Kaskus

Story

hand.2.handAvatar border
TS
hand.2.hand
Bola Ku Tendang Cintaku Menghilang
Bola seperti cinta yg hanya ada satu dalam sebuah pertandingan. Bola adalah harapan, harapan untuk semua pemain agar bisa mencetak gol dan membawa kemenangan untuk timnya. Itulah sebabnya bola akan selalu ada di depan kita, apa pun posisi kita dimana pun kita berada maka bola akan tampak di depan mata kita. Bola akan lebih cepat mendahului kita di saat kita berlari, agar kita mengejarnya agar tidak di rebut oleh pemain lawan. Merebut bola dalam sebuah pertandingan adalah hal yg wajar selama tidak melanggar aturan dalam pertandingan. Lalu bagaimana kalo merebut bola dengan keras dan di luar aturan ??? Hukuman, pemain yg melanggar aturan akan di beri hukuman berupa peringatan, tendangan bebas, tendangan penalty kartu kuning, kartu merah oleh wasit. Ketika kita kehilangan bola, kita harus berusaha mencarinya kita harus menjemputnya dan di saat kita merasa lelah lihat sekitar kita ada pemain lain yg akan membantu kita untuk mencetak gol, memberi peluang kepada kita dan akan membantu kita untuk mewujudkan harapan kita.
Ya, cinta dan harapan sesuatu yg harus kita cari, sesuatu yg harus kita kejar dan sesuatu yg harus kita perjuangkan agar tidak di rebut oleh orang lain, karena orang lain juga bisa merebut dari kita untuk mendapatkan cinta dan harapan selama masih dalam batas-batasan yg berlaku. Bila ada orang lain merebut diluar batasan maka dia pantas di beri hukuman. Hukuman datang sebagai peringatan agar mereka sadar apa yg telah mereka perbuat, agar mereka jera dan tidak mengulanginya lagi.


Quote:


Spoiler for soundtrack:

Spoiler for index:
Diubah oleh hand.2.hand 15-12-2017 10:29
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
54.6K
347
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
hand.2.handAvatar border
TS
hand.2.hand
#241
PART 14



Pagi hari saat gw sedang berjalan masuk ke sekolah tiba-tiba ada suara yg memanggil nama gw, siapa lagi kalau bukan si jalangkung a.k.a Sarah (soalnya badan dia jangkung, jadi gw plesetin jadi jalangkungemoticon-Hammer (S)).

Quote:


Daerah gw memang cukup di takuti, nama daerah gw memang sudah punya nama di kota gw. Soalnya dulu sekitar tahun 2000an, waktu lagi musim genk-genk'an di daerah gw juga mendirikan genk tapi bukan genk motor, dulu genk motor belum lahir. Bagaimana mau ada genk motor, yg punya motor saja masih jarang dan bisa di hitung sama jari. Dan genk gw pas awal berdiri di peruntukan hanya untuk anak-anak di daerah gw saja, tidak ada anggotanya dari daerah lain.
Setelah beberapa minggu berdiri, genk daerah gw sudah berani menantang genk-genk yg sudah ada sebelumnya. Menantang disini bukan dengan cara tawuran, tapi ketua genk gw yg datang langsung dan bilang ke ketua genk yg lain bahwa dia mengajak duel ketua vs ketua. Dan ketua genk gw menang terus, ada juga ketua genk yg lain sudah menyerah duluan. Dari situ mulai banyak yg dari daerah lain masuk ke genk gw, tapi kalau anggotanya dari daerah lain wajib beli kartu anggota. Di genk gw tidak ada yg namanya anggota baru wajib di uji dulu, kalau mau masuk ya masuk saja.
Tapi nama genk gw tidak berlangsung lama, bukan karena kalah dari genk lain. Tapi banyak anak anggota yg menyalah gunakan nama genk gw, anggotanya dari daerah luar. Sebelum bubar, ketua gw bilang kaya gini ke anak-anak daerah gw.

"Gw mendirikan perkumpulan tujuan awalnya bukan untuk sok jagoan atau untuk gaya-gaya'an...tapi tujuan gw agar daerah kita tidak di anggap remeh sama daerah lain, dan daerah kita bisa aman dari daerah lain yg mau menyerang daerah kita...jadi genk lain gak ada yg macem-macem sama anak-anak daerah sini".
Sudah segitu aja mengenai daerah gw. Sekarang kembali ke cerita.

========

Waktu istirahat gw langsung menuju tempat tongkrongannya Sarah, gw memanggil dia untuk memisahkan diri dari teman-temannya. Wajah dia masih menampakkan kecewa, yaaahh namanya cewe kalau mau memaafkan cowo pasti muter-muter dulu tidak langsung memaafkan. Tapi ujung-ujungnya gw di maafin juga, dan pulang sekolah gw harus nemenin dia ke rumah temannya.

Setelah bel sekolah gw langsung menyusul Sarah yg sudah berada di pinggir jalan sama teman-temannya. Dan kita pun langsung berangkat ke rumah temannya, letaknya memang jauh. Rumah temannya Sarah itu berada di daerah yg terkenal dengan pembuatan tembikarnya di kota gw.
Pas kita sudah sampai di rumah temannya, gw mulai curiga kalau Sarah bohong sama gw. Bagaimana gw tidak curiga, di rumah temannya sudah banyak anak-anak yg lain sudah kumpul di tempat itu mungkin ada 40-50 orang yg hadir. Masa kerja kelompok sebanyak itu, gw tanya ke Sarah tapi dia bukannya jawab malah yg ada senyum-senyum saja dia.

