Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#790
PART 41

Karena mungkin seorang Indigo, Stephanie menyadari kegelisahan yang saat ini aku rasakan..

"kenapa gus. Ekspresi lu berubah sejak melihat sms barusan " tanya Stephanie curiga..

" itu steph.. Aku di suruh ke sma xxx sama sepupu nya bang David. Ada hal penting yang terjadi dengan teman ny " jawab ku kebingungan..

" ya udah gus. bareng gw saja naek mobil kesana nya . Lebih cepat dari pada naek motor " tawar Stephanie..

" boleh. Tapi saya mau ke bang David dulu. Biar barengan kesekolah sepupu nya " ucap ku dan perlahan berdiri sembari berjalan menuju meja bang David serta geng nya..

Stephanie hanya mengangguk dan ikut beranjak pergi dari tempat duduk nya. Dia bilang mau ke parkiran untuk mengambil mobil nya yang terparkir disana. Saat aku berjalan mendekati meja bang David, kanaya melambaikan tangan nya ke arah ku dan meminta ku mendekat ke tempatnya..

" maaf nay, lagi emergency. Aku gak bisa ikut ngobrol sama kalian " tolak ku saat sudah di meja tempat kanaya dan mbak dina ngumpul..

" lho emergency apaan gus emang nya " tanya Kak Cindy...

" saya harus ke sma xxx mbak. Ada sesuatu yang menimpa mbak nadia. Temen sepupu nya bang David yang tempo hari maen ke rumah ku " jelas ku sembari beranjak pergi...

" kita ikut juga gus ke sma xxx " sahut Rudi..

" silahkan saja rud. Tapi kalian harus mengikuti semua instruksi dari ku. Kamu bawa mobil gak.? "

" soalnya aku juga mau ngajak bang David serta temen geng nya. Takut nya mobil Stephanie temen sekelas ku gak cukup " kataku sembari memegang ujung dagu ku Untuk sejenak berfikir..

" gampang itu dek. Ntar bisa pakai mobil ku. Kebetulan ada temen smp ku yang sekolah di sana " sahut kanaya..

Karena sudah Fix tentang transportasi nya, aku meminta kanaya serta geng mbak dina yang ingin ikut ke sma xxx agar menunggu di parkiran saja bareng Stephanie.. Sementara aku sendiri melanjutkan langkah ku ke meja tempat bang David ngumpul...

" bang, ikut saya ke sma mbak silvi " ajak ku saat sudah sampai di meja tempat bang David ngumpul..

Tampak bang riko, bang aan serta dua orang cewek yang sangat asing buat ku duduk melingkar di meja depan tepat aku berdiri saat ini . Kedua cewek tadi hanya memandang ku dengan tatapan aneh tanpa berucap sepatah kata..

" ada apa gus koq tiba-tiba gini " ucap bang David yang kelihatan ikut panik..

" mbak nadia bang. Tadi mbak silvi sms dan bilang kalo terjadi sesuatu dengan nya " balas ku dengan perasaan yang tidak tenang..

" sesuatu gimana gus " sahut bang riko..

" wah mbak silvi gak jelasin detail nya bang. Dia cuma minta saya kesana secepatnya "

" kalo kalian mau ikut saya, ayo ke parkiran. Mobil Stephanie serta kanaya sudah menunggu di sana " kata ku lagi karena gak mau terlalu lama mengulur waktu..

Bang David dan geng nya pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dan mengikuti ku menuju tempat parkir. Dua temen cewek bang David yang tadi nya ku kira ditinggal, eh malah ikut juga dalam rombongan yang akan ke sma xxx.. Karena tak nyaman dengan tatapan kedua cewek temen bang David, aku memperlambat langkah ku dan kini berjalan beriiringan dengan mereka..

" kalo kalian tidak suka dengan saya, bilang saja langsung mbak "

" aku juga tidak meminta kalian ikut dengan ku kalau kalian merasa tidak nyaman " bisik ku di telinga mereka sembari tersenyum..

" maaf maksud lu apa ya " elak salah satu dari kedua cewek tadi..

Ntah kenapa sepertinya bang David mendengar apa yang di ucapkan cewek tadi dan kini ikut berjalan di samping ku..

" kalian kalo tidak nyaman deket temen gw yang ini, lebih baik kalian gak usah ikut "

" asal kalian tau,meski tampang nya begini, ni cowok satu sudah sangat berjasa buat keluarga besar gue. Dan adek gw Stella, sangat sayang sama ni cowok meski dari face serta fulus biasa aja. "

" kalian tau kekayaan apa di bumi ini yang tidak bisa di dapatkan dengan mudah meski kalian menghabiskan seluruh hidup kalian untuk mendapatkan nya.? "

" apa itu Vid " tanya kedua cewek tadi...

