- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#414
Aneh !!
Malam itu tak ada niat Dinand untuk membalas atau memberikan kabar untuk Savira .
dia membantingkan tubuhnya keatas Kasur dan menutupi wajahnya dengan Bantal.
" Tanggung besok aja lah kasih alasan ke Savira ", Gumam Dinand lalu menonaktif kan Handphone nya .
Terlelap lah DInand malam itu tanpa memperdulikan Savira yang menunggu
" Kemarin kamu kemana kok gak masuk Sekolah ?", Tanya Savira .
" Eh selamat pagi Sayang, Iya aku sakit terus istirahat Full kemarin", Jawab Dinand sekenanya .
Savira tampak memasang wajah curiga mendengar alasan Dinand, tapi dia hanya mengiyakan karena tak ingin masalah ini berlaru-larut
" Terus kenapa kamu gak kasih aku kabar ? kan bisa balas SMS aku " ,
" Sengaja aku taruh Handphone di Lemari biar bisa istirahat, maaf ya" , Jelas Dinand
Savira pergi dengan raut bete mendengar jawaban asal dari Dinand,
****
"From: Sabrina
Nanti aku tunggu kamu di depan Sekolah"
Dinand yang mendapat SMS dari Sabrina pagi itu tampak gelagapan, dia tahu bakal jadi bencana jika harus bertemu di daerah Sekolah nya .
"Halo Sab, jangan ngaco deh make mau ke Sekolahan gue segala. Nanti ketahuan Savira gimana", Oceh Dinand sesaat menelpon Sabrina
" Yaudah kamu yang nentuin, pokok nya pulang Sekolah kita harus ketemu",
DInand tampak bingung dan menggaruk kepala nya, Kenapa dia tidak bisa menolak ajakan dari Sabrina .
Kegiatan belajar Dinand hari ini tampak tidak bisa di nikmati, pikiran nya sudah terbagi dengan apa yang Sabrina pinta siang nanti .
"From: Savira
Aku tunggu nanti didepan Halte Sekolah ya pas pulang, Anterin aku cari buku sekalian kita jalan, Aku kangen kamu"
Otak Dinand seperti di tinju dari Kanan dan Kiri, Sabrina yang nekat ingin berdua lagi dengan Dinand, lalu sekarang Savira juga
ingin jalan berdua dengan nya.
Bel itu berbunyi, menandakan seluruh Siswa-siswi Sekolah pulang kerumah nya masing-masing .
Savira setelah Bel berbunyi langsung menuju Halte Sekolah, tempat dimana dia akan menunggu kedatangan Dinand.
Savira duduk dengan tenang, beberapa teman menyapa nya lalu pergi dengan angkutan masing-masing .
sesekali dia melihat Jam tangan yang ia gunakan .
"Dinand lama banget keluar Sekolah" , Lirih Savira dalam Hati nya .
Dia tetap tenang menunggu Dinand di bawah sorotan sinar Matahari siang itu .
Dinand jalan perlahan, menengok ke Kanan dan Kiri saat menuju Parkir kendaraan Motor nya.
dia langsung ngacir membawa motornya keluar gedung Sekolah.
Berhentilah Dinand disebuah Kedai kopi, lalu dia menuliskan SMS untuk Sabrina agar menemui dia disana.
Sudah Satu jam lebih Savira menunggu Dinand, dia bingung karena dia tidak melihat sosok yang dia tunggu siang itu.
" Ka Cilay ", Teriak Savira memanggil .
" Eh Vir, Kenapa ?" Sahut Cilay .
" Lihat Dinand Gak ? Ko gak kelihatan ya"
" dari tadi udah pulang kali Vir, Motor nya aja udah gak ada "
Savira tampak lemas mendengar jawaban dari Cilay , segera dia merogoh Handphone yang ada didalam Tas nya lalu menghubungi Dinand .
beberapa kali dia coba hubungi Dinand namun Handphone Dinand ternyata tidak Aktif .
"Gue pulang duluan ya Vir" Pamit Cilay .
Savira hanya mengangguk Lesu, dia terduduk menyandarkan tubuhnya. harapan hari ini bisa dengan orang yang dia sayang ternyata pupus tanpa kejelasan, tingkah aneh Dinand membuat Savira bertanya .
" Kita jangan terlalu deket kaya gini Sab, Gue udah punya Savira", Ucap Dinand .
