- Beranda
- Stories from the Heart
Borneo Yo Bro !! (adventuro storio)
...
TS
vigojinggo
Borneo Yo Bro !! (adventuro storio)
Trit ini merangkum cerita petualangan eike di pulau Borneo pada akhir tahun 2017 , tepatnya di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur
Quote:

Quote:

vigo , renggo
Quote:
Quote:
I Saw The Unseen in Malang(Tritnya Aline)
Living in Batu City (Tritnya Vigo & Aline)
Tukang Ojek Kota Malang (Tritnya Priono)
Living in Batu City (Tritnya Vigo & Aline)
Tukang Ojek Kota Malang (Tritnya Priono)
Quote:
Diubah oleh vigojinggo 10-04-2022 04:45
ferist123 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
75K
Kutip
224
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vigojinggo
#58
Puake Antu Laot (12 - 13 Des 2017)
Quote:

Quote:
Ketika malam hari hawa udara di desa ini terasa dingin dan lembab sehingga tak heran kalau warga desa memilih berdiam diri di dalam rumah , suasana jadi terasa sepi dan kulihat juga tak ada penjual makanan apapun di desa ini , padahal kalau di Jawa banyak tukang bakso atau nasgor yang jualan keliling kampung hingga larut malam.
Me :" kalo laper pas malem bisa gawat ini bang "
Renggo : " mesti masak sendiri ini kalo malem malem laper vig "
Untungnya kami sudah kekenyangan makan sehingga malam ini kami tak lagi kelaparan , kini yang kami lakukan cuma menyeruput kopi di beranda rumah sembari mendengar bang Fajri bercerita mengenai sosok naga Puaka , katanya sejumlah warga di daerah Paminggir ini pernah melihat penampakan sosok ular gaib raksasa itu.
Fajri : " dulu malem jam 1 ada orang yang lagi maiwak tiba tiba maliat air sungai muncrat seperti ada perahu klotok lewat , tapi dia kaget ternyata yang lewat itu naga puaka raksasa yang badannya panjang "
Renggo : " trus yang kebo mati itu kapan jri kejadiannya ? "
Fajri : " itu tahun 2014 ada kebo warga ilang kada ketemu pang dicari cari seharian , barulah isuknya ada orang besampan ketemu bangkai kebonya itu di rawa udah hancur runcam tinggal tulang saja , pasti dimakan naga puaka itu "
Sosok Puake Antu Laot pernah kulihat foto penampakannya di Google walaupun aku tak tahu itu foto asli atau editan , ular gaib raksasa itu terlihat tengah berenang di sungai dan ukuran tubuhnya juga sangat panjang , aku sendiri meyakini eksistensi sosok ular gaib yang dianggap mitos itu dan akan kubuktikan sendiri malam ini juga.
Pada saat tengah malam aku dan bang Renggo melakukan astral projection , badan kami duduk bersila di dalam rumah sementara sukma kami telah melayang tinggi di atas hamparan rawa rawa yang tampak gelap gulita , dari atas sini kami dapat mengamati keadaan di segala penjuru daerah Paminggir walaupun tak terlalu jelas juga kami melihatnya , maklum mata astral punya keterbatasan jarak pandang yang menyebabkan foton tidak bisa mencapai objek yang terlalu jauh.
Me : " bisa deteksi energinya bang ? "
Renggo : " gak kerasa ini vig "
Kami terbang terlalu tinggi dan tak bisa melihat ada dimana sosok naga Puaka itu , lebih baik kami turun dan menelusuri hamparan rawa rawa saja agar bang Renggo bisa mendeteksi energinya , siapa tahu kalau ular raksasa itu sedang bersembunyi di dalam sungai.
Me : " bisa kelamaan bang deteksi energinya , rawanya luas banget kayak gini "
Renggo : " ya mau gimana lagi vig "
Hamparan rawa rawa di daerah Paminggir ini begitu luas hingga melebihi luasnya perkotaan , butuh waktu lama untuk menelusurinya dengan cara terbang rendah agar energinya terdeteksi oleh bang Renggo.
Renggo : " nyoba belok ke sungai yang kanan vig "
Me : " oke "
Penelusuran kami berlangsung sangat lama dan nyaris membuat kami putus asa , rawa rawa dan sungai yang bercabang cabang telah kami telusuri sejak tadi namun upaya kami masih belum membuahkan hasil.
