Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#821
PART 42

Karena ketiga harimau tadi tak menjawab pertanyaan dari ku, aku pun memberanikan diri untuk bertanya kedua kalinya...

" kalian ini siapa..? Kawan apa lawan.? Dan dimana Ronggo Geni sampai dia tak menjawab panggilan dari ku" tanya ku lagi setengah emosi...

" hahahaha, tenang lah anak muda. Nada bicara mu sama saja seperti Arya Wirabuana(nama eyang buyut ku. Disamarkan) saat masih seumuran dengan mu dulu " jawab harimau paling besar yang berwarna loreng..

" k.. Kau.. Bagaimana bisa mengetahui nama leluhur ku " tanya ku lagi terbata bata..

" maafkan kami sebelumnya karena tak memperkenalkan diri. Kami adalah 3 dari 7 harimau penunggu Gunung Pegat "

" kedatangan kami disini karena diminta oleh leluhur mu untuk membantu mengalahkan jin hitam yang mengambil alih tubuh gadis tersebut " jawab harimau yang berwarna putih lebih ramah..

Aku pun akhirnya faham dengan ketiga ekor harimau yang tiba-tiba saja datang memenuhi panggilan ku.. Raut jin hitam yang mengambil tubuh mbak nadia pun semakin menyeramkan saat melihat kehadiran ketiga harimau tadi..

" kalo kalian bertujuh, kenapa yang hadir disini cuma tiga " tanya ku penasaran..

" Hahaha,, kami bertiga sudah cukup untuk mengalahkan jin hitam itu anak muda "

" dan ada saatnya untuk diri mu nanti bisa bertemu dengan kami bertujuh" jawab harimau yang berwarna kembang telon dengan santai nya..

" jangan sombong kau Telon.. Aku yang sekarang sudah beda dengan aku yang kalian Kalah kan puluhan tahun dulu " sahut jin hitam dengan suara menggelegar dan menyiapkan kuda kuda untuk menyerang..


" dan kau pikir kami juga tidak bertambah kuat hai Kala Geni " timpal harimau berwarna Loreng yang juga sudah bersiap menerkam jin hitam tadi..

Kedua jin berilmu tinggi itu pun sudah siap dalam posisi tempur masing-masing..

" kami disini tidak bermaksud untuk tunduk atau patuh padamu wahai anak muda "

" kami hanya menuruti permintaan leluhur mu untuk membantu mu" ucap harimau berwarna putih yang sepertinya emang punya perangai lebih ramah dari dua harimau lainnya..

" aku tidak pernah meminta kalian untuk tunduk apalagi patuh kepada ku"

" aku hanya ingin meminta bantuan dan meminjam sedikit kekuatan kalian untuk menghancurkan jin laknat yang saat ini mengambil alih tubuh temen ku.. " ucap ku sedikit memohon..

Ketiga harimau tadi langsung saling berbisik satu sama lain yang jujur tak bisa aku dengar apa yang mereka bisikan..

" baiklah anak muda. Kau telah lulus tes dari kami.. Sebut kan lah namamu " ucap harimau berwarna putih saat telah selesai berunding dengan kedua harimau lainnya..

" nama ku agus wahai harimau putih " balas ku..

" hahahaha,, kau bisa memanggil ku Nyai Putih wahai anak muda. Yang berwarna Telon itu biasa di panggil Mbah Telon "

" sementara yang Loreng serta paling galak itu biasa di panggil Mbah Loreng " kata Nyai Putih memperkenalkan diri dan kedua saudaranya..

" baik Nyai.. Mari kita mulai pertarungan dengan jin hitam itu. sepertinya dia sudah tidak sabar menunggu dari tadi " kataku sembari merapal beberapa ajian perlindungan serta benteng diri..

CRINKKKKKKK....

Aku pun juga mengeluarkan keris berluk 9 yang tertanam di lengan kiri ku..

" dari mana kau mendapatkan keris Chandra Wisesa itu wahai anak muda " tanya Mbah Loreng...

" dari eyang buyut ku saat menjemput sukma temen ku di luar kota Mbah " jawab ku atas pertanyaan mbah Loreng..

" sepertinya memang ada sesuatu dari diri mu sampai Arya Wiraguna mewariskan keris tersebut kepada mu Hai anak muda " sahut Nyai Putih...

