- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#1252
PART 54
Saat sampai di spot pertama, tanpa diduga tim kami bertemu dengan tim nya mbak Citra.. Yang tak lain dan tak bukan sepupu nya mbak silvi.. Tim mbak citra sepertinya kesusahan menjawab pertanyaan acak yang di dapat oleh tim nya.. Jadi karena itulah dia masih tertahan dan tak bisa melanjutkan ke spot berikutnya..
Aku dan mbak silvi pun berinisiatif membantu.. Sebab di antara anggota tim mbak silvi, hanya diri ku dan mbak silvi yang otaknya lebih encer.. Kalian heran kenapa aku yang masih kelas 1 sma bisa paham dengan pelajaran dari kelas 2.? Di jaman ku dulu kurikulum nya tak pernah berubah.. Jadi buku buku yang di miliki mbak serta mas ku dulu, sebagian besar masih bisa di pakai.. Sebab aku paling hobi yang namanya membaca..
Setelah berhasil menjawab pertanyaan acak dengan bantuan ku dan mbak silvi, mbak citra pun dipersilahkan menuju spot selanjutnya.. Namun seperti nya tim mbak citra memilih menunggu kami dan berjalan bersama menuju spot yang kedua.. Dengan mudah kami pun bisa menjawab pertanyaan acak dari panitia dan melanjutkan perjalanan selanjutnya bersama tim mbak citra
Sebuah erangan serta desis an tiba tiba saja terdengar saat kami melewati sebuah makam.. Aku pun mengamati area sekitar untuk memastikan apa yang terjadi,, sampai seorang gadis dari tim mbak citra...
Temen mbak citra pun jatuh lunglai ke tanah karena lemas melihat penampakan tadi.. Untung saja salah seorang siswa cowok dengan sigap menangkap tubuh gadis tersebut hingga tak sampai menghempas tanah.. Kami pun kembali fokus ke arah yang di tunjuk teman mbak citra..
ALLAHU AKBAR..
Tampak di hadapan kami kini berdiri sebuah sosok terbungkus kain kafan dengan keadaan terikat tali di ujung kepala serta ujung kaki nya. Sosok tadi mukanya sudah hancur hingga menimbulkan bau yang sangat busuk.. Mata nya melotot tajam ke arah kami.. Sementara di kedua lubang hidung nya masih tertutup oleh kapas.. Makhluk tadi pun sekali waktu mengeram dan mendesis seperti yang tadi sempat kami dengar..
Setelah pocong tadi pergi, kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju spot kedua.. Teman mbak citra yang tadi lemas, juga sudah bisa berjalan seperti biasa setelah aku beri minum air mineral yang sudah aku kasih doa.. Namun seperti nya ada yang mengusik hati mbak silvi setelah mendengar percakapan ku dengan pocong tadi..
Mbak silvi pun mengunci rapat kembali mulut nya dan kini fokus melanjutkan uji nyali.. Karena mamang dengan ucapan dari Nilam Sari serta Kenanga, aku pun memberanikan diri bertanya ke Nadia langsung ..
Nadia pun hanya mengangguk dan mengamini ucapan ku..
Karena tak ingin yang lain terganggu dengan topik obrolan kami, aku pun tak mengulik keadaan Nadia lebih jauh lagi.. Semoga saja itu semua hanya sekedar firasat dari Nilam Sari serta Kenanga..
Sekitar pukul 21.00, semua tim telah menyelesaikan acara uji nyali dan kini kembali ke tengah lapangan perkemahan.. Karena kecapean dan sudah sangat ngantuk, aku pun langsung masuk ke tenda dan lekas pergi tidur.. Namun saat ingin rebahan di kasur lipat,tiba-tiba saja hp ku berdering hingga membuatku menunda acara tidur ku..
Tut... Tut... Tut...
Setelah selesai menjawab panggilan dari Reni, aku pun menekan tombol power di hp ku dan menaruh nya di dlam tas.. Aku pun mencoba kembali untuk memejamkan kedua mata ku.. Soalnya aku merasa mata ku ini sudah sangat berat untuk tetap terbuka .. Tak butuh waktu lama, aku pun akhirnya hanyut dalam luas nya mimpi..
