- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#756
PART 40
Lagu yang pas mengiringi ts malam ini. Untuk yang di kasih ujian sakit seperti TS, semoga agar lekas diberi kesembuhan. Untuk yang di uji dengan lilitan hutang, semoga di beri kemudahan jalan untuk melunasi nya. Kita sebagai manusia biasa hanya bisa bersabar dan tawakal atas cobaan yang di berikan Sang Maha Pemberi Hidup..
Kurasakan sedikit nyeri di kening ku bekas di gaplok sandal kayu bapak ku tadi..
" hadeh,, benjol nih kayaknya "gerutuku pelan..
Selepas selesai membakar barang kiriman untuk keluarga Pak Adrian, aku sempat kan sms sebentar ke mbak silvi..
Karena mungkin sudah larut malam, tak ada balasan dari sms yang tadi aku kirimkan ke mbak silvi .. Aku pun kemudian bergegas masuk kedalam rumah. Sebab dingin nya malam semakin menusuk tiap sendi tulang tulang ku..
Saat ingin kembali ke kamar ku, sekilas ku lihat pintu kamar bapak ku sedikit terbuka. Karena penasaran, aku pun sedikit mengintip ke dalam kamar beliau. Tampak kini bapak ku sedang duduk bersila dengan jubah serta sabuk peninggalan éyang buyut ku terpakai di tubuhnya .. Di sebelah nya, berdiri Ronggo Bayu jin pendamping milik bapak ku.. Karena merasakan kehadiran ku, Ronggo Bayu pun langsung menunduk dan tersenyum ke arah ku.. Aku pun lantas ikut menunduk dan membalas senyuman nya..
Setelah memuaskan rasa penasaran ku, aku kembali ke kamar ku sendiri dan ikut melakukan ngrogo sukmo.aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh bapak ku malam itu. Pasti ini ada hubungannya dengan ledakan yang terjadi beberapa saat yang lalu..
" Kenanga " panggil ku ke jin pendamping kepunyaanku..
" hadir den mas " balas kenanga berdiri di depan ku.
" bisa kah kau membawa ku kemana bapak pergi dengan sukmanya..? Dan jangan lupa samarkan aura ku dengan alam sekitar agar bapak tidak mengetahui aku sedang membuntutinya " pinta ku kini.
" aku usahakan den mas " jawab kenanga di iringi senyum lebar tersungging di bibirnya..
Karena gemes dengan perilaku nya, aku pun usil mendekatkan mukaku ke mukanya dan lantas mencium kening dari kenanga.. Kenanga pun mundur beberapa langkah dan salah tingkah dengan keisengan ku...
" jangan begitu den mas, kalo aku lepas kontrol gimana " protes kenanga dengan wajah yang memerah..
" insya Allah tidak kenanga, bukan kah sudah kewajiban mu untuk menjaga ku.? Bukan untuk menjerumuskan ku " ucap ku sembari tersenyum..
" dan kenapa tadi aku mencium mu di kening, bukan di bibir.? Itu karena ciuman ku tadi bukan berdasar nafsu kenanga. Murni karena rasa sayang ku kepada mu sebagai jin penjagaku yang telah di amanah kan eyang buyut ku " tambah ku lagi..
" iya den mas. Terima kasih engkau telah sudi menjadi kan ku sebagai jin pendamping mu " sahut kenanga masih tertunduk karena malu habis aku cium..
" sama-sama kenanga. Ayo buruan, antar aku ke tempat sukma bapak berada. Jangan sampai kita ketinggalan setiap momen " ajak ku buru buru ke kenanga..
Kenanga pun meminta ku duduk bersila dan memusatkan energi di tubuh ku pada satu titik..
ZAPPPPPPP...
Jiwa ku pun terpisah dengan tubuh ku. Tampak kini tubuh ku duduk bersila di samping ranjang tempat aku tidur. Sementara itu jiwa ku melayang melayang menembus atap rumah ku yang tanpa plafon. Kenanga menggenggam tangan ku dan meminta ku memejamkan mata..
