Kaskus

Story

rbassbAvatar border
TS
rbassb
My Diary From My Way()
Quote:



Setelah sekian lama cuma jadi silent rider, sekarang gw pingin ngeshare sesuatu dari sebuah diary, dengan semua kenangan dan tetek bengek didalamnya.. walaupun buat nulis ini butuh tenaga ekstra karena gw harus membuka lembaran demi lembaran yang udah….. ahh, langsung aja deh..


Spoiler for Q.T.A:


Spoiler for RULES:


JADWAL UPDATE
Quote:




Spoiler for INDEX:



Spoiler for Penting:


Spoiler for Mulus Terasi:
Polling
0 suara
Siapakah Istri Randeka?
Diubah oleh rbassb 14-11-2022 14:19
neko25Avatar border
weihaofeiAvatar border
rendolkriboAvatar border
rendolkribo dan 215 lainnya memberi reputasi
196
1.6M
5.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
rbassbAvatar border
TS
rbassb
#1210
SESI 50


Pagi ini rasanya ngantuk banget emoticon-Nohope, tadi pun karena saking ngantuknya gw sempat beberapa kali berhenti dipinggir jalan. Yakali gw lanjut aja naik motor, bisa nabrak gw emoticon-Nohope, aneh banget dan gak biasanya gw ngantuk kaya gini, padahal tadi malam gak begadang emoticon-Nohope.
Sampai diparkiran gw langsung naro motor terus lanjut masuk ke kelas, gw pikir masih ada waktu buat gw memejamkan mata sebelum bel pelajaran dimulai.
Di depan kelas udah cukup ramai dan yang lain lagi pada asik ngobrol termasuk Nisa dan Chandra yang sedang ngobrol a.k.a pacaran di bangku depan kelas. Buset dah pagi-pagi udah mojok aja mereka, bodo amat lah mending gw tidur.
Saat melewati Nisa dan Chandra gw menyapa seperti biasa, gak mungkin gw nyelonong aja ntar dikirain gw cemburu melihat mereka pacaran emoticon-Bata (S).
Sama seperti diluar, didalam kelas pun ramai yang lagi pada ngobrol dan Seyla pun sudah standby ditempatnya sambil baca buku. Gimana gak pinter coba? Saat gw lebih sering baca novel, nah dia setiap gw liat pasti lagi baca buku pelajaran emoticon-Hammer.

Quote:


Tanpa menjawab atau pun menoleh, Seyla berdiri memberikan gw jalan tapi matanya masih fokus ke buku emoticon-EEK!, jadi kita tau kenapa dia make kacamata dengan lensa tebal emoticon-Ngakak (S)
Setelah sampai dibangku, gw langsung membuka sweater, melipatnya dan meletakanya di atas meja. Brukkk... gw memejamkan mata dan berdoa agar tak ada yang mengganggu gw.

Kriinggg....

Halaahhh.... perasaan baru aja merem, udah masuk aja emoticon-Hammer. Gw bangun dan melihat seisi kelas yang udah duduk ditempat masing-masing, satu lagi... Seyla... gila... nih anak masih fokus ke bukunya emoticon-Nohope
Hari ini matpel B.Indonesia, materi kali ini adalah puisi, dan kita diharuskan membuat puisi terus dibaca satu-satu kedepan emoticon-Nohope. waktu itu gw bingung banget mau bikin puisi yang kayak gimana, gak mungkin juga gw ngasal karena hasilnya akan dimasukan ke nilai harian emoticon-Hammer
Haduh gw mau nanya ke siapa ya, masalahnya temen-temen pada sibuk dengan puisinya masing-masing. Gw mau nanya ke Seyla tapi dia juga sibuk, lagian kalau gw nanya pun gw gak yakin dia bakal merespon pertanyaan gw apalagi sampai mau ngebantu emoticon-Big Grinkayaknya sih gak mungkin emoticon-Hammer (S). Setelah mengarang tapi gak bebas, akhirnya puisi gw selesai emoticon-Nohope

Quote:


Mendadak suasana dikelas menjadi sangat hening, teman-teman saling tengok satu sama lain, mungkin mereka mengira ada salah satu dari kami yang berani untuk maju duluan. Gw ngiranya malah Seyla yang bakal maju duluan karena bagi dia mungkin nilai itu segalanya emoticon-Ngakak

Quote:


Tiba-tiba Nasrul maju kedepan, saat dia maju kedepan dukungan berupa kata-kata wowowowo... menggema sampai kesudut ruangan emoticon-Ngakak (S). Nasrul pun membacakan puisi karyanya.
“Wihhh... Keren... Mantep” begitulah kata-kata dari beberapa orang siswa dan siswi begitu mendengar bacaan puisi Nasrul di depan. Emang keren sih puisi dia yang temanya tentang cinta gitu, malah gw agak aneh mendengar beberapa kata dari puisinya yang agak-agak mirip sama lirik lagunya SheilaOn7 emoticon-Ngakak (S). Begitu dia selesai membaca, tepukan tangan mengiringinya kembali ketempat duduk emoticon-Big Grin. Satu per satu dari kami gantian membacakan puisi karya sendiri didepan.

Quote:


Fiuhh... gw menarik nafas dalam-dalam sebelum maju kedepan, setelah siap gw melangkahkan kaki satu per satu, semua mata tertuju padaku seakan ingin mengatakan “Randeka Maju!!” apalah emoticon-Nohope.
Didepan gw mulai membacakan puisi gw, mulai dari judul...
Saat pertama gw membaca, tidak ada yang janggal, sampai di tengah-tengah....

Quote:


Tawa seisi kelas pun pecah, gw gak tau kenapa dan apa sebabnya mereka bisa tertawa terbahak-bahak, bahkan guru yang ada disini pun ikut tertawa emoticon-Hammer. Gw mulai memeriksa keseluruhan pakaian gw takutnya ada yang salah dengan penampilan gw, tapi gak ada yang aneh kok emoticon-Nohope
Gw kembali melanjutkan puisi gw sampai habis dan masih di iringi dengan tawa teman-teman sekelas, mungkin saat itu yang tidak terlihat tertawa atau tersenyum cuma Seyla, dia sama sekali gak ngeluarin ekspresi saat yang lain tertawa terbahak-bahak.
Gw gak tau dimana kata yang lucu yang membuat mereka semua tertawa emoticon-Nohopeseinget gw dulu, puisi yang gw tulis biasa-biasa aja dan tema’nya pun tentang sahabat. Gak ada yang aneh emoticon-Hammer mungkin otak mereka semua lagi ngaco kali, kecuali Seyla emoticon-Hammer
Setelah gw selesai membaca, gw langsung menanyakanya ke guru gw, apa ada yang salah dengan puisi gw? dan jawabanya....

Quote:


Gw langsung kembali ke tempat duduk, dan tak ada satu orang pun yang memberitahu gimana ekspresi gw tadi emoticon-Hammer. Parah banget dah nih kelas, kelas A gw kira kelas dengan murid unggulan yang super serius tapi ternyata gak ada bedanya sama kelas lain emoticon-Nohope.
Setelah gw, nama Seyla dipanggil dan kini dia yang membacakan puisinya. Gw jadi penasaran gimana puisi seorang murid unggulan seperti Seyla, apakah biasa-biasa saja atau super? Super kocak maksudnya emoticon-Hammer (S)
Saat Seyla mulai membaca, seisi kelas langsung hening. Kata demi kata dia bacakan..

emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown

Njir... ngena banget puisinya, saat tadi gw yang baca puisi anak-anak sekelas gak ada yang gak ketawa, saat Seyla yang membaca puisinya, semua yang ada dikelas ini diam dan sangat serius memperhatikan dan mendengarkan setiap kata yang Seyla ucapkan. Gw lupa bagaimana isi dari puisi Seyla yang temanya tentang “Kesepian”, cuma ada satu kata yang gw inget sampai saat ini dan saat dia mengucapkanya gw kaya merinding dengernya.

Quote:


Ntah Seyla sangat hebat mengekspresikan perasaanya saat itu, atau dia hanya ber-akting selayaknya pemain film yang sedang akting sedih. Mungkin dari semua puisi yang gw pernah dengar, cuma puisi yang dibawakan Nicolas Saputra dan puisi yang dibawakan Seyla saat itu yang benar-benar menyentuh hati gw. Dari cara pembawaanya, puisi itu seakan begitu sempurna, dan pengucapanya pun gak dibuat-buat emoticon-Belo.

Quote:


Setelah selesai, tepuk tangan teman-teman sekelas bergemuruh dan kata-kata pujian pun terdengar begitu nyaring. Walaupun begitu, Seyla masih tetap tanpa ekspresi menanggapinya, mungkin gw gak sengaja atau salah liat pas Seyla mengangkat bibir seolah tersenyum. Tapi, itu sangat singkat dan tipis untuk dikatakan sebagai senyuman.