Me : " apa emang gak ada di sini bang puakenya ? "
Renggo : "gw gak tau vig , tapi gw dulu pernah liat di sini "
Di tengah kondisi nyaris patah arang kami memutuskan untuk terbang santai saja dan tidak terlalu ngoyo mencari cari keberadaan ular raksasa itu , kami hanya terbang rendah di atas lebatnya enceng gondok yang memenuhi hampir seluruh permukaan rawa , hingga akhirnya bang Renggo tersentak kaget saat ia merasakan ada energi makhluk gaib tepat di bawah kami.
Me : " beneran ada di bawah sini bang ? "
Renggo : " ada vig , tapi gerak terus ini kayaknya , gak diem "
Kami bisa memastikan kalau sosok naga Puaka sedang bersembunyi di balik lebatnya dedaunan enceng gondok yang ada di bawah kami , namun katanya makhluk itu terus melakukan pergerakan secara lambat dan kemungkinan sedang menuju sungai yang letaknya tak jauh dari sini.
Renggo : " ini panjang banget badannya vig , ayo kita ikutin terus sampe sungai "
Me : " gw takut bang "
Renggo : " puake gak nyerang , gak usah takut , kita ati ati aja terbangnya biar gak keganggu puakenya "
Kami harus berhati hati saat terbang rendah di atas hamparan rawa yang tertutupi enceng gondok ini , jangan sampai ular raksasa itu merasa terganggu karena diikuti oleh kami berdua , hingga beberapa menit kemudian kami telah mencapai sungai yang cukup lebar dan saat dilewati oleh naga Puaka permukaan air sungai itu tampak beriak riak.
Renggo : " pokoknya kita ikutin terus vig , ya siapa tau ntar dia keluar dari air "
Me : " ayo wes ! "
Dengan lambat kami mulai terbang rendah di atas sungai yang tengah dilewati oleh naga Puaka , sementara air sungai terus beriak riak dan sesekali kami dapat melihat sisik punggungnya yang menyembul keluar dari permukaan air sungai.
Renggo : " nah vig keliatan dikit tuh badannya "
Me : " tapi ini mau berhenti dimana bang puakenya ?!.. dari tadi renang terus gak berhenti "
Renggo : " ya makanya kita ikutin terus "
Entah mau kemana sosok ular raksasa yang tengah kami ikuti ini , dari tadi makhluk ini terus berenang dengan lambat dan kami tak tahu akan berhenti dimana nantinya , namun tanpa kami duga ketika mencapai percabangan sungai makhluk ini tiba tiba mengeluarkan kepalanya dari dalam air hingga membuat kami kaget seketika " byuuuaar !! " hanya sekejap saja kepala naga Puaka ini muncul sebelum akhirnya masuk kembali ke dalam air.
Me : " keluar bentar bang palanya tadi "
Renggo : " liat jelas gak lu tadi ? "
Me : " ya gak jelas bang , cuma bentar doang tadi "
Walaupun cuma muncul sebentar namun sekilas aku tadi sempat melihat kepala naga Puaka yang tampak ditumbuhi bulu bulu lebat di sekeliling kepalanya , selain itu aku juga sempat melihat gumpalan aneh di atas kepalanya namun aku tak tahu itu apa , yang jelas itu bukan tanduk atau cula.
Me : " di kepalanya ada apaan bang tadi ?!.. kok kayak ada gumpalan gede gitu "
Renggo : " kalo gw cerita ya gak seru dong vig , kita ikutin aja biar ntar lu bisa liat sendiri "
Semakin lama aku semakin penasaran ingin melihat seperti apa wujud naga Puaka ini secara keseluruhan , selepas berbelok di percabangan sungai makhluk ini masih terus berenang dengan lambat hingga akhirnya saat yang kutunggu tunggu tiba juga , beberapa meter di hadapan kami tampak daratan yang berupa tanah urukan dan makhluk ini semakin mengarah ke sana , ketika jaraknya semakin dekat barulah kepalanya keluar dari sungai diikuti tubuhnya secara keseluruhan yang langsung merayap lambat di atas tanah , karuan saja kami kegirangan melihatnya.
