Kaskus

Story

raymonsulthanAvatar border
TS
raymonsulthan
Jeruji Patah Hati
Jeruji Patah Hati


Terima kasih, teruntuk kalian yang pernah mengisi hati. Walau akhirnya hanya pergi dengan tinggalkan janji, beserta rasa yang sudah mati.


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh raymonsulthan 11-12-2017 23:19
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
6.1K
52
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
raymonsulthanAvatar border
TS
raymonsulthan
#31
Part 4 - Angan yang Tak Sampai
Sudah beberapa minggu berlalu, sejak kejadian pahit dihari pertama masa orientasi kemarin.

Aku masih saja tertidur diantara meja yang berdempetan, kala itu sedang ada ulangan harian pelajaran IPA, yang dimana meja dikelasku didempetkan menjadi 4 banjar kebelakang.

Masing-masing banjar terdiri dari 5 meja dan diisi oleh 1 orang per satu meja, didalam kelasku terdapat 40 orang murid yang dibagi menjadi 2 gelombang pengujian.

Bahagia cukup kurasa ketika tahu bahwa aku diujikan dalam gelombang kedua, dasarnya lelaki pemalas, walaupun ada cap rajin yang entah kenapa melekat pada bagian luar diriku, namun tetap saja aku akui bahwa aku ini adalah pribadi yang pemalas.

Dilain sisi kulihat para perempuan sibuk dengan bukunya masing-masing, sedangkan di sisi yang lain juga nampak beberapa anak laki-laki yang sibuk dengan handphonenya.

Quote:


Namun ada suatu sisi yang menarik untuk selalu kulihat, di sekitaran taman di depan kelasku. Ada beberapa murid kelas lain yang salah satunya kukenal namanya adalah Tejo, ia tampak akrab dengan beberapa teman mengobrolnya.

Lagi, dari diam kuputar ke kiri, lalu menengok kebelakang, selang beberapa menit kemudian, kuputar badan ke belakang, agar bisa langsung melihatnya dengan jelas.

Seperti ada perasaan yang tidak biasa, mata ini selalu fokus tertuju pada seorang perempuan berambut panjang disana, wajahnya manis, dengan mata agak sayu, atau mungkin sipit?

Pipinya mengembang jika ia tersenyum karena lawakan yang Tejo sampaikan, ah, sekilas hanyalah titik biasa yang kulihat, namun ada suatu perasaan yang berbeda ketika jelas-jelas kuperhatikan ada tahi lalat diatas pipi kanannya.

Khas sekali, aku akan mudah mengenalinya jika seperti ini. Sudah kutandai. Aku ingat siapa dia sebenarnya.

Ya, ia yang tempo hari kulihat sebelum jalan ke kantin untuk makan bersama dede. Betul, itu dia!

Seperti layaknya orang yang tidak memiliki pekerjaan, aku hanya berputar badan kedepan dan belakang, sesekali menghadap ke kiri.

Sampai akhirnya salah seorang temanku berkata,

Quote:


Entah kenapa teman-temanku yang lain malah ikutan nimbrung obrolan gajelas antara aku dan Reksi.

Quote:


Ya begitulah, seketika teras depan kelasku jadi ramai karena celotehan gajelas mereka. Jujur, saat itu aku hanya bisa senyum, dan menantikan diam yang kuharap segera datang. Karena kutau Ibu guru didalam terkenal tegas, jadi aku khawatir kita yang diluar kelas malah kena semprot nantinya.

Quote:


Hening...

Hanya ada suara Tejo dan temannya yang cekikikan dari tempatnya semula, beberapa kali kudapati pula ia melirik kearahku, dan kemudian dibuanglah mukanya dengan segera.

Bosan.

Akhirnya aku mulai membuka buku dengan berharap masih sempat mengingat sedikit materi yang akan diujikan nanti, namun sepertinya tidak berhasil.

Sudah hampir lima menit lamanya, aku hanya membolak-balik lembaran kertas yang ada, mata ini tak ingin diam, tak ingin berlama-lama melihat kertas itu,

lagi-lagi aku melirik kearahnya.

Dalam detik yang terus berjalan demi mencapai menit, aku terkagetkan dengan hadirnya Tejo disamping tempat kududuk dengan tiba-tiba,

Quote:


Deg!

Jantung tiba-tiba berdetak, padahal sudah kutau sebelumnya memang selalu berdetak, namun ini lebih keras!

Quote:


Deggg!

Ini yang buat aku lebih deg-degan, selama aku nginjekkin kaki disini, satu bulan lama nya, baru kali ini ada yang bilang aku ganteng, dan ini cowok pula! Ya Allah, dosa apa aku tuh..

Quote:


Kukira percakapan akan berakhir, namun ternyata malah berlanjut hingga giliranku untuk ulangan tiba, tak banyak yang kubicarakan dengan Tejo, hanya obrolan kecil tentang aku siapa, darimana, dan statusnya apa.

Tejo menarik, sekaligus malapetaka besar buatku, karena khawatir pasti dirasa jika ia cerita yang ngawur ke perempuan yang tadi kulihati itu.

Tejo pergi, akupun masuk kekelas, rasanya, beberapa menit lalu sebelum teman-teman Tejo pergi, aku ingin sekali berkenalan dengannya. Namun apa daya, angan ini tak sampai untuk hantarkan tangan pada sebuah perkenalan singkat.

Berjalanlah sudah aku melewati pintu, dan berpapasan dengan seorang teman sebangkuku, Adri.

Quote:


Jleeeebbbb...

Mati sudah aku hari ini.

*catatan sore, keringat mengalir membasahi tubuh karena soal siang tadi. Aim lelah ya Allah, tolong Baim ya Allah..
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.