- Beranda
- Stories from the Heart
Kisah Sang Wisanggeni [lucu,horor,misteri,campur aduk]
...
TS
yudithwork
Kisah Sang Wisanggeni [lucu,horor,misteri,campur aduk]
WELCOME TO MY THREAD
Quote:
Cerita ini asli original no fiksi, dibalut dengan kisah horor, misteri, lope lope, konyol dan masih banyak lagi. Silahkan bagi yang menganggap ini fiksi,ane cuma pingin nulis di kaskus. barangkali ada hikmah nya buat kita semua. untuk tokoh semua yang ada di cerita ini baik nama keadaan kehidupan sehari-hari, asli. no dramatisir
Quote:
Batasan Usia Diberlakukan. Bagi adek adek imut sekalian nggak usah dibukak trit ini , ada unsur BB17+ 

Quote:
PERKENALAN
Hai, namaku Wisanggeni. Nama yang tak asing bagi orang jawa bukan ? ya, nama itu adalah nama tokoh pewayangan jawa purwa. Wisanggeni anak dari Raden Harjuna dan Dresnala, putri Batara Brama. Kenapa Wisanggeni ? Ntar ada ceritanya, selain itu Bokap ane suka banget ama yang namanya wayang kulit, sampai keempat anaknya diberikan nama tokoh pewayangan. Anak pertamanya bernama Bambang Lengkung Kusuma, Yudhistira Anggara Bima, lalu ane Harya Wisanggeni, dan adik perempuan ane Dewi Sembadra Panunggal Putri. Panggil saja ane Geni. Dalam nama itu bokap ane berdoa biar ane bisa jadi anak laki-laki yang pemberani, cerdik, penuh akal. Haha, mungkin doa itu terkabul, ane bukan sok sombong kalo ane pemberani, tapi sedikit berani lah. Cerdik ? hehe liat aja cerita nanti.
Oh iya, ane dari lahir udah diberi anugrah tuhan bisa ngeliat hal hal yang nggak semua orang bisa liat. Bahkan ane juga Ngerti sak Durunge Winarahartinya ane bisa tau kejadian yang belum terjadi dan 90 persen pasti terjadi, mungkin sejenis indigo kali ya. Tapi apalah itu ane kagak peduli. Oh iya, ane saat ini tinggal di kota K**** . Salah satu kota kecil di jawa tengah. Skip skip skip, perkenalan sampe sini aja gan.
Spoiler for Wisanggeni:
sumur gambar : https://www.google.co.id/search?tbm=...5n1ABjHSoNp3M:
Spoiler for Indeks Chapther 1:
PART 1 - LAHIRAN
PART 2 - RSUD
PART 3 - WISANGGENI LAHIR
PART 4 - AQIQAH
PART 5 - MASIH DISINI
PART 6 - BONGKAR MUAT
PART 7 - PULANG KAMPUNG
PART 8 - MALAM PERTAMA
PART 9 - RUMAH KAKEK
PART 10 - PULANG KE RUMAH
PART 11 - TIGA BERMUDA
PART 12 - FIRST WAR
PART 13 - MASIH BERLANJUT
PART 14 - PERPISAHAN
PART 15 - ANAK TITIPAN
Diubah oleh yudithwork 22-11-2017 04:17
jalak975 dan 3 lainnya memberi reputasi
2
88.4K
Kutip
273
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
yudithwork
#23
Quote:
PART 2 – RSUD
“ Lho… lho… lho… Buk… Jangan disini… aduuuh… jangan brojol disini dulu…. ! “ bokap ane tambah panik
“ Nah pak, sudah sampai “ ucap pak Boni
“ Syukurlah …. Lengkung kamu siap siap…. Bu tahan ya ini sudah sampai … “ ucap bokap bersyukur
“ siap yah !! “ sahut mas Lengkung
Kami sampai di rumah sakit jam 22.00 wib. Kegaduhan bokap ane bikin keluarga pasien yang udah mulai lelap tertidur di ruang UGD jadi terbangun. Mereka memperhatikan keluarga yang gaduh ini. Suster jaga mempersiapkan bed pasien dan mindahin nyokap ke bed itu. Bokap masih panik seperti biasa. Pak Boni langsung mencari lahan kosong untuk parkir mobil. Mas Lengkung ? Abang ane yang satu ini masih ribut ama barang bawaan. Selain itu dia juga takut ama rumah sakit. Kebanyakan nonton film horror suz**** mungkin, masuk pintu UGD saja kakinya berjingkat pelan, tatapannya lirik kanan kiri.
