- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#992
PART 47
WUUUUSHHHHHHH...
Hawa dingin seketika menyerang tubuh ku saat aku ingin mencoba untuk berdiri..Perasaan baru jam 7 lewat, kenapa suasana nya bisa sedingin ini..? Beragam pertanyaan berkecamuk di dalam fikiran ku..
Akhirnya setelah bersusah payah, aku pun berhasil berdiri dan berjalan menuju motor ku yang masih tergeletak di pinggir jalan...
HRRRRRRRRRR....
Sebuah suara mengagetkan ku saat aku mencoba ingin mengambil motor ku yang masih rubuh..
ALLAHU AKBAR...
Aku tercekat kaget dan seketika bulu kuduk ku merinding saat melihat ke arah sumber suara tadi.. Tampak kini di hadapan ku seorang pria paruh baya sedang berdiri di hadapan ku dengan wajah bersimbah darah.. Muka pria tadi terkelupas hingga tampak lah batok kepala nya yang berwarna putih..
Yang membuat ku semakin merinding manakala melihat tubuhnya yang bagian bawah.. Lingkar pinggang nya telah hancur seperti bekas terlindas sesuatu.. Pria paruh baya tadi menatap ku tajam sembari sesekali mulut nya mengeram.. Aku yakin pria paruh baya tadi jin qarin dari orang yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas..
Bapak paruh baya tadi pun lantas tersenyum pada ku.. Wujud dan pakaian nya yang tadinya menyeramkan, telah berganti dengan busana muslim berwarna putih bersih dengan wajah yang sangat berwibawa.. Wujud bapak tadi pun perlahan menghilang dari pandangan ku..
Aku pun lantas meminta bantuan kenanga untuk mencari kalung yang dimaksud bapak tadi.. Setelah setengah jam mencari dengan dibantu kenanga, kalung tersebut pun akhirnya kutemukan tak jauh dari tempat ku terjatuh..
Karena niat awalnya nya ingin ngajar Stella ngaji , aku pun lantas mengirim pesan padanya kalau terpaksa gak bisa datang malam ini..
Beberapa detik kemudian..
Balas Stella dengan emoticon sedih..
Merasa gak enak hati karena sudah sering absen ngajar ngaji, aku pun malam itu terpaksa mengajak Stella mencari alamat rumah pak Joyo dan menyerahkan kalung yang saat ini ada di tangan ku ini ke putri Bungsu nya...
Aku pun lantas mengambil motor ku yang masih letoy di atas aspal dan memacu nya menuju rumah Stella... 20 menit kemudian aku telah sampai di rumah bang David.. Stella rupa nya telah menunggu kedatangan ku.. Tampak dia kini di luar pagar rumah nya sedang berdiri ditemani bang David..
Setelah selesai mendengar wejangan bang David,, aku pun memacu motor ku kembali menuju alamat rumah pak Joyo.. Sensasi hangat dan kenyal sedikit kurasakan saat Stella memeluk erat tubuh ku dari belakang..
CEKITTTTTTT....
Sebuah cubitan pun lagi lagi dirasakan pinggang ku karena kejujuran ku..Kali ini diberikan Stella yang malam itu wajahnya nampak memerah karena ucapan ku.. Ya mana mau gimana lagi.. Orang memang aku tipikal orang kayak gitu..
30 menit berpacu dengan waktu, aku pun sampai di alamat yang disebut jin qarin milik pak Joyo.. Tampak di hadapan ku kini rumah yang terlihat sangat bagus di banding rumah di sekeliling nya.. Aku pun meminta Stella turun dan menunggu sebentar..
Setelah berucap salam, seorang wanita paruh baya pun membukakan pintu pagar dan mempersilahkan kami masuk.. Wanita tadi pun mempersilahkan kami duduk di kursi yang ada di teras rumahnya..
Ekspresi wanita muda tadi langsung berubah saat aku menyebut nama pak Joyo.. Wanita tadi pun lantas berteriak ke dalam rumah sembari menyebut nama Andini.. Mungkin dia ini putri Bungsu yang di maksud pak Joyo karena nama awal nya sesuai abjad di kalung yang saat ini berada dalam kantung celana ku..
Tak berapa lama seorang gadis pun keluar dari rumah dan ikut bergabung dengan kami di teras.. Aku pun terhenyak kaget karena ternyata Andini ini teman sekelas mbak silvi yang dulu ikut berlari untuk menjemput kedatangan ku di parkir an..
Tangis Andini dan wanita paruh baya tadi pun langsung pecah saat aku mengatakan kenyataan yang begitu menyakitkan.. Stella yang tadi nya anteng, kini memegang erat lengan ku dan melihat ku dengan mata berkaca kaca.. Sementara aku sendiri bisa bersikap lebih tegar karena memang sudah sering mengalami kejadian seperti ini.. Bukan nya karena hati ku sudah mati..