" Jangan larang gue buat ketemu lo, Savira pun gak ada Hak buat ngelarang lo ketemu gue ", Tegas Sabrina
" Lagian kenapa lo gak berusaha nolak kalo gue ajak ketemu Nand ", Tambahnya .
Dinand tak menjawab, Dia diam ketika Sabrina bertanya kepada dia .
" Yaudah mau kemana kita ? terus motor gue gimana ?" , Balas Dinand .
" Kita nonton aja yuk, Udah lama gue ga Nonton Bioskop", ajak Sabrina
" Motornya Parkir disini aja, nanti pulang nya kita ambil", tambahnya .
Sabrina tampak manja berjalan menggandeng Dinand kearah mobilnya, Senyum bahagia tampak diwajah nya jika ada Dinand disampingnya .
****
Savira berinisiatif untuk pergi kerumah Dinand, dia tidak ingin tergantung dengan pertanyaan ada apa sebenarnya dengan Dinand.
kenapa dia aneh dari kemarin .
setelah Salin dan makan Siang, Savira langsung pamit untuk menuju rumah Dinand, berharap dia bisa bertemu Dinand dirumahnya .
" Assalamualaikum tante " Sapa Savira serta mencium tangan Mama Dinand .
" Eh Savira, Ko sendiri ? gak bareng Dinand ?",
" Loh memang Dinand belum pulang Tan ?",
" Belum tuh Vir, yaudah ayo masuk dulu ", Ajak Mama Dinand .
Savira duduk berbincang dengan Mama nya Dinand, ternyata Dinand dirumah pun Savira tidak bisa menemui DInand.
" Dinand kemana ya Tan ? aku hubungin nomornya gak aktif, padahal baru kemarin sakit, udah kelayapan aja", Keluh Savira .
" Loh siapa yang sakit ? kemarin dia baik-baik aja ko sampai Mama lihat dia berangkat Sekolah dia baik-baik aja Vir", Balas Mama Dinand tersenyum .
" Dinand sehat ? Dinand kemarin Sekolah ? "
Pertanyaan itu kini menyesaki pikiran Savira, ternyata sulit untuk merubah sikap seseorang ,
Savira tersenyum lesu dan menundukan kepala nya, rasa nya ingin pulang, masuk kamar kemudian teriak sekencang-kencangnya !!!!!
dia membantingkan tubuhnya keatas Kasur dan menutupi wajahnya dengan Bantal.
" Tanggung besok aja lah kasih alasan ke Savira ", Gumam Dinand lalu menonaktif kan Handphone nya .
Terlelap lah DInand malam itu tanpa memperdulikan Savira yang menunggu
" Kemarin kamu kemana kok gak masuk Sekolah ?", Tanya Savira .
" Eh selamat pagi Sayang, Iya aku sakit terus istirahat Full kemarin", Jawab Dinand sekenanya .
Savira tampak memasang wajah curiga mendengar alasan Dinand, tapi dia hanya mengiyakan karena tak ingin masalah ini berlaru-larut
" Terus kenapa kamu gak kasih aku kabar ? kan bisa balas SMS aku " ,
" Sengaja aku taruh Handphone di Lemari biar bisa istirahat, maaf ya" , Jelas Dinand
Savira pergi dengan raut bete mendengar jawaban asal dari Dinand,
****
"From: Sabrina
Nanti aku tunggu kamu di depan Sekolah"
Dinand yang mendapat SMS dari Sabrina pagi itu tampak gelagapan, dia tahu bakal jadi bencana jika harus bertemu di daerah Sekolah nya .
"Halo Sab, jangan ngaco deh make mau ke Sekolahan gue segala. Nanti ketahuan Savira gimana", Oceh Dinand sesaat menelpon Sabrina
" Yaudah kamu yang nentuin, pokok nya pulang Sekolah kita harus ketemu",
DInand tampak bingung dan menggaruk kepala nya, Kenapa dia tidak bisa menolak ajakan dari Sabrina .
Kegiatan belajar Dinand hari ini tampak tidak bisa di nikmati, pikiran nya sudah terbagi dengan apa yang Sabrina pinta siang nanti .
"From: Savira
Aku tunggu nanti didepan Halte Sekolah ya pas pulang, Anterin aku cari buku sekalian kita jalan, Aku kangen kamu"
Otak Dinand seperti di tinju dari Kanan dan Kiri, Sabrina yang nekat ingin berdua lagi dengan Dinand, lalu sekarang Savira juga
ingin jalan berdua dengan nya.