Me : " wah keluar ke darat juga bang akhirnya , kalo gini baru bisa liat "
Renggo : " jangan deket deket terbangnya vig "
Kini kami melayang di atas tanah daratan ini sambil mengamati wujud naga Puaka yang tengah merayap lambat di bawah kami , kulihat sisik sisiknya bertekstur halus dan berwarna ungu kebiruan , sementara gumpalan aneh di atas kepalanya itu ternyata adalah bagian yang mirip cengger ayam berwarna kekuningan , selain itu di bagian atas moncongnya ada duri duri kecil dan di belakang kepalanya ditumbuhi bulu bulu lebat berwarna hijau gelap.
Me : " beda ini bang sama naga di jawa "
Renggo : " naga itu ada banyak jenisnya vig , tiap daerah beda beda "
Me : " tapi kok gak ada kakinya bang ? "
Renggo : " ya emang gini puake antu laot itu vig , naga di kalimantan gak ada yang punya kaki "
Naga terbesar yang pernah kulihat adalah penghuni telaga Ngebel Ponorogo dan wujudnya berbeda jauh dengan sosok Puake Antu Laot ini , kulihat naga yang satu ini tak memiliki kaki sama sekali dan hanya bisa merayap saja di daratan , namun makhluk ini terus aktif bergerak menjauh dan tak ada tanda tanda akan berhenti.
Renggo : " kalo buat orang dayak makhluk yang sakral itu cuma burung anggang sama naga vig "
Me : " burung anggang kan penguasa langit , kayak patung di barabai itu kan ? "
Renggo : " iya , itu burung anggang ntar bersinergi sama naga yang jadi penguasa bumi , itu yang bikin ekosistem kalimantan terjaga secara gaib vig "
Aku senang melihat sosok naga Puaka yang tengah merayap dengan lambat itu , bagi orang yang belum pernah atau tidak bisa melihatnya makhluk itu hanya dianggap sebatas mitos belaka , namun bagi kami yang memiliki kemampuan astral projection sosok Puake Antu Laot itu benar benar nyata adanya , walaupun kami tidak bisa pamer foto di sosmed karena kami tak bisa membawa kamera saat melakukan astral projection.
Me : " puakenya gak berhenti bang , kita ikutin lagi apa ngga nih ? "
Renggo : " gak usah deh , udah cukup kan kita liatnya ? "
Me : " yo wes "
Perlahan sosok naga Puaka itu mulai meninggalkan daratan dan masuk kembali ke dalam sungai , entah akan pergi kemana lagi makhluk itu kami sudah tak mengikutinya seperti tadi , bagi kami sudah cukup melihat penampakan wujudnya walaupun cuma sebentar saja , biarkan sosok Puake Antu Laot itu menikmati kehidupannya di rawa rawa Paminggir yang begitu luas ini.
Me :" kalo laper pas malem bisa gawat ini bang "
Renggo : " mesti masak sendiri ini kalo malem malem laper vig "
Untungnya kami sudah kekenyangan makan sehingga malam ini kami tak lagi kelaparan , kini yang kami lakukan cuma menyeruput kopi di beranda rumah sembari mendengar bang Fajri bercerita mengenai sosok naga Puaka , katanya sejumlah warga di daerah Paminggir ini pernah melihat penampakan sosok ular gaib raksasa itu.
Fajri : " dulu malem jam 1 ada orang yang lagi maiwak tiba tiba maliat air sungai muncrat seperti ada perahu klotok lewat , tapi dia kaget ternyata yang lewat itu naga puaka raksasa yang badannya panjang "
Renggo : " trus yang kebo mati itu kapan jri kejadiannya ? "
Fajri : " itu tahun 2014 ada kebo warga ilang kada ketemu pang dicari cari seharian , barulah isuknya ada orang besampan ketemu bangkai kebonya itu di rawa udah hancur runcam tinggal tulang saja , pasti dimakan naga puaka itu "
Sosok Puake Antu Laot pernah kulihat foto penampakannya di Google walaupun aku tak tahu itu foto asli atau editan , ular gaib raksasa itu terlihat tengah berenang di sungai dan ukuran tubuhnya juga sangat panjang , aku sendiri meyakini eksistensi sosok ular gaib yang dianggap mitos itu dan akan kubuktikan sendiri malam ini juga.