" biarlah itu menjadi rahasia Yang Di Atas Nyai, sekarang kita fokus pada pertempuran yang ada di depan kita " kataku tak mau melangkah i takdir..

Nyai Putih dan Mbah Loreng mengaum setelah mendengar ucapan ku..

HAPPPPP..... DUAGHHHH...

Mbak Nadia melompat ke arah ku dan melancarkan sebuah pukulan yang dapat ku tangkis, meski hal itu membuat diri ku mundur beberapa langkah..

" istighfar mbak. Eling sama yang di atas " ucap ku saat Mbak Nadia beberapa centi di hadapan ku...

Karena dalam kekuasaan Kala Geni, Mbak Nadia hanya mengacuhkan ucapanku.. Akan tetapi,, jelas terlihat oleh ku air mata nya mulai menetes membasahi pipi nya yang halus..

Hal ini pun lantas semakin menguatkan tekad ku untuk memusnahkan Kala Geni yang telah mengambil alih tubuh nya...

" kurang ajar kau Kala Geni. Berani nya menyerang anak kecil yang masih ingusan " ucap Mbah Telon..

GRHHHHHHH......DAGGGGG....PRANKKKKKKK....

Mbah Loreng pun melompat ke arah Mbak Nadia sembari menghempaskan cakar sebelah kanan nya hingga membuat tubuh mbak Nadia serta Kala Geni terpental ke samping,.

Kaca ruang kelas Mbak Silvi pun pecah karena terkena hempasan tubuh mbak Nadia.. Hal ini pun lantas membuat Mbak Nadia sekarang berada di lapangan hingga membuat siswa yang sedang santai sehabis ujian semester lari berhamburan menyelamatkan diri masing masing..

Aku pun ikut melompat menerjang kaca ruang kelas mbak silvi untuk menyusul mbak nadia. Nyai Putih dan Mbah Telon juga mengikuti apa yang aku lakukan.. Sementara temen temen ku di dalam kelas, terlihat makin shock saat melihat ku menghempaskan tubuh ku ke jendela, namun tak ada luka di sekujur tubuh ku..

" bebas kan teman ku wahai jin laknat " teriak ku dengan lantang ke Kala Geni...

" HAHAHAHA.... KAU YANG CUMA ANAK KECIL BISA APA HAI ANAK MANUSIA " BALAS KALA GENI TERTAWA PONGAH...

" jangan sombong kau jin kafir "

SRETTTTT.....

Aku pun melompat ke arah Kala Geni dan menyabetkan keris Chandra Wisesa ke tubuh nya...

" ARGHHHHHHHHH..... KURANG AJAR KAU ANAK MANUSIA " lenguh Kala Geni karena keris ku mengenai tubuh nya...

Mbah Telon pun ikut menerjang dan menggigit lengan Kala Geni sebelah kiri, sementara Mbah Loreng juga ikut menerjang dan kini menggigit lengan kala geni yang sebelah kanan..

KREKKKK.... KRESSSSS....

Kedua lengan Kala Geni pun hancur karena gigitan dua harimau penunggu Gunung Pegat..

"ARGHHHHHHHHH... baik KAU TELON... BERANI NYA MAEN KEROYOKAN.. " ucap Kala Geni yang semakin meringis kesakitan..

" TAPI KALIAN JANGAN SENANG DULU. LIHAT APA YANG BISA AKU LAKUKAN " ucap Kala Geni sembari melafalkan sesuatu..

ZZZZZRRRTTTTTTTTTT....

Lengan Kala Geni yang tadinya hancur pun kini kembali utuh.,sementara luka yang ku berikan di tubuhnya juga menutup hingga terlihat dia kini kembali seperti sedia kala...

" ilmu regenerasi yang dia miliki ternyata cukup tinggi mas agus " ucap Nyai Putih..

" terus bagaimana kita melawan nya Nyai.. Semua serangan kita hanya sia sia kalau dia bisa kembali sembuh dengan cepat " sahut ku sembari memikirkan sebuah strategi..


" kalo mas agus bisa memisahkan Kala Geni dari gadis itu, mungkin kesempatan menang kita lebih besar " saran Nyai Putih..

" baiklah Nyai,"..