WUSHHHHHH
Aku dan kenanga pun sampai di sebuah rumah kuno yang aku sangat familiar bentuk nya. Rumah itu dan rumah rumah di sekitarnya, sangat mirip dengan rumah yang menjadi musuh bebuyutan dari pemilik ilmu kebatinan di desa ku. Memang sebagian besar penghuni kampung ini menyalah gunakan kemampuan nya untuk berbuat jahat. Pernah pak dhe serta tetua di desa ku ingin membumi hanguskan kampung sesat tersebut. Namun eyang buyut ku mencegah nya. Biar lah apa yang mereka lakukan menjadi pertanggungjawaban mereka dengan sang Pencipta Nya sendiri sendiri..
Kenanga meminta ku masuk ke dalam rumah tersebut. Tak lupa sebelumnya dia menyamarkan aura ku dengan aura rumah tersebut. Tampak kini Bapak ku sedang bercakap cakap dengan pria paruh baya yang kanan kiri jemari nya penuh dengan batu akik. Anehnya aku sama sekali tidak merasakan aura gaib dari batu batu tersebut. Jadi aku yakin batu akik tersebut hanya untuk hiasan atau kesan sangar saja.
Tetapi,kenapa dia berani berani nya menantang keluarga ku, mau ngetes ilmu atau mau cari mati ni bapak satu..?
Aku hanya menggeleng geleng kan kepala sembari mengelus dada.
Pria paruh baya tadi terlihat menunduk dan sedang berbincang bincang dengan bapak ku. Sesekali dia melipat kedua tangannya di depan perut nya dan tetap saja menunduk. Tampak bapak ku mengeluarkan keris kecil yang sering aku mainkan waktu kecil. Jujur keris tersebut sangat panas ketika aku memainkan nya dulu.
Pria paruh baya tadi kini malah terlihat bersujud dan meminta maaf sembari mencium kaki bapak ku saat keris tadi di acungkan ke arah nya. Bapak ku pun langsung memegang kedua pundak pria paruh baya tadi dan memintany berdiri. Sebab Tidak sepatutnya kita sujud ke sesama makhluk ciptaan Tuhan..
Pria paruh baya tadi hanya diam tertunduk tanpa sekali pun berani memandang wajah bapak ku meski bapak ku sudah meminta nya berdiri. Samar samar pria paruh baya Tadi memperkenalkan dirinya sebagai Ki Argo. Ki Argo meminta maaf karena tidak tau kalo yang menggali kiriman nya adalah salah satu anggota keluarga Ki Jono( pak dhe ku).
Jadi karena gelap mata, dan dendam karena barang kiriman nya sudah di bongkar, Ki Argo pun naik pitam dan melancarkan serangan balasan yang tak dinyana malah menuju salah satu anggota keluarga Ki Jono. Bapak mau memaafkan Ki Argo dengan catatan semua ilmu hitam nya di cabut oleh bapak.. Sebenarnya dukun yang berilmu sesat pun memiliki sedikit ilmu yang beraliran putih dan bermanfaat bagi orang lain.
Akan tetapi, karena kuat nya pengaruh kekuatan hitam, kekuatan putih tadi hanya ibarat setetes hujan di tengah luas nya Samudera. Dengan berat hati, Ki Argo pun menuruti syarat dari bapak ku dan merelakan ilmu hitam nya di cabut. Namun sebelum ilmu hitam nya lenyap, Ki Argo meminta bapak ku menjadi mentor nya dan mengharapkan pertolongan bapak ku jikalau sewaktu waktu mantan rekan nya sesama dukun sesat di kampung ini menyerang nya.
Bapak ku pun setuju dengan permintaan Ki Argo dan lantas memegang ubun ubun beliau..
