- Beranda
- Stories from the Heart
Kesunyian Adalah Sahabat Terbaik ( Reborn )
...
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ucln
#1961
Khilaf
PART 18
Tubuhnya masih terbaring terlentang di atas kasur. Kedua payudaranya menyembul di balik kemeja lengan panjangnya. Gw pun mendekati gadis malang yang berhasil terkena perangkap gw ini. Sambil duduk di sebelah Mitha, gw terus memandangi tubuhnya dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Gw semakin horny begitu melihat keringat membasahi leher sampai ke dadanya.
Gw mendekatkan kepala ke leher Mitha untuk menghirup aroma wangi parfum bercampur keringat yang menghasilkan perpaduan aroma menggairahkan. Bibirnya gw sapu dengan jari jempol kanan yang lantas langsung mendarat di sekitaran payudaranya. Gw remas dengan lembut.. Meskipun ga sebesar kepunyaan Clara tapi punya Mitha kenyal dan padat serta berukuran proporsional sesuai dengan tubuhnya yang langsing. Beda kaya punya Clara yang terlalu kenyal menurut gw, tapi lumayan besar dan masih terlihat kencang.
Kedua tangan gw mulai membuka satu persatu kancing baju kemeja birunya. Dua kancing teratas udah terbuka tapi gw tunda terlebih dahulu karena ada yang lebih menyita perhatian gw.
Dengan perlahan gw melepaskan ikatan sabuk yang melingkar di celana jeans hitam ketatnya. Kini terlihat jelas celana dalam berwarna putih yang menutupi daerah kewanitaannya. Gw turunkan resleting celananya dengan sangat perlahan, gw ga mau terburu-buru karena ingin menikmati momen-momen ini dengan santai dan penuh konsentrasi.
Gw masih sibuk berusaha melucuti helai demi helai pakaian yang menutupi tubuh bidadari ini.
Tiba-tiba...
Quote:
Kata-kata mba Ryana terngiang di telinga gw.
Awalnya gw ga perduli, tetapi semakin gw mengacuhkannya, semakin terdengar jelas kata-kata itu di benak gw.
Dan saat itu juga gw menghentikan semua aktifitas tangan gw di tubuh Mitha.
Entah kenapa pikiran gw tiba-tiba blank, kacau, campur aduk semuanya..
Di satu sisi, gw bingung sama apa yang gw perbuat saat ini.. Di lain sisi, nafsu gw terus bergejolak seolah menuntut gw untuk segera menuntaskan birahi gw.
Gw mulai meracau dan bicara ga jelas..
Akhirnya gw pun lari ke kamar mandi.
Quote:
Setelah mengeringkan rambut dengan handuk, gw segera berlari ke arah Mitha lalu memakaikan lagi celana yang udah terbuka sampai lutut dan memasangkan semua kancing kemeja Mitha seperti sediakala.
Gw emang bajingan tapi gw ga mau jadi penjahat apalagi pemerkosa. Gw sadar perbuatan gw udah terlalu jauh..
Setelah membetulkan pakaian Mitha ke seperti semula, gw langsung melangkah mundur dan terduduk bersender di tembok. Gw menyalakan sebatang rokok lalu menghisapnya dalam-dalam sampai gw terbatuk-batuk.
Gw berdiri dan mengambil botol laknat yang terletak di karpet lalu membuka pintu belakang.
Quote:
Hari mulai gelap tapi Clara belum juga datang. Mitha masih terbaring dengan posisi yang tetap sama dari pertama dia gw rebahin di kasur. Gw masih duduk di depan pintu sambil merokok menanti kedatangan Clara.
Ga berapa lama, terdengar suara langkah kaki dari tangga yang menuju ke lantai atas.
Quote:
Di dalam kamar, gw terus menyendiri sambil memikirkan hidup gw yang ga karuan ini. Dan setelah bernostalgia dengan kebejatan yang gw perbuat, entah kenapa nama Cintya lebih banyak menyita pikiran gw dibanding yang lain.. Apa yang udah gw lakuin ke dia itu jahat. Perjuangan dia untuk ngedapetin hati gw selama ini gw patahkan dengan satu tindakan fatal. Gw khilaf..
Beberapa hari kemudian..
Gw masih memikirkan perbuatan gw ke Mitha tempo hari. Masih belum bisa gw percaya tindakan gw bisa senekat itu. Gw bener-bener udah kehilangan akal sehat.
Semua itu gw lakuin karena gw berpikiran semua cewe itu sama..
Gw udah jarang komunikasi sama Sesil. Di game juga dia jarang ol. Mungkin dia sibuk kuliah. Tapi sesekali kita telponan. Dalam waktu dekat ini dia mau jalan-jalan ke Bogor dan kita mengatur janji untuk ketemuan.
David hari ini balik dari Cirebon dan meminta gw untuk datang ke kos nya. Setelah berganti baju gw pun meluncur ke kos David.
Ternyata ada Mitha udah lebih dulu di kosan David. Gw berusaha bersikap biasa aja di depan Mitha. Perasaan bersalah terus menghantui setiap kali gw memandang wajahnya.
Maafin gw, Mit..
Quote:
Gw masih memperhatikan Mitha yang sibuk membereskan pakaian calon lakinya di atas kasur.
Rasanya gw pengen lari dari sini dan ga mau ketemu mereka lagi. Gw malu..
Btw, cowo lu itu brengsek, Mit.. Dia tidur sama cewe lain di belakang lu...

Pukul 14.00 siang. Sepulangnya dari kosan David, seperti biasa, gw mampir ke kos Clara. Pintu kamarnya terbuka tanda ada orang di dalamnya.
Clara tampak berbaring membelakangi gw.
Quote:
khodzimzz dan 2 lainnya memberi reputasi
3
