- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#1062
PART 49
Sepersekian detik setelah mbak Novita membelokkan mobil nya ke sebuah warung,, sebuah truk yang berjalan dari arah belakang yang tadi ingin mendahului kami, menghantam sebuah angkot yang melaju dari arah depan..
Para penumpang yang di dalam angkot pun kini pada mengerang kesakitan sembari memegangi anggota tubuh mereka yang sakit.. Sementara di lain pihak sopir truk dan kenek nya saya bikin gelap mata nya karena takut dia akan lari dari tanggung jawab .. Wanita dan anak anak yang di dalam angkot, aku prioritas kan mendapatkan pertolongan lebih dulu karena secara fisik mereka makhluk yang lemah..
Beberapa warga yang tengah makan di warung yang tadinya mau aku hampir i pun kini berlari ikut membantu mengevakuasi para korban kecelakaan..
Erangan dan tangisan pun kini terdengar dimana mana hingga membuat pengendara yang lewat melaju pelan atau menghentikan kendaraan nya untuk sekedar menonton.. Inilah hal buruk dari budaya masyarakat kita jaman now.. Jiwa sosial nya semakin hari semakin berkurang...
Masak ada orang kecelakaan bukannya lekas di tolong malah dijadikan objek buat selfie.. Dan yang lebih parah lagi sampe di Share ke social media hanya untuk mengemis like atau komen.. Kalian pasti sering kan di fb atau ig mendapat i foto dengan capture klik like atau comen agar bapak, ibu, adek atau nenek ini lekas di beri kesembuhan.? ..
Sejak kapan social media ada fitur bisa membuat orang lekas sembuh atau masuk surga dengan mengklik tombol like serta komentar di pictures tadi.. Sebuah kebodohan yang haqiqi dari generasi saat ini...
Tapi itu gak semuanya koq.. Masih banyak juga orang yang jiwa sosial nya tinggi.. Seperti beberapa pengendara yang lewat serta menawarkan mobil nya untuk dipake membawa para korban yang luka ke rumah sakit siang itu..
Setelah semua korban luka dibawa ke rumah sakit, aku dan bang David pun kembali ke mobil mbak Novita.. Sementara ajian yang tadi ku rapalkan ke sopir dan kenek truk, langsung ku lepas saat anggota kepolisian datang ke lokasi kejadian dan mengamankan kedua orang tadi..
Bang David, Mbak Silvi dan Nadia pun hanya tersenyum kecil melihat kelakuan mbak Novita.. Sebab dengan tingkah nya yang seperti itu kepada ku, secara tidak langsung mbak Novita mengiyakan sindiran yang ku layang kan pada nya..
Setelah puas menyindir mbak Novita, aku pun meminta ketiga gadis yang tadinya di dalam mobil agar lekas turun.. Sebab matahari makin tinggi . Jadi otomatis rasa haus pun makin terasa di kerongkongan ku.. Warung ini cukup komplit kayaknya.. Bangunan nya juga kelihatan modern meski tetap tak meninggalkan kesan sebuah warung angkringan.. Jadi wajar saja banyak orang yang melepas lelah serta makan di warung ini..
Mbak Silvi dan Nadia hanya geleng geleng melihat tingkah kami bertiga..
Jujur aku paling malas kalo kebaikan seseorang itu harus di balas dengan materi.. Memang tak salah, namun kalo semua nya bisa di selesaikan dengan materi, harga diri serta kekayaan hati itu akan terlalu murah nilainya..
Mbak Silvi hanya diam tertunduk setelah mendengar ucapan Nadia.. Aku yakin dia merasa bersalah karena telah berucap seperti itu..
Pesanan kami yang lama di tunggu pun akhirnya datang.. Karena memang dasarnya sudah haus, satu gelas es jeruk pun aku habiskan dalam satu kali teguk.. Pelayan yang mengantarkan minuman tadi pun hanya bisa bengong melihat tingkah laku ku.. Mungkin dia berfikir, aku ini manusia apa onta..
Setelah menghabiskan minuman yang kami pesan, kami berlima pun kembali ke sekolah mbak silvi.. Tak seperti saat tadi berangkat ke rumah mbak andini, kali ini mbak Novita memacu mobil nya perlahan tapi pasti.. Aku yakin dia masih trauma dengan kecelakaan yang dilihat nya beberapa saat lalu..
35 menit kemudian, kami pun sampai kembali di sma 4..