ZAPPPPPPP
Kepulan asap hitam pun keluar dari kepala Ki Argo dan lantas menghilang menembus langit langit rumah Ki Argo..
Karena dirasa sudah cukup membuntuti apa yang dilakukan bapak soal ledakan di jalan dekat rumah, aku pun meminta kenanga mengembalikan sukma ku ke raga ku.
Sebenarnya tanpa membuntuti bapak, aku sudah yakin kalo beliau tidak akan balas dendam bahkan mencelekai seseorang yang sudah membuat beliau terbangun di tengah malam . Sebab, aku sangat kagum dengan prinsip beliau yang bilang bahwa tidak ada suatu hak bagi kita untuk menghilangkan nyawa sesama makhluk ciptaan Nya.
"hah.. Hah.. Hah... "
Nafas ku pun terdengar memburu sesat setelah kenanga mengembalikan sukma milik ku ke tubuh asli ku.
" saya undur diri den mas " ucap kenanga saat nafas ku terdengar kembali normal.
" silakan kenanga, maaf karena aku telah merepotkan mu " kata ku
Kenanga hanya mengangguk dan menghilangkan wujud nya dari hadapan ku. Mungkin terlalu lelah karena tadi membuntuti bapak, aku pun terkulai lemas dan pingsan di pinggir ranjang..
Aku bangun keesokan harinya saat tubuh ku di goyang goyang kan oleh seseorang
" dek bangun, ngapain tidur di bawah " ucap lembut seseorang yang samar samar terdengar di telinga ku.
Aku pun mengumpulkan segenap nyawa ku yang belum sepenuhnya kembali dan perlahan lahan membuka mata..
" ehh mbak silvi. Koq tumben pagi pagi sudah kesini " tanya ku sembari mngucek ucek kedua mata ku..
" mbak khawatir karena semalam membiarkan kamu pulang larut malam " jawab mbak silvi panik..
" lho tengah malam kan aku sms sampean mbak " ucap ku lagi keheranan..
" hp mbak mati dek karena low bat. Dan baru tadi shubuh mbak sadar " kata mbak silvi lagi.
" aku baik baik saja koq mbay. Dan ini mungkin karena cowok tidur nya banyak bergerak, jadinya jatuh dari ranjang dan tidur di bawah " elak ku..
" ya udah buruan kamu mandi terus kita berangkat ke sekolah sama-sama . Hari ini kita UAS kan " perintah mbak silvi ngeloyor pergi.
" eh.. Ehh... Eh... Tunggu... Tunggu... Tunggu.. "
" sekolah kita kan beda, gimana caranya bisa berangkat sekolah bersama " sergah ku karena ada yang janggal dari perkataan mbak silvi.
" yeyy,, gitu aja masak mesti di kasih tau sih dek. Kamu anterin mbak dulu lah " sahut Mbak silvi sembari menjulur kan lidah nya ke arah ku..
" ealah.. Jadi tukang ojek nih ceritanya " gerutuku pelan karena gak enak kalo sampe kedengeran sama mbak silvi..
Selepas mandi, aku langsung bersiap siap berangkat ke sekolah.. Mbak silvi tampak sedang menunggu ku dan duduk di kursi bambu yang ada di teras rumah ku..
" mbak tadi kesini naek apa. Ngawang " tanya ku celingak celinguk karena gak lihat ada mobil atau motor yang terparkir dekat rumah ku.
" yee,, mang mbak Kuntilanak. Tadi di antarin sopir papa. Terus mbak minta pulang deh sopir nya" jawab mbak silvi ketus.
"nah kalo udah naek mobil, kenapa malah pengen barengan sama saya mbak yang cuma naek motor "protes ku karena kesal pagi pagi dah di repotin mbak silvi.
" jadi ceritanya mbak gak boleh nih nebeng ma kamu " ucap mbak silvi kini tertunduk..