Tak selang beberapa lama, kenanga pun kembali dan memberi tahu ku dimana tubuh pak Joyo di bawa..
Setelah berganti baju dan menghubungi sanak keluarga nya, Andini pun dengan paman dan ibu nya ikut dengan ku ke alamat yang di tunjuk kan kenanga.. Menggunakan mobil milik paman nya, kami pun berangkat ke rumah sakit dengan diriku sebagai penunjuk jalan.. Sepanjang perjalanan tak henti henti nya tangis Andini dan ibu nya pecah.. Stella pun tanpa sadar ikut menitik kan air mata karena mungkin teringat dengan almarhumah Kirana adek kecil nya..
Memang sebuah hal menyedihkan bila kehilangan orang yang kita cintai atau orang berharga di hidup kita..
Paman nya Andini pun tak bertanya lagi dan kini mengarahkan mobil nya ke pelataran parkir rumah sakit.. Cukup jauh juga rupanya warga membawa jenazah pak Joyo, mungkin karena sudah malam, hanya rumah sakit umum ini yang peralatan nya lengkap.. Setelah memarkirkan mobil, kami pun bergegas ke bagian informasi untuk bertanya apakah ada korban kecelakaan yang bernama pak Joyo..
Bagian informasi pun bilang kalau tak ada pasien tabrak lari yang bernama pak Joyo.. Namun beberapa saat lalu ada korban tabrak lari yang meninggal tanpa identitas yang melekat di tubuh nya.. Kami pun di minta ke kamar mayat untuk sekedar memastikan jenazah tersebut orang yang kami maksud atau bukan..
Karena berada di rumah sakit, banyak sekali jin qarin yang berlalu lalang dan menatap tajam ke arah ku.. Mungkin mereka sedikit terusik dengan kehadiran ku yang bisa melihat wujud mereka.. Akan tetapi karena mereka cuma jin lemah, makhluk makhluk tadi cuma bisa menatap ku dingin tanpa sekali pun berani mendekat ke arah ku..
Setelah melewati lorong rumah sakit yang horor di malam hari, dengan di antar petugas, kami pun sampai juga di kamar mayat.. Petugas tadi pun menunjukkan kami dimana letak jenazah yang baru datang beberapa waktu lalu..
Tampak di hadapan kami kini tubuh pak Joyo terbujur kaku dengan bentuk yang sudah tidak lagi utuh..
WUUUUSHHHHHHH...
Hawa dingin seketika menyerang tubuh ku saat aku ingin mencoba untuk berdiri..Perasaan baru jam 7 lewat, kenapa suasana nya bisa sedingin ini..? Beragam pertanyaan berkecamuk di dalam fikiran ku..
Akhirnya setelah bersusah payah, aku pun berhasil berdiri dan berjalan menuju motor ku yang masih tergeletak di pinggir jalan...
HRRRRRRRRRR....
Sebuah suara mengagetkan ku saat aku mencoba ingin mengambil motor ku yang masih rubuh..
ALLAHU AKBAR...
Aku tercekat kaget dan seketika bulu kuduk ku merinding saat melihat ke arah sumber suara tadi.. Tampak kini di hadapan ku seorang pria paruh baya sedang berdiri di hadapan ku dengan wajah bersimbah darah.. Muka pria tadi terkelupas hingga tampak lah batok kepala nya yang berwarna putih..
Yang membuat ku semakin merinding manakala melihat tubuhnya yang bagian bawah.. Lingkar pinggang nya telah hancur seperti bekas terlindas sesuatu.. Pria paruh baya tadi menatap ku tajam sembari sesekali mulut nya mengeram.. Aku yakin pria paruh baya tadi jin qarin dari orang yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas..
Quote:
Bapak paruh baya tadi pun lantas tersenyum pada ku.. Wujud dan pakaian nya yang tadinya menyeramkan, telah berganti dengan busana muslim berwarna putih bersih dengan wajah yang sangat berwibawa.. Wujud bapak tadi pun perlahan menghilang dari pandangan ku..
Aku pun lantas meminta bantuan kenanga untuk mencari kalung yang dimaksud bapak tadi.. Setelah setengah jam mencari dengan dibantu kenanga, kalung tersebut pun akhirnya kutemukan tak jauh dari tempat ku terjatuh..
Karena niat awalnya nya ingin ngajar Stella ngaji , aku pun lantas mengirim pesan padanya kalau terpaksa gak bisa datang malam ini..
Quote:
Beberapa detik kemudian..
Quote:
Balas Stella dengan emoticon sedih..
Quote:
Quote:
Merasa gak enak hati karena sudah sering absen ngajar ngaji, aku pun malam itu terpaksa mengajak Stella mencari alamat rumah pak Joyo dan menyerahkan kalung yang saat ini ada di tangan ku ini ke putri Bungsu nya...