Aku terbangun keesokan harinya saat Agung menampar pelan pipi ku agar lekas menunaikan sholat shubuh.. Memang kalau sudah tidur, diriku ini susah untuk di bangunin.. Pernah ibu ku menyiram ku dengan segayung air karena diriku masih asyik molor saat di minta i tolong beliau mengantarkan sarapan untuk bapak di sawah..
Selepas sholat shubuh, peserta kemah pun di minta ke lapangan untuk melakukan SKJ (senam kesegaran jasmani).. Tampak kini semua siswa sudah mengenakan seragam olahraga sekolah masing-masing.. mata ku terfokus pada seragam olahraga yang dikenakan oleh mbak silvi.. Seperti nya baju seragam olahraga nya terlalu kecil untuk ukuran tubuh nya.. Sampai sampai dua buah benda bulat tercetak jelas dari balik baju nya..
Sadar aku perhatikan, mbak silvi pun hanya tersenyum ke arah ku dengan muka yang memerah.. Sementara aku sendiri cuma bengong karena terkagum dengan keindahan tiap lekuk tubuhnya..
Setelah selesai SKJ,, semua peserta kemah pun langsung memasak makanan untuk sarapan pagi.. Terlihat teman se geng ku tampak kesulitan menentukan menu apa yang akan di masak pagi ini.. Karena bosan dengan yang namanya telur dadar serta telur ceplok, aku pun mencoba mengambil alih dan berinisiatif membuat sesuatu yang berbeda..
Aku pun mengambil mie goreng yang di belikan oleh kanaya ke dalam tenda .. Tak lupa aku juga meminta beberapa potong tahu mentah dari sepupu ku dek rini.. Dek rini tak keberatan memberikan beberapa potong tahu mentah milik nya untuk ku.. Asal dia nanti juga dapat bagian kalo masakan nya sudah jadi.. Aku pun tak keberatan dengan syarat yang di ajukan nya..
setelah semua bahan terkumpul, aku pun mulai dengan merebus air terlebih dahulu.. Menunggu air mendidih, ku sambi dengan menghaluskan tahu yang tadi di berikan sepupu ku, serta memecahkan beberapa telur yang tadinya mau di dadar..
Setelah air mendidih, aku masukkan beberapa mie goreng ke dlam panci.. Sementra di lain tempat, tahu dan telur nya juga sudah siap, ku iris halus beberapa siung bawang merah bawang putih serta cabai..
3 menit kemudian mie ku angkat dari panci dan ku tiriskan..
Selanjutnya ku panas kan minyak goreng di atas wajan.. untuk menggoreng campuran tahu yang tadi sudah ku halus kan, serta telur yang sebelumnya juga sudah ku kocok rata.. Sementara sisa kocokan telur nya aku campur kan dengan mie yang tadi sudah ku tiriskan dan ku campur bumbu bawaannya..
15 menit kemudian semua masakan pun sudah matang dan aku bersiap sarapan dengan teman se geng ku.. ( lah malah jadi acara masak)
Karena di serbu mbak silvi and the geng Serta kanaya,, aku pun tak kebagian lauk yang ku buat sendiri.. Namun tanpa di duga duga mbak Citra datang ke tenda ku dan memberikan sepanci kecil penuh lauk yang tadi di masak nya.. Aku pun heran kenapa dia sampai bela bela in memberikan lauk yang susah susah sudah di buat nya..
Puas menertawakan serta menghabiskan lauk sarapan pagi ku,, mbak silvi dan geng nya pun kembali ke tenda nya.. Sementara Agung dimas dan joko membereskan peralatan yang tadi kami pakai untuk memasak..
Nah yang membuat ku heran, kenapa Kanaya tak juga kembali ke tenda nya sendiri.. Padahal dia sudah menyelesaikan acara sarapan pagi nya dari tadi .. Sama halnya dengan mbak citra yang asyik sedari tadi melihat ku sarapan...
Mbak Citra pun hanya tersenyum dan perlahan meninggalkan ku dan Kanaya berdua..
Agung dan geng nya sudah tak terlihat lagi batang hidung nya.. Padahal tadi sayup sayup masih ku dengar suara mereka yang sedang membereskan perabot an dapur.. Eh lha koq sekarang sudah ngilang saja..
