Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#939
PART 46

Quote:


Setelah berucap seperti itu, Stephanie menutup rapat mulut nya dan fokus kembali melihat kakak kelas yang sedang berlomba.. Sementara di lain pihak, aku dibuat berfikir keras untuk mencerna maksud serta makna dari ucapan nya...

Karena dia Indigo.? Apakah Stephanie punya gambaran masa depan tentang Reni..? Apakah akan terjadi sesuatu pada hubungan ku dengan Reni..?

Aku buru buru berfikir positif dan menepis semua pertanyaan yang berkecamuk di kepala ku.. Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan reni atau hubungan kami ke depannya... Aamiin...

Saat sudah berhasil mendinginkan kepala ku,, beberapa siswi cewek mendekat dan ikut ngobrol dengan kami.. Salah satu dari siswi tadi membawa sebuah bungkusan dan di serah kan nya pada ku..

Quote:


Karena kalah argumen, aku pun memilih diam dan tak berucap lagi.. Tapi entah mengapa aku sangat yakin wajah reni pagi itu terlihat sedikit pucat.. Stephanie menoleh ke arah ku dan menatap ku dengan mata yang berkaca kaca saat aku bilang melihat wajah reni sedikit pucat...

Dalam tatapan nya seperti tersirat sebuah misteri besar. Aku yakin dia juga melihat apa yang aku lihat pada diri Reni.. Bahkan mungkin dia bisa melihat lebih daripada yg aku lihat.. Namun dia tidak sanggup mengatakan nya karena tak mau mendahului Yang Di Atas.. Belum tentu juga penglihatan nya itu akan menjadi sebuah kenyataan..

Quote:


Yang lain pun kontan tertawa mendengar jawaban yang sangat polos dari ku.. Sementara diri ku hanya tersenyum kecut karena masih memikirkan perkataan Stephanie..

Quote:


Semua yang hadir pagi itu shock saat mendengar cerita dari ku... Mereka tampak terdiam sambil sesekali beradu pandang satu sama lain.. Mungkin mereka takut atau tak mau membahas nya lebih jauh lagi.. Aku pun mengerti dan mencukupkan cerita ku sampai disitu..

Karena tak ada kegiatan di sekolah,, aku pun pamit kepada yang lain untuk pulang lebih dahulu.. Saat aku ingin beranjak pergi, Reni ikut berdiri dan bilang mau ikut dengan ku pulang ke rumah ku.. Aku pun tak keberatan dan membonceng Reni dengan motor pemberian Papa nya untuk sampai ke rumah..

Sepanjang perjalanan kami bersenda gurau dan saling bercengkrama menikmati sejuk nya udara pagi pedesaan..semoga saja momen ini seperti ini tak kan pernah pudar..

30 menit menyusuri jalanan, aku pun sampai di rumah..

Ketika sampai rumah, ibu menyuruh ku mengantar makan siang untuk bapak ku di sawah.. Maklum, bapak ku kalo sudah di sawah, baru mau masuk waktu maghrib pulang nya.

Meski sudah ku larang karena panas hingga sengatan sinar matahari bisa merusak kulit nya, Reni tetap saja kekeuh ingin ikut dengan ku ke sawah. Sebab dia selama ini belum pernah maen ke yang namanya areal persawahan..

Aku pun tak kuasa menolak permintaan nya.. Biar lah dia nanti berteduh di pondok yang ada di tengah sawah yang dibuat oleh bapak serta mas ku..

Sawah di desa ku ini ada jalan serta tanggul yang besar sepanjang sisi sungai.. Jadi sepeda motor bisa melaju lancar asal tidak pas musim penghujan.. 10 menit naek motor, aku dan reni pun sampai di sawah. Bapak kaget saat aku ke sawah berdua bareng reni..

Maklum, mbak ku saja di larang ke sawah oleh bapak. Beliau takut mbak ku kepanasan terus jatuh pingsan..

Aku lantas meminta Reni berteduh di dalam pondok saja sementara aku menyerah kan makan siang ke bapak ku.. Bapak ku saat itu ada di tengah sawah, jadi terpaksa aku menyusul nya turun ke areal sawah.. Saat sudah menerima makan siang dari ku, bapak pun meminta ku untuk kembali ke rumah karena kasihan melihat Reni..