" kalian bertiga tolong tahan tubuh Kala Geni. Biar aku yang mengeluarkan jin hitam itu dari tubuh mbak nadia " ucap ku kepada ketiga harimau suruhan leluhur ku tersebut..

" baik mas agus " jawab Nyai Putih..

Nyai Putih yang tadinya cuma jadi penonton, kini pun ikut dalam pertempuran hidup mati yang aku alami.. Tampak Nyai Putih kini Sedang menindih tubuh Kala Geni.. Karena kewalahan, Mbah Loreng dan Mbah Telon pun langsung melompat ikut menindih kedua bahu Kala Geni agar tidak bisa bergerak..

Aku pun lantas mendekati mbak Nadia yang wajahnya tampak semakin pucat.. Ku pegang daerah antara jempol serta telunjuk di jemari nya yang sebelah kiri.. Setelah merapal beberapa doa, aku pun menekan keras daerah yang tadi ku pegang..

AHHHHHHHHH....

Mbak Nadia pun Cumiik keras dan jatuh pingsan.. Setelah mendapat aba aba dari ku, ketiga harimau penjaga pun melepaskan tindih an nya di tubuh Kala Geni hingga membuat Kala Geni semakin marah dan melompat ke arah ku...

DUGGHHHH.... BRUAGHHHHH....

Aku pun menendang tubuh Kala Geni sekuat tenaga hingga membuat tubuhnya terpental beberapa meter dan menghempas tanah dengan keras...

Setelah Kala Geni jauh dari mbak Nadia, aku pun memagari tubuh mbak nadia dengan amalan benteng diri agar Kala Geni tidak lagi bisa merasuki tubuhnya.. Sesaat kemudian, kubopong tubuh mbak nadia ke dalam kelas..

Aku pun lantas memanggil bang David dan mbak silvi agar mendekat ke arah ku.. Mbak silvi, bang David dan mbak Novita pun keluar dari dalam kelas, (juga lewat lubang jendela) dan berlari ke arah ku..

" cepat kalian bawa mbak nadia ke rumah sakit. Selanjutnya biar aku yang urus " perintah ku ke ketiga orang tadi..

" kamu gimana dek.. Mbak lihat kamu juga mulai kelelahan " balas mbak silvi panik..

" insya Allah aku gpp mbak. Sebab pertarungan yang sesungguhnya baru saja di mulai " ucap ku lagi sembari berlari ke lapangan karena khawatir Kala Geni akan mengejarku dan melukai siswa lain..

" hati-hati gus. Doa kami menyertai mu " teriak bang David dengan lantang..

Aku tak menghiraukan ucapan bang David dan hanya fokus pada pertarungan yang saat ini ada di depan mata ku..

" hancurkan dia mbah. Sekarang aku bisa lebih tenang bertarung dengan nya karena telah berhasil memisahkan dia dari tubuh temen ku" ucap ku ke mbah Telon..

" dengan senang hati anak muda " balas mbah Loreng bersemangat..


AUMPHHHHHHH....

Setelah mengaum dengan keras, Mbah Loreng pun kembali menyerang Kala Geni.. Kala Geni pun tak mau kalah dan menangkis tiap serangan yang di lancar kan oleh mbah Loreng.. Jual beli serangan pun terjadi antara dua jin berilmu tinggi tersebut..

Mbah Telon yang tidak ingin sekedar jadi penonton, ikut menerjang dan mencabik tubuh Kala Geni dengan cakar nya yang sangat tajam..

TRINKKKKKK....

Sebuah pedang yang diselimuti bara api yang sangat hitam, di gunakan kala geni untuk menangkis serangan mbah Telon hingga menimbulkan bunyi yang sangat nyaring..

HAH...HAH....HAH....

Nafas ketiga jin tadi pun semakin memburu karena waktu pertempuran yang berjalan sudah cukup lama..aku pun memanfaatkan hal itu untuk melancarkan ke arah Kala Geni..

CIATTTTT.....

Aku pun melompat dan mengayunkan keris Chandra Wisesa sekuat tenaga..

TRANKK.... TRANKK.. TRANKK...

Keris Chandra Wisesa pun beradu deru dengan pedang hitam kepunyaan Kala Geni.. Meski sudah terlihat kelelahan, Kala Geni masih saja sanggup meladeni tiap serangan yang ku lancarkan.. Hal ini pun membuat tenaga dalam ku semakin terkuras...