“ Lengkung ! ayo sini cepetan “ teriak bokap
“ Iya yah, bentar lengkung takut… “ kata mas Lengkung
“ Halah, makanya jangan kebanyakan nonton film horror “ kata bokap
Malam ini malam sabtu, Jumat malam. Jarum jam udah di angka 23.00, nyokap udah ada di dalem ruang bersalin. Bokap nunggu diluar ruangan sambil mondar-mandir kesana kemari. Pak Boni sudah mulai terlelap tidur di bangku depan ruangan bersalin. Mas Lengkung nutupin mata, duduk disamping Pak Boni.
“ Kamu itu kenapa Lengkung ?? “ tanya bokap
“ Takut yah… Lengkung takut disini “ jawab mas Lengkung
“ Kalo takut kok ikut ? tau gitu kamu dirumah aja “ ucap bokap
“ Yah.. Lengkung anak pertama, lengkung merasa paling tua diantara kedua anak ayah. Apalagi ini bakal ada adik lengkung didalem sana. Lengkung punya tanggung jawab buat jagain adek disini. Paling nggak nemenin ayah disini…. “ protes mas Lengkung.
Bokap ane terdiam mendengar kata-kata Mas Lengkung. Ada air mata bokap yang jatuh dan membasahi bajunya. Bokap menarik tangan Mas Lengkung, memeluk erat kakak pertama ane.
“ Iya, kamu disini aja lengkung. Temenin ayah sama ibu ya… berdoa juga semoga ibumu dan calon adikmu selamat di dalem sana…. “ ucap bokap ane dengan nada sumbang
“ iya yah…lengkung bakal disini. Ayah jangan nangis, mau ada adek baru kok nangis yah … “ jawab mas lengkung
“ Iya lengkung. Maafkan ayah… “
“ JEGLEK !!! KRIEEEEEET …. “ suara pintu dibuka. Dibaliknya ada sosok putih, serba putih. Dengan rambut sebahu, membawa benda kecil tajam di tangan kanan, dan papan seukuran batu nisan di lengan kirinya. Seketika itu mas Lengkung kaget dan teriak.
“ Yah !! Kuntilanak Yah !! “
Bokap ane berbalik arah pelan, tangannya menggenggam keras, bersiap nonjok mahkluk yang ada di belakangnya.
“ Eh !! bu suster … hehe “ ucap bokap ane. Tangan yang dari tadi udah siap nonjok beralih jadi penggaruk kepala.
“ Mohon jangan gaduh pak, pasien lain sedang istirahat. Dan mohon administrasinya diurus terlebih dahulu “ suster mengingatkan
“ Iya bu, maaf. Ini gegara anak saya keseringan nonton film horror. Ibu suster jadi dikira kuntilanak…hehe… “ ucap bokap masih dengan logatnya yang konyol
“ mana kuntilanak ??! mana ?! mana ?! “ Pak Boni terkaget, bangun dari tidurnya.
“ Udah Pak Boni bantuin saya urus administrasinya aja. Ini KTP, KK saya. Saya disini sama lengkung. Jangan berisik .. “ kata bokap
“ Eh.. iya pak.. hehe … maaf… Iya pak biar saya urus “ jawab pak Boni.
Pukul 23.35 wib. Nyokap mulai ngrasain ane bakal keluar. Di dalam perut nyokap, ane juga udah mulai nendang nendang. Ingin rasanya segera menghirup udara lepas. Melihat realita dunia. Kondisi ini berlangsung selama 30 menit, sampai akhirnya ,
Dokter ; “ Terus bu… terus… ini sudah mau keluar … sedikit lagi bu… “
Assist 1; “ Gimana dok ? “
Dokter ; “ Kamu siap-siap, sepertinya ada yang aneh dengan bayi ini. Assistan 2 ! “
Assist 2; “ Iya Dok “
Dokter ; “ Kamu ambil alat saya disana, buat persiapan. Jaga-jaga kalau….. “
Belum selesai Dokter menjelaskan pada temannya. Ane keluar dari gua kehidupan Nyokap.
“ PRULLLL !!! “ hehe … mungkin nggak gitu ya SFX nya, tapi… ahsudahlah.