Mbak Novita lantas memarkirkan mobil nya.. Aku dan bang David pun turun dan berjalan menuju motor bang David yang terparkir tak jauh dari posisi mobil mbak Novita..
Bang David pun hanya melambaikan tangannya ke arah mbak silvi tanpa membalas ucapan nya.. Karena hari sudah makin siang, suasana sekolah sudah tampak sepi saat kami sampai disana . Maklum, karena cuma lomba lomba saja, banyak anak anak yang tidak masuk atau masuk hanya untuk sekedar mengisi absensi saja..
Nampak hanya anak osis serta beberapa pengurus anggota pramuka yang masih tertinggal di sekolah.. Seperti nya mereka sedang mendiskusikan sesuatu.. Namun karena hanya melihat dari kejauhan, aku tak tahu apa yang mereka bahas.. Sampai beberapa anggota pramuka yang ternyata shinta, mbak dina, Kanaya serta kak Cindy melambaikan tangannya dan meminta ku serta bang David untuk ikut serta dalam diskusi manakala mereka melihat kedatangan ku..
Mereka berempat pun hanya tersenyum menatap ku..
Ntah karena sudah berjalan terlalu jauh, atau emang dasarnya budeg, bang David hanya mengacuhkan ucapan ku dan berlalu pergi melanjutkan langkah nya..
Tampak sekali kekecewaan di raut wajah mereka manakala mendengar penolakan dari ku..
Setelah mengirim kan pesan singkat, aku pun menoleh ke arah Kanaya.. Tampak kini dia tersenyum menatap ku sembari bibir nya yang manis berucap " Terima kasih banyak Gus " , dari kejauhan..
Aku khawatir terjadi apa-apa dengan kanaya dan anak anak yang lain saat mereka bilang perkemahan nya di selenggarakan di bumi perkemahan tirta wana.. Sebab tak jauh dari situ ada sumber api abadi yang digunakan pandai besi jaman dahulu untuk membuat pusaka serta senjata kerajaan Majapahit.. Tempat tersebut sangat sakral dan penghuni gaib nya berumur ratusan tahun..
Bisa fatal akibatnya kalo anak anak sampai berlaku kurang sopan selama berkemah nanti ...
Sepersekian detik setelah mbak Novita membelokkan mobil nya ke sebuah warung,, sebuah truk yang berjalan dari arah belakang yang tadi ingin mendahului kami, menghantam sebuah angkot yang melaju dari arah depan..
Quote:
Para penumpang yang di dalam angkot pun kini pada mengerang kesakitan sembari memegangi anggota tubuh mereka yang sakit.. Sementara di lain pihak sopir truk dan kenek nya saya bikin gelap mata nya karena takut dia akan lari dari tanggung jawab .. Wanita dan anak anak yang di dalam angkot, aku prioritas kan mendapatkan pertolongan lebih dulu karena secara fisik mereka makhluk yang lemah..
Beberapa warga yang tengah makan di warung yang tadinya mau aku hampir i pun kini berlari ikut membantu mengevakuasi para korban kecelakaan..
Quote:
Erangan dan tangisan pun kini terdengar dimana mana hingga membuat pengendara yang lewat melaju pelan atau menghentikan kendaraan nya untuk sekedar menonton.. Inilah hal buruk dari budaya masyarakat kita jaman now.. Jiwa sosial nya semakin hari semakin berkurang...
Masak ada orang kecelakaan bukannya lekas di tolong malah dijadikan objek buat selfie.. Dan yang lebih parah lagi sampe di Share ke social media hanya untuk mengemis like atau komen.. Kalian pasti sering kan di fb atau ig mendapat i foto dengan capture klik like atau comen agar bapak, ibu, adek atau nenek ini lekas di beri kesembuhan.? ..
Sejak kapan social media ada fitur bisa membuat orang lekas sembuh atau masuk surga dengan mengklik tombol like serta komentar di pictures tadi.. Sebuah kebodohan yang haqiqi dari generasi saat ini...
Tapi itu gak semuanya koq.. Masih banyak juga orang yang jiwa sosial nya tinggi.. Seperti beberapa pengendara yang lewat serta menawarkan mobil nya untuk dipake membawa para korban yang luka ke rumah sakit siang itu..
Setelah semua korban luka dibawa ke rumah sakit, aku dan bang David pun kembali ke mobil mbak Novita.. Sementara ajian yang tadi ku rapalkan ke sopir dan kenek truk, langsung ku lepas saat anggota kepolisian datang ke lokasi kejadian dan mengamankan kedua orang tadi..
