Kaskus

Story

giokijo666Avatar border
TS
giokijo666
Kisah Kasih Kala SMA
Part 1
Suasana baru
Kringggggg….
Suara jam weker menyadarkanku dari mimpi indah…hufftttttt..”ettt dahhh…lagi mimpi indah mlh dah kebangun”, gumamku dalam hati. Oh iya kenalkan namaku Edo, asalku dari salah satu kabupaten di jogja. Pagi ini adalah hari pertama ku berangkat ke sekolahan, sekolahan baru tepatnya, sekolahan yang menyandang gelar sekolahan terbaik di kabupatenku, yahhh tp it sama sekali g membuatku bangga karena di sekolahanku yang lama adalah sekolahan terbaik di jogja dan semua muridnya cowok (kalian anak jogja psti tau it SMA mana)..nahhh kan mulai kepo..psti pada bertanya-tanya kenapa ak harus pindah sekolahan? (g ada yg nanya lu kamprettttt..) Just flashback aj ya, dlu ak dikeluarkan dr sekolah karena ketahuan make barang laknat dan apesnya lg ak kedapetan over dosis di kos2an, bisa ngebayangin kan betapa hebohnya saat itu, yang hasilnya ak terpaksa harus menjalani rehab selama 3 bulan..skip aja yah..masih parno kalo inget2 masa2 itu..
Okehhh..dandanan dah rapi, seragam baru rambut dah pake pomade klimis disisir ke belakang , maklum rambut gondrong coyyy biar g ketahuan guru niatnya, wah ganteng juga ya..11-12 lah sama johny deep pasti nti banyak cewek2 di sekolahan baru..cantik..cantik..ahhhhhh... “Dekkk..ayo berangkat ke sekolah, sudah telat nihhhh…!!”, teriak kakakku membuyarkan lamunanku , yup benar sekali, ak satu sekolahan dengan kakakku dia sudah kelas 3 SMA hanya selisih 1 tahun kita. Sekilas tentang kakakku, tinggi sekitar 168 cm, langsing, kulit kuning langsat, banyak jerawat dan berambut kribo(maaf kak adekmu ini hanya mencoba jujur) kenapa bisa kribo?itu karena kakek dari timor leste dan kakakku lah yang ditunjuk menjadi pewaris rambut legendaris itu. “Kak, ini kan masih jam setengah tujuh”, jawabku , ak memastikan lagi dengan melihat jam tanganku, benar..ini baru jam setengah 7 pagi jangankan telat, malah bisa2 kita disangka tukang kebun lagi krn kepagian sampe sekolah (rumah sama sekolahan hanya 5 menit jln kaki gannn..). “Iya kakkkkkkk…g sarapan dulu kita?”, jawabku. “Ga usah, nti aja sarapannya pas istirahat”, jawab kakakku sambil mengambil tas punggungnya siap2 mau berangkat, ya ampun…klo istrhat it namanya bukan sarapan gumamku dlm hati, “Ok”, jwbku singkat. 
“Pak, Bu..berangkat dulu ya..”, setelah cium tangan kedua orang tuaku ak berlari kecil menyusul kakakku yang ternyata sudah duluan berangkat. Seperti hari2 sebelumnya, mereka duduk santai di depan rumah, bapak baca Koran dan ibu biasanya nemenin sambil ngeteh.
Aku bareng sama kakakku karena ini hari pertama ke sekolah jd msh ada beberapa urusan administrasi yang harus ak jalani dan berhubung kakakku ini lumayan famous di SMA baruku ini maka terpaksa deh ak ngekor dia dlu utk hr ini.
Sesampai di gerbang sekolah…anjritttttt, ak pikir kepagian ternyata udah banyak murid2 yang dateng dan muka mereka tidak seperti yang ada di benakku..fakkkk..Nerd smua mukanya, ahhh bakalan bête bgt nih di sekolahan, kita langsung menuju ruang guru yang letaknya tidak jauh dari pintu gerbang tepatnya setelah kita melewati lapangan basket, sebelum masuk ruangan guru ak berpapasan dengan seorang cewek..rambut panjang sepunggung, putih ..makin cantik dengan adanya kacamata dan satu lagi yang g bisa ak lupain..wangi..iya wanginya enk banget, pengen ak sapa cewek itu “hallo, maaf sejak kapan bidadari sekolah di SMA ini?”..hehehehe..tp segera ku urungkan niatku, masak belum satu jam sekolah udah modusin cewek.
Setelah semua penjelasan dari kepala sekolah dan urusan administrasi akupun di antar oleh guru wali menuju kelas baruku, guru waliku ini orangnya asik, namanya pak Aris masih muda belum menikah tp sudah botak dan guru matematika (mungkin krn inilah beliau menjadi botak..hehehehe), dan kebetulan ak sangat menyukai pelajaran yang berhubungan dengan angka2 (ingat angka dan bukan uang)..
Setelah menoleh kiri..kanan..atas..bawah..jalan ditempat..eh stop..stop…dikira senam SKJ apa ya..g tau kenapa pak Aris bertingkah laku aneh seperti itu, beliau toleh kanan kiri seperti mencari sesuatu, selang beberapa lama beliaupun mengucapkan beberapa kata di depan kelas.
“anak-anak, di depan kalian sudah berdiri teman baru kalian,pindahan dari SMA ***, silahkan kalian jadikan teman dan bantu dia untuk beradaptasi di sekolahan kita ini, ingat jangan di kerjain, Edo silahkan memperkenalkan diri”, dengan menepuk pundakku pak Aris mempersilahkan. 
“Selammm…”, baru saja mau ngomong ada suara ketok pintu kelas.
“Selamat pagi pak, maaf saya tadi kesasar ke kelas sebelah..”, suara itu berasal dari cewek yang barusan mengetok pintu..

