- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.8K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#160
Uang dan Charles
“Uangnya sudah masuk. Terima kasih.”, ujar Romeo tampak senang. Johnny hanya mengambil sebuah roti dan mengolesnya dengan banyak selai.
“Aku mau bicara dengan Charles.”, ujar Johnny.
“Charles sudah kembali ke London tadi pagi.”, Romeo menjawab dengan penekanan.
“Apa?”, ujar Johnny tidak percaya.
“Aku tahu kau sangat tertekan. Kau terlalu baik John. Aku bicara padanya semalam soal semuanya. Aku minta dia bertemu sir Johnson. Dia tidak perlu cemas. Menjadi putra seorang pembunuh? Lalu kenapa?”, Romeo mengunyah sebuah roti tanpa isi dan selai apapun.
“Apa reaksinya?”, tanya Johnny.
“Begini…”, Romeo membersihkan tenggorokan dan tampak siap menceritakan percakapannya semalam dengan Charles.
Aku menyelinap kedalam kamarnya.
--Dia tidak mengunci kamar?--
Aku berhasil menggunakan kawat besi untuk menjatuhkan kunci yang terpasang di pintunya. Jadi kubuka.
Dia tidur seperti orang pingsan. Jadi aku menarik kasur kecil untuk masuk ke kamarnya dan tidur di bawahnya. Mungkin sekitar satu jam, aku tidak bisa tidur. Kamarnya sungguh tidak nyaman. Maaf. Maksudku mungkin aku kurang terbiasa.
Tiba-tiba Charles bersuara. “Kau sangat penasaran?”.
Aku tidak tahu kenapa dada sialan ini tiba-tiba menjadi pengecut. Aku sedikit ketakutan.
--“Setahuku nyalimu memang tidak besar, Romeo”, tawa Brian.--
Aku memilih untuk tetap diam saja. Dia sendiri bercerita. Kalau memang benar dia adalah putra orang itu. Aku kehilangan kata-kata. Dia bilang kita sangat bodoh bermain kucing-kucingan dengannya. Karena tidak ada apapun yang bakal kita ketahui mengenai seorang King Killer dari dirinya. King Killer menjadi seorang pembunuh dan meninggalkan mereka, Charles dan ibunya.
“Tidak heran dia benci kembali ke sini.”, sesal Samantha.
“Dia memberitahumu nama sebenarnya dari King Killer? Foto itu… Muka King Killer tidak sekejam yang dikira.”, ujar Arelia.
“Tidak, sweetie. Dia bilang sisanya adalah urusan antara dia dan Sir Johnson. Kita tidak perlu ikut campur.”, jelas Romeo.
“Jadi apa ini artinya uangmu sudah pasti aman di rekeningmu, Romeo?”, gelak Johnny.
Romeo memberinya sebuah jari tengah, pria lain tertawa sedangkan para wanita hanya menggelengkan kepala.
“Uangnya sudah masuk. Terima kasih.”, ujar Romeo tampak senang. Johnny hanya mengambil sebuah roti dan mengolesnya dengan banyak selai.
“Aku mau bicara dengan Charles.”, ujar Johnny.
“Charles sudah kembali ke London tadi pagi.”, Romeo menjawab dengan penekanan.
“Apa?”, ujar Johnny tidak percaya.
“Aku tahu kau sangat tertekan. Kau terlalu baik John. Aku bicara padanya semalam soal semuanya. Aku minta dia bertemu sir Johnson. Dia tidak perlu cemas. Menjadi putra seorang pembunuh? Lalu kenapa?”, Romeo mengunyah sebuah roti tanpa isi dan selai apapun.
“Apa reaksinya?”, tanya Johnny.
“Begini…”, Romeo membersihkan tenggorokan dan tampak siap menceritakan percakapannya semalam dengan Charles.
--------------------------------------- Malam Itu ----------------------------------------
Aku menyelinap kedalam kamarnya.
--Dia tidak mengunci kamar?--
Aku berhasil menggunakan kawat besi untuk menjatuhkan kunci yang terpasang di pintunya. Jadi kubuka.
Dia tidur seperti orang pingsan. Jadi aku menarik kasur kecil untuk masuk ke kamarnya dan tidur di bawahnya. Mungkin sekitar satu jam, aku tidak bisa tidur. Kamarnya sungguh tidak nyaman. Maaf. Maksudku mungkin aku kurang terbiasa.
Tiba-tiba Charles bersuara. “Kau sangat penasaran?”.
Aku tidak tahu kenapa dada sialan ini tiba-tiba menjadi pengecut. Aku sedikit ketakutan.
--“Setahuku nyalimu memang tidak besar, Romeo”, tawa Brian.--
Aku memilih untuk tetap diam saja. Dia sendiri bercerita. Kalau memang benar dia adalah putra orang itu. Aku kehilangan kata-kata. Dia bilang kita sangat bodoh bermain kucing-kucingan dengannya. Karena tidak ada apapun yang bakal kita ketahui mengenai seorang King Killer dari dirinya. King Killer menjadi seorang pembunuh dan meninggalkan mereka, Charles dan ibunya.
“Tidak heran dia benci kembali ke sini.”, sesal Samantha.
“Dia memberitahumu nama sebenarnya dari King Killer? Foto itu… Muka King Killer tidak sekejam yang dikira.”, ujar Arelia.
“Tidak, sweetie. Dia bilang sisanya adalah urusan antara dia dan Sir Johnson. Kita tidak perlu ikut campur.”, jelas Romeo.
“Jadi apa ini artinya uangmu sudah pasti aman di rekeningmu, Romeo?”, gelak Johnny.
Romeo memberinya sebuah jari tengah, pria lain tertawa sedangkan para wanita hanya menggelengkan kepala.
Diubah oleh anism 16-11-2017 10:36
0