Kaskus

Story

uclnAvatar border
TS
ucln
Kesunyian Adalah Sahabat Terbaik ( Reborn )
Kesunyian Adalah Sahabat Terbaik ( Reborn )


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Polling
0 suara
Siapa Tokoh Wanita Favorit Kalian Dalam Cerita KAST Reborn Ini
Diubah oleh ucln 06-03-2018 22:40
jalakhideungAvatar border
santet72Avatar border
xue.shanAvatar border
xue.shan dan 29 lainnya memberi reputasi
26
944.9K
3.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
uclnAvatar border
TS
ucln
#1929
Senjata Makan Tuan
PART 17


Quote:

Malamnya gw ada janji buat maen bilyar di Galaxy sama Daniel. Meskipun tubuh gw penuh luka tapi ga menghalangi niat gw untuk kesana.

Kami bertiga bertemu di depan bioskop Galaxy, satu lagi temen smp gw yang juga temennya si Daniel, yaitu Zaki.

Singkat cerita, kami bertiga main cekihan pake kartu di meja kecil.

Disini lah kejadian kurang mengenakan terjadi.. Ujung stik Daniel tanpa sengaja menyentuh tubuh seseorang dari meja sebelah saat Daniel bersiap melakukan pukulan. Orang itu memakai baju oblong putih sehingga tampak sekali bajunya kotor terkena stik Daniel. Akhirnya mereka terlibat percekcokan. Gw mendatangi mereka berdua bermaksud untuk melerai. Tapi baru beberapa meter gw mendekati mereka berdua, sebuah pukulan melayang di pipi Daniel. Sontak gw dan Zaki berlari ke arah si pemukul. Zaki memukulkan stik bilyar ke kepala si orang tadi yang memukul Daniel.

Mampus gw.. Baru aja kena musibah dan sekarang gw harus ikut berpartisipasi di keributan ini dengan keadaan tubuh gw yang masih belum fit.

Mereka berjumlah lima orang sedangkan kami cuma bertiga. Berarti formasinya 2-2-1 = Zaki 2, Daniel 2 dan gw 1 emoticon-Ngakak (S)

Dengan bermodalkan pengetahuan di game online, gw pun mengayunkan stik bilyar udah kaya swordman. Gw meniru dan membayangkan ngegebukin momon pake skill slash.

Perkelahian berlanjut sampai tangga dan area parkiran. Gw cukup beruntung hari ini karena muka gw aman dari bogem. Dari dulu gw tau kalo si Daniel emang tukang ribut. Karena terlalu tangguh, hampir semua gerombolan itu ngeroyokin Daniel. Tugas gw dan Zaki ngegebukin musuh dari belakang mereka. Kalo di game, si Daniel ini mungkin bisa di bilang char TB alias tahan badan.

Stik bilyar berserakan di area parkiran. Gw ga tau kubu mana yang menang dan mana yang kalah tapi kami membubarkan diri masing-masing setelah merasa kecapean.

Quote:

Setelah meninggalkan Galaxy, kami bertiga menuju ke kuburan cina di daerah Dekeng. Sebelumnya kami membeli sebotol anggur di warung.

Bibir Daniel pecah sedangkan gw dan Zaki sibuk megangin kepala masing-masing yang sempat terkena pukulan stik.

Quote:

Kami bertiga pun bergegas meninggalkan kuburan cina. Anggur yang baru di minum sedikit kami tinggalkan di atas kuburan. Siapa tau ada 'penunggu' yang pengen minum.

Kami bertiga memarkir motor di seberang Galaxy. Daniel menyelipkan badik di pinggangnya. Tampak kemarahan di wajahnya yang terlihat memerah.

Perasaan gw ga menentu. Seandainya ketemu tu bocah, gw yakin pasti di cucuk sama si Daniel. Kenapa gw yakin? Saat tawuran di jaman smp dulu, Daniel pernah menusuk paha anak ingusan yang sok jago pake obeng. Dia sama sekali ga punya keraguan kalo urusan ribut di jalan.