" KEKAYAAN HATI "

" sebuah sikap dimana seseorang dapat menyikapi segala sesuatu dari dua sisi "

" sebuah harta dimana seseorang selalu bersyukur atas apa yang di limpahkan serta berikan untuk hidup nya "

" dan sebuah anugerah dimana seseorang diberi kelapangan jiwa untuk membantu terhadap sesama " terang bang David bijak..

" dan cowok ini lah yang telah mendapatkan kekayaan hati itu " timpal bang David sembari menunjuk ke arah ku..


Kedua cewek tadi hanya terdiam tanpa menimpali pernyataan bang David lebih jauh. Karena tak enak bang David sudah berucap seperti itu, aku pun mencoba untuk menghibur mereka..


" gak perlu di masukkan ke dalam hati mbak ucapan bang David. Dan mbak juga gak perlu merasa bersalah "

" karena pada dasarnya kita tak bisa memilih terlahir dengan kondisi apa serta siapa sebagai orang tua kita "

" kaya tidak menjadi kan seorang hamba mulia , begitu pula miskin, tidak menjadikan seorang makhluk hina di hadapan Nya".. ucap ku tersenyum..

" iya kita gpp kok. Lu tenang saja. Oia kita belum memperkenalkan diri "

" gw rissa, sementara yang di sebelah gue rima " ucap temen bang David yang di sebelah kiri ku..

" aku agus mbak " balas ku singkat..

" jadi gimana, mau ikut kita nggak ke sekolahan sepupu gw " tanya bang David lagi..

" kita ikut vid " ucap mbak rissa serta Rima serempak..

" tapi kalian jangan shock dan terkejut dengan segala sesuatu yang terjadi disana nanti " sahut ku sembari tersenyum penuh arti..

Mbak rissa dan mbak Rima hanya mengeyitkan dahi mendengar ucapan ku yang penuh teka teki.. Tanpa terasa kami sudah berjalan cukup jauh dan kini telah sampai di tempat parkir..

Terlihat Stephanie, Kanaya, Mbak Dina, Kak Cindy, Shinta, Rudi dan Firman telah menunggu kedatangan kami.. Dari geng ku yang ikut hanya Stephanie seorang. Reni dan lainnya parno setelah melihat fenomena gaib yang terjadi pada anak kelas dua sehabis olahraga. Jadi mereka masih tertinggal di sekolah..

Aku, bang David, bang riko, bang aan, mbak rissa serta mbak Rima masuk ke dalam mobil Stephanie, sementara mbak dina, shinta, Rudi, firman, dan kak Cindy masuk ke dalam mobil kanaya..

Setelah selesai masuk ke dalam mobil masing-masing, kita langsung berangkat menuju sma mbak silvi..

Di dalam mobil yang aku tumpangi, bang David duduk di depan sebelahan dengan Stephanie. Jaga jaga kalo Stephanie gak tau arah jalan ke sma xxx. Sementara aku duduk di tengah dengan mbak rissa, mbak Rima sendiri memilih duduk di belakang bersama bang riko dan bang aan..

" eh koq gw ngerasa adem sih duduk bersebelahan sama lu " ucap mbak rissa memecah keheningan..


" mungkin pengaruh ac mobil nya Stephanie mbak " balas ku ramah..

" gw bisa beda in koq hawa adem karena hembusan ac. Dan gw yakin hawa adem yang gw rasakan ini bukan dari ac mobil yang kita tumpangi " kata mbak rissa..

" gak usah mbak rissa pikirkan. Yang penting kan hawa adem tersebut bisa bikin suasana serta mood hati mbak lebih tenang " ucap ku lagi tersenyum..

" itu mungkin karena efek kelebihan yang agus miliki riss. Jadi lu wajar merasa aneh karena baru pertama kali di dekat nya.. "

" Lu tau sendiri kan gw, aan sama riko jarang berantem di sekolah sejak kenal si agus. Ya nggak ko " sahut bang David sembari teriak menyebut nama bang riko..

" yoi vid " teriak riko dari belakang seraya melambaikan tangan..

" jadi yang tadi gw rasakan sama rima di kantin karena kelebihan yang lu miliki " tanya mbak rissa lagi..

" emang apa tadi di kantin yang kalian rasain dari diri ku " tanya ku balik..

