- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#1161
PART 52
Bulu kuduk ku pun langsung merinding mendengar lengkingan suara tersebut.. Stephanie serta Nadia yang lebih dulu berendam di dalam kolam, langsung mentas dan berlari ke arah ku..
WUSHHHHHHHHH...... HIHIHI.....
Saat sedang asyik ngobrol, sekelebat bayangan merah, tiba-tiba saja melintas di atas kepala kami disertai sebuah tawa yang bisa membuat bulu kuduk berdiri siapa pun yang mendengar nya.. Stephanie pun langsung merapatkan tubuhnya manakala melihat dan mendengar bayangan merah tadi.. Tampak kini tangannya gemeteran dalam pegangan nya di lengan ku..
Seharusnya Stephanie sudah biasa melihat pemandangan seperti ini karena dia seorang Indigo.. Terus kenapa dia mendadak jadi ketakutan seperti ini.. Pasti ada sesuatu yang beda dengan bayangan merah tadi..
Bayangan merah tadi akhir nya berhenti di sebuah pohon jati yang berada tak jauh dari ruang ganti perempuan setelah sebelumnya melayang layang di atas kepala kami..
ALLAHU AKBAR...
Tampak jelas di hadapan mata kami kini seorang perempuan dengan baju berwarna merah darah yang sudah usang menatap tajam ke arah kami .. Rambut nya panjang menjuntai ke tanah.. Wajahnya yang putih pucat semakin membuat bulu kuduk ku berdiri.. Perempuan tadi pun sesekali mendesis mulut nya Hingga tampak lah taring nya yang tajam dan berwarna hitam legam..
Karena sudah tersulut emosi, aku pun membaca beberapa amalan untuk membakar jin perempuan tadi..
Entah bagaimana caranya, kuntilanak merah yang tadi sudah ku bakar, bisa meloloskan diri dan kini wujud nya menghilang... Suara lengkingan nya pun masih samar terdengar meski wujud nya telah tiada...
Niat ku yang tadinya ingin ikut mandi pun akhirnya hilang karena penampakan Kuntilanak merah tadi.. Karena badan ini sudah berpeluh keringat, aku pun memutuskan untuk mandi di sungai yang terletak di pinggir hutan.. Sungai jaman dahulu beda gan sama jaman sekarang, terus sungai yang saya pakai mandi, air nya asli dari sumber.. Jadi jernih banget air nya..
Pernah aku sampai ketipu karena saking jernih nya air sungai tersebut .. Sungai yang ku pikir dangkal, ternyata dalam juga manakala aku terjun dari atas batu, tapi kaki ku belum juga napak ke dasar nya.. Untung saja sedari kecil sudah belajar berenang, kalo tidak ya bisa mati kelelep..
Saat Sedang asyik mandi, sayup sayup dari kejauhan ku dengar suara segerombol orang yang sedang asyik bercengkrama sembari bermain air.. Aku pun penasaran hingga menyudahi acara mandi ku sore itu dan fokus mencari sumber suara tersebut.. Dari balik pohon, aku bisa lihat beberapa orang gadis dengan atribut pakaian jaman kerajaan sedang mandi dan bermain air di Hulu Sungai..
Aku pun tahu kalo gadis gadis tersebut bukan manusia.. Karena tak mungkin jaman segitu masih ada gadis yang berpakaian kuno selain acara ludruk atau wayang orang.. Setelah memuaskan rasa penasaran ku, aku pun berinisiatif kembali ke tenda dan bergabung dengan yang lain..
Namun naas,, saat sedang ingin melangkah, tanpa sengaja kaki ku menginjak dahan jati yang kering hingga sampai terdengar di telinga gadis gadis tadi dan membuat mereka menghentikan aktifitas nya serta menoleh ke arah ku ...
Karena sudah kepalang basah, aku pun keluar dari persembunyian ku dan menemui gadis gadis tadi untuk meminta maaf..
Setelah meluruskan kesalah pahaman yang terjadi, aku pun turun dari hulu dan balik ke lokasi perkemahan.. Tampak kini beberapa siswa sedang menyiapkan kayu bakar yang terletak di tengah lokasi tenda.. Aku pun cuek dan memilih kembali ke tenda ku untuk segera sholat ashar.. Setelah selesai sholat ashar, aku pun duduk duduk di dekat tenda di temani susu hangat serta cemilan..
