Kaskus

Story

tyargaAvatar border
TS
tyarga
(True Story) Mungkin, Ini yang Dinamakan Hantu
Hai agan2 SFTH sekalian,

perkenalkan: Ane newbie yang mencoba untuk nulis thread horror pertama kali. Setelah sekian lama jadi silent reader, akhirnya ane memutuskan untuk nulis pengalaman horor sendiri. Cerita ini asli, nyata, tanpa ada bumbu penyedap lainnya.

Masalah penulisan atau penyajian cerita, maaf kalo masih berantakan. Secara ini kan thread pertama ane. Jadi, silahkan saja baca sambil ane juga belajar untuk bikin thread yang rapih.

Thx

Index

Part I : Perkenalkan, Namaku Kunti
Part 2 : Kalau dia Ibu kamu siapa?
Part 3 : Perkenalan dengan Dunia Santet 1
Part 4 : Perkenalan dengan Dunia Santet 2
Part 5 : Perkenalan dengan Dunia Santet 3
Part 6 : Perkenalan dengan Dunia Santet 4
Diubah oleh tyarga 03-12-2017 17:32
bikersoldschoolAvatar border
bajingankokangeAvatar border
bajingankokange dan bikersoldschool memberi reputasi
2
33K
194
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
tyargaAvatar border
TS
tyarga
#110
Part 6 : Perkenalan dengan Dunia Santet 4

Selamat sore, gansis SFTH sekalian. Sorry, ane baru sempet update sekarang. Karena dari kamis lalu, ane disibukkan dengan resign dari kantor lama sekalian pindahan sementara ke kota tahu. Jadi, ojo nesu-nesu, yes! Because nesu is not good for your skin #paansih 😊 ane lanjut ceritanya ya, gan

Setelah dibaca-bacain ayat2 suci selama 2 jam-an, akhirnya bu Ana mulai melakukan ritualnya. Mulanya, dia keluarin kain kafan ukuran 15cm x 15cm, terus digambar panah yang mengarah ke 6 penjuru angin (ya, bayangin aja bentuknya mirip cakram). Nah, diujung setiap panah, bu Ana nulis lafadz Allah. Setelah jadi, barulah si kafan ini diikatkan ke kepala kendi tanah yang udah disiapkan sebelumnya.

Kejadian selanjutnya jujur bikin ane kicep. Kenapa? Karena bu Ana sekarang udah nggak kayak bu Ana yang ane kenal. Ya, dia terlihat beda (ane nggak tahu pastinya apa yang beda, tapi kalo dari aura, bu Ana jadi terlihat seperti laki-laki gagah. Aura ya, bukan muka atau suara). Setelah itu, bu Ana mulai pasang kuda2 dan memposisikan dirinya di dekat telapak kaki nyokap yang lagi telentang. Mulai deh bu Ana melakukan gerakan 'seperti menarik sesuatu' dari pangkal paha nyokap ke telapak kakinya.

Mau percaya ato nggak, terserah, tapi saat itu nyokap tiba-tiba teriak kenceng banget. Teriakannya kayak yang kesakitan, parau dan mengiba. Mulanya, nyokap ngeluarin suara laki-laki yang mengiba minta tolong. Entah, minta tolong ke siapa. Tapi, yang pasti dia terus-terus nunjuk ke arah barat. Sumpah, waktu itu udah jam 9 malam, dan atap & jendela udah ribut banget seperti ada yang ngelemparin pake kerikil.

Slep, satu keluar (ane tahu karena bu Ana melakukan gerakan seperti 'narik akar' dari telapak kaki nyokap, dan dia terlihat seperti memasukkan sesuatu ke dalam kendi). Setelah itu, nyokap tiba-tiba ketawa terkekeh mirip kunti yang ane liat di TK. Ya, dia juga mulai gerak-gerakkin jari tangannya mirip orang yang lagi nari. Nggak pake lama, bu Ana langsung pasang kuda2 dan melakukan hal yang sama ke setan laknat ini.

Bedanya, pas ditarik sama bu Ana, si kunti teriak dan memohon, "Tulungan kawula, Nyai.......tulungan kawula" (tolong hamba, nyai. Tolong..). Dia teriak gitu sambil ngeronta seperti mau nyembah sesuatu yang tak kasat mata dan terletak di sebelah barat.

Bu Ana pun mulai melakukan interaksi, "Saha nu nitah maneh ngaruksak awewe ieu?" (Siapa yang nyuruh kamu merusak badan perempuan ini?). Ditanya gitu, itu setan nggak ngejawab. Dia malah geleng2 sambil nangis.

"Mun sia keukeuh teu daek ngajawab, ku aing abuskeun sia kana kendi ieu. Apal lin mun ieu kendi dikubur di taneuh, kakuatan sia bakal leungit?" (Kalau kamu tetap nggak mau jawab, kamu bakal aku masukkan ke kendi. Tau kan kalau kendi ini ditanam di tanah, kekuatan kamu bakal ilang?). Gila, bu Ana terlihat berwibawa banget pas ngegertak si setan laknat. Pake mata telanjang aja, ane tahu kalau bu Ana bukan sepenuhnya bu Ana.

Pas di gertak gitu, si kunti malah teriak, "Nyaiiii......tulungan kawula nyaiii. Embung, aing embung di abuskeun kana kendi. Tapi mun aing eleh ku maneh, aing bakal diduruk ku dunungan aingg" (Nyai, tolong aku nyaii. Nggak mau, aku nggak mau dimasukkan ke dalam kendi. Tapi, kalau aku kalah sama kamu, aku bakal dibakar sama majikan).