" gw awalnya ngerasa ketakutan gitu saat pertama kali lu dateng ke meja tempat kita ngumpul "

" tapi setelah nya gw merasakan kehangatan yang menyelimuti hati kita yang selama ini belum pernah gw rasakan "

" ya nggak ris " sahut Mbak Rima dari belakang..

Mbak rissa hanya mengangguk mengiyakan ucapan dari mbak Rima..

" asyem, berarti tadi aku salah paham tentang arti tatapan mereka di kantin " batin ku sembari menggaruk garuk belakang kepala ku..

Karena masih pagi, udara kota yang kami lewat i sepanjang perjalanan sangat sejuk dan nyaman.. Tanpa terasa kami pun sudah sampai di sma xxx yang terletak agak di pinggiran kota..

Setelah ijin ke satpam di depan, kami pun di persilahkan memasuki area sma xxx..

Quote:


Karena tak juga mendapat balasan, aku pun berinisiatif bertanya ke siswa yang sedang berada di bangku dekat tempat parkir.. Kebetulan mbak silvi ini anggota osis, jadi tak sulit bagi siswa sma xxx untuk mengenali nya..

Ketika kami sudah mendapatkan info dimana kelas mbak silvi, kami langsung bergegas menuju kelas yang di maksud.. Saat kami sedang berjalan bergerombol tampak dari kejauhan dua orang siswi berlari menghampiri kami..

" dek ayo bergegas ke kelas mbak " ucap salah satu dari dua gadis tadi yang ternyata mbak silvi..

" ayk mbak " balas ku kini dan ikut berlari ke kelas mbak silvi..

Karena sepanjang koridor terus berlari, aku pun sampai juga di kelas mbak silvi.. Tampak kini aku sedang berdiri di depan kelas dengan plang 2 ipa 1..

" kalian semua mendekat lah ke arah ku. Aku akan memberikan pagar gaib untuk melindungi kalian semua " perintah ku ke Stephanie dan temen temen ku..

Tak lupa aku juga memberikan pagar gaib di sekeliling tubuh mbak silvi... Setelah selesai melakukan segala persiapan, aku pun langsung masuk ke kelas mbak silvi..

ASTAGFIRULLAH...

Hawa yang sangat berat langsung menyerang tubuh ku begitu aku masuk ke dalam kelas mbak silvi.. Stephanie juga merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan karena dia Indigo.. Kalau saja tubuh Stephanie tak ku beri pagar gaib, aku yakin dia sudah pingsan saat ini..

Tampak kini di hadapan ku mbak nadia sedang berdiri di pojokan dengan tangan yana siap mencabik segala sesuatu yang di depan nya.. Matanya hanya terlihat putih nya saja sambil sesekali mulut nya mendesis.. Yang paling membuat ku merinding adalah makhluk yang berdiri di belakang mbak nadia.. Makhluk ini wujud nya hampir sama dengan Ronggo Geni. Cuman bedanya, makhluk ini api nya berwarna hitam kelam.. Makhluk yang sedari tadi mengendalikan tubuh mbak nadia, memandang ku dengan tatapan kebencian.. Tampak sekali dia ingin menerjang ke arah ku dan meremukkan segala sendi dari tulang ku..

Sementara tak jauh dari mbak nadia dan makhluk tadi berdiri , beberapa siswa tergeletak di lantai sembari mengerang kesakitan..

Muka siswa tadi penuh dengan bekas cakaran gaib dari mbak nadia.. Aku meminta bang David, bang riko dan firman membantu ku membopong beberapa siswa yang tadi mengerang kesakitan.. Aku berikan sedikit tenaga dalam ku untuk memulihkan keadaan siswa siswa tadi yang terlihat mengenaskan..

" gimana ceritanya bisa gini mbak " tanya ku ke mbak silvi saat sudah selesai memberikan pengobatan ke temen temennya..

" tadi mbak lagi ngobrol dek sama yang lain. "

" eh tiba-tiba saja nadia yang duduk di pojokan depan teriak teriak gak jelas " jawab silvi.

" iya dek. Tadi saya juga lihat kalo nadia seperti termenung memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian, dia pun teriak teriak gak jelas seperti yang di cerita kan si silvi " sahut cewek yang tadi berlari bersama mbak silvy tapi aku tidak mengetahui siapa namanya..

" udah parah nih mbak. Jin penjaga nya yang memiliki kekuatan hitam lepas kendali " kata ku lagi pesimis..

" terus gimana nasib nadia gus " teriak mbak Novita histeris di iringi tangis..

" yee udah gedhe nangis. Malu mbak sama umur " ucap ku bercanda agar yang ada di situ tidak semakin panik..