“ EN CAUL !! “ teriak dokter mengagetkan seluruh asisten. Suara dokter itu hingga terdengar bokap ane dan Mas Lengkung.
“ Hah ! kenapa itu , sepertinya udah keluar tapi kok gag ada suara bayi nangis ? “ bokap ane panik berat.
“ Hah… udah keluar yah ? “ tanya Mas Lengkung tanpa ada tanggapan dari bokap. Bokap masih nempelin kupingnya di tembok ruangan bersalin.
Dokter ; “Cepet ambilin peralatan saya ! “
Assist 1; “ Baik Pak. Silahkan “
Dokter ; “ Ini jarang terjadi. Yang ini biar saya tangani sendiri ! “
En Caul adalah peristiwa dimana bayi dilahirkan masih berada di dalam kantung ketuban. Kelahiran ini jarang terjadi gan. Diperkirakan tak sampai 1 dari 80.000 bayi dilahirkan secara En Caul. Dan yang dilahirkan secara En Caul rata-rata merupakan bayi prematur . Tapi ane nggak gan, ane di dalem kandungan udah umur 9 Bulan 11 Hari. Bayi en caul harus segera dikeluarkan, tapi ane ? ya dilihat aja nanti,
Dokter ; “ Ini nggak mungkin ! nggak mungkin ! “
Assist 1; “ Mungkin dengan yang lebih tajam lagi dari ini “
Dokter ; “ Semua yang disini sudah saya coba “
Assist 2; “ Bagaimana kalo saya panggilkan suami dari ibu ini Dok ? “
Dokter ; “ Ide bagus, coba panggil kesini. Di sterilikan dulu suaminya “
Assist 2; “ Baik Dok “
Asisten dokter 2 menghampiri bokap ane. Bokap ane diminta masuk. Mas Lengkung bersama Pak Boni diluar.
“ Gimana Dok ? ada apa dengan anak saya ? “ tanya bokap
“ Anak bapak dilahirkan dengan normal, semoga sehat dan baik-baik saja “ jawab dokter
“ lalu apa ada masalah ? “ tanya bokap memburu
“ anak bapak lahir dengan kondisi terbungkus kantung ketuban. Semua peralatan yang saya bawa tidak bisa membuka kantung tersebut pak “ dokter menjelaskan
“ wah… apa ini harus ki har*** yang buka ? “ gumam bokap.
Setelah itu bokap permisi sebentar melihat kondisi nyokap. Nyokap masih mengatur nafas setelah berjuang melahirkan ane. Mulut bokap seperti membaca amalan, lalu merogoh kantung bajunya. Ada sebuah keris kecil yang sudah tua Bangka ( maaf ya ki har*** , hehe…). Walaupun tua dan kecil keris ini mempunyai sesuatu yang istimewa, namun tak kasat mata. Hanya luk 9 dan pamornya saja yang memang bagus dan bisa dipandang. Lalu bokap ane nyamperin dokter lagi,
“ coba pake ini Dok… “ bokap nunjukin kerisnya
“ hah… apa ini. Maaf pak, ini nggak steril… berbahaya buat si Bayi “ dokter menolak penawaran bokap karena memang harus steril semua peralatannya
“ coba saja pak. Nggak usah banyak omong. Ini lebih tajem dari 27 silet “ bokap membantah
“ iya Dok mungkin bisa di coba “ kata Assisten 2.
“ baik, saya coba “
Baru sedikit saja ujung keris mengenai kantung ketuban ane, kantung ketuban langsung pecah. Wisanggeni kecil nangis sejadi jadinya. Entah karena kaget atau apa, dokter tidak sengaja menjatuhkan keris bokap dan nancep di……
“ Eh Dok !!! Ngawur kamu !! “ keras bokap ane bersuara. Ane Cuma bisa nangis, dan nafas ane mulai sesak.