Aku pun canggung karena hanya berdua an dengan Kanaya.. Sebab sperti biasa Kanaya selalu terlihat cantik dengan rambut panjang nya yang dibiarkan tergerai hingga sepoi sepoi angin pagi membuat rambut nya pelan melambai..
Kanaya seperti nya sadar aku sedang asyik memandang i nya,..
Karena tak ada aktifitas, Aku pun mengajak Kanaya jalan jalan ke sungai di pinggir hutan yang kemaren sore kami pakai bermain air.. Tak butuh lama, kami pun telah sampai..
Tampak air sungai yang sangat jernih, mengalir dengan lumayan deras... Seperti anak kecil yang menemukan mainan kesukaan nya,, Kanaya pun langsung berlari ke pinggir sungai dan bermain air dengan riang nya. Sementara itu, aku lebih memilih bersandar pada batu besar yang terletak di pinggir sungai dan tersenyum melihat tingkah nya...
Sesekali Kanaya iseng mencipratkan air ke arah ku hingga membuat baju ku basah.. Tak terima, aku pun ikut turun ke sungai untuk membalas perbuatan nya..
Saat sedang asyik bermain air berdua , tanpa sengaja Kanaya terpeleset hingga membuat nya hampir terjatuh.. Refleks aku pun menangkap tubuhnya hingga membuat kami sangat dekat dan beradu pandang.. Bola mata Kanaya nanar menatap ku dengan bibir nya yang merekah ... Degup jantung ku pun berdetak semakin kencang seperti kuda pacu yang melaju di arena balap...
Semakin lama pandangan Kanaya semakin sayu seperti seolah olah dia sudah pasrah atas apa saja yang akan aku lakukan pada nya nanti... Dia pun lantas perlahan memejamkan mata nya.. Aku pun seperti terbuai akan keindahan bibirnya dan tanpa sadar mendekatkan bibir ku ke bibir nya.. Saat beberapa mili lagi bibir ku menyentuh bibir Kanaya, sebuah suara mengingatkan kan bahwa aku tak seharusnya melakukan hal ini..
Saat sampai di spot pertama, tanpa diduga tim kami bertemu dengan tim nya mbak Citra.. Yang tak lain dan tak bukan sepupu nya mbak silvi.. Tim mbak citra sepertinya kesusahan menjawab pertanyaan acak yang di dapat oleh tim nya.. Jadi karena itulah dia masih tertahan dan tak bisa melanjutkan ke spot berikutnya..
Aku dan mbak silvi pun berinisiatif membantu.. Sebab di antara anggota tim mbak silvi, hanya diri ku dan mbak silvi yang otaknya lebih encer.. Kalian heran kenapa aku yang masih kelas 1 sma bisa paham dengan pelajaran dari kelas 2.? Di jaman ku dulu kurikulum nya tak pernah berubah.. Jadi buku buku yang di miliki mbak serta mas ku dulu, sebagian besar masih bisa di pakai.. Sebab aku paling hobi yang namanya membaca..
Setelah berhasil menjawab pertanyaan acak dengan bantuan ku dan mbak silvi, mbak citra pun dipersilahkan menuju spot selanjutnya.. Namun seperti nya tim mbak citra memilih menunggu kami dan berjalan bersama menuju spot yang kedua.. Dengan mudah kami pun bisa menjawab pertanyaan acak dari panitia dan melanjutkan perjalanan selanjutnya bersama tim mbak citra
Quote:
Sebuah erangan serta desis an tiba tiba saja terdengar saat kami melewati sebuah makam.. Aku pun mengamati area sekitar untuk memastikan apa yang terjadi,, sampai seorang gadis dari tim mbak citra...
Quote:
Temen mbak citra pun jatuh lunglai ke tanah karena lemas melihat penampakan tadi.. Untung saja salah seorang siswa cowok dengan sigap menangkap tubuh gadis tersebut hingga tak sampai menghempas tanah.. Kami pun kembali fokus ke arah yang di tunjuk teman mbak citra..
ALLAHU AKBAR..
Tampak di hadapan kami kini berdiri sebuah sosok terbungkus kain kafan dengan keadaan terikat tali di ujung kepala serta ujung kaki nya. Sosok tadi mukanya sudah hancur hingga menimbulkan bau yang sangat busuk.. Mata nya melotot tajam ke arah kami.. Sementara di kedua lubang hidung nya masih tertutup oleh kapas.. Makhluk tadi pun sekali waktu mengeram dan mendesis seperti yang tadi sempat kami dengar..