INDEX:

2. Kebetulan atau takdir

3. Kenangan di masa lalu

4. First Impression

5. Dua Cinta

6. Galau

7. Persahabatan

8. Waktu yang tepat..

9. Datarrr

10. Nyaris

11.Hari yang indah

12. Pertama kali

13. Ketidak warasanku padamu

14. Kencan pertama Luli

15. Hujan

16. Ujian hidup [TAMAT]
Diubah oleh giokijo666 22-11-2017 09:09
0
13.5K
68
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
giokijo666Avatar border
TS
giokijo666
#31
Part 15

Hujan..

“Hore…kita liburannnnnnnn..!!”, Teriak Chichi dia atas vespaku. Kami memutuskan liburan di hari minggu setelah Chichi Ujian kelulusan, dengan berbekal bensin 4 liter dan uang 50 rb kami nekat mengendarai motor buatan 1966 ini

Percakapan di atas motor:

Aku:”Kenapa sih yank, kok malah pake vespa?nti kalo mogok sayang malah bête lho”

Chichi:”Lebih romantis kali yank, klo mogok ya kamu baikin..nti ak bantuin”

Aku:”Romantis diliat dr mananya yank?, lha ini aja jok vespa pisah depan ma belakangny, jd klo kamu peluk g bs nyentuh..”, seketika itu juga helmku dipukul pukul Chichi sambil dia berteriak “Enyahlah kau iblisssss!!”.

Sengaja kita berangkat pagi2 sekali untuk menghindari biaya retribusi masuk ke pantai, cuaca hari itu mendung, jadi masih ada kabut yang menyelimuti jalanan pedesaan, sesekali kami menyapa bapak2 yang memegang cangkul siap bekerja ke sawah.
Sampailah kita di pantai Ndrini tanpa mogok, pantai berpasir putih.. dengan beberapa pohon kelapa ini masih cukup asri, karena masih jernih dan pantainya pun masih bersih, berhubung cakung (cuaca mendukung), kami berlarian di atas pasir, bermain ombak sampai kecapean.

“Darrrrrrr..!!”, suara terdengar dari langit diiringi dengan kilatan cahaya.

Aku:”Sayang, ayo kita ke gubuk itu, nti kesambar petir lho”, sambil menunjuk salah satu pondok yang memang disediakan gratis untuk para pengunjung.

Chichi:”nti aja yank, aku nyusul, pengen mainan ombak dlu”

Chichi ini memang sedikit keras kepala..ngeyel..hehehe..

Aku:”Oke”. Ak menuju pondok penjual air kelapa muda, setelah dibukakan oleh penjual dan tak lupa membayar, ku bawa ke pondok yang kosong.

Aku:”Sayangggg…”, sambil memperlihatkan kelapa muda di tangan. Dan sesuai dugaanku, sengeyel2nya Chichi, pasti kalah sama makanan.

Chichi:”Ihhh..kok g ngmng sih kalo beli kelapa muda, kan haus dr tadi”.

Aku:”Lha kan td sudah ak ajak ke sini sayank, kamuny aja yang masih asik”.

Dia duduk di sampingku, memegang tangan kiriku sambil sesekali melihat wajahku dan tersenyum.. Hujan pun turun.. untung kita ada di gubuk ini, walaupun kaki masih terkena sedikit percikan air hujan, karena memang anginnya cukup kencang tapi Chichi terlihat nyaman, perlahan dia menyenderkan kepalanya ke bahuku.

Chichi:”Aku suka sama hujan..”

