- Beranda
- Stories from the Heart
Borneo Yo Bro !! (adventuro storio)
...
TS
vigojinggo
Borneo Yo Bro !! (adventuro storio)
Trit ini merangkum cerita petualangan eike di pulau Borneo pada akhir tahun 2017 , tepatnya di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur
Quote:

Quote:

vigo , renggo
Quote:
Quote:
I Saw The Unseen in Malang(Tritnya Aline)
Living in Batu City (Tritnya Vigo & Aline)
Tukang Ojek Kota Malang (Tritnya Priono)
Living in Batu City (Tritnya Vigo & Aline)
Tukang Ojek Kota Malang (Tritnya Priono)
Quote:
Diubah oleh vigojinggo 10-04-2022 04:45
ferist123 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
75K
Kutip
224
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vigojinggo
#44
Semalam di Banjarmasin (11 Des 2017)
Quote:

Quote:
Kota Banjarmasin tampak gemerlapan di malam hari , suasananya tak jauh beda dengan kota kota besar di Jawa namun di sini jalanannya lebih lebar dan lalu lintasnya tidak macet , cukup lama aku diajak jalan jalan sebelum akhirnya perhatianku tersita oleh sebuah patung monyet besar yang disinari spotlight warna warni , kerennya lagi mulut patung itu terus menyemburkan air mancur yang mengarah ke sungai di depannya.
Me : " itu keren patungnya bang "
Renggo :" oh itu patung bekantan vig , mampir bentar ya "
Perlahan bang Renggo mulai melambatkan laju mobilnya dan kemudian memarkir tak jauh dari patung bekantan yang menghadap sungai itu , sementara kulihat ada banyak orang yang berada di sana sambil asik berfoto ria atau sekedar nongkrong , kupikir memang asik suasana tempat ini buat nongkrong di saat malam hari begini , apalagi jembatan yang terbentang di sungai juga dipasangi lampu hias warna warni.
Renggo : " kalo aline ikut ke sini pasti demen dia vig , kayak di singapura kan patungnya "
Me : " ha.. ha.. ayo deh foto foto dulu bang ! "
Dengan bermodal kamera mirrorless kuabadikan pose poseku di depan patung bekantan besar yang ternyata terbuat dari perunggu ini , selepas berfoto bang Renggo mengajakku duduk di tepi sungai sambil menikmati jajanan macam cilok dan batagor.
Renggo : " ini namanya sungai martapura vig , nyabang sama sungai barito yang nyampe kalteng itu "
Me : " trus pasar apungnya dimana bang ? "
Renggo : " kalo pasar apung paling top itu lok baintan namanya , di kabupaten banjar itu deket dari sini , besok pagi aja kita ke sono "
Aku senang bisa berada di sini dan menikmati suasana seperti ini , Banjarmasin menjadi pembuka dari kunjungan pertamaku di Kalimantan ini dan kurasa hari hari esok aku akan mendapati bermacam keindahan yang tersaji di daerah lainnya , yang jelas akan kunikmati sepuas puasnya liburanku di sini sehingga aku bisa melupakan kepenatanku selama berada di Jakarta.
Renggo : " besok pagi kita ke pasar apung trus abis itu langsung bablas ke paminggir "
Me : " oyi bos , trus kalo gw mau beli mandau adanya dimana bang ? "
Renggo : " lu pengen mandau ?!.. ntar di tenggarong ada tukang bikin mandau , lu gw beliin aja di sono , gak usah bayar lu "
Me : " yo wes , suwun yo bang "
Bang Renggo memang seorang tuan rumah yang baik , selama aku berada di Kalimantan ia yang menanggung semua kebutuhanku sehingga aku sama sekali tak mengeluarkan uang sepeserpun , kebaikan seperti ini akan kubalas kalau suatu saat ia ingin datang ke Jawa.
Me : " kita kemana lagi abis ini bang ? "
Renggo : " udah kelewat malem ini vig , ya langsung balik ke rumah gw aja "
Bang Renggo beserta anak istrinya memang menetap di Barabai namun keluarga besarnya berdomisili di kota ini , selepas dari patung bekantan bang Renggo langsung mengajakku ke rumah keluarganya yang tampak begitu mentereng dibandingkan rumah rumah di sekitarnya , sebuah rumah besar berlantai 3 yang katanya hanya ditempati oleh orang tua dan seorang adiknya saja.
Renggo : " ini rumah gw vig , udah sepi gara gara gw tinggal di barabai "
Me : " trus adek lu yang cewe kenapa gak di sini lagi bang ? "
Renggo : " kalo adek gw yang cewek ikut lakinya di singkawang vig , ya di rumah cuma ada adek gw yang cowo aja "
Gerbang rumah baru saja dibuka lalu dengan tergesa bang Renggo mulai memasukkan mobilnya ke halaman yang tampak rindang dipenuhi pepohonan palem , sekejap kemudian ia mengajakku masuk dan memperkenalkanku pada kedua orang tuanya dan juga adik laki lakinya yang bernama Ihsan , keramahan mereka terasa begitu hangat bagi tamu dari jauh seperti diriku ini , bahkan ibunya bang Renggo langsung memasak makanan spesial untukku yaitu keong keong sungai yang dibumbui oseng oseng pedas.