Quote:


Gw pun duduk di teras depan rumah, Sarah sedang berada di dalam sama teman-temannya yg lain. Gw tidak ada yg kenal sama anak-anak kelas Sarah, dan itu sukses membuat gw bete.
Tiba-tiba Sarah keluar mengajak gw untuk gabung kedalam dengan teman-temannya.

Quote:



Ternyata gw diajak kerumah temannya Sarah yg lagi ulang tahun, iya Sarah bohong dengan alasan kerja kelompok. Soalnya kata Sarah kalau dia bilang jujur pasti gw tidak mau ikut.
Rumahnya ini memanjang ke belakang, dan berhimpitan dengan rumah yg lain jadi kalau lampunya padam otomatis bagian belakangnya ini gelap karena tidak ada jendela dan sinar matahari pun tidak bisa masuk kedalam. Tapi buat sekarang lampunya di sulap jadi lampu warna-warni kaya di diskotik gitu, ruangan pun cukup luas kita duduk melingkar.

Acara pun di mulai dengan do'a bersama untuk teman Sarah yg ulang tahun, terus di lanjutkan dengan makan bersama. Nah ini yg gw tunggu-tunggu dari tadi, soalnya dari tadi perut gw sudah lapar. Beberapa menit setelah acara makan-makan, tiba-tiba terdengar musik "ajeb-ajeb" yg sering di putar di diskotik-diskotik. Orang-orang pun pada joget-joget di tengah ruangan walaupun tidak semuanya ikut joget termasuk gw, Sarah yg dari tadi duduk di sebelah gw pun ikut joget karena di paksa ikut sama teman-temannya, gw juga sempat di tarik sama Sarah tapi gw menolak. yg joget campur ada anak-anak cowonya juga.

Gw terus memperhatikan Sarah, dia memang tidak kaku ketika mengikuti irama musik kayanya dia sudah tidak asing lagi dengan musik seperti ini. Ditengah lagi asik berjoget tiba-tiba ada tangan temannya cowo yg mau memeluk pinggang Sarah, biasa cowo memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Sarah pun langsung melirik ke arah gw, dan dia tahu dari tadi gw memperhatikan dia lalu tangan Sarah pun menepis tangan temannya dan dia menghindar dari cowo itu. Tapi cowo itu tetap saja berusaha untuk dekat-dekat sama Sarah, ketika Sarah merasakan sudah tidak nyaman dengan temannya itu dia langsung menyudahi acara jogetnya dan langsung menghampiri gw dan duduk di samping gw.

Quote:


Di tengah-tengah acara joget-joget dan gw masih ngobrol sama Sarah, ada temannya yg mengeluarkan minuman keras mereka pun langsung minum-minum sambil joget. Disini tidak semuanya teman-teman Sarah minum tapi mayoritas pada minum semua.
Sarah juga sempat di tawarin sama teman-temannya dia menolak sambil melihat ke arah gw, gw juga sempat di tawarin tapi gw tolak juga karena gw memang tidak pernah mabuk-mabukkan. Gw tidak tahu dengan sikap Sarah yg menolak sambil melihat ke arah gw, alasannya dia menolak itu apa karena ada gw atau menolak karena dia memang tidak suka dengan minuman keras.

Lalu gw pun pura-pura minta izin ke Sarah untuk keluar beli rokok di warung, iya gw ingin tahu bagaimana reaksi dia ketika gw tidak ada. Apa dia ikut minum atau tetap menolak.
Setelah dari warung gw tidak langsung masuk kedalam, tapi gw duduk di teras depan rumah. Saat gw sedang menghisap rokok dan melamun, Sarah tiba-tiba keluar dan duduk di kursi samping gw. Gw lihat wajahnya dia merah, pasti dia habis minum pikir gw waktu itu. Tapi tidak sampai mabuk.

Quote:


Dalam perjalanan pulang kita pun jarang ngobrol, dan gw lihat Sarah pun sudah lemes. Entahlah dia lemes karena pusing, lemes karena capek, atau lemes malu sama gw karena gw tau dia habis minum. Dia ngakunya cuma minum sedikit, tapi yg namanya minum mau sedikit atau banyak ya sama saja dia minum.
Gw bukannya tidak mau melarang dia untuk minum, tapi gw ingin tahu Sarah itu orangnya seperti apa. Kalau gw melarang dia, memangnya gw siapa dia pacar juga bukan jadi gw tidak punya hak buat melarang dia. Terus gw tidak mau di bilang over protect kepada dia, bebas saja lah mau dia melakukan apa saja.


Setelah kejadian itu hubungan gw sama Sarah menjadi renggang, tidak sedekat seperti dulu. Gw tidak tahu masalahnya apa, gw sendiri merasa tidak menjauhi dia sikap gw tidak berubah kepada dia malah gw merasa dia yg menjauh dari gw mungkin dia malu karena ketahuan minum waktu itu, atau tidak enak sama gw. Gw sendiri tidak ambil pusing dengan sikap dia, mau dekat dengan gw silahkan, mau menjauh dari gw juga ya tidak apa-apa.

Saat teman-teman istirahat gw waktu itu tidak ikut istirahat, gw diem di dalam kelas. Lalu datang si Hari teman gw, dia langsung duduk di sebelah gw.

Quote:
Diubah oleh hand.2.hand 24-11-2017 21:14
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.