“ Lho… lho… lho… Buk… Jangan disini… aduuuh… jangan brojol disini dulu…. ! “ bokap ane tambah panik
“ Nah pak, sudah sampai “ ucap pak Boni
“ Syukurlah …. Lengkung kamu siap siap…. Bu tahan ya ini sudah sampai … “ ucap bokap bersyukur
“ siap yah !! “ sahut mas Lengkung
Kami sampai di rumah sakit jam 22.00 wib. Kegaduhan bokap ane bikin keluarga pasien yang udah mulai lelap tertidur di ruang UGD jadi terbangun. Mereka memperhatikan keluarga yang gaduh ini. Suster jaga mempersiapkan bed pasien dan mindahin nyokap ke bed itu. Bokap masih panik seperti biasa. Pak Boni langsung mencari lahan kosong untuk parkir mobil. Mas Lengkung ? Abang ane yang satu ini masih ribut ama barang bawaan. Selain itu dia juga takut ama rumah sakit. Kebanyakan nonton film horror suz**** mungkin, masuk pintu UGD saja kakinya berjingkat pelan, tatapannya lirik kanan kiri.
“ Lengkung ! ayo sini cepetan “ teriak bokap
“ Iya yah, bentar lengkung takut… “ kata mas Lengkung
“ Halah, makanya jangan kebanyakan nonton film horror “ kata bokap
Malam ini malam sabtu, Jumat malam. Jarum jam udah di angka 23.00, nyokap udah ada di dalem ruang bersalin. Bokap nunggu diluar ruangan sambil mondar-mandir kesana kemari. Pak Boni sudah mulai terlelap tidur di bangku depan ruangan bersalin. Mas Lengkung nutupin mata, duduk disamping Pak Boni.
“ Kamu itu kenapa Lengkung ?? “ tanya bokap
“ Takut yah… Lengkung takut disini “ jawab mas Lengkung
“ Kalo takut kok ikut ? tau gitu kamu dirumah aja “ ucap bokap
“ Yah.. Lengkung anak pertama, lengkung merasa paling tua diantara kedua anak ayah. Apalagi ini bakal ada adik lengkung didalem sana. Lengkung punya tanggung jawab buat jagain adek disini. Paling nggak nemenin ayah disini…. “ protes mas Lengkung.
Bokap ane terdiam mendengar kata-kata Mas Lengkung. Ada air mata bokap yang jatuh dan membasahi bajunya. Bokap menarik tangan Mas Lengkung, memeluk erat kakak pertama ane.
“ Iya, kamu disini aja lengkung. Temenin ayah sama ibu ya… berdoa juga semoga ibumu dan calon adikmu selamat di dalem sana…. “ ucap bokap ane dengan nada sumbang
“ iya yah…lengkung bakal disini. Ayah jangan nangis, mau ada adek baru kok nangis yah … “ jawab mas lengkung
“ Iya lengkung. Maafkan ayah… “
“ JEGLEK !!! KRIEEEEEET …. “ suara pintu dibuka. Dibaliknya ada sosok putih, serba putih. Dengan rambut sebahu, membawa benda kecil tajam di tangan kanan, dan papan seukuran batu nisan di lengan kirinya. Seketika itu mas Lengkung kaget dan teriak.
“ Yah !! Kuntilanak Yah !! “
Bokap ane berbalik arah pelan, tangannya menggenggam keras, bersiap nonjok mahkluk yang ada di belakangnya.
“ Eh !! bu suster … hehe “ ucap bokap ane. Tangan yang dari tadi udah siap nonjok beralih jadi penggaruk kepala.
“ Mohon jangan gaduh pak, pasien lain sedang istirahat. Dan mohon administrasinya diurus terlebih dahulu “ suster mengingatkan
“ Iya bu, maaf. Ini gegara anak saya keseringan nonton film horror. Ibu suster jadi dikira kuntilanak…hehe… “ ucap bokap masih dengan logatnya yang konyol
“ mana kuntilanak ??! mana ?! mana ?! “ Pak Boni terkaget, bangun dari tidurnya.
“ Udah Pak Boni bantuin saya urus administrasinya aja. Ini KTP, KK saya. Saya disini sama lengkung. Jangan berisik .. “ kata bokap
“ Eh.. iya pak.. hehe … maaf… Iya pak biar saya urus “ jawab pak Boni.
Pukul 23.35 wib. Nyokap mulai ngrasain ane bakal keluar. Di dalam perut nyokap, ane juga udah mulai nendang nendang. Ingin rasanya segera menghirup udara lepas. Melihat realita dunia. Kondisi ini berlangsung selama 30 menit, sampai akhirnya ,
Dokter ; “ Terus bu… terus… ini sudah mau keluar … sedikit lagi bu… “
Assist 1; “ Gimana dok ? “
Dokter ; “ Kamu siap-siap, sepertinya ada yang aneh dengan bayi ini. Assistan 2 ! “
Assist 2; “ Iya Dok “
Dokter ; “ Kamu ambil alat saya disana, buat persiapan. Jaga-jaga kalau….. “
Belum selesai Dokter menjelaskan pada temannya. Ane keluar dari gua kehidupan Nyokap.
