sama lain melihat tingkah kami sendiri.. Perbincangan ku dengan mbak silvi semakin intens.. Tak lupa aku bertanya tentang kabar Pak Adrian serta Bu Yulia.. Dan mbak silvi pun bilang kalau kedua orang tua nya baik baik saja.. Sangat baik malah.. Sebab beberapa minggu terakhir, mereka semakin intens mendekatkan diri pada yang di atas.. Dan aku pun sangat bersyukur mendengar hal itu..

Mungkin sudah jadi tabiat ku,, aku pun memberikan sedikit sentilan tentang penampilan mbak silvi yang selama ini ku tahu..


Quote:




Spontanitas, aku pun memegang dagu mbak silvi yang tertunduk hingga membuat sekarang kami saling beradu pandang...


Quote:




Mendengar ku berkata seperti itu, tanpa sadar bulir bulir air mata pun jatuh dari ujung mata mbak silvi .. Namun air mata kali ini bukanlah sebuah tangis kesedihan, melainkan sebuah tangis kebahagiaan.. Dan sebagai seorang lelaki, aku pun menyeka tiap air mata yang menetes dan membasahi pipi mbak silvi..


Quote:


PLETHAKKKKKKK.....

Quote:




Aneh sekali mbak Novita sore itu... Tak biasanya dia bersikap seperti itu..

Setelah mendengar instruksi mbak Novita, aku dan maka silvi pun beranjak dari tempat kami duduk dan kembali ke tenda masing-masing untuk mandi... Sebab karena keasyikan ngobrol, kita sampai lupa waktu dan tanpa sadar mentari sudah hampir tenggelam di ufuk Barat...

Selepas mandi dan sholat ashar,, aku pun bersantai di dalam tenda sembari menunggu waktu maghrib tiba... Dan tak selang beberapa lama, adzan maghrib pun terdengar dari masjid yang berada di sisi luar lokasi perkemahan...

Saat sudah selesai menunaikan ibadah sholat maghrib, aku pun di minta membantu tim panitia untuk mengecek kesiapan acara api unggun malam ini.. Sebab api unggun nanti adalah puncak dari serangkaian acara perkemahan ini...


Quote:




Sebuah awan hitam yang sangat pekat secara perlahan mendekati arah perkemahan kami... Aku merasakan kengerian yang sangat mendalam dari awan hitam tersebut.. Hingga meminta Nadia memanggil semua jin penjaga nya..

Aku pun memanggil Kenanga serta ketiga harimau penjaga gunung pegat... Tak lupa aku juga memanggil Aji Segara dan seribu jin pasukannya...

Dan saat awan tersebut semakin dekat,, semakin terlihat lah di bawahnya kerumunan makhluk tak kasat mata dengan hawa yang sangat tidak bersahabat...
wakazsurya77
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 16 lainnya memberi reputasi
17
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.