Quote:
Bang David, Mbak Silvi dan Nadia pun hanya tersenyum kecil melihat kelakuan mbak Novita.. Sebab dengan tingkah nya yang seperti itu kepada ku, secara tidak langsung mbak Novita mengiyakan sindiran yang ku layang kan pada nya..
Setelah puas menyindir mbak Novita, aku pun meminta ketiga gadis yang tadinya di dalam mobil agar lekas turun.. Sebab matahari makin tinggi . Jadi otomatis rasa haus pun makin terasa di kerongkongan ku.. Warung ini cukup komplit kayaknya.. Bangunan nya juga kelihatan modern meski tetap tak meninggalkan kesan sebuah warung angkringan.. Jadi wajar saja banyak orang yang melepas lelah serta makan di warung ini..
Quote:
Mbak Silvi dan Nadia hanya geleng geleng melihat tingkah kami bertiga..
Quote:
Jujur aku paling malas kalo kebaikan seseorang itu harus di balas dengan materi.. Memang tak salah, namun kalo semua nya bisa di selesaikan dengan materi, harga diri serta kekayaan hati itu akan terlalu murah nilainya..
Quote:
Mbak Silvi hanya diam tertunduk setelah mendengar ucapan Nadia.. Aku yakin dia merasa bersalah karena telah berucap seperti itu..
Quote:
Pesanan kami yang lama di tunggu pun akhirnya datang.. Karena memang dasarnya sudah haus, satu gelas es jeruk pun aku habiskan dalam satu kali teguk.. Pelayan yang mengantarkan minuman tadi pun hanya bisa bengong melihat tingkah laku ku.. Mungkin dia berfikir, aku ini manusia apa onta..
Setelah menghabiskan minuman yang kami pesan, kami berlima pun kembali ke sekolah mbak silvi.. Tak seperti saat tadi berangkat ke rumah mbak andini, kali ini mbak Novita memacu mobil nya perlahan tapi pasti.. Aku yakin dia masih trauma dengan kecelakaan yang dilihat nya beberapa saat lalu..
35 menit kemudian, kami pun sampai kembali di sma 4..
Mbak Novita lantas memarkirkan mobil nya.. Aku dan bang David pun turun dan berjalan menuju motor bang David yang terparkir tak jauh dari posisi mobil mbak Novita..
Quote:
Bang David pun hanya melambaikan tangannya ke arah mbak silvi tanpa membalas ucapan nya.. Karena hari sudah makin siang, suasana sekolah sudah tampak sepi saat kami sampai disana . Maklum, karena cuma lomba lomba saja, banyak anak anak yang tidak masuk atau masuk hanya untuk sekedar mengisi absensi saja..
Nampak hanya anak osis serta beberapa pengurus anggota pramuka yang masih tertinggal di sekolah.. Seperti nya mereka sedang mendiskusikan sesuatu.. Namun karena hanya melihat dari kejauhan, aku tak tahu apa yang mereka bahas.. Sampai beberapa anggota pramuka yang ternyata shinta, mbak dina, Kanaya serta kak Cindy melambaikan tangannya dan meminta ku serta bang David untuk ikut serta dalam diskusi manakala mereka melihat kedatangan ku..
Quote:
Mereka berempat pun hanya tersenyum menatap ku..
Quote:
Ntah karena sudah berjalan terlalu jauh, atau emang dasarnya budeg, bang David hanya mengacuhkan ucapan ku dan berlalu pergi melanjutkan langkah nya..
Quote:
Tampak sekali kekecewaan di raut wajah mereka manakala mendengar penolakan dari ku..
Quote:
Setelah mengirim kan pesan singkat, aku pun menoleh ke arah Kanaya.. Tampak kini dia tersenyum menatap ku sembari bibir nya yang manis berucap " Terima kasih banyak Gus " , dari kejauhan..
Aku khawatir terjadi apa-apa dengan kanaya dan anak anak yang lain saat mereka bilang perkemahan nya di selenggarakan di bumi perkemahan tirta wana.. Sebab tak jauh dari situ ada sumber api abadi yang digunakan pandai besi jaman dahulu untuk membuat pusaka serta senjata kerajaan Majapahit.. Tempat tersebut sangat sakral dan penghuni gaib nya berumur ratusan tahun..
Bisa fatal akibatnya kalo anak anak sampai berlaku kurang sopan selama berkemah nanti ...
Diubah oleh agusk1988 01-12-2017 15:45
myusuffebria525 dan 11 lainnya memberi reputasi
12


