Kaskus

Story

raymonsulthanAvatar border
TS
raymonsulthan
Jeruji Patah Hati
Jeruji Patah Hati


Terima kasih, teruntuk kalian yang pernah mengisi hati. Walau akhirnya hanya pergi dengan tinggalkan janji, beserta rasa yang sudah mati.


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh raymonsulthan 11-12-2017 23:19
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
6.1K
52
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
raymonsulthanAvatar border
TS
raymonsulthan
#6
Part 2 - Namaku Raymon
Malam sudah berlalu menuju pagi, tentunya tanggalan di kalenderpun tiba-tiba berubah menjadi dua bulatan bertumpuk yang sering disebut orang sebagai angka delapan.

Senin, 8 November 2010.

Sudah kutentukan sebagai hari paling menyebalkan sepanjang hidupku hingga detik ini, karena papah hanya memiliki sebuah motor, jadi aku dengan muka cemberut mengikuti mamah berjalan kaki menuju jalan besar untuk menaikki angkot yang nantinya akan melintasi sekolah baruku.

Maklum, kami hanyalah sebuah keluarga kecil yang berada di kawasan pedesaan yang sejuk di pinggiran kabupaten Cirebon. Untuk mencapai ke jalan besar guna mendapatkan angkot, aku dan mamah harus berjalan kaki sekitar 300 meter jauhnya.

Aku sempat bertanya pada beliau,

Quote:


jawabannya sungguh sederhana, bukan?

Seakan memaksaku untuk berfikir sangat jauh, hingga lelahku berakhir pada sebuah kendaraan beroda empat, yang biasa mengantarku dan mamah jalan-jalan keliling kota. Angkot namanya.

Ditengah perjalanan, lagi-lagi aku melupakan si kecil, yang ternyata daritadi sudah berada di pelukan mamah, sedang tertidur. Sedangkan mamah hanya diam sambil sesekali melihatku dengan senyum manisnya.

Kubiarkan mereka tenang, dan aku sendiri sedang asik memperhatikan sekitar, beberapa kali kulihat ada anak dan ibunya yang juga menaiki angkot dengan jurusan yang sama denganku.

Wah, sepertinya hari ini sangatlah ramai, karena mungkin beberapa sekolah lain juga sedang mengadakan test seperti halnya yang ada disekolahku.

Tak terasa sudah hampir 15 menit aku menduduki jok angkot yang keras ini, dan akhirnya sampai juga di..

Quote:


Pintu gerbang sekolah baruku sudah terlihat, dan kesan pertama kali yang aku dapati adalah,

Quote:


Ya, begitulah Ridho, datang tak diundang, pulang tak diantar, sudah seperti jalangkung yang ada di film-film.

Sungguh, rasanya aku akan betah bersekolah disini, selain suasananya yang adem, sekolah ini juga bersih, jarang sekali kulihat sampah, padahal tadi aku sudah berkeliling dengan dede kesana juga kemari.

Sekilas dengan sekolah ini, jika dilihat dari atas, bentuk bangunannya adalah persegi panjang, cukup luas untuk tingkat menengah pertama, ada sebuah lapangan basket yang diapit oleh beberapa bangunan, di pinggirannya terdapat pepohonan rimbun serta beberapa lampu taman juga tempat duduk, tak jarang pula kulihat meja bundar dari batu yang dibentuk menyerupai batang kayu.

Ada lorong diantara bangunan yang mengapit lapangan itu, kemudian disebelahnya terdapat sebuah masjid dan beberapa bangunan yang kukira itu adalah lab dan ruang guru.

Uniknya, kulihat ada dua buah parkiran disini, yang pertama didepan, setelah pintu gerbang, terdapat sebuah parkiran khusus guru dan staff. Kemudian yang kedua ada dibelakang sekolah ini, tepatnya disebelah ruang guru, parkiran yang ini di khususkan untuk para murid, yang tidak kusukai adalah, untuk parkir disana, aku perlu melewati lapangan terlebih dahulu, tidak efektif rasanya.

Dan ketika aku sedang asik berjalan melihat semua hal tentang sekolah baruku ini, mendadak dede merengek minta makan. Sepertinya dia kelaperan..

Quote:


Lima ratus perak.

Quote:


Aku hanya bisa diam, menahan kesal, menekuk muka, dan berjalan lebih cepat dari sebelumnya.

Sesampainya di kantin, kulihat banyak warung beragam disini, dan ya, seperti kantin pada umumnya, saat itu disekolahku, belum ada yang namanya kantin sehat seperti zaman sekarang ini.

Agak terlihat cukup kumuh, namun tetap layak untuk disinggahi.

Aku memilih untuk memakan nasi kuning beserta gorengan, sedangkan dede, memilih untuk hanya memakan gorengan, dengan saus yang cukup banyak diatasnya.

Setelah makan, aku kembali menemui mamah yang sudah menunggu sejak lima menit yang lalu, katanya.

Ternyata, ada pengumuman untuk murid baru agar segera berkumpul di sebuah ruangan, dan aku cukup terkejut,

karena sudah 8 tahun lamanya semenjak aku menginjakkan kaki disekolah, selalu saja kudapat kelas dengan awalan huruf A. Dan kali ini, lagi-lagi terjadi, aku masuk kedalam kelas VII A bersama rekan-rekan seperjuanganku yang lain.

Quote:


Quote:


Quote:


Entah apa yang ada difikiran anak kecil itu, ia malah girang bukan kepalang karena mungkin ia berprasangka bahwa aku akan mengajaknya main PS saat sampai dirumah nanti.

Rasanya, lama-lama berbicara tentang adekku yang satu itu jadi menyebalkan ya?

Haha, biarkanlah, namanya juga anak kecil.

Kemudian, aku dan rekan-rekan sekelasku dikumpulkan dalam sebuah ruangan, bukan lain adalah untuk mendengarkan penjelasan perihal kegiatan masa orientasi bagi murid baru yang akan diadakan lusa nanti.

Anehnya, justru perkenalan murid baru dilakukan disini, dan sudah ditentukan bahwa yang ada dikelas ini adalah murid kelas VII A.

Satu persatu mulai disebutkan, hingga tiba saatnya aku untuk maju.

Quote:


Seketika itu juga kelas bergemuruh karena tertawa mendengar hobiku yang tidak masuk akal, karena yang lain rata-rata hobinya adalah membaca, belajar, main, bahkan juga ada yang duduk.

Sebentar, duduk adalah hobinya? Itu hobi atau kebutuhan? Haha.

Ya, begitulah kegiatan hari ini, cukup melelahkan, aku, dede dan mamah kemudian pulang untuk beristirahat.

Sesampainya dirumah ternyata papah sudah pulang lebih awal, ia sedang merokok diteras dengan seorang temannya, tanpa basa-basi aku langsung masuk kedalam rumah, namun tidak dengan dede dan mamah.

Kemudian dengan tiba-tiba aku dengar dede berbicara,

Quote:


Rasanya kali ini aku benar-benar tertawa, dasar bocah tengil, ada saja tingkahnya.

Begitulah, aku, dengan seluruh kisahku di hari ini. Sepertinya aku harus segera tidur, karena besok aku harus bangun pagi-pagi guna menyiapkan perlengkapan MOS lusa nanti.

Selamat malam wahai perempuan yang kutemui sesaat sebelum kumakan sepiring nasi kuning di kantin tadi. Kamu manis deh..

*catatan malam, dibawah redup lampu kamarku.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.