- Beranda
- Stories from the Heart
CERMIN
...
TS
kulon.kali
CERMIN

cover keren by. Awayaye
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera.
Haloo , selamat pagi, siang dan malam bagi penghuni jagad Kaskus ini.
kali ini saya WN yang menggunakan akun Warisan ini, akan membagikan sebuah cerita yang berbeda dengan 100 Tahun Setelah Aku Mati.
cerita ini adalah cerita dari seorang, ehh maksud saya cerita ini dari dua orang tapi dari dua orang yang ....... Ahhh saya sendiri bingung kalau menjelaskannya secara singkat pada kalian, simak saja ya.
cerita ini lebih nyaman saya sebut sebagai fiksi. jadi jangan over kepo ya saudara-saudara.
dan jika mungkin ada yang "seakan" mengenal tokoh dalam cerita mohon tetap anggap cerita ini fiksi, oke??
cerita ini akan sedikit panjang. saya tidak tau seberapa panjang, dan seberapa lama saya bisa menulisnya. sebisa mungkin akan saya selesaikan sampai pada titik tertentu sesuai permintaan si penutur.
mohon jangan terlalu memburu, jika ada kentang mohon maaf karena keterbatasan saya,
pertanyaan lebih lanjut via ig : @wn.naufal
semoga hikmah dan pembelajaran yang mungkin ada dalam cerita ini bisa diambil oleh pembaca semua.
ini adalah cerita mereka, yang mengaku bernama WISNU MURTI, dan cerita ini dimulai!!
Daftar Isi :
1. Wisnu Murti
2. Aku Wisnu
3. Aku Murti
4. Beradu!
5. Tidak Ada Teman
6. Safe House
7. Mengejutkan Mereka
8. Bertemu Dengan Dajjal
9. Kepo!!
10.KAMI TIDAK INGIN DIPISAHKAN!!!
11.AKU TIDAK GILA!!!
12.KABUR
13.Realita
14.Cinta Yang Normal
15.Hujan Lokal
16.Jurney To The West
17.Harapan Baru
18.Aku Manusia!
19.Si Penggendong Beban Dan Payung Terbang
TANGGAL 6 DESEMBER UPDATE LAGI
Diubah oleh kulon.kali 05-12-2017 00:14
dewisuzanna dan 8 lainnya memberi reputasi
9
70.2K
280
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kulon.kali
#238
AKU MANUSIA !
“Mari saya antar ke kelas kamu, kebetulan jam kedua ini saya mengajar di kelas XI IPA 5. Kata seorang guru yang masih muda itu sambil berdiri dan membetulkan letak kaca mata tipisnya. Name tag pada dada kananya terbaca Mahendra Prawiratama, S.Pd. kuikuti kemana pak mahendra berjalan, kutaksir umurnya masih di kisaran 25-26 tahun, orangnya ramah sekali dan dia punya smilling face.
“oh iya kamu dari Yogya kan ya?” tanya dia
“Iya pak” jawab Wisnu dengan malu-malu.
“waahh, saya juga sebenarnya asli jogja Cuma besar disini, Kuliahnya juga dulu di UNY gimana jogja sekarang? Kayaknya makin ramai saja ya”
“iya pak, tapi kebetulan saya dari kampung. Bukan Jogja kota” jawab wisnu lagi.
“ya, kalau inget Jogja bikin saya kangen. Oh iya semoga nyaman disekolah barumu ini” kata beliau yang dibalas Wisnu dengan sekali anggukan.
Kami ngobrol sekedarnya, sampai akhirnya kami sampai didepan kelasku di lantai 2.
Kelas XI IPA 5, wali kelas Mahendra Prawiratama. Begitu papan yang tertancap diatas pintu kelas baruku. Ternyata pak Mahendra sendirilah wali kelasku sendiri.
“Kamu tunggu diluar sebentar ya, bapak biar masuk dulu. Kamu masuk begitu bapak panggil” kata beliau sambil tersenyum.
Wisnu duduk di bangku panjang didepan ruang kelas, terasa betul dia sangat gugup karena sebentar lagi pasti akan diminta untuk memperkenalkan diri. Lututnya gemetar dan nafasnya cepat, kalau kami berkaca pasti aku akan melihat wajah Wisnu Murti yang pucat pasi.
