- Beranda
- Lounge Video
Selalu Menang, Suzuki Nex Dilarang Ikut..!!!
...
TS
suzuki.smg
Selalu Menang, Suzuki Nex Dilarang Ikut..!!!
Nonton dulu baru komeng, Gan! Lihat video lainnya di video.kaskus.co.id
0
5.8K
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Lounge Video
150.7KThread•10.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
suzuki.smg
#1
Kelas Matic 113cc Standar Pabrik menjadi salah satu kelas yang paling diminati dalam kejuaraan Corner Race. Peserta kelas ini biasanya di atas 40 starter karena motor yang digunakan merupakan motor harian yang masih berbentuk standar pabrikan.
“Pada dasarnya, kesepakatan regulasinya hanya membatasi motor tersebut harus berpenggerak matic dan maksimal 113cc standar pabrikan. Untuk kaki-kaki boleh diubah seperti ban dan sok. Area CVT pun juga boleh dimodifikasi,” ungkap Irvan OC, Kabid Roda Dua Pengprov IMI Jabar yang hadir di Gebyar Fun Corner Matic Race Trijaya Mimaki KYT Sumber Production 2017.
Kelas ini langsung mendapat perhatian dari penggemar cornering Jawa Barat. Motor seperti Honda Beat, Scoopy, Yamaha Mio, Fino dan juga Suzuki Nex pun diperlombakan dalam kelas matic 113cc standar pabrik.
Namun setelah beberapa kali berjalan, balap yang mayoritas diikuti oleh para komunitas cornering di Jawa Barat ini berubah regulasinya. Motor Suzuki Nex tidak boleh mengikuti kelas ini, walaupun masih sesuai dengan regulasi Matic 113cc Standar Pabrikan. Seperti yang terjadi di sirkuit Brigif 15 Kujang II Cimahi pada hari Sabtu (25/03) lalu.
“Jika motor Nex ini ikut, pasti selalu menjadi juara. Awalnya cuma ada 1 motor, kemudian beberapa pembalap lain mulai menggunakan Suzuki Nex. Alhasil posisi 5 besar selalu dihuni Suzuki Nex semua,” terang Glenn, mekanik tim GT Engine Shop JMM Home 135 yang juga menggunakan Suzuki Nex untuk pembalapnya, Dikdik Permana
Setelah ditelusuri, ternyata spesifikasi dasar Suzuki Nex memang lebih unggul. Diameter x Langkah : 51,0 x 55,2 mm dengan isi silinder 113cc. Rasio kompresi 9,4 : 1 dengan tenaga maksimum 9,4 ps / 8.800 rpm dan torsi maksimum 8,7 Nm / 6.500 rpm. Sedangkan rival terdekatnya, yaitu Honda Beat, mempunyai Diameter x Langkah : 50 x 55 mm, dengan volume mesin 108cc. Perbandingan kompresinya adalah 9,2 : 1 yang menghasilkan tenaga maksimum 8,52 ps / 8.000 rpm. Sedangkan torsi maksimumnya adalah 8,68 Nm / 6.500 rpm.
Spesifikasi dasar itulah yang membuat posisi Suzuki Nex selalu berada paling depan dibanding motor merk lainnya. Buntutnya, banyak peserta lain yang mengajukan protes agar Suzuki Nex dibuatkan kelas sendiri dan tidak boleh mengikuti kelas Matic 113cc Standar Pabrik.
Menanggapi protes tersebut, Saeful Hidayat selaku pimpinan perlombaan dari Pengprov IMI Jabar pun memberikan keputusan.
“Karena regulasi kelas ini berdasarkan kesepakatan komunitas, ya kami kembalikan lagi pada mereka. Hasilnya, Suzuki Nex tidak boleh ikut di kelas Corner Race Matic 113cc Standar Pabrik dan dibuatkan kelas sendiri. Kalau hal ini tidak diterapkan, maka banyak peserta yang akan mengundurkan diri dan tidak mau ikut lagi balap corner race selanjutnya. Kan malah membuat repot banyak pihak, walaupun memang kurang adil untuk pemilik Suzuki Nex,” tutup Saeful yang kini telah resmi menjadi Kabiro balap motor roadrace Jabar ini.
“Pada dasarnya, kesepakatan regulasinya hanya membatasi motor tersebut harus berpenggerak matic dan maksimal 113cc standar pabrikan. Untuk kaki-kaki boleh diubah seperti ban dan sok. Area CVT pun juga boleh dimodifikasi,” ungkap Irvan OC, Kabid Roda Dua Pengprov IMI Jabar yang hadir di Gebyar Fun Corner Matic Race Trijaya Mimaki KYT Sumber Production 2017.
Kelas ini langsung mendapat perhatian dari penggemar cornering Jawa Barat. Motor seperti Honda Beat, Scoopy, Yamaha Mio, Fino dan juga Suzuki Nex pun diperlombakan dalam kelas matic 113cc standar pabrik.
Namun setelah beberapa kali berjalan, balap yang mayoritas diikuti oleh para komunitas cornering di Jawa Barat ini berubah regulasinya. Motor Suzuki Nex tidak boleh mengikuti kelas ini, walaupun masih sesuai dengan regulasi Matic 113cc Standar Pabrikan. Seperti yang terjadi di sirkuit Brigif 15 Kujang II Cimahi pada hari Sabtu (25/03) lalu.
“Jika motor Nex ini ikut, pasti selalu menjadi juara. Awalnya cuma ada 1 motor, kemudian beberapa pembalap lain mulai menggunakan Suzuki Nex. Alhasil posisi 5 besar selalu dihuni Suzuki Nex semua,” terang Glenn, mekanik tim GT Engine Shop JMM Home 135 yang juga menggunakan Suzuki Nex untuk pembalapnya, Dikdik Permana
Setelah ditelusuri, ternyata spesifikasi dasar Suzuki Nex memang lebih unggul. Diameter x Langkah : 51,0 x 55,2 mm dengan isi silinder 113cc. Rasio kompresi 9,4 : 1 dengan tenaga maksimum 9,4 ps / 8.800 rpm dan torsi maksimum 8,7 Nm / 6.500 rpm. Sedangkan rival terdekatnya, yaitu Honda Beat, mempunyai Diameter x Langkah : 50 x 55 mm, dengan volume mesin 108cc. Perbandingan kompresinya adalah 9,2 : 1 yang menghasilkan tenaga maksimum 8,52 ps / 8.000 rpm. Sedangkan torsi maksimumnya adalah 8,68 Nm / 6.500 rpm.
Spesifikasi dasar itulah yang membuat posisi Suzuki Nex selalu berada paling depan dibanding motor merk lainnya. Buntutnya, banyak peserta lain yang mengajukan protes agar Suzuki Nex dibuatkan kelas sendiri dan tidak boleh mengikuti kelas Matic 113cc Standar Pabrik.
Menanggapi protes tersebut, Saeful Hidayat selaku pimpinan perlombaan dari Pengprov IMI Jabar pun memberikan keputusan.
“Karena regulasi kelas ini berdasarkan kesepakatan komunitas, ya kami kembalikan lagi pada mereka. Hasilnya, Suzuki Nex tidak boleh ikut di kelas Corner Race Matic 113cc Standar Pabrik dan dibuatkan kelas sendiri. Kalau hal ini tidak diterapkan, maka banyak peserta yang akan mengundurkan diri dan tidak mau ikut lagi balap corner race selanjutnya. Kan malah membuat repot banyak pihak, walaupun memang kurang adil untuk pemilik Suzuki Nex,” tutup Saeful yang kini telah resmi menjadi Kabiro balap motor roadrace Jabar ini.
0