" iya iya boleh. Gitu aja ngambek " balas ku singkat.
" yey,, gitu dong. Dari tadi kan enak " sorak mbak silvi kegirangan..
Mbak silvi pun lantas memposisikan pantatnya yang semok di Jok belakang motor ku.. Dia kemudian mencubit pinggang ku, agar aku segera menyalakan mesin motor dan melaju ke sekolah nya terlebih dahulu . Aku selama ini gak pernah lewat jalan depan sekolah mbak silvi karena memang letak sekolahnya yang tidak masuk dalam jalur ku ketika pulang pergi ke sekolah.. Pagi ini pun aku terpaksa memutar karena harus menuruti kemauan mbak silvi yang seenak udel nya sendiri.
20 menit naek motor, 20 menit pula aku harus menahan iman ku. Mungkin karena baru pertama kali naek motor, mbak silvi kencang sekali memeluk ku dari belakang. Kontan dua buah benda kenyal kepunyaan nya yang terbungkus seragam sekolah, sering kali menempel di punggung ku.. Meski sudah ku ingatkan kalau tidak akan terjadi apa apa, mbak silvi masih saja keukeuh dengan pelukan nya..
Sebuah mobil dengan warna serta plat nomor yang sangat familiar buat ku, tiba-tiba saja melintas di depan ku saat aku asyik membonceng mbak silvi.. Dari kejauhan aku lihat kaca belakang mobil tersebut di buka hingga nongol lah seseorang yang sangat aku kenal.. Sosok tadi hanya memandang ku sebentar trus menutup kembali kaca mobil yang tadi di buka..
" asem... Bakalan marah nih " umpat ku dalam hati..
Karena sekolah mbak silvi yang sudah dekat, aku langsung menepikan motor ku dan meminta mbak silvi turun..
" koq berhenti disini dek " protes mbak silvi..
" aku gak bisa terlalu dekat. Aku kan bukan siswa sana mbak"
" lagian mbak kan tau sendiri sekolah kita itu rival soal prestasi tingkat nasional " terang ku ke mbak silvi...
" ke dalam nya, mbak silvi bareng mbak Novita saja " tambah ku sembari menunjuk mobil yang ikut berhenti di belakang ku.
Karena mungkin sadar aku menunjuk nunjuk ke arah nya, mbak Novita pun keluar dari dalam mobil sembari tertawa cekikikan..
" cie...yang pagi pagi sudah pelukan " goda mbak Novita saat sampai di depan kami..
" pelukan,, mbak silvi tuh yg megang nya terlalu kencang " protes ku..
" maaf dek. Ni pertama kalinya mbak di bonceng naek motor ke sekolah. Jadi mbak takut " ucap mbak silvi..
" tapi kamu suka kan dek di peluk si silvi. Secara dua perabot nya yang lumayan gedhe kan nempel nempel di punggung kamu " goda mbak Novita semakin menjadi sembari menunjuk dada mbak silvi..
Mbak silvi pun langsung tertunduk malu dan menutupi dada nya dengan kedua tangannya...
" dah ah,.. Aku titip mbak silvi nya. Aku mau lanjut ke sekolah ku sendiri " elak ku mengalihkan topik karena terkena first blood dari mbak Novita..
" ati ati dek di jalan "
" ati ati gus di jalan " ucap mereka hampir berbarengan...
Aku pun tak mempedulikan mereka dan kembali fokus pada motor yang ku kendarai. 15 menit dari sekolah mbak silvi, aku akhirnya sampai juga di sekolah dan langsung menaruh motor ku di parkiran..
" mas bisa jelasin nduk " ucap ku saat sudah sampai di dalam kelas..
" jelasin apa mas " balas reni keheranan..
" ya soal tadi pagi mas boncengan sama cewek lain " terang ku ke reni.
" nduk gpp koq mas. Nduk bukan nduk dulu yang gampang cemburu serta kayak anak kecil " ucap reni tersenyum..