Quote:
Setelah pocong tadi pergi, kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju spot kedua.. Teman mbak citra yang tadi lemas, juga sudah bisa berjalan seperti biasa setelah aku beri minum air mineral yang sudah aku kasih doa.. Namun seperti nya ada yang mengusik hati mbak silvi setelah mendengar percakapan ku dengan pocong tadi..
Quote:
Mbak silvi pun mengunci rapat kembali mulut nya dan kini fokus melanjutkan uji nyali.. Karena mamang dengan ucapan dari Nilam Sari serta Kenanga, aku pun memberanikan diri bertanya ke Nadia langsung ..
Quote:
.. Nadia pun hanya mengangguk dan mengamini ucapan ku..
Karena tak ingin yang lain terganggu dengan topik obrolan kami, aku pun tak mengulik keadaan Nadia lebih jauh lagi.. Semoga saja itu semua hanya sekedar firasat dari Nilam Sari serta Kenanga..
Sekitar pukul 21.00, semua tim telah menyelesaikan acara uji nyali dan kini kembali ke tengah lapangan perkemahan.. Karena kecapean dan sudah sangat ngantuk, aku pun langsung masuk ke tenda dan lekas pergi tidur.. Namun saat ingin rebahan di kasur lipat,tiba-tiba saja hp ku berdering hingga membuatku menunda acara tidur ku..
Quote:
Tut... Tut... Tut...
Setelah selesai menjawab panggilan dari Reni, aku pun menekan tombol power di hp ku dan menaruh nya di dlam tas.. Aku pun mencoba kembali untuk memejamkan kedua mata ku.. Soalnya aku merasa mata ku ini sudah sangat berat untuk tetap terbuka .. Tak butuh waktu lama, aku pun akhirnya hanyut dalam luas nya mimpi..
Aku terbangun keesokan harinya saat Agung menampar pelan pipi ku agar lekas menunaikan sholat shubuh.. Memang kalau sudah tidur, diriku ini susah untuk di bangunin.. Pernah ibu ku menyiram ku dengan segayung air karena diriku masih asyik molor saat di minta i tolong beliau mengantarkan sarapan untuk bapak di sawah..
Selepas sholat shubuh, peserta kemah pun di minta ke lapangan untuk melakukan SKJ (senam kesegaran jasmani).. Tampak kini semua siswa sudah mengenakan seragam olahraga sekolah masing-masing.. mata ku terfokus pada seragam olahraga yang dikenakan oleh mbak silvi.. Seperti nya baju seragam olahraga nya terlalu kecil untuk ukuran tubuh nya.. Sampai sampai dua buah benda bulat tercetak jelas dari balik baju nya..
Sadar aku perhatikan, mbak silvi pun hanya tersenyum ke arah ku dengan muka yang memerah.. Sementara aku sendiri cuma bengong karena terkagum dengan keindahan tiap lekuk tubuhnya..
Setelah selesai SKJ,, semua peserta kemah pun langsung memasak makanan untuk sarapan pagi.. Terlihat teman se geng ku tampak kesulitan menentukan menu apa yang akan di masak pagi ini.. Karena bosan dengan yang namanya telur dadar serta telur ceplok, aku pun mencoba mengambil alih dan berinisiatif membuat sesuatu yang berbeda..
Aku pun mengambil mie goreng yang di belikan oleh kanaya ke dalam tenda .. Tak lupa aku juga meminta beberapa potong tahu mentah dari sepupu ku dek rini.. Dek rini tak keberatan memberikan beberapa potong tahu mentah milik nya untuk ku.. Asal dia nanti juga dapat bagian kalo masakan nya sudah jadi.. Aku pun tak keberatan dengan syarat yang di ajukan nya..
setelah semua bahan terkumpul, aku pun mulai dengan merebus air terlebih dahulu.. Menunggu air mendidih, ku sambi dengan menghaluskan tahu yang tadi di berikan sepupu ku, serta memecahkan beberapa telur yang tadinya mau di dadar..