Renggo : " ini tengkuyung namanya vig , keongnya diambil dari sungai bakau "
Ihsan : " nyaman banar , pian makan bahimat mas "
Me : " oyi "
Di meja makan kami rakus menyantap hidangan yang tersaji sembari ngobrol ngalor ngidul , Ihsan adiknya bang Renggo ini ternyata masih duduk di bangku SMA dan sayangnya ia tak punya kesaktian seperti abangnya , ia cuma anak jangkung kerempeng yang memakai kacamata berbingkai tebal seperti hacker.
Renggo : " ya namanya orang itu beda beda minatnya vig , dulu ihsan ini gw paksa belajar tenaga dalam tapi ya dia gak ada semangatnya soal gituan "
Ihsan : " ngalih keitu pang , ulun gaer kada kawa.. ha.. ha.. "
Renggo : " kalo udah maen game baru dia semangat , namatin game sampe berhari hari aja dia kuat "
Ihsan : " ha.. ha.. udah keranjingan ngegame dari kecil mas "
Selepas makan bang Renggo mengajakku ke kamarnya yang berada di lantai 3 , sebuah kamar yang cukup luas dan memiliki balkon di depannya sehingga kami bisa nongkrong sambil memandangi keadaan sekitar.
Renggo : " gw bikin kopi dulu ya vig "
Me : " cepetan bang , adem howone "
Dengan tergesa sang tuan rumah itu turun ke lantai 1 untuk membuat kopi , beberapa menit kemudian ia kembali lagi sambil membawa 2 cangkir kopi hitam , langsung saja kami menyeruputnya pelan pelan sembari ngobrol ngalor ngidul.
Renggo : " lu mestinya nikahin aline tahun depan vig , masak keduluan sama steve "
Me : " gw masih bingung bang "
Renggo : " bingung apaan lagi lu ?!.. kan katanya lu mau S2 di malang ? "
Me : " itu belum fix keputusan gw bang "
Renggo : " lha trus ? "
Me : " gak tau bang "
Kehidupanku di Jakarta sudah mencapai titik jenuh dan aku ingin secepatnya keluar dari ibukota yang semrawut itu , rencananya tahun depan aku akan resign dari media tempatku bekerja dan setelah itu mungkin aku akan melanjutkan study S2 di Malang , namun entahlah aku sendiri belum terlalu yakin dengan rencana itu.
Renggo : " udah ngantuk belum lu ? "
Me : " jam berapa sekarang ? "
Renggo : " udah jam 1 vig "
Me : " yo wes ayo turu saiki ae bos , besok pagi kan mau ke pasar apung kita "
Renggo : " ayo ke kamar ! "
Malam sudah semakin larut dan kami juga sama sama sudah mengantuk , tanpa berlama lama kami langsung beranjak tidur di kamar yang diterangi lampu kecil redup " zzz !!.. zzz !!... zzz !!... zzz !!... " selamat tidur Banjarmasin.
Me : " itu keren patungnya bang "
Renggo :" oh itu patung bekantan vig , mampir bentar ya "
Perlahan bang Renggo mulai melambatkan laju mobilnya dan kemudian memarkir tak jauh dari patung bekantan yang menghadap sungai itu , sementara kulihat ada banyak orang yang berada di sana sambil asik berfoto ria atau sekedar nongkrong , kupikir memang asik suasana tempat ini buat nongkrong di saat malam hari begini , apalagi jembatan yang terbentang di sungai juga dipasangi lampu hias warna warni.
Renggo : " kalo aline ikut ke sini pasti demen dia vig , kayak di singapura kan patungnya "
Me : " ha.. ha.. ayo deh foto foto dulu bang ! "
Dengan bermodal kamera mirrorless kuabadikan pose poseku di depan patung bekantan besar yang ternyata terbuat dari perunggu ini , selepas berfoto bang Renggo mengajakku duduk di tepi sungai sambil menikmati jajanan macam cilok dan batagor.
Renggo : " ini namanya sungai martapura vig , nyabang sama sungai barito yang nyampe kalteng itu "
Me : " trus pasar apungnya dimana bang ? "
Renggo : " kalo pasar apung paling top itu lok baintan namanya , di kabupaten banjar itu deket dari sini , besok pagi aja kita ke sono "
Aku senang bisa berada di sini dan menikmati suasana seperti ini , Banjarmasin menjadi pembuka dari kunjungan pertamaku di Kalimantan ini dan kurasa hari hari esok aku akan mendapati bermacam keindahan yang tersaji di daerah lainnya , yang jelas akan kunikmati sepuas puasnya liburanku di sini sehingga aku bisa melupakan kepenatanku selama berada di Jakarta.