AUMPHHHHHHH... GRAKKKK....

Tepat di momen yang pas, Nyai Putih melompat dan mencabik punggung Kala Geni hingga membuat darah segar yang berwarna hitam, mengucur deras. Kala Geni pun melenguh keras dan merintis kesakitan..

"KURANG AJAR KAU HARIMAU BETINA.. BERANI NYA MENYERANG KU DARI BELAKANG " pekik Kala Geni dengan amarah yang menjadi jadi..

" apakah kau lupa bahwa kita itu bangsa yang pendusta. Jadi jangan pernah mengharapkan kami bertarung dengan jujur Kala Geni " balas Nyai Putih sembari bersiap dengan serangan susulan.

Kala Geni pun makin terpojok karena memang kalah jumlah.. Sebuah serangan pamungkas segera aku siap kan untuk melenyapkan Kala Geni selama lamanya..

DUAARRRRRRRRRR....

Sebuah bola tenaga dalam berwarna hitam, tiba-tiba di lempar kan ke arah ku dan tiga harimau saat ingin melancarkan serangan pamungkas..

Serangan tersebut telak mengenai kami hingga membuat tubuh kami terlempar ke belakang.. Sementara itu kala Geni sudah tergolek lemas tak berdaya dan terkapar di atas tanah.. Tak jauh dari Kala Geni, sesosok makluk yang mirip dengan Kala Geni namun dengan postur yang jauh lebih besar sedang berdiri dan menatap tajam ke arah kami..

Makhluk tadi memiliki sebuah mahkota di kepala nya.. Dan Di tangan kanan nya, dia memegang sebuah tombak panjang dengan ukiran yang seperti terbuat dari potongan potongan tubuh manusia...

" si... Siapa kau. Berani berani nya ikut campur dlam pertarungan kami " ucap ku sembari memegang i dadaku yang sesak karena terkena lemparan tenaga dalam..

" kau tak perlu tahu siapa aku wahai anak manusia. Yang cukup kau tahu, aku tidak akan membiarkan mu menghabisi salah satu panglima yang menjadi tangan kanan di kerajaan ku " balas makhluk tadi dengan suara yang sangat Cumiikkan telinga..

" terus selain untuk menolong jin kafir itu, apa kedatangan mu kesini juga untuk membunuh ku "? kata ku sembari menyiapkan ajian dengan sisa sisa tenaga dalam yang kumiliki..

" bukan sekarang anak muda. Akan tiba saatnya sebuah pertempuran besar antara kebatilan dan kebajikan yang akan mempertemukan kita nanti " ucap makhluk tadi lagi..

" setidaknya beri tahu lah aku siapa namamu hai jin misterius " balas ku mencoba agar tetap sadar..

" baik lah.. Kau bisa memanggil ku Arya Banaspati wahai anak manusia " sahut makhluk tadi...

Setelah makhluk tadi memberikan tahu kan namanya, wujud nya pun menghilang dari hadapan ku bersama dengan wujud dari Kala Geni...

Ketika kedua makhluk tadi telah lenyap, perlahan lahan pandangan ku mulai kabur karena sakit yang kurasakan semakin menjadi.. Semakin lama semakin lelah mata ini untuk tetap terbuka.. Hingga sampai batas kekuatan ku, pandangan ku pun semakin gelap dan aku jatuh pingsan...


Mataku baru terbuka saat sayup sayup ku dengar lantunan ayat ayat suci Al Qur'an...

" dimana aku ini " ucap ku pelan karena sangat asing dengan keadaan yang sekarang ini terjadi di sekitar ku...

Aku terbangun di sebuah tempat tidur yang terbuat dari bambu yang berada di dekat aula besar dari bangunan dengan arsitektur Jawa kuno.. Tak jauh dari diri ku yang terbaring lemah, tampak pemuda dan pemudi dengan pakaian putih bersih sedang membaca kitab suci Al Qur'an yang berada di depan mereka..

" kamu sudah sadar ngger " ucap seorang pria tua dengan baju putih di sertai sorban dan kini berjalan menghampiri ku..

Aku pun semakin bingung dengan keadaan yang saat ini menimpaku dan sangat asing dengan sosok pria tua tadi..
Diubah oleh agusk1988 19-11-2017 15:44
itkgid
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.