Aku pun lantas mengambil motor ku yang masih letoy di atas aspal dan memacu nya menuju rumah Stella... 20 menit kemudian aku telah sampai di rumah bang David.. Stella rupa nya telah menunggu kedatangan ku.. Tampak dia kini di luar pagar rumah nya sedang berdiri ditemani bang David..
Quote:
Setelah selesai mendengar wejangan bang David,, aku pun memacu motor ku kembali menuju alamat rumah pak Joyo.. Sensasi hangat dan kenyal sedikit kurasakan saat Stella memeluk erat tubuh ku dari belakang..
Quote:
CEKITTTTTTT....
Sebuah cubitan pun lagi lagi dirasakan pinggang ku karena kejujuran ku..Kali ini diberikan Stella yang malam itu wajahnya nampak memerah karena ucapan ku.. Ya mana mau gimana lagi.. Orang memang aku tipikal orang kayak gitu..
30 menit berpacu dengan waktu, aku pun sampai di alamat yang disebut jin qarin milik pak Joyo.. Tampak di hadapan ku kini rumah yang terlihat sangat bagus di banding rumah di sekeliling nya.. Aku pun meminta Stella turun dan menunggu sebentar..
Setelah berucap salam, seorang wanita paruh baya pun membukakan pintu pagar dan mempersilahkan kami masuk.. Wanita tadi pun mempersilahkan kami duduk di kursi yang ada di teras rumahnya..
Quote:
Ekspresi wanita muda tadi langsung berubah saat aku menyebut nama pak Joyo.. Wanita tadi pun lantas berteriak ke dalam rumah sembari menyebut nama Andini.. Mungkin dia ini putri Bungsu yang di maksud pak Joyo karena nama awal nya sesuai abjad di kalung yang saat ini berada dalam kantung celana ku..
Tak berapa lama seorang gadis pun keluar dari rumah dan ikut bergabung dengan kami di teras.. Aku pun terhenyak kaget karena ternyata Andini ini teman sekelas mbak silvi yang dulu ikut berlari untuk menjemput kedatangan ku di parkir an..
Quote:
Tangis Andini dan wanita paruh baya tadi pun langsung pecah saat aku mengatakan kenyataan yang begitu menyakitkan.. Stella yang tadi nya anteng, kini memegang erat lengan ku dan melihat ku dengan mata berkaca kaca.. Sementara aku sendiri bisa bersikap lebih tegar karena memang sudah sering mengalami kejadian seperti ini.. Bukan nya karena hati ku sudah mati..
Quote:
Tak selang beberapa lama, kenanga pun kembali dan memberi tahu ku dimana tubuh pak Joyo di bawa..
Quote:
Setelah berganti baju dan menghubungi sanak keluarga nya, Andini pun dengan paman dan ibu nya ikut dengan ku ke alamat yang di tunjuk kan kenanga.. Menggunakan mobil milik paman nya, kami pun berangkat ke rumah sakit dengan diriku sebagai penunjuk jalan.. Sepanjang perjalanan tak henti henti nya tangis Andini dan ibu nya pecah.. Stella pun tanpa sadar ikut menitik kan air mata karena mungkin teringat dengan almarhumah Kirana adek kecil nya..
Memang sebuah hal menyedihkan bila kehilangan orang yang kita cintai atau orang berharga di hidup kita..
Quote:
Paman nya Andini pun tak bertanya lagi dan kini mengarahkan mobil nya ke pelataran parkir rumah sakit.. Cukup jauh juga rupanya warga membawa jenazah pak Joyo, mungkin karena sudah malam, hanya rumah sakit umum ini yang peralatan nya lengkap.. Setelah memarkirkan mobil, kami pun bergegas ke bagian informasi untuk bertanya apakah ada korban kecelakaan yang bernama pak Joyo..
Bagian informasi pun bilang kalau tak ada pasien tabrak lari yang bernama pak Joyo.. Namun beberapa saat lalu ada korban tabrak lari yang meninggal tanpa identitas yang melekat di tubuh nya.. Kami pun di minta ke kamar mayat untuk sekedar memastikan jenazah tersebut orang yang kami maksud atau bukan..
Karena berada di rumah sakit, banyak sekali jin qarin yang berlalu lalang dan menatap tajam ke arah ku.. Mungkin mereka sedikit terusik dengan kehadiran ku yang bisa melihat wujud mereka.. Akan tetapi karena mereka cuma jin lemah, makhluk makhluk tadi cuma bisa menatap ku dingin tanpa sekali pun berani mendekat ke arah ku..
Setelah melewati lorong rumah sakit yang horor di malam hari, dengan di antar petugas, kami pun sampai juga di kamar mayat.. Petugas tadi pun menunjukkan kami dimana letak jenazah yang baru datang beberapa waktu lalu..
Quote:
Tampak di hadapan kami kini tubuh pak Joyo terbujur kaku dengan bentuk yang sudah tidak lagi utuh..
myusuffebria525 dan 17 lainnya memberi reputasi
18