" ah kamu gus. Situasi kayak gini masih saja bisa bercanda " tinju mbak Novita di lengan ku sembari menangis sesenggukan..

" lho nov, lu kenal sama si agus " sahut Kanaya dari belakang..

" eh lu naya.. Koq bisa ada disini "

" pasti lah gw kenal. Ya nggak gus " balas mbak Novita sembari mengedipkan sebelah matanya yang penuh air mata ke arah ku..

Ntah kenapa seperti ada rasa kecewa dari kanaya saat mendengar candaan dari mbak Novita..

" aku pulang nih mbak " gerutuku karena gak suka dengan candaan mbak Novita..

" ehhhh... Jangan lah dek.. Gimana nasib nadia temen mbak kalo adek pulang " cegah mbak silvi seraya memegang baju ku karena mungkin takut aku akan kabur..

Bulir bulir air mata mbak silvi pun kini samar samar mulai terjatuh dari ujung bola mata nya.. Di lain tempat, mbak rissa serta mbak Rima terlihat shock dan hanya berdiri mematung melihat hal yang baru pertama kali mereka alami ini..

Untuk menguatkan moral mbak silvi, aku pun memegang kedua pundak nya dan mengucapkan sesuatu pada nya..

" insya Allah saya akan mengembalikan mbak nadia seperti biasa mbak silvi "

" bahkan kalau sampai harus mempertaruhkan nyawa saya " kata ku pasti..

Semua yang ada di situ pun terbelalak saat aku menyebut kata mempertaruhkan nyawa.. Mungkin bagi mereka ini seperti kesurupan biasa, tapi tidak bagi ku serta Stephanie yang memiliki penglihatan lebih..

Karena pasti tidak mampu menghadapi jin hitam tadi sendiri, aku pun memanggil Kenanga untuk meminta bantuan dari nya..


" kenanga hadir lah " panggil ku dalam hati..

" kenanga hadir den mas " sahut kenanga..

Stephanie terkejut melihat jin penjaga ku yang kedua ini.. Maklum, ini pertama kalinya bagi Stephanie melihat Dewi Puspa Kenanga setelah sebelumnya hanya melihat wujud dari Ronggo Geni..

" bisa kah kau membantu ku mengalahkan jin hitam itu kenanga " tanya ku sembari menunjuk jin hitam yang masih saja menatap tajam ke arah ku..

" maafkan aku den mas. Umur jin hitam itu lebih tua dari ku. Jadi secara kesakitan aku otomatis kalah oleh nya " jawab kenanga yang membuat ku tertunduk lesu..

" cobalah meminta bantuan Ronggo Geni den mas. Aku yakin dia dapat mengalahkan jin hitam tersebut " ucap kenanga lagi yang memberikan secercah harapan untuk ku..

Aku pun menuruti usul kenanga dan memanggil Ronggo Geni...

" Ronggo Geni hadir " panggil ku dalam hati

KRIKKKK.... KRIKKKK... KRIKKKK...

Panggilan pertama dari ku sama sekali tak ada respon dari Ronggo Geni...

" Ronggo Geni hadir lah " panggil ku lagi..

MBEKKKKKKK....... KKKK..... KKKK.....

Panggilan yang kedua pun juga tak ada respon dari jin penjaga ku yang pertama hingga hampir membuat ku putus asa... Kenanga lantas mengingatkan ku agar berserah diri Pada Yang Di Atas dan jangan berkecil hati..

" Ronggo Geni hadir lah " panggil ku untuk yang ketiga kalinya...

GRHHHHHHHHH...... HAUMPPHHHHHHH....

ALLAHU AKBAR...

Aku pun melompat ke samping karena kaget dengan suara hewan buas yang menggelegar memenuhi seisi kelas.. Stephanie yang tadinya terlihat tenang, kini menggigit gigit kuku nya karena takut dengan suara yang tadi menjawab panggilan ku...

Bukannya Ronggo Geni yang hadir mendengar panggilan ku, tapi malah 3 ekor harimau dengan tubuh yang amat besar berada di belakang ku.. Karena saking besar nya tubuh ketiga harimau tersebut, sampai sampai wujud nya menembus tembok ruangan kelas lain..

" siapa kalian.. Dan dimana Ronggo Geni " tanya ku gemeteran ke ketiga harimau tadi..

BWAHAHAHAHAHAHAHAHA....

Ketiga harimau tadi hanya tertawa keras mendengar pertanyaan dari ku...hingga membuat suara mereka bertiga makin Cumiakkan telinga...
Diubah oleh agusk1988 17-11-2017 19:33
wakazsurya77
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.