Quote:


Karena pemandangan yang indah serta suasana sawah yang sejuk oleh semilir angin, tanpa sadar Reni tertidur di dalam dekapan ku.. Aku pun lantas merebahkan tubuhnya di pembaringan pondok dan memandangi wajahnya yang terlelap dalam indah nya dunia mimpi..

Subhanallah,,, sungguh cantik nya ciptaan Mu ini Tuhan.. Semoga engkau beri kebahagiaan untuk hidup nya dan hidup ku..

Selepas ashar aku membangun kan Reni karena waktu sudah sore. Aku takut Reni di cari in sama keluarga nya. Sebab aku gak tahu Reni sudah ijin ke keluarga nya atau belum kalau pulang sekolah maen dulu ke rumah ku..

Quote:


Manakala Reni sudah bangun dari tidur nya, aku pun langsung mengajak nya pulang ke rumah setelah berpamitan sama bapak yang tadi sempat ikut istirahat sebentar di pondok.. Bapak juga berpesan agar selalu menjaga agar tidak berbuat hal yang termasuk dalam MOH LIMO..

Aku pun mengangguk dan menjaga betul betul amanat bapak.. Ketika sampai di rumah, Reni juga berpamitan kepada ibu ku untuk pulang ke rumahnya sendirinya.. Ibu pun berpesan agar aku hati hati serta pelan pelan saja bawa motor nya..

Setelah selesai menyerahkan helm cadangan ke Reni, aku pun menggeber motor ku menuju rumah Reni.. 25 menit berpacu di atas aspal, kami pun sampai di rumah yang bercat hijau milik keluarga Reni..

Security keluarga Reni pun mempersilahkan kami masuk..

Quote:


Reni pun menuruti perintah ibu nya dan ngeloyor menuju kamar nya..

Quote:


Setelah berpamitan dengan Ibu Ayu, aku pun menyalakan mesin motor ku dan memacu nya kembali menuju alamat rumahku.. Karena penasaran dengan kelanjutan nasib wanita muda yang tadi malam, aku pun menyempatkan diri lewat puskesmas yang sempat aku lewat i saat mengantarkan kanaya pulang..

Saat sampai di puskesmas tersebut, aku mematikan mesin motor ku dan memarkirkan nya di seberang jalan. Aku pun lantas turun dan melihat suasana puskesmas sebentar.. Tampak kini puskesmas tersebut terlihat sangat sepi.. Garis polisi juga terpasang di sekeliling bangunan puskesmas..

Quote:


Wanita muda tadi pun mengangguk dan tersenyum ke arah ku.. Tangannya melambai disertai sosok nya yang menghilang perlahan lahan.. Wanita muda tadi muncul dengan sosok yang sangat cantik.. Baju nya putih bersih dengan wajah yang sangat merona. Sungguh kejam orang yang sampai hati membunuh bahkan memutilasi tubuh nya.

Karena sudah memastikan dengan mata kepalaku sendiri kalau wanita muda semalam sudah pergi dengan tenang, aku pun melanjutkan perjalanan ku.. Pukul 16.30 aku sampai rumah dan bergegas ke lapangan desa untuk bermain sepak bola..

Menjelang maghrib aku baru pulang. Sehabis mandi, aku sempat kan dulu untuk sholat ashar sembari menunggu waktu maghrib tiba.. Manakala adzan magrib berkumandang, aku pun bergegas ke mushola untuk sholat maghrib berjamaah..

Selepas maghrib, aku bermain dengan teman teman sebayaku di halaman depan mushola.. Hal ini adalah rutinitas yang biasa aku lakukan sehari hari.. Tapi sering kali juga aku langsung balik ke rumah jikalau temen2ku absen jamaah..

Ketika selesai menunaikan ibadah sholat isya, aku pun pamit pada ibu ku untuk mengajar ngaji di rumah Stella.. Setelah selesai berdandan dengan atribut yang pantas, aku menggeber motor ku ke rumah Stella..

DAGGGGGG...... BRUAGGHHHHHHH...

Karena terlalu ngebut membawa motor, aku pun terjatuh karena tak bisa menghindari lubang yang ada di depan ku..

WUSHHHHHHHHH.....

Hawa dingin tiba-tiba saja menyerang tubuh ku saat aku mencoba untuk berdiri...
wakazsurya77
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.