Renggo : " besok pagi kita ke pasar apung trus abis itu langsung bablas ke paminggir "
Me : " oyi bos , trus kalo gw mau beli mandau adanya dimana bang ? "
Renggo : " lu pengen mandau ?!.. ntar di tenggarong ada tukang bikin mandau , lu gw beliin aja di sono , gak usah bayar lu "
Me : " yo wes , suwun yo bang "
Bang Renggo memang seorang tuan rumah yang baik , selama aku berada di Kalimantan ia yang menanggung semua kebutuhanku sehingga aku sama sekali tak mengeluarkan uang sepeserpun , kebaikan seperti ini akan kubalas kalau suatu saat ia ingin datang ke Jawa.
Me : " kita kemana lagi abis ini bang ? "
Renggo : " udah kelewat malem ini vig , ya langsung balik ke rumah gw aja "
Bang Renggo beserta anak istrinya memang menetap di Barabai namun keluarga besarnya berdomisili di kota ini , selepas dari patung bekantan bang Renggo langsung mengajakku ke rumah keluarganya yang tampak begitu mentereng dibandingkan rumah rumah di sekitarnya , sebuah rumah besar berlantai 3 yang katanya hanya ditempati oleh orang tua dan seorang adiknya saja.
Renggo : " ini rumah gw vig , udah sepi gara gara gw tinggal di barabai "
Me : " trus adek lu yang cewe kenapa gak di sini lagi bang ? "
Renggo : " kalo adek gw yang cewek ikut lakinya di singkawang vig , ya di rumah cuma ada adek gw yang cowo aja "
Gerbang rumah baru saja dibuka lalu dengan tergesa bang Renggo mulai memasukkan mobilnya ke halaman yang tampak rindang dipenuhi pepohonan palem , sekejap kemudian ia mengajakku masuk dan memperkenalkanku pada kedua orang tuanya dan juga adik laki lakinya yang bernama Ihsan , keramahan mereka terasa begitu hangat bagi tamu dari jauh seperti diriku ini , bahkan ibunya bang Renggo langsung memasak makanan spesial untukku yaitu keong keong sungai yang dibumbui oseng oseng pedas.
Renggo : " ini tengkuyung namanya vig , keongnya diambil dari sungai bakau "
Ihsan : " nyaman banar , pian makan bahimat mas "
Me : " oyi "
Di meja makan kami rakus menyantap hidangan yang tersaji sembari ngobrol ngalor ngidul , Ihsan adiknya bang Renggo ini ternyata masih duduk di bangku SMA dan sayangnya ia tak punya kesaktian seperti abangnya , ia cuma anak jangkung kerempeng yang memakai kacamata berbingkai tebal seperti hacker.
Renggo : " ya namanya orang itu beda beda minatnya vig , dulu ihsan ini gw paksa belajar tenaga dalam tapi ya dia gak ada semangatnya soal gituan "
Ihsan : " ngalih keitu pang , ulun gaer kada kawa.. ha.. ha.. "
Renggo : " kalo udah maen game baru dia semangat , namatin game sampe berhari hari aja dia kuat "
Ihsan : " ha.. ha.. udah keranjingan ngegame dari kecil mas "
Selepas makan bang Renggo mengajakku ke kamarnya yang berada di lantai 3 , sebuah kamar yang cukup luas dan memiliki balkon di depannya sehingga kami bisa nongkrong sambil memandangi keadaan sekitar.
Renggo : " gw bikin kopi dulu ya vig "
Me : " cepetan bang , adem howone "
Dengan tergesa sang tuan rumah itu turun ke lantai 1 untuk membuat kopi , beberapa menit kemudian ia kembali lagi sambil membawa 2 cangkir kopi hitam , langsung saja kami menyeruputnya pelan pelan sembari ngobrol ngalor ngidul.
Renggo : " lu mestinya nikahin aline tahun depan vig , masak keduluan sama steve "
Me : " gw masih bingung bang "
Renggo : " bingung apaan lagi lu ?!.. kan katanya lu mau S2 di malang ? "
Me : " itu belum fix keputusan gw bang "
Renggo : " lha trus ? "
Me : " gak tau bang "
Kehidupanku di Jakarta sudah mencapai titik jenuh dan aku ingin secepatnya keluar dari ibukota yang semrawut itu , rencananya tahun depan aku akan resign dari media tempatku bekerja dan setelah itu mungkin aku akan melanjutkan study S2 di Malang , namun entahlah aku sendiri belum terlalu yakin dengan rencana itu.
Renggo : " udah ngantuk belum lu ? "
Me : " jam berapa sekarang ? "
Renggo : " udah jam 1 vig "
Me : " yo wes ayo turu saiki ae bos , besok pagi kan mau ke pasar apung kita "
Renggo : " ayo ke kamar ! "
Malam sudah semakin larut dan kami juga sama sama sudah mengantuk , tanpa berlama lama kami langsung beranjak tidur di kamar yang diterangi lampu kecil redup " zzz !!.. zzz !!... zzz !!... zzz !!... " selamat tidur Banjarmasin.
Diubah oleh vigojinggo 21-03-2018 21:08
japraha47 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Kutip
Balas