Bel itu berbunyi, menandakan seluruh Siswa-siswi Sekolah pulang kerumah nya masing-masing .
Savira setelah Bel berbunyi langsung menuju Halte Sekolah, tempat dimana dia akan menunggu kedatangan Dinand.
Savira duduk dengan tenang, beberapa teman menyapa nya lalu pergi dengan angkutan masing-masing .
sesekali dia melihat Jam tangan yang ia gunakan .
"Dinand lama banget keluar Sekolah" , Lirih Savira dalam Hati nya .
Dia tetap tenang menunggu Dinand di bawah sorotan sinar Matahari siang itu .
Dinand jalan perlahan, menengok ke Kanan dan Kiri saat menuju Parkir kendaraan Motor nya.
dia langsung ngacir membawa motornya keluar gedung Sekolah.
Berhentilah Dinand disebuah Kedai kopi, lalu dia menuliskan SMS untuk Sabrina agar menemui dia disana.
Sudah Satu jam lebih Savira menunggu Dinand, dia bingung karena dia tidak melihat sosok yang dia tunggu siang itu.
" Ka Cilay ", Teriak Savira memanggil .
" Eh Vir, Kenapa ?" Sahut Cilay .
" Lihat Dinand Gak ? Ko gak kelihatan ya"
" dari tadi udah pulang kali Vir, Motor nya aja udah gak ada "
Savira tampak lemas mendengar jawaban dari Cilay , segera dia merogoh Handphone yang ada didalam Tas nya lalu menghubungi Dinand .
beberapa kali dia coba hubungi Dinand namun Handphone Dinand ternyata tidak Aktif .
"Gue pulang duluan ya Vir" Pamit Cilay .
Savira hanya mengangguk Lesu, dia terduduk menyandarkan tubuhnya. harapan hari ini bisa dengan orang yang dia sayang ternyata pupus tanpa kejelasan, tingkah aneh Dinand membuat Savira bertanya .
" Kita jangan terlalu deket kaya gini Sab, Gue udah punya Savira", Ucap Dinand .
" Jangan larang gue buat ketemu lo, Savira pun gak ada Hak buat ngelarang lo ketemu gue ", Tegas Sabrina
" Lagian kenapa lo gak berusaha nolak kalo gue ajak ketemu Nand ", Tambahnya .
Dinand tak menjawab, Dia diam ketika Sabrina bertanya kepada dia .
" Yaudah mau kemana kita ? terus motor gue gimana ?" , Balas Dinand .
" Kita nonton aja yuk, Udah lama gue ga Nonton Bioskop", ajak Sabrina
" Motornya Parkir disini aja, nanti pulang nya kita ambil", tambahnya .
Sabrina tampak manja berjalan menggandeng Dinand kearah mobilnya, Senyum bahagia tampak diwajah nya jika ada Dinand disampingnya .
****
Savira berinisiatif untuk pergi kerumah Dinand, dia tidak ingin tergantung dengan pertanyaan ada apa sebenarnya dengan Dinand.
kenapa dia aneh dari kemarin .
setelah Salin dan makan Siang, Savira langsung pamit untuk menuju rumah Dinand, berharap dia bisa bertemu Dinand dirumahnya .
" Assalamualaikum tante " Sapa Savira serta mencium tangan Mama Dinand .
" Eh Savira, Ko sendiri ? gak bareng Dinand ?",
" Loh memang Dinand belum pulang Tan ?",
" Belum tuh Vir, yaudah ayo masuk dulu ", Ajak Mama Dinand .
Savira duduk berbincang dengan Mama nya Dinand, ternyata Dinand dirumah pun Savira tidak bisa menemui DInand.
" Dinand kemana ya Tan ? aku hubungin nomornya gak aktif, padahal baru kemarin sakit, udah kelayapan aja", Keluh Savira .
" Loh siapa yang sakit ? kemarin dia baik-baik aja ko sampai Mama lihat dia berangkat Sekolah dia baik-baik aja Vir", Balas Mama Dinand tersenyum .
" Dinand sehat ? Dinand kemarin Sekolah ? "
Pertanyaan itu kini menyesaki pikiran Savira, ternyata sulit untuk merubah sikap seseorang ,
Savira tersenyum lesu dan menundukan kepala nya, rasa nya ingin pulang, masuk kamar kemudian teriak sekencang-kencangnya !!!!!
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:47
0