Kring....kring.....
Bel istirahat berbunyi sekaligus mengakhiri pelajaran saat ini, teman-teman pun berhamburan keluar kecuali mereka yang bawa bekal.

Quote:


Setelah itu gw pun keluar bersama Denis, tapi.....

Quote:


Gw menoleh ke arah Laras yang lagi senyam-senyum emoticon-Mad (S), nih anak... coba sehari aja gak gangguin gw emoticon-Bata (S).

Quote:


Gw ke kantin bersama mereka berdua, jangan kira kami gak jadi perhatian anak-anak yang sedang makan dikantin, masalahnya mereka ngeliat kami nambah gila aja dengan tatapan super gak suka terutama anak-anak cwo emoticon-Hammer. Dion dkk pun kembali ngeledekin gw emoticon-Nohope apes banget, masa gw dibilang playboy yang gak berani nembak emoticon-Bata (S)

Quote:


Kampreeeeeeeeeeeett.... mungkin mereka yang ngeliat gw selalu dekat sama cw-cw cantik ngerasa iri dan ingin di posisi gw, Oke.. kita ganti posisi yukk!.
Gw pun membawa 2 porsi ketoprak, dan balik lagi ngambil 2 gelas es teh. Waktu itu kantin lagi rame banget, jadi gak mungkin pesanan kami di antar sampai meja.
Baru aja gw dateng bawa mie dan minum, nih anak berdua udah lagi ngunyah aja emoticon-Nohope bener-bener mereka ini emoticon-Hammer.
Saat kami sedang enak-enaknya makan, brek... suara orang duduk disamping gw.

Quote:


Shit.... mereka berdua udah kenal? Dan kenapa bisa se akrab itu? Kapan mereka ketemu? Kalau yang mempertemukan pasti gw tau orangnya, yes.. kak Lena emoticon-Hammer
Saat Laras memanggil kak Rena dengan sebutan kak Natali, gw melihat mimik wajah Felisa seperti kebingungan.

Quote:


Jadi waktu itu gw duduk berhadap-hadapan dengan Laras, sedangkan Felisa duduk disampingnya, dan bangku di sebelah gw kosong emoticon-Hammer. Awalnya gw mengira kalau ini adalah kerjaanya si Laras dengan mengundang kak Rena ke sini, tapi saat gw melihat ekspresi Felisa yang keliatan gak nyaman jadi gw menyimpulkan kalau kak Rena datang tanpa di undang, lagian setelah gw melihat ke seluruh penjuru kantin nampaknya bangku juga hampir semuanya terisi penuh. Tapi yang jadi pertanyaan, kenapa harus disebelah gw? emoticon-Bata (S)

Waktu itu suasana di meja kami mendadak jadi suram, tapi gak bagi Laras yang asik ngobrol dengan kak Rena, gw agak kasian sama Felisa yang lebih banyak diam. Sebenarnya mereka ngobrolnya gak cuma berdua sih, sesekali kak Rena atau Laras ngajak Felisa ngobrol.
Mungkin karena Felisa baru kenal jadi lebih banyak diam, sedangkan gw? yakali gw mau ngobrol sama siapa?. Mungkin kalau Felisa duduk tepat didepan gw, gw bisa ngajak dia ngobrol, masalahnya dia duduk pas di depan kak Rena jadi kita kalau ngobrol bakal nyilang emoticon-Nohope.

Quote:


Lagian kemaren gw sama sekali gak ada niat buat nganterin Felisa pulang apalagi sampai main kerumahnya, itu semua gara-gara Laras aja dan cuaca yang memaksa gw neduh dirumah Felisa emoticon-Nohope emoticon-Nohope
Saat Laras bilang gitu kak Rena sepertinya biasa saja, diapun gak nengok ke gw. mudah-mudahan sih dia gak bikin masalah sama kaya pas gw deket sama Melani, kalau sampai dia bikin masalah.. fix nih orang gak cuma punya masalah sama Melani melainkan sama gw juga.
Gw agak trauma aja setelah kejadian waktu itu, dan gw takutnya Felisa yang gak tau apa-apa di jadiin target sasaran berikutnya sama kak Rena emoticon-Nohope.
Disela-sela Laras dan kak Rena yang lagi asik ngobrol, gw membuka hp.

Quote:


Quote:







Quote:



limdarmawan
wakazsurya77
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.