Pada saat tengah malam aku dan bang Renggo melakukan astral projection , badan kami duduk bersila di dalam rumah sementara sukma kami telah melayang tinggi di atas hamparan rawa rawa yang tampak gelap gulita , dari atas sini kami dapat mengamati keadaan di segala penjuru daerah Paminggir walaupun tak terlalu jelas juga kami melihatnya , maklum mata astral punya keterbatasan jarak pandang yang menyebabkan foton tidak bisa mencapai objek yang terlalu jauh.
Me : " bisa deteksi energinya bang ? "
Renggo : " gak kerasa ini vig "
Kami terbang terlalu tinggi dan tak bisa melihat ada dimana sosok naga Puaka itu , lebih baik kami turun dan menelusuri hamparan rawa rawa saja agar bang Renggo bisa mendeteksi energinya , siapa tahu kalau ular raksasa itu sedang bersembunyi di dalam sungai.
Me : " bisa kelamaan bang deteksi energinya , rawanya luas banget kayak gini "
Renggo : " ya mau gimana lagi vig "
Hamparan rawa rawa di daerah Paminggir ini begitu luas hingga melebihi luasnya perkotaan , butuh waktu lama untuk menelusurinya dengan cara terbang rendah agar energinya terdeteksi oleh bang Renggo.
Renggo : " nyoba belok ke sungai yang kanan vig "
Me : " oke "
Penelusuran kami berlangsung sangat lama dan nyaris membuat kami putus asa , rawa rawa dan sungai yang bercabang cabang telah kami telusuri sejak tadi namun upaya kami masih belum membuahkan hasil.
Me : " apa emang gak ada di sini bang puakenya ? "
Renggo : "gw gak tau vig , tapi gw dulu pernah liat di sini "
Di tengah kondisi nyaris patah arang kami memutuskan untuk terbang santai saja dan tidak terlalu ngoyo mencari cari keberadaan ular raksasa itu , kami hanya terbang rendah di atas lebatnya enceng gondok yang memenuhi hampir seluruh permukaan rawa , hingga akhirnya bang Renggo tersentak kaget saat ia merasakan ada energi makhluk gaib tepat di bawah kami.
Me : " beneran ada di bawah sini bang ? "
Renggo : " ada vig , tapi gerak terus ini kayaknya , gak diem "
Kami bisa memastikan kalau sosok naga Puaka sedang bersembunyi di balik lebatnya dedaunan enceng gondok yang ada di bawah kami , namun katanya makhluk itu terus melakukan pergerakan secara lambat dan kemungkinan sedang menuju sungai yang letaknya tak jauh dari sini.
Renggo : " ini panjang banget badannya vig , ayo kita ikutin terus sampe sungai "
Me : " gw takut bang "
Renggo : " puake gak nyerang , gak usah takut , kita ati ati aja terbangnya biar gak keganggu puakenya "
Kami harus berhati hati saat terbang rendah di atas hamparan rawa yang tertutupi enceng gondok ini , jangan sampai ular raksasa itu merasa terganggu karena diikuti oleh kami berdua , hingga beberapa menit kemudian kami telah mencapai sungai yang cukup lebar dan saat dilewati oleh naga Puaka permukaan air sungai itu tampak beriak riak.
Renggo : " pokoknya kita ikutin terus vig , ya siapa tau ntar dia keluar dari air "
Me : " ayo wes ! "
Dengan lambat kami mulai terbang rendah di atas sungai yang tengah dilewati oleh naga Puaka , sementara air sungai terus beriak riak dan sesekali kami dapat melihat sisik punggungnya yang menyembul keluar dari permukaan air sungai.
Renggo : " nah vig keliatan dikit tuh badannya "
Me : " tapi ini mau berhenti dimana bang puakenya ?!.. dari tadi renang terus gak berhenti "
Renggo : " ya makanya kita ikutin terus "
Entah mau kemana sosok ular raksasa yang tengah kami ikuti ini , dari tadi makhluk ini terus berenang dengan lambat dan kami tak tahu akan berhenti dimana nantinya , namun tanpa kami duga ketika mencapai percabangan sungai makhluk ini tiba tiba mengeluarkan kepalanya dari dalam air hingga membuat kami kaget seketika " byuuuaar !! " hanya sekejap saja kepala naga Puaka ini muncul sebelum akhirnya masuk kembali ke dalam air.