Aku pun langsung membelai rambut reni karena melihat perubahan yang terjadi pada dirinya..
" emang cewek yang tadi pagi siapa sih mas " tanya reni serius..
" mbak silvi dek " jawab ku singkat..
" lho koq bisa mbak silvi pagi pagi berangkat boncengan sama kamu mas " tanya reni lagi penasaran..
" semalam aku kan di undang ke rumahnya dek. Nah di rumahnya itu banyak sekali di tanam benda benda gaib seperti di rumah nduk dulu "
" beda nya, benda tadi belum sampai melukai pemilik rumah. Cuma memberikan rasa tidak nyaman saja kalo sang pemilik rumah, berada di rumah "
" nah karena khawatir dengan keadaan ku yang pulang terlampau malam dari rumahnya, keesokan harinya mbak silvi dateng ke rumah ku pagi pagi " terang ku panjang...
" astagfirullah hal adzim... Mas gpp kan " kata reni memeriksa tiap inchi muka ku..
" nah itu kening mas benjol kenapa " tanya reni mulai rada khawatir..
" hehehe,, kejedot pintu kamar dek tadi pagi " jawab ku bohong..
Bukan nya simpati, reni dan tiara yang sedari tadi menyimak pembicaraan kami, hanya tertawa mendengar jawaban dari ku.. Karena ujian semester hampir dimulai , kami pun lantas mencukupkan obrolan kami sampai disitu..
Seminggu ujian akhir semester aku lalui tanpa halangan. Dan hari ini adalah hari terakhir dan hanya satu mata pelajaran yang akan di ujikan.
Oia soal Ki Argo, malam jumat kemarin beliau menyempatkan diri silaturahmi ke rumah menemui bapak. Secara kasat mata tentunya, tidak seperti yang bapak lakukan tempo hari.
Dan Alangkah terkejut nya ki Argo mengetahui bahwa yang menggali barang kiriman nya hanya anak sma yang masih bau kencur.. Hal ini semakin menguatkan bahwa di atas langit masih ada langit..
Karena hari ini hari terakhir, praktis setelah mata pelajaran terakhir selesai di ujikan, semua siswa tinggal berleha leha dan bersantai karena seminggu ini pikiran nya penuh dengan yg namanya ujian..seperti siswa yang lain, aku pun ngumpul dengan geng ku di kantin..
Terlihat dari kejauhan bang David dan mbak dina juga ngumpul dengan geng nya masing-masing.. Sesekali kanaya tersenyum ke arah ku saat aku melihat ke arah meja tempat dia ngumpul..aku pun membalas senyum nya dari kejauhan.
Maklum beberapa hari ini aku jarang bertemu dengan kanaya, jadi wajar kalo kerinduan melanda relung hati ku.
Aku pun langsung panik begitu membaca sms dari mbak silvi yang begitu mendadak...
Lagu yang pas mengiringi ts malam ini. Untuk yang di kasih ujian sakit seperti TS, semoga agar lekas diberi kesembuhan. Untuk yang di uji dengan lilitan hutang, semoga di beri kemudahan jalan untuk melunasi nya. Kita sebagai manusia biasa hanya bisa bersabar dan tawakal atas cobaan yang di berikan Sang Maha Pemberi Hidup..
Kurasakan sedikit nyeri di kening ku bekas di gaplok sandal kayu bapak ku tadi..
" hadeh,, benjol nih kayaknya "gerutuku pelan..
Selepas selesai membakar barang kiriman untuk keluarga Pak Adrian, aku sempat kan sms sebentar ke mbak silvi..
Quote:
Karena mungkin sudah larut malam, tak ada balasan dari sms yang tadi aku kirimkan ke mbak silvi .. Aku pun kemudian bergegas masuk kedalam rumah. Sebab dingin nya malam semakin menusuk tiap sendi tulang tulang ku..
