Kaskus

Story

anak86comeAvatar border
TS
anak86come
INTERVIEW WITH "TERAPIS"
[img]Downloads[/img]

Akhirnya Gue buat lagi nih cerita-cerita pendek yang sudah lama tidak terungkap dan ter-post, mudah-mudahan banyak yang minat membaca.

emoticon-Sundul

PROLOG


Karena diajak seorang sahabat membuat Gue pun terjerumus rasa "penasaran", apa sih enaknya, apa sih nikmatnya, apa sih faedah-nya, harus berapa duit yang harus Gue habiskan. Namun karena si Anis... ya si Anis yang merubah suasana di batin Gue, entah mungkin karena Gue sudah "bosan" sama cewek Gue atau emang Gue mulai "doyan" hal ini. Aneh.

Mendengar cerita, curhat, dan keluh kesahnya Anis gue cuma manggut-manggut tanda setuju dan kekaguman gue atas jerih payahnya Anis menjadi terapis. Gue sangat bersyukur terlahir dari keluarga yang meski tidak kaya raya namun cukup, tidak kurang dan tidak lebih meski semua hal harus di irit-irit. Berbanding terbalik dengan kondisi Anis yang terlahir dari keluarga yang bisa dibilang masih dibawah kondisi keluarga gue. Miris teramat miris.


Apakah hubungan Gue dengan Nisa cewek Gue akan berjalan mulus atau banyak hambatan ke depannya, siapakah Anis ini, orang yang bisa membuat perubahan "pemikiran" buat Gue.

emoticon-Shakehand2

INDEX
PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 7 Jilid I
PART 7 Jilid II
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
PART 18
PART 19
PART 20
PART 21
Diubah oleh anak86come 29-07-2019 13:31
lsenseyelAvatar border
redricesAvatar border
j4k4pnturaAvatar border
j4k4pntura dan 14 lainnya memberi reputasi
15
107.1K
302
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
anak86comeAvatar border
TS
anak86come
#18
PART 3


Gue bangun pagi terkaget karena bunyi dering handphone yang cukup keras terdengar, Gue coba paksa untuk membuka mata untuk melihat siapa gerangan yang membangunkan Gue di pagi hari. Di layar handphone tertulis Nisa, ya Nisa cewek Gue yang calling Gue.

“sayang… kamu kemana aja sih, kok gak ada kabar dari kemarin-kemarin…” teriak renyah Nisa

“eh… anu… eh kamu say…” jawab Gue seadanya secara Gue kebangun kaget karena masih ngantuk banget

“sayang… kok jawabnya gitu sih? Darimana aja hayo, selingkuh ya? Dasar cowok buaya, semua cowok sama aja, dasar cowok gak bisa jaga perasaan ceweknya” maki Nisa ke Gue, sembari mengeluarkan seluruh damprat-dampratannya. Mungkin kalau Gue ada di depannya persis udah banyak cubitan-cubitan, tamparan-tamparan, unyel-uyelan.

Karena omelan yang keluar dari mulutnya Nisa, Gue jadi makin sadar dari ngantuknya mata, jantung Gue pun makin berdebar-debar tak tentu ritme.

“bukan begitu sayang, kemarin aku dinas luar, jadi terlalu fokus sama kerjaan” alasan Gue ke Nisa

“bohong… kamu selingkuh kan?, kalau cuma ngasih tahu kabar kan gak susah ya, dasar buaya!!!” hardik Nisa ke Gue

Nah… kalau sudah begini Gue Cuma bisa pasrah, karena bagaimana pun cewek selalu menang. Dan Gue pun dalam hati memang sedikit berbohong jadi kesialan Gue pagi ini adalah berantem sama cewek Gue, kalau sudah begini mah Gue kudu ngemis-ngemis minta maaf sambil bawa makan kesukaannya itulah obat mujarab walau gak manjur-manjur amat sih.

“pokoknya ke rumah sekarang…!!!” teriak Nisa sambil mematikan handphone-nya

“hufftt…” hela napas panjang Gue sembari bangkit dari surga kasur terus segera mengambil handuk dan melangkahkan kaki ke kamar mandi.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, sabtu ini Gue pun berniat untuk segera ke rumah Nisa cewek Gue secara dia sudah pasti marah besar dan emosi yang lagi tinggi-tingginya. Gue pun mencoba memacu kuda besi kesayangan Gue ke arah Gandaria sembari tengak-tengok mencari toko kue atau sejenisnya buat sesaji ke cewek Gue hahahaha…

“mbak, pesen tiga ya dibungkus semuanya, satu cokelat, sisanya di custom” ucap Gue ke penjual martabak manis

“baik mas, ditunggu ya” jawab mbak penjual martabak

Gue pun menunggu di seberang sambil menghisap sebatang rokok, dalam-dalam Gue hirup nikotin ini untuk menenangkan pikiran. Namun setiap Gue hembuskan asap rokok selalu terbayang-bayang wajah Anis, seyumnya lah yang tidak bisa terlupakan.

“sial, kenapa Gue jadi mikirin si Anis, edan…” gumam Gue sembari sesal karena harus berantem sama cewek Gue

“mas… mas… ini pesanannya sudah jadi… mas… mas…” panggil mbak penjual sambil menghampiri dan mencolek Gue

“eh… oh iya berapa semuanya?” jawab Gue kaget karena di colek mbak penjual. Gue terbengong-bengong mungkin karena mikirin beginian

Gue pun berlalu dari toko kue itu menuju ke rumah cewek Gue, sepanjang jalan Gue masih memikirkan bagaimana dan apa yang harus Gue lakukan dan apa yang harus Gue bicarakan ke cewek Gue lagi pula Gue jarang ketemu sama dia karena Gue sibuk dan dia sibuk, terus lokasi tempat kerja kita berdua juga berbeda arah jadi sangat tidak mungkin kalau Gue antar jemput cewek Gue.

Dengan menampakkan muka yang penuh amarah Nisa menghampiri Gue setelah Gue memarkirkan motor Gue ke garasi rumahnya dan…

PLAAAKK….

Tamparan keras berlabuh di pipi kanan Gue dan saat itu Gue terkaget-kaget, apakah ini kesalahan yang amat sangat fatal saat Gue menjalani hubungan Gue dengan Nisa. Gue pun langsung menundukkan pandangan ke bawah saat cewek Gue menatap begitu tajam ke muka Gue, sudah kedua kalinya Gue merasakan kejadian ini, yang pertama saat Gue ketahuan jalan bareng dengan seorang perempuan ya saat itu memang sebenarnya Gue benar-benar bisa dikatakan “player” karena niat Gue saat itu adalah “selingkuh”, kenapa Gue berbuat seperti itu ya karena Gue mulai jenuh dengan hubungan yang selama ini dijalani. Setiap ngapel cuma dirumah cewek Gue dan gak kemana-kemana karena cewek Gue juga orangnya gak begitu suka jelong-jelong eh maksudnya jalan-jalan hehehe ^__^ cewek Gue begitu banget dijagain sama orang tuanya secara anak satu-satunya sih. Akibat kejadian pertama itu akhirnya marah besar lah cewek Gue dan akhirnya Gue pun meminta maaf karena Gue merasa cewek Gue itu perempuan yang “bener” kok dan sudah berniat inilah perempuan yang bakal menjadi masa depan Gue. Ciyeee….

Deru napas Nisa makin lama makin teratur dan makin tenang, mungkin dia sudah melepaskan semua amarah dan kekesalan yang dari kemarin tidak pernah tersalurkan. Gue pun mulai perlahan mendongakkan kepala secara perlahan dan berdoa di dalam hati semoga amarahnya sudah mulai mereda.

“sayang… maafin aku ya… aku beberapa minggu yang lalu memang benar-benar tidak ada waktu luang karena seringnya lembur di kantor” ucapa Gue lirih dihadapan cewek Gue sambil sedikit terbata-bata

“tapi apa susahnya sih ngasih tahu kabar? Barang cuma sms-an atau telepon, atau kita kan bisa skype, kenapa itu gak dilakuin sih?” ucap cewek Gue

“yah… gimana ya… aku takutnya kamu gak percaya sih…” jawab Gue

“gimana orang mau percaya kalau dibeginiin, emang susah? Atau sudah males ketemu aku?” tegas Nisa

“yah… aku udah gak bisa ngomong lagi, terserah kamu deh, tapi prinsipnya aku saying kok sama kamu, buktinya aku dateng kerumah kan?” ngeles Gue

“dasar laki-laki!!!” ucap cewek Gue sambil berlalu meninggalkan Gue sendiri di garasi rumahnya

Gue cuma menghela napas panjang dan menyesali sedikit kenapa kemarin-kemarin ngikutin si Alex kopdar, daripada kopdar mending Gue ngapel deh. Gue pun segera mengambil bungkusan kue yang digantung di motor.

dalam hati Gue berucap “mudah-mudahan kue terang bulan yang hangat dan manis ini bisa meluluhkan hati cewek Gue”.

Setiap melangkah masuk ke dalam rumahnya, Gue agak kikuk sedikit karena Gue takut kalau cewek Gue sudah sempat-sempatnya curhat ke kedua orang tuanya, mau ditaruh dimana muka Gue ini. Pas Gue masuk dan kemudian disambut sama bokapnya.

“eh… Bima…. Apa kabar? Kok lama gak main-main kesini?” Tanya bokapnya

“anu pak… maaf” jawab Gue sambil cengengesan gak jelas

Menyusul kemudian nyokapnya menghampiri Gue

“Bima… Bima…. Kemana saja sih? Itu bawa apaan? Gede amat bungkusannya…” tegur nyokapnya disusul Nisa cewek Gue yang sedang membawa minum dingin

“ini pak bu, kue doang, ada toko baru jadi tadi sengaja mampir sekalian” jawab Gue sambil tetap dengan cengengesan

Beberapa menit Gue bercerita banyak ke bokap nyokapnya cewek Gue, hitung-hitung basa basi lah, dari nanya kerjaan Gue gimana, kegiatan apa saja sudah dilakuin, masih ngerokok atau gak, ya pokoknya sih gak ada bedanya sama interogasi. Dan akhirnya bokap nyokapnya Nisa meninggalkan berdua di ruang tamu, Karena mereka tiba-tiba ada tamu dari rumah sebelah.

Gue pun mulai bisa mencairkan suasana, cewek Gue sudah mulai bisa tersenyum dan sudah bisa tertawa bila mendengar joke-joke Gue. Kami pun akhirnya terbuai dengan semua cerita-cerita yang kita berdua lemparkan dalam pembicaraan dan tanpa terasa waktu sudah mulai sore, yang seperti biasa artinya Gue pun harus mengundurkan diri dari pertemuan ini. Dan itu lah yang terkadang membuat Gue dan cewek Gue amat sangat tersiksa dengan kerinduan. Sebenarnya sih Gue bisa-bisa saja main kerumahnya sehabis pulang kerja dan itu pernah Gue lakonin beberapa waktu yang lalu tapi yang terjadi Gue sampai rumahnya persis pukul 22.00 WIB dan artinya Gue pun gak bisa berlama-lama disana secara sudah larut malam, terlebih keluarganya sedikit memegang teguh adat ketimuran, so… Gue juga harus menjaga sikap donk.

Gue pun mulai berpamitan pulang ke bokap nyokapnya sembari mencium tangan calon mertua hehehe. Gue pun berjalan ke luar rumah dan menuju garasi dimana motor Gue terparkir, syukur-nya cewek Gue sudah melupakan kesalahan-kesalahan Gue yang kemarin-kemarin sehingga Gue pun tenang sekaligus senang. Kondisi disekitar rumah cewek Gue entah kenapa ramai sekali, dan sudah sedikit berubah lumayan banyak padahal Gue baru ± 2 bulan tidak mampir ke rumahnya. Persis di depan gang masuk kerumahnya sudah berdiri tegak kos-kos-an atau kontrakan gitu dan 2 (dua) lantai, pagarnya tinggi dan sangat terlihat jelas karena disekitarnya hanya bangunan itu yang 2 lantai dan posisinya persis ditengah-tengah alias tusuk sate.

“hati-hati ya sayang…” pesan cewek Gue

“iya… I Love You….” jawab Gue sembari melemparkan senyum dan kedipan mata jahil

Gue pun mulai menyalakan mesin motor dan sambil memanaskan mesin sebentar Gue pun menggeber-geber sedikit gas supaya bisa segera panas dan bisa segera cabut dari tempat ini. Namun persis tepat di arah gerbang kos-kos-an/ kontrakan yang berdiri tegak di tengah gang, Gue melihat sesosok perempuan dan itu sangat tidak asing bagi Gue. Mata mulai Gue picingkan sedikit supaya bisa melihat dengan jelas walau hal itu pun tidak begitu ber-efek banyak.

“ngeliat apa sih sayang…” tegur cewek Gue

“eh gak kok, ya udah ya aku jalan dulu” jawab Gue agak sedikit kaget

“iya… bye… hati-hati ya sayang” ucap cewek Gue sekali lagi sembari melambaikan tangan dan Gue pun melajukan kendaraan

Gue pun makin penasaran dan agak sedikit percaya dan tidak percaya, apakah itu dia atau orang lain atau orang yang punya sedikit kemiripan kalau dilihat dari jauh. Tapi batin Gue merasa itu benar dia, tapi kalau memang benar dia ngapain juga nge-kos di daerah sini yang notabene lumayan jauh dari lokasi dia kerja. Semakin Gue keluar jalan/gang dan semakin mendekati kos-kos-an itu kenapa Gue semakin yakin kalau itu memang dia. Dia yang sudah sedikit membuat hati Gue melihat bahwa ada satu sisi kecantikan dan keindahan yang muncul dibalik wujudnya itu. Semakin dekat dan dekat dan…

“yah… itu Anis…” ucap Gue dalam hati sambil terus menanyakan rasa penasaran dalam hati

“F*CK!!! Gila kenapa Gue seperti ini ya” gumam Gue dalam hati

joyanwoto
nomorelies
regmekujo
regmekujo dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.