CEKITTTTTTT...
Mbak Dina yang sedari tadi cuma menyimak obrolan kami, tiba-tiba saja menjewer kuping ku tanpa tahu salah ku apa..
Kanaya, Mbak Dina, Shinta, Rudi dan Firman pun langsung diam manakala aku bilang gadis yang ku lihat sedang mandi bukan dari golongan manusia..
Tak selang beberapa lama, firman, mbak dina dan shinta pun ikut pergi dan berjalan di belakang Rudi.. Sementara kanaya sendiri tetap tinggal dan malah kini ikut duduk di sebelah ku.. Susu hangat yang berada di tangan ku pun di rampas nya dan tanpa malu malu langsung di minum nya..
Aku pun hanya diam tanpa sekali pun berani membalas ucapan nya.. Sementara muka ku sendiri ku paling kan karena aku tak berani menatap mata nya saat ini.. Dia pun sepertinya menyadari nya, sebab tak lama kemudian dia kembali fokus ke secangkir susu hangat yang ada di genggamannya kini..
Karena susu hangat ku sudah menjadi hak milik kanaya, aku pun terpaksa hanya makan cemilan yang tadi ada di dalam tenda.. Kanaya juga sih sebetulnya yang membelikan cemilan tadi..maka Sebagai ucapan terima kasih. Aku pun berinisiatif menyuapi kanaya cemilan yang saat ini ku makan..
Kanaya dengan malu malu membuka mulutnya perlahan lahan menunggu snack dari tangan ku untuk masuk ke mulut nya.. Sempat beberapa kali snack tadi ku masukkan ke mulut ku sendiri hingga membuat kanaya kesal dan memukul mukul tubuh ku pelan.. Aku pun hanya tertawa melihat tingkah nya yang seperti itu.. Sampai suatu saat siswa dari sma 4 datang menghampiri kami..
Mbak Novita sepertinya malah jadi salah tingkah ku godain balik seperti itu, kalo dia terima tawaran ku, pasti gengsi karena tadi dia ngledek aku sama kanaya, sementara kalau di tolak kan sayang.. Kapan lagi aku bisa menyuapi gadis cantik seperti mbak Novita...
Mbak Silvi dan Nadia pun hanya senyum senyum sendiri sembari menggelengkan kepala mereka. ...
Aku hanya garuk garuk kepala mendengar perkataan kanaya.. Memang sih tidak ada yang salah dengan ucapan nya, cuman dia kan tidak menceritakan secara detail kronologis kejadian nya seperti yang ku bilang sebelumnya.. Kalau sudah begitu pasti mbak silvi dan mbak Novita berfikir macam macam pada ku..
CEKITTTTTT......
Mbak Silvi, Kanaya dan Nadia pun tertawa melihat ku kesakitan.. Gini nih contoh yang tidak baik.. Masa ada orang tersiksa malah di tertawa kan..?..
Karena sepertinya penasaran dengan cerita kanaya, mbak silvi, mbak Novita, dan nadia pun ikut saran ku untuk bermain di sungai sekitar hutan.. Saat melihat ku bergerombol pergi, Agung, Joko, Dimas serta Stephanie yang tadi jalan keliling berkelompok pun ngotot ingin ikut dengan kami..
Padahal sebenarnya saya tahu, ketiga temen ku yang blangsak itu cuma ingin modus ke mbak silvi, mbak Novita serta Nadia..
Saat sampai disana, aku tak melihat penampakan ketiga gadis yang tadi sempat ku lihat di Hulu sungai .. Padahal baru sejam yang lalu aku meninggalkan sungai ini.. Aku pun mengamati area sekitar untuk mencari keberadaan ketiga gadis tadi..
Aku pun melompat kaget karena terkejut dengan kemunculan suara tadi yang begitu tiba-tiba..
Sementara Nadia dan Stephenie hanya diam saja tak bisa berucap sepatah kata pun karena terbius dengan kemunculan sosok misterius tadi...
Bulu kuduk ku pun langsung merinding mendengar lengkingan suara tersebut.. Stephanie serta Nadia yang lebih dulu berendam di dalam kolam, langsung mentas dan berlari ke arah ku..
Quote:
WUSHHHHHHHHH...... HIHIHI.....
Saat sedang asyik ngobrol, sekelebat bayangan merah, tiba-tiba saja melintas di atas kepala kami disertai sebuah tawa yang bisa membuat bulu kuduk berdiri siapa pun yang mendengar nya.. Stephanie pun langsung merapatkan tubuhnya manakala melihat dan mendengar bayangan merah tadi.. Tampak kini tangannya gemeteran dalam pegangan nya di lengan ku..
Seharusnya Stephanie sudah biasa melihat pemandangan seperti ini karena dia seorang Indigo.. Terus kenapa dia mendadak jadi ketakutan seperti ini.. Pasti ada sesuatu yang beda dengan bayangan merah tadi..
Bayangan merah tadi akhir nya berhenti di sebuah pohon jati yang berada tak jauh dari ruang ganti perempuan setelah sebelumnya melayang layang di atas kepala kami..
ALLAHU AKBAR...
Tampak jelas di hadapan mata kami kini seorang perempuan dengan baju berwarna merah darah yang sudah usang menatap tajam ke arah kami .. Rambut nya panjang menjuntai ke tanah.. Wajahnya yang putih pucat semakin membuat bulu kuduk ku berdiri.. Perempuan tadi pun sesekali mendesis mulut nya Hingga tampak lah taring nya yang tajam dan berwarna hitam legam..
Quote:
Karena sudah tersulut emosi, aku pun membaca beberapa amalan untuk membakar jin perempuan tadi..
Quote:
Entah bagaimana caranya, kuntilanak merah yang tadi sudah ku bakar, bisa meloloskan diri dan kini wujud nya menghilang... Suara lengkingan nya pun masih samar terdengar meski wujud nya telah tiada...
Quote:
Niat ku yang tadinya ingin ikut mandi pun akhirnya hilang karena penampakan Kuntilanak merah tadi.. Karena badan ini sudah berpeluh keringat, aku pun memutuskan untuk mandi di sungai yang terletak di pinggir hutan.. Sungai jaman dahulu beda gan sama jaman sekarang, terus sungai yang saya pakai mandi, air nya asli dari sumber.. Jadi jernih banget air nya..
Pernah aku sampai ketipu karena saking jernih nya air sungai tersebut .. Sungai yang ku pikir dangkal, ternyata dalam juga manakala aku terjun dari atas batu, tapi kaki ku belum juga napak ke dasar nya.. Untung saja sedari kecil sudah belajar berenang, kalo tidak ya bisa mati kelelep..
Saat Sedang asyik mandi, sayup sayup dari kejauhan ku dengar suara segerombol orang yang sedang asyik bercengkrama sembari bermain air.. Aku pun penasaran hingga menyudahi acara mandi ku sore itu dan fokus mencari sumber suara tersebut.. Dari balik pohon, aku bisa lihat beberapa orang gadis dengan atribut pakaian jaman kerajaan sedang mandi dan bermain air di Hulu Sungai..
Aku pun tahu kalo gadis gadis tersebut bukan manusia.. Karena tak mungkin jaman segitu masih ada gadis yang berpakaian kuno selain acara ludruk atau wayang orang.. Setelah memuaskan rasa penasaran ku, aku pun berinisiatif kembali ke tenda dan bergabung dengan yang lain..
Namun naas,, saat sedang ingin melangkah, tanpa sengaja kaki ku menginjak dahan jati yang kering hingga sampai terdengar di telinga gadis gadis tadi dan membuat mereka menghentikan aktifitas nya serta menoleh ke arah ku ...
Quote:
Karena sudah kepalang basah, aku pun keluar dari persembunyian ku dan menemui gadis gadis tadi untuk meminta maaf..
Quote:
Setelah meluruskan kesalah pahaman yang terjadi, aku pun turun dari hulu dan balik ke lokasi perkemahan.. Tampak kini beberapa siswa sedang menyiapkan kayu bakar yang terletak di tengah lokasi tenda.. Aku pun cuek dan memilih kembali ke tenda ku untuk segera sholat ashar.. Setelah selesai sholat ashar, aku pun duduk duduk di dekat tenda di temani susu hangat serta cemilan..