“udah nu, rileks aja. Jangan keki begitu ntar malah kita……”
“Wisnu, ayo masuk dan kenalkan dirimu” kata pak Mahendra yang tiba-tiba muncul dari balik pintu dan memotong omonganku.
Wisnu berjalan menunduk, kali ini tidak Cuma gemetar, keringat dingin sudah mulai menetes melewati pelipis dan hidungnya.
“kalem nu, kalem ini Cuma perkenalan biasa. Ayo buat kesan baik” kataku berusaha menyemangati kakakku ini.
“silahkan perkenalkan diri” pak Mahendra mempersilahkan.
Wisnu menegakan badannya, pandangannya mengedar keseluruh isi kelas dan murid di kelas ini cukup banyak, membuat Wisnu menyurutkan pandangannya lagi.
“Nu, ini kesempatan,.. kita lakukan ini bersama” kataku sekali lagi meyakinkan.
“aku berusaha Mur” Wisnu membatin.
Ditariknya nafas panjang, dia tegakan kepalanya dan dengan sisa keberaniannya dia mulai bicara.
“em.. perkenalkan saya murid baru disini, saya dari Jogja mohon kerjasamanya” dia berkata dengan suara yang sedikit bergetar.
“namanya malah belum disebut” kata pak mahendra sambil tersenyum
“oh iya, malah lupa.. nama saya Wisnu Murti, tapi kalian boleh panggil saya Murti” ucapnya yang kali ini lebih meyakinkan.
Kalian dengar apa katanya? Dia.. dia memperkenalkan diri dengan nama Murti.. Namaku….
“Nu.. kenapa kamu..” tanyaku dari dalam kepala
“aku sudah cukup dikenal selama 18 tahun. Sekarang giliranmu Murti” jawabnya perlahan..
Jika ada orang yang harus kuberi ucapan terimakasih dengan jumlah besar, tentunya kakakku inilah yang harus mendapatkannya.
“Terimakasih nu… terimakasih” ucapku yang jika terdengar malah hanya seperti bisikan.
--
“Murti? Kayak nama cewek?” seru seorang yang duduk dipojokan ruang.
“Mungkin nama aslinya Murti Ningsih kalau gak Murtiningrum” timpal seorang lagi yang disambut gelak tawa seisi ruangan.
Pak Mahendra member isyarat dengan telapak tanganya agar kelas tidak gaduh, kemudian beliau sekalilagi tersenyum dan berkata.
“oke semua tenang dulu, nampaknya kalian penasaran dengan teman baru kita ini ya kalau begitu Murti, coba terangkan arti nama kamu”
“Mur, mungkin kamu mau?” tanya Wisnu sambil mempersilahkan tubuh ini diambil alih olehku. Kuikuti cara Wisnu menarik nafas, kemudian aku mulai bicara.
“jadi begini temen-temen, namaku itu berasal dari cerita wayang. Jadi nama Wisnu diambil dari nama seorang Dewa yang melambangkan keadilan dan kebaikan sedangkan kata Murti berarti menurun atau menjelma, jadi nama Wisnu Murti artinya …… silahkan terjemahkan sendiri” kataku dengan sebuah senyum kubuat.
Seisi kelas mengangguk-angguk dan aku kemudian dipersilahkan duduk oleh pak Mahendra.
Aku duduk dibarisan tengah,bersama seorang teman sebangku yang dia sudah mengulurkan tangan. Kubalas jabat tangannya.
“saya Udin, jajaka Bandung” katanya sambil nyengir kuda.
“Murti, Dimas Joga” kataku dengan aksen jawa yang medok.
Hari itu menjadi hari pertama yang cukup menyenangkan buatku, yaa belasan tahun aku disingkirkan dan hari ini menjadi awal baru, ditambah kali ini nama Murti menjadi pertama dipanggil untuk memanggil Wisnu Murti, beberapa waktu ini aku benar-benar merasa dimanusiakan, tidak.. maksudku aku benar-benar manusia sekarang.
Diubah oleh kulon.kali 05-12-2017 00:03
namakuve dan black392 memberi reputasi
2