Penasaran, bokap nanya ke bu Ana, apa yang dimaksud majikan si setan adalah dukunnya. Dan bu Ana bilang ya. Lalu, siapa yang dimaksud dengan nyai?

"Dia minta tolong ke raja kunti. Bentuknya tinggi, rambutnya panjang sampai mata kaki. Dan, nggak seperti kunti pada umumnya, si rajanya pakai baju merah" papar bu Ana.

"Lalu, dia di mana bu? Di badan istri saya?" tanya bokap.
"Nggak, dia dari tadi merhatiin kita semua di luar pagar rumah ini, tepatnya di sebelah barat. Makannya ini setan dari tadi nunjuk2 terus ke sana. Tapi saya nggak tahu kenapa dukun yang nyantet istri bapak belum nyuruh si raja kunti buat nyerang saya. Saya yakin, dia nunggu kita semua lengah. Atau saat keluarga bapak nggak sedang bersama-sama dengan saya". Deg, ane langsung merinding ngebayangin gimana jadinya kalau nanti bu Ana pulang - dan di rumah tinggal ane, bokap, nyokap, sama adek saja. Jujur, saat itu ane langsung nangis karena takut nyokap mengalami hal terburuk, yaitu meninggal.

Lamunan ane buyar saat tubuh nyokap tiba-tiba mengejang. Rupanya, bu Ana kembali 'narik' makhluk gaib dan menyimpannya di dalam kendi. Ane lihat bu Ana udah mulai kelelahan, dan nyokap juga udah lemes karena setiap ada jin yang ditarik, dia bakal muntah-muntah. Tapi, muntah nyokap beda dengan muntah karena mual. Ya, nyokap muntah tanpa mengeluarkan apa2, kecuali lendir kental.

Akhirnya, bu Ana bilang kalo cukup dulu untuk sesi penarikan malam itu. Dia bilang, untuk malam ini, semuanya bakal berjalan aman karena nyokap juga udah tertidur dan kondisinya terlalu lemah untuk dirasuki jin lain. Tapi, doi pesan untuk selalu waspada, karena jin yang dimasukan ke tubuh nyokap sistemnya mirip shift. Jadi, kalo ada beberapa yang ilang, maka akan langsung diganti sama 3 dukun yang disewa si perempuan biadab mantannya bokap.

Setelah yakin nyokap tidur, bu Ana kemudian minta ditemenin sama bokap buat ke halaman belakang. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengubur kendi yang udah ada 'isinya'. Selain itu, bu Ana juga kemudian keliling rumah untuk masang pagar gaib. Katanya, biar tembakan dari dukun efeknya bisa diminimalisir.

Setelah selesai semua ritualnya: gue, bokap, sama bu Ana kemudian kumpul di ruang tengah nemenin nyokap yang udah pules. Tiba-tiba, ane denger dengan jelas suara cekikan cewek. Melengking, jelas, tapi berasa jauuuh. Ane langsung ngingsut duduk mepet bokap.

Melihat gelagat ane, bu Ana cuman nyengir. Terus dia bilang, "Neng iya denger suara cekikikan, ya?". Ane cuma bisa ngangguk. "Jauh ya suaranya? Iyalah, kan setan nya ada di luar pagar. Kunti kalo suaranya jauh, ya artinya posisi dia deket". Ane cuma diem dan berusaha tenang.

Bokap ngedenger penjelasan bu Ana cuma bisa bengong, terus nanya "Kok saya nggak denger ya bu?"

"Nggak semua orang bisa ngerasain kayak gitu pak. Nah, kalau neng iya sama ibunya, memang udah ada yang ngedampingin. Ato kalo saya sebut, udah ada khodamnya. Untung si ibu ada pendampingnya, bentuknya kakek-kakek berjanggut dan patih kerajaan 3 orang. Untung pak, soalnya kalo si ibu ternyata hanya orang 'biasa', bisa-bisa dia udah meninggal sejak lama. Berat loh tembakan gaib dari dukun2 ini". Penjelasan bu Ana semakin buat ane gugup. Anak mana sih yang nggak gugup kalo dijelasin ternyata ibunya bisa aja meninggal karena perbuatan laknat orang syirik?

"Nah, kalo neng iya agak menarik nih kasusnya. Soalnya, selain ada khodamnya, di dalam diri neng iya juga kayak ada piring yang besar dan lebar. Nah, piring ini yang ibaratnya memungkinkan neng iya buat belajar ilmu kebatinan. Tapi, bahayanya adalah kalo nggak diolah dengan baik, neng iya bakal narik jin dari semua kalangan, baik yang jahat ato yang baik"

Bingung sumpah. Ane nggak ngerti sama sekali dengan penjelasan bu Ana. Ngeliat ane yang cengo, bu Ana cuma bisa bilang, "Neng iya sering kan liat, denger, atau ngerasain sesuatu yang nggak bisa dirasa orang lain? Nah, itu akibat piring dalam diri neng iya yang tadi ibu sebutin"

Penasaran dengan kelanjutannya? Tunggu di update an selanjutnya, ya gan. Jangan lupa sabar dan terus posting komentar yang membahagiakan, yaaaa
Diubah oleh tyarga 03-12-2017 17:42
padasw
padasw memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.