Gw dan Zaki tetap setia di belakang Daniel. Kami masuk ke tempat bilyar yang berada di lantai bawah.

Quote:

Setelah berputar-putar mencari gerombolan tadi, hasilnya nihil. Gw agak sedikit lega karena ga perlu ada pertumpahan darah hari ini.

Kami bertiga memutuskan untuk cepat-cepat pergi setelah orang-orang yang berada di tempat bilyar mulai menyadari bahwa kami adalah pelaku keributan tadi.

Daniel masih berdiri di bundaran Sukasari mengamati gerbang asrama brimob. Dia memantau satu persatu anak-anak yang nongkrong di depan gerbang. Berabe bro kalo sampe nusuk anak brimob di depan asramanya peluru bisa berterbangan

Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing setelah usaha pencarian kami ga membuahkan hasil. Gw tau ini cuma emosi sesaat. Besok-besok juga udah stabil lagi.

Beberapa hari kemudian..

Gw main ke kos David yang berada di daerah Bantar kemang.

Di atas meja belajarnya gw melihat ada foto Mitha dan David dengan latar di sebuah pantai.

Quote:

Dia ga sadar bahwa apa yang dia lakukan adalah kesalahan terbesar sepanjang hidupnya..

Beberapa minggu kemudian..

Keuangan gw mulai membaik dan konsumen gw semakin bertambah. Ternyata bisnis beginian kenceng juga duitnya. Barang begini susah di cari, kalo ada yang jual pasti banyak yang ngincer, bukan konsumen aja tapi juga polisi

Hari ini David pulang ke kampungnya di Cirebon untuk beberapa hari. Dia menitipkan cimenk segaris ke gw. Obat bius yang di kasih David masih utuh belum pernah gw pake sedikitpun.

Pukul 13.00 siang. Gw masih di warnet dan berniat untuk pulang ke rumah. Tapi tiba-tiba gw males ke rumah, akhirnya gw berencana ke kos Clara. Jam segini dia pasti ga ada di kos, gw bisa tidur siang dengan nyenyak.

Gw tiduran di kasur sambil nonton tv. Mata gw mulai sayup hampir ketiduran. Tiba-tiba pintu kamar kos ada yang mengetuk. Dengan langkah sempoyongan dan mata berkunang-kunang, gw menuju ke pintu untuk membukanya.

Mitha berdiri di depan pintu sambil celingukan ke dalam kamar.

Quote:

Gw pun turun ke bawah untuk membeli teh botol.

Ditangan gw ada dua teh botol. Gw berhenti di tangga lalu meletakkan kedua botol di anak tangga. Sambil melihat keadaan sekitar, gw mengeluarkan botol obat mata pemberian David. Tanpa pikir panjang, salah satu teh botol gw tetesin obat bius sesuai dosis yang dianjurkan David.

Gw melanjutkan langkah menuju ke kamar.

Bodohnya gw, saat meletakkan kedua teh botol itu di karpet, gw lupa mana yang gw tetesin obat bius Akhirnya untung-untungan aja, kalo dia yang minum teh botol berisi obat bius berarti kemungkinan rencana gw berjalan lancar tapi kalo gw yang keminum, wassalam... emoticon-Hammer (S)

Quote:

Akhirnya kami berdua ngobrol-ngobrol. Entah udah berapa banyak kata-kata tipu muslihat yang gw keluarkan untuk mengecoh makhluk cantik di depan gw ini.

Tanpa terasa 30 menit berlalu. Tapi belum ada tanda-tanda reaksi alamiah dari obat bius itu di tubuh Mitha. Matanya yang indah dan mempesona masih tetap segar.

Si imron mulai berdiri..

Teh botol yang satunya sama sekali belum gw sentuh. Ada niat gw untuk menawari kedua teh botol itu tapi gw takut dia curiga.

Dan akhirnya..

Quote:
haaiirr
adityazafrans
khodzimzz
khodzimzz dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.