Me : " keluar bentar bang palanya tadi "
Renggo : " liat jelas gak lu tadi ? "
Me : " ya gak jelas bang , cuma bentar doang tadi "
Walaupun cuma muncul sebentar namun sekilas aku tadi sempat melihat kepala naga Puaka yang tampak ditumbuhi bulu bulu lebat di sekeliling kepalanya , selain itu aku juga sempat melihat gumpalan aneh di atas kepalanya namun aku tak tahu itu apa , yang jelas itu bukan tanduk atau cula.
Me : " di kepalanya ada apaan bang tadi ?!.. kok kayak ada gumpalan gede gitu "
Renggo : " kalo gw cerita ya gak seru dong vig , kita ikutin aja biar ntar lu bisa liat sendiri "
Semakin lama aku semakin penasaran ingin melihat seperti apa wujud naga Puaka ini secara keseluruhan , selepas berbelok di percabangan sungai makhluk ini masih terus berenang dengan lambat hingga akhirnya saat yang kutunggu tunggu tiba juga , beberapa meter di hadapan kami tampak daratan yang berupa tanah urukan dan makhluk ini semakin mengarah ke sana , ketika jaraknya semakin dekat barulah kepalanya keluar dari sungai diikuti tubuhnya secara keseluruhan yang langsung merayap lambat di atas tanah , karuan saja kami kegirangan melihatnya.
Me : " wah keluar ke darat juga bang akhirnya , kalo gini baru bisa liat "
Renggo : " jangan deket deket terbangnya vig "
Kini kami melayang di atas tanah daratan ini sambil mengamati wujud naga Puaka yang tengah merayap lambat di bawah kami , kulihat sisik sisiknya bertekstur halus dan berwarna ungu kebiruan , sementara gumpalan aneh di atas kepalanya itu ternyata adalah bagian yang mirip cengger ayam berwarna kekuningan , selain itu di bagian atas moncongnya ada duri duri kecil dan di belakang kepalanya ditumbuhi bulu bulu lebat berwarna hijau gelap.
Me : " beda ini bang sama naga di jawa "
Renggo : " naga itu ada banyak jenisnya vig , tiap daerah beda beda "
Me : " tapi kok gak ada kakinya bang ? "
Renggo : " ya emang gini puake antu laot itu vig , naga di kalimantan gak ada yang punya kaki "
Naga terbesar yang pernah kulihat adalah penghuni telaga Ngebel Ponorogo dan wujudnya berbeda jauh dengan sosok Puake Antu Laot ini , kulihat naga yang satu ini tak memiliki kaki sama sekali dan hanya bisa merayap saja di daratan , namun makhluk ini terus aktif bergerak menjauh dan tak ada tanda tanda akan berhenti.
Renggo : " kalo buat orang dayak makhluk yang sakral itu cuma burung anggang sama naga vig "
Me : " burung anggang kan penguasa langit , kayak patung di barabai itu kan ? "
Renggo : " iya , itu burung anggang ntar bersinergi sama naga yang jadi penguasa bumi , itu yang bikin ekosistem kalimantan terjaga secara gaib vig "
Aku senang melihat sosok naga Puaka yang tengah merayap dengan lambat itu , bagi orang yang belum pernah atau tidak bisa melihatnya makhluk itu hanya dianggap sebatas mitos belaka , namun bagi kami yang memiliki kemampuan astral projection sosok Puake Antu Laot itu benar benar nyata adanya , walaupun kami tidak bisa pamer foto di sosmed karena kami tak bisa membawa kamera saat melakukan astral projection.
Me : " puakenya gak berhenti bang , kita ikutin lagi apa ngga nih ? "
Renggo : " gak usah deh , udah cukup kan kita liatnya ? "
Me : " yo wes "
Perlahan sosok naga Puaka itu mulai meninggalkan daratan dan masuk kembali ke dalam sungai , entah akan pergi kemana lagi makhluk itu kami sudah tak mengikutinya seperti tadi , bagi kami sudah cukup melihat penampakan wujudnya walaupun cuma sebentar saja , biarkan sosok Puake Antu Laot itu menikmati kehidupannya di rawa rawa Paminggir yang begitu luas ini.
Diubah oleh vigojinggo 08-07-2018 05:26
BALI999 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Kutip
Balas