“ PRULLLL !!! “ hehe … mungkin nggak gitu ya SFX nya, tapi… ahsudahlah.
“ EN CAUL !! “ teriak dokter mengagetkan seluruh asisten. Suara dokter itu hingga terdengar bokap ane dan Mas Lengkung.
“ Hah ! kenapa itu , sepertinya udah keluar tapi kok gag ada suara bayi nangis ? “ bokap ane panik berat.
“ Hah… udah keluar yah ? “ tanya Mas Lengkung tanpa ada tanggapan dari bokap. Bokap masih nempelin kupingnya di tembok ruangan bersalin.
Dokter ; “Cepet ambilin peralatan saya ! “
Assist 1; “ Baik Pak. Silahkan “
Dokter ; “ Ini jarang terjadi. Yang ini biar saya tangani sendiri ! “
En Caul adalah peristiwa dimana bayi dilahirkan masih berada di dalam kantung ketuban. Kelahiran ini jarang terjadi gan. Diperkirakan tak sampai 1 dari 80.000 bayi dilahirkan secara En Caul. Dan yang dilahirkan secara En Caul rata-rata merupakan bayi prematur . Tapi ane nggak gan, ane di dalem kandungan udah umur 9 Bulan 11 Hari. Bayi en caul harus segera dikeluarkan, tapi ane ? ya dilihat aja nanti,
Dokter ; “ Ini nggak mungkin ! nggak mungkin ! “
Assist 1; “ Mungkin dengan yang lebih tajam lagi dari ini “
Dokter ; “ Semua yang disini sudah saya coba “
Assist 2; “ Bagaimana kalo saya panggilkan suami dari ibu ini Dok ? “
Dokter ; “ Ide bagus, coba panggil kesini. Di sterilikan dulu suaminya “
Assist 2; “ Baik Dok “
Asisten dokter 2 menghampiri bokap ane. Bokap ane diminta masuk. Mas Lengkung bersama Pak Boni diluar.
“ Gimana Dok ? ada apa dengan anak saya ? “ tanya bokap
“ Anak bapak dilahirkan dengan normal, semoga sehat dan baik-baik saja “ jawab dokter
“ lalu apa ada masalah ? “ tanya bokap memburu
“ anak bapak lahir dengan kondisi terbungkus kantung ketuban. Semua peralatan yang saya bawa tidak bisa membuka kantung tersebut pak “ dokter menjelaskan
“ wah… apa ini harus ki har*** yang buka ? “ gumam bokap.
Setelah itu bokap permisi sebentar melihat kondisi nyokap. Nyokap masih mengatur nafas setelah berjuang melahirkan ane. Mulut bokap seperti membaca amalan, lalu merogoh kantung bajunya. Ada sebuah keris kecil yang sudah tua Bangka ( maaf ya ki har*** , hehe…). Walaupun tua dan kecil keris ini mempunyai sesuatu yang istimewa, namun tak kasat mata. Hanya luk 9 dan pamornya saja yang memang bagus dan bisa dipandang. Lalu bokap ane nyamperin dokter lagi,
“ coba pake ini Dok… “ bokap nunjukin kerisnya
“ hah… apa ini. Maaf pak, ini nggak steril… berbahaya buat si Bayi “ dokter menolak penawaran bokap karena memang harus steril semua peralatannya
“ coba saja pak. Nggak usah banyak omong. Ini lebih tajem dari 27 silet “ bokap membantah
“ iya Dok mungkin bisa di coba “ kata Assisten 2.
“ baik, saya coba “
Baru sedikit saja ujung keris mengenai kantung ketuban ane, kantung ketuban langsung pecah. Wisanggeni kecil nangis sejadi jadinya. Entah karena kaget atau apa, dokter tidak sengaja menjatuhkan keris bokap dan nancep di……
“ Eh Dok !!! Ngawur kamu !! “ keras bokap ane bersuara. Ane Cuma bisa nangis, dan nafas ane mulai sesak.
Nah ini udah update lagi …. Moga malem nanti free biar subuh bisa update
lmcctv dan rijalbegundal memberi reputasi
2
Kutip
Balas