Kaskus

Story

dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
Yaudah 3: Kuliah Kerja Nyata?
Selamat datang di thread ketiga yang merupakan lanjutan dari Yaudah Gue Mati Ajadan Yaudah 2: Challenge Accepted.

Sebelumnya, ijinkan gue buat memperkenalkan diri. Bagi pembaca setia kisah gue, pastinya kalian udah enggak asing dengan nama Muhdawi. Tapi bagi pembaca yang baru masuk ke thread ini, pastinya kalian asing dengan nama yang enggak biasa itu. Perkenalkan, nama lengkap gue Muhammad Danang Wijaya. Biasanya orang-orang manggil gue Dawi yang diambil dari singkatan nama gue Muhdawi. Kalian bisa panggil gue Dawi, atau kalo mau ikut-ikutan manggil gue Sawi juga enggak masalah. Gue orangnya idem, apa yang lo mau, kalo gue bisa, pasti gue usahakan. Anyway, langsung aja masuk lebih dalam ke thread ini. Sekali lagi gue ucapkan, selamat datang di thread ini.

Quote:


Quote:


Spoiler for Sinopsis:


Spoiler for Index:
Diubah oleh dasadharma10 16-10-2018 23:34
pulaukapokAvatar border
genji32Avatar border
andybtgAvatar border
andybtg dan 14 lainnya memberi reputasi
11
359.5K
1.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
#11
PART 2

DARI ‘let the battle begin’ sampai ‘your ancient has been destroyed’ berulang sampai yang kesekian kalinya, gue masih terduduk di kursi gue. Kalimat-kalimat motivasi dari Arya yang dicampur dengan dendam kesumat tujuh turunannya benar-benar menusuk hati gue. Kalo memang apa yang Arya katakan semua itu berupa fakta, betapa enggak tau dirinya gue. Betapa bodohnya gue yang masih membuang-buang waktu.

“Mil?” tanya gue menghentikan proses ‘finding match.’
“Hmmh?”
“Lo kenapa enggak ninggalin gue?”
“Maksudnya? Kamu enggak suka gitu aku temenin main DotA?” tanyanya menutup buku dengan muka bingungnya yang khas. “Bukannya udah kita bahas, ya? Kamu kan udah pindah vape, di sini juga rata-rata pakenya vape, enggak terlalu bikin sesak juga asapnya, masa iya tiap Kamis sore harus nunggu di kosan lagi?”
“Bukan,” kata gue kembali melanjutkan proses ‘finding match.’ “Bukan itu, Emil.”
“Terus? Ada masalah apalagi sekarang?”
“Gue kan belum lulus kuliah,” jelas gue pelan. “Sedangkan lo ... lo udah ambil koas. Sebentar lagi lulus, kerja, terus tinggal nikah.”
“Oh…,” gumamnya santai. “Kirain apaan.”
“Oh? Oh doang?” Gue hentikan proses ‘finding match’ kembali. “Lo enggak mau gitu cepet-cepet nikah terus punya anak? Rumah idaman? Suami menjanjikan? Keluarga harmonis?”
“Aku dididik mama biar nikah bahagia, bukan nikah cepet,” katanya menghentikan protes dari gue. “Keluarga harmonis? Ya mau, sih. Tapi mau gimana lagi kalo calonnya belum mau?”
“Enggak cari lain aja?” tanya gue sedikit ragu. “Yang udah siap gitu. Bukannya kebanyakan cewek cari kepastian?”
“Calon lain?” Emil menatap gue lekat-lekat, “Enggak, deh.”
“Kok enggak?”
“Nikah itu harus didasari sama cinta, kalo enggak ada cinta mana bisa harmonis.”
“Ya lo cari orangnya dulu,” kata gue kembali menekan proses ‘finding match’ untuk yang kesekian kalinya. “Seiring perjalanan nanti juga cinta.”
“Cinta sejati enggak sebercanda itu,” ucap Emil menjewer gue. “Nemenin kamu dari nol itu cinta sejatiku. Nungguin kamu dari mau KKN sampai melamar nanti, itu cinta sejatiku. Cinta sejati cowok itu merjuangin kehidupan pasangannya, sementata cinta sejati cewek itu dukung cowoknya.”

Kata-kata Emil bener-bener masuk ke otak gue, bener-bener masuk. Mulai dari lewat telinga, masuk ke syaraf dan arteri ke arah jantung, hingga tersalurkan dengan sempurna ke otak. Gue hafal betul dengan kata-katanya. Mulai dari kata cinta sampai kata sejati, gue bener-bener paham di luar otak.

Bersamaan dengan suara ‘finding match’ yang berhasil nemu yang emang bener-bener kenceng, Emil melanjutkan kalimatnya.

“Cari cowok yang udah sukses,” tawanya pelan mengejek. “Cinta enggak serendah itu kali.”

Lo pengin tau gimana rasanya jadi cowok yang dimaksud sama Emil? Bahagia banget! Gue dibikin nge-fly sama dia. Bener-bener dibikin nge-fly. Tanpa buang-buang waktu lagi, gue keluar dari game. Terhitung abandon dan kena penalty match 5 kali, gue peduli? Enggak. Mumpung gue punya alasan yang kuat, gue harus segera mengambil tindakan.

“Hari ini lo sibuk, enggak?” tanya gue mematikan PC. “Temenin gue ke kampus, yok?”
“Ke kampus? Ngapain?” tanyanya kebingungan. “Ini kan hari Kamis, kamu mana ada kuliah.”
“Bukan kuliah, tapi daftar KKN.” Gue tatap Emil lekat-lekat, “Makin lama gue kuliah, bakalan makin lama juga gue nikah. Awalnya gue enggak sadar, tapi begitu dengar jawaban lo barusan, gue enggak mau buang-buang waktu lagi, gue pengin cepet-cepet nikah sama lo.”
Diubah oleh dasadharma10 25-11-2017 17:03
IzyMom020
pulaukapok
JabLai cOY
JabLai cOY dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.