Saat ingin kembali ke kamar ku, sekilas ku lihat pintu kamar bapak ku sedikit terbuka. Karena penasaran, aku pun sedikit mengintip ke dalam kamar beliau. Tampak kini bapak ku sedang duduk bersila dengan jubah serta sabuk peninggalan éyang buyut ku terpakai di tubuhnya .. Di sebelah nya, berdiri Ronggo Bayu jin pendamping milik bapak ku.. Karena merasakan kehadiran ku, Ronggo Bayu pun langsung menunduk dan tersenyum ke arah ku.. Aku pun lantas ikut menunduk dan membalas senyuman nya..
Setelah memuaskan rasa penasaran ku, aku kembali ke kamar ku sendiri dan ikut melakukan ngrogo sukmo.aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh bapak ku malam itu. Pasti ini ada hubungannya dengan ledakan yang terjadi beberapa saat yang lalu..
" Kenanga " panggil ku ke jin pendamping kepunyaanku..
" hadir den mas " balas kenanga berdiri di depan ku.
" bisa kah kau membawa ku kemana bapak pergi dengan sukmanya..? Dan jangan lupa samarkan aura ku dengan alam sekitar agar bapak tidak mengetahui aku sedang membuntutinya " pinta ku kini.
" aku usahakan den mas " jawab kenanga di iringi senyum lebar tersungging di bibirnya..
Karena gemes dengan perilaku nya, aku pun usil mendekatkan mukaku ke mukanya dan lantas mencium kening dari kenanga.. Kenanga pun mundur beberapa langkah dan salah tingkah dengan keisengan ku...
" jangan begitu den mas, kalo aku lepas kontrol gimana " protes kenanga dengan wajah yang memerah..
" insya Allah tidak kenanga, bukan kah sudah kewajiban mu untuk menjaga ku.? Bukan untuk menjerumuskan ku " ucap ku sembari tersenyum..
" dan kenapa tadi aku mencium mu di kening, bukan di bibir.? Itu karena ciuman ku tadi bukan berdasar nafsu kenanga. Murni karena rasa sayang ku kepada mu sebagai jin penjagaku yang telah di amanah kan eyang buyut ku " tambah ku lagi..
" iya den mas. Terima kasih engkau telah sudi menjadi kan ku sebagai jin pendamping mu " sahut kenanga masih tertunduk karena malu habis aku cium..
" sama-sama kenanga. Ayo buruan, antar aku ke tempat sukma bapak berada. Jangan sampai kita ketinggalan setiap momen " ajak ku buru buru ke kenanga..
Kenanga pun meminta ku duduk bersila dan memusatkan energi di tubuh ku pada satu titik..
ZAPPPPPPP...
Jiwa ku pun terpisah dengan tubuh ku. Tampak kini tubuh ku duduk bersila di samping ranjang tempat aku tidur. Sementara itu jiwa ku melayang melayang menembus atap rumah ku yang tanpa plafon. Kenanga menggenggam tangan ku dan meminta ku memejamkan mata..
WUSHHHHHH
Aku dan kenanga pun sampai di sebuah rumah kuno yang aku sangat familiar bentuk nya. Rumah itu dan rumah rumah di sekitarnya, sangat mirip dengan rumah yang menjadi musuh bebuyutan dari pemilik ilmu kebatinan di desa ku. Memang sebagian besar penghuni kampung ini menyalah gunakan kemampuan nya untuk berbuat jahat. Pernah pak dhe serta tetua di desa ku ingin membumi hanguskan kampung sesat tersebut. Namun eyang buyut ku mencegah nya. Biar lah apa yang mereka lakukan menjadi pertanggungjawaban mereka dengan sang Pencipta Nya sendiri sendiri..