Quote:
CEKITTTTTTT...
Mbak Dina yang sedari tadi cuma menyimak obrolan kami, tiba-tiba saja menjewer kuping ku tanpa tahu salah ku apa..
Quote:
Kanaya, Mbak Dina, Shinta, Rudi dan Firman pun langsung diam manakala aku bilang gadis yang ku lihat sedang mandi bukan dari golongan manusia..
Quote:
Tak selang beberapa lama, firman, mbak dina dan shinta pun ikut pergi dan berjalan di belakang Rudi.. Sementara kanaya sendiri tetap tinggal dan malah kini ikut duduk di sebelah ku.. Susu hangat yang berada di tangan ku pun di rampas nya dan tanpa malu malu langsung di minum nya..
Quote:
Aku pun hanya diam tanpa sekali pun berani membalas ucapan nya.. Sementara muka ku sendiri ku paling kan karena aku tak berani menatap mata nya saat ini.. Dia pun sepertinya menyadari nya, sebab tak lama kemudian dia kembali fokus ke secangkir susu hangat yang ada di genggamannya kini..
Karena susu hangat ku sudah menjadi hak milik kanaya, aku pun terpaksa hanya makan cemilan yang tadi ada di dalam tenda.. Kanaya juga sih sebetulnya yang membelikan cemilan tadi..maka Sebagai ucapan terima kasih. Aku pun berinisiatif menyuapi kanaya cemilan yang saat ini ku makan..
Kanaya dengan malu malu membuka mulutnya perlahan lahan menunggu snack dari tangan ku untuk masuk ke mulut nya.. Sempat beberapa kali snack tadi ku masukkan ke mulut ku sendiri hingga membuat kanaya kesal dan memukul mukul tubuh ku pelan.. Aku pun hanya tertawa melihat tingkah nya yang seperti itu.. Sampai suatu saat siswa dari sma 4 datang menghampiri kami..
Quote:
Mbak Novita sepertinya malah jadi salah tingkah ku godain balik seperti itu, kalo dia terima tawaran ku, pasti gengsi karena tadi dia ngledek aku sama kanaya, sementara kalau di tolak kan sayang.. Kapan lagi aku bisa menyuapi gadis cantik seperti mbak Novita...
Mbak Silvi dan Nadia pun hanya senyum senyum sendiri sembari menggelengkan kepala mereka. ...
Quote:
Aku hanya garuk garuk kepala mendengar perkataan kanaya.. Memang sih tidak ada yang salah dengan ucapan nya, cuman dia kan tidak menceritakan secara detail kronologis kejadian nya seperti yang ku bilang sebelumnya.. Kalau sudah begitu pasti mbak silvi dan mbak Novita berfikir macam macam pada ku..
Quote:
CEKITTTTTT......
Quote:
Mbak Silvi, Kanaya dan Nadia pun tertawa melihat ku kesakitan.. Gini nih contoh yang tidak baik.. Masa ada orang tersiksa malah di tertawa kan..?..
Karena sepertinya penasaran dengan cerita kanaya, mbak silvi, mbak Novita, dan nadia pun ikut saran ku untuk bermain di sungai sekitar hutan.. Saat melihat ku bergerombol pergi, Agung, Joko, Dimas serta Stephanie yang tadi jalan keliling berkelompok pun ngotot ingin ikut dengan kami..
Padahal sebenarnya saya tahu, ketiga temen ku yang blangsak itu cuma ingin modus ke mbak silvi, mbak Novita serta Nadia..
Saat sampai disana, aku tak melihat penampakan ketiga gadis yang tadi sempat ku lihat di Hulu sungai .. Padahal baru sejam yang lalu aku meninggalkan sungai ini.. Aku pun mengamati area sekitar untuk mencari keberadaan ketiga gadis tadi..
Quote:
Aku pun melompat kaget karena terkejut dengan kemunculan suara tadi yang begitu tiba-tiba..
Sementara Nadia dan Stephenie hanya diam saja tak bisa berucap sepatah kata pun karena terbius dengan kemunculan sosok misterius tadi...
myusuffebria525 dan 12 lainnya memberi reputasi
13