Setelah air mendidih, aku masukkan beberapa mie goreng ke dlam panci.. Sementra di lain tempat, tahu dan telur nya juga sudah siap, ku iris halus beberapa siung bawang merah bawang putih serta cabai..
3 menit kemudian mie ku angkat dari panci dan ku tiriskan..
Selanjutnya ku panas kan minyak goreng di atas wajan.. untuk menggoreng campuran tahu yang tadi sudah ku halus kan, serta telur yang sebelumnya juga sudah ku kocok rata.. Sementara sisa kocokan telur nya aku campur kan dengan mie yang tadi sudah ku tiriskan dan ku campur bumbu bawaannya..
15 menit kemudian semua masakan pun sudah matang dan aku bersiap sarapan dengan teman se geng ku.. ( lah malah jadi acara masak)
Quote:
Karena di serbu mbak silvi and the geng Serta kanaya,, aku pun tak kebagian lauk yang ku buat sendiri.. Namun tanpa di duga duga mbak Citra datang ke tenda ku dan memberikan sepanci kecil penuh lauk yang tadi di masak nya.. Aku pun heran kenapa dia sampai bela bela in memberikan lauk yang susah susah sudah di buat nya..
Quote:
Puas menertawakan serta menghabiskan lauk sarapan pagi ku,, mbak silvi dan geng nya pun kembali ke tenda nya.. Sementara Agung dimas dan joko membereskan peralatan yang tadi kami pakai untuk memasak..
Nah yang membuat ku heran, kenapa Kanaya tak juga kembali ke tenda nya sendiri.. Padahal dia sudah menyelesaikan acara sarapan pagi nya dari tadi .. Sama halnya dengan mbak citra yang asyik sedari tadi melihat ku sarapan...
Quote:
Mbak Citra pun hanya tersenyum dan perlahan meninggalkan ku dan Kanaya berdua..
Agung dan geng nya sudah tak terlihat lagi batang hidung nya.. Padahal tadi sayup sayup masih ku dengar suara mereka yang sedang membereskan perabot an dapur.. Eh lha koq sekarang sudah ngilang saja..
Aku pun canggung karena hanya berdua an dengan Kanaya.. Sebab sperti biasa Kanaya selalu terlihat cantik dengan rambut panjang nya yang dibiarkan tergerai hingga sepoi sepoi angin pagi membuat rambut nya pelan melambai..
Kanaya seperti nya sadar aku sedang asyik memandang i nya,..
Quote:
Karena tak ada aktifitas, Aku pun mengajak Kanaya jalan jalan ke sungai di pinggir hutan yang kemaren sore kami pakai bermain air.. Tak butuh lama, kami pun telah sampai..
Tampak air sungai yang sangat jernih, mengalir dengan lumayan deras... Seperti anak kecil yang menemukan mainan kesukaan nya,, Kanaya pun langsung berlari ke pinggir sungai dan bermain air dengan riang nya. Sementara itu, aku lebih memilih bersandar pada batu besar yang terletak di pinggir sungai dan tersenyum melihat tingkah nya...
Sesekali Kanaya iseng mencipratkan air ke arah ku hingga membuat baju ku basah.. Tak terima, aku pun ikut turun ke sungai untuk membalas perbuatan nya..
Saat sedang asyik bermain air berdua , tanpa sengaja Kanaya terpeleset hingga membuat nya hampir terjatuh.. Refleks aku pun menangkap tubuhnya hingga membuat kami sangat dekat dan beradu pandang.. Bola mata Kanaya nanar menatap ku dengan bibir nya yang merekah ... Degup jantung ku pun berdetak semakin kencang seperti kuda pacu yang melaju di arena balap...
Semakin lama pandangan Kanaya semakin sayu seperti seolah olah dia sudah pasrah atas apa saja yang akan aku lakukan pada nya nanti... Dia pun lantas perlahan memejamkan mata nya.. Aku pun seperti terbuai akan keindahan bibirnya dan tanpa sadar mendekatkan bibir ku ke bibir nya.. Saat beberapa mili lagi bibir ku menyentuh bibir Kanaya, sebuah suara mengingatkan kan bahwa aku tak seharusnya melakukan hal ini..
Quote:
myusuffebria525 dan 14 lainnya memberi reputasi
15