Kenanga meminta ku masuk ke dalam rumah tersebut. Tak lupa sebelumnya dia menyamarkan aura ku dengan aura rumah tersebut. Tampak kini Bapak ku sedang bercakap cakap dengan pria paruh baya yang kanan kiri jemari nya penuh dengan batu akik. Anehnya aku sama sekali tidak merasakan aura gaib dari batu batu tersebut. Jadi aku yakin batu akik tersebut hanya untuk hiasan atau kesan sangar saja.
Tetapi,kenapa dia berani berani nya menantang keluarga ku, mau ngetes ilmu atau mau cari mati ni bapak satu..?
Aku hanya menggeleng geleng kan kepala sembari mengelus dada.
Pria paruh baya tadi terlihat menunduk dan sedang berbincang bincang dengan bapak ku. Sesekali dia melipat kedua tangannya di depan perut nya dan tetap saja menunduk. Tampak bapak ku mengeluarkan keris kecil yang sering aku mainkan waktu kecil. Jujur keris tersebut sangat panas ketika aku memainkan nya dulu.
Pria paruh baya tadi kini malah terlihat bersujud dan meminta maaf sembari mencium kaki bapak ku saat keris tadi di acungkan ke arah nya. Bapak ku pun langsung memegang kedua pundak pria paruh baya tadi dan memintany berdiri. Sebab Tidak sepatutnya kita sujud ke sesama makhluk ciptaan Tuhan..
Pria paruh baya tadi hanya diam tertunduk tanpa sekali pun berani memandang wajah bapak ku meski bapak ku sudah meminta nya berdiri. Samar samar pria paruh baya Tadi memperkenalkan dirinya sebagai Ki Argo. Ki Argo meminta maaf karena tidak tau kalo yang menggali kiriman nya adalah salah satu anggota keluarga Ki Jono( pak dhe ku).
Jadi karena gelap mata, dan dendam karena barang kiriman nya sudah di bongkar, Ki Argo pun naik pitam dan melancarkan serangan balasan yang tak dinyana malah menuju salah satu anggota keluarga Ki Jono. Bapak mau memaafkan Ki Argo dengan catatan semua ilmu hitam nya di cabut oleh bapak.. Sebenarnya dukun yang berilmu sesat pun memiliki sedikit ilmu yang beraliran putih dan bermanfaat bagi orang lain.
Akan tetapi, karena kuat nya pengaruh kekuatan hitam, kekuatan putih tadi hanya ibarat setetes hujan di tengah luas nya Samudera. Dengan berat hati, Ki Argo pun menuruti syarat dari bapak ku dan merelakan ilmu hitam nya di cabut. Namun sebelum ilmu hitam nya lenyap, Ki Argo meminta bapak ku menjadi mentor nya dan mengharapkan pertolongan bapak ku jikalau sewaktu waktu mantan rekan nya sesama dukun sesat di kampung ini menyerang nya.
Bapak ku pun setuju dengan permintaan Ki Argo dan lantas memegang ubun ubun beliau..
ZAPPPPPPP
Kepulan asap hitam pun keluar dari kepala Ki Argo dan lantas menghilang menembus langit langit rumah Ki Argo..
Karena dirasa sudah cukup membuntuti apa yang dilakukan bapak soal ledakan di jalan dekat rumah, aku pun meminta kenanga mengembalikan sukma ku ke raga ku.
Sebenarnya tanpa membuntuti bapak, aku sudah yakin kalo beliau tidak akan balas dendam bahkan mencelekai seseorang yang sudah membuat beliau terbangun di tengah malam . Sebab, aku sangat kagum dengan prinsip beliau yang bilang bahwa tidak ada suatu hak bagi kita untuk menghilangkan nyawa sesama makhluk ciptaan Nya.
"hah.. Hah.. Hah... "
Nafas ku pun terdengar memburu sesat setelah kenanga mengembalikan sukma milik ku ke tubuh asli ku.
" saya undur diri den mas " ucap kenanga saat nafas ku terdengar kembali normal.
" silakan kenanga, maaf karena aku