Aku:”Iya sayang, aku juga..baunya itu khas banget..bau tanah..”

Chichi:”dan juga suaranya..ak sering kalau di kamar di saat hujan ku buka jendela hanya agar ada percikan air yang terkena wajahku..damai rasanya..”

Kedua mata kami bertemu..seakan punya telepati kami bersamaan mengangguk.

Aku dan Chichi:”Ayukkk”. Entah ide gila dari mana yang merasuki pikiran kita berdua, kami pun bergegas menuju vespa kita diparkir, tas kecil Chichi dimasukkan bagasi vespa dan kami pun berhujan hujanan ria menuju rumah..di tengah perjalanan hampir tidak ada obrolan..kita masing2 asik menikmati curahan hujan dari sang Pencipta. Tinggal beberapa tikungan lagi menuju rumah Chichi..

Chichi:”Yank..yank..jgn dlu plng kerumah..ak bisa dimarahin nih hujan2an..hehehehe”

Aku:”ya udah ke rumahku dlu, mandi trus nti pakaianny ak masukin mesin cuci aj, nunggu kering bru ak anter ke rmh.

Chichi:”Oke cintah..”

Sesampai di rumah kami sudah disambut dengan omelan mba Ngatini, katanya bikin kawatir aj dr pagi dah ngilang.

Mba Ngatini:” Mas, kemana aj kok dari pagi udah ngilang?”

Aku:”Lha, kan udah ijin mo ke pantai sama ibu”

Mba Ngatini:”Oalah, ya sudah sana mandi, kasihan tu dek Chichi dah basah kuyup kedinginan”

Akupun mengantar Chichi ke kamar mandi atas di kamarku dan setelah mendapatkan pakaian basah plus daleman aku pun bergegas ke bawah untuk mencuci dan mandi di kamar mandi bawah.

Aku:”Mba, kok rumah sepi?”

Mba Ngatini:”Iya tadi sekeluarga ke rmh embah”

Aku:”Ohh..”

Sesudah mandi akupun naik ke atas dan..Oh my Ghosttttt…ada bidadari pakai kaos kegedean dan celana kolorku di depan computer sedang asik memilih lagu.

Aku:”lg ngapain yank”

Chichi:”Lg mandi sayangggggg”. Aku tertawa kecil melihat mukanya yang lucu memeragakan orang lg mandi.

Aku:”hahahaha..tau sayang lg di depan computer”, sambil menyalakan tv dan bersiap ngegame.

Aku:”Yank, bisa maen gak?”, stick sega ku sodorkan ke Chichi.

Chichi:”G bisa, tp mau ak klo diajarin”

Aku:”Ayo sudah..sini..sini deket pacarmu yang ganteng..”, dengan masih berkerudung handuk dia bergeser mendekatiku.

Asemmmmmm….belum lama aku ajarin Chichi udah ngalahin aku di game street fighter, adrenalinku meningkat sebanding rasa penasaran dan malu ku..dan Chichi hanya tertawa puas, setelah dicoba beberapa kali hasilnya tetep sama, aku kalah…cara curang pun aku hallalkan, ku senggol2 tanggannya biar g konsen dan akhirnyaaaa…aku menangggg…!!hahahaha..tiba..tiba..

Chichi:”Curanggggg…brukkkkk”, menubruk badanku dan mulai mengeluarkan jurus pamungkasnya cubitan seribu.

Saat itu yang aku rasakan bukannya sakit sob..mukaku memerah karena ak merasakan ada kehangatan dan “empuk2” di punggungku, rupanya saking marahnya dia lupa kalo dia tidak pakai daleman. Mungkin karena merasakan juga, Chichi berhenti dan di mencoba melepas pelukannya dariku, seketika itu reflek tangannya aku tarik dan tubuhnya sekarang dibawahku…bibir kami bertemu dan nafas mulai tambah tidak karuhan..skip sensor…..

Chichi:”Sayang…sudah aku kasih semua ke kamu…jaga baik2 hatiku ya..kamu yang pertama dan yang terakhir buatku”. Tatapannya seakan menembus plafon atap kamarku.

Aku masih terdiam..tidak percaya dengan apa yang sudah kita lakukan beberapa menit yang lalu.
Dia memiringkan tubuhnya dan kepalanya ada diatas dadaku..tanganku pun menyambut dengan mengelus-elus kepalanya.

Aku:”Iya sayang..aku janji”, kami terdiam beberapa menit menikmati moment bersejarah di kehidupan kami masing2. Perasaan yang campur aduk ini cukup menjadi alasan untuk aku tetap diam.. diam dan bersyukur..diiringi hujan dan lagu sheila on 7 kami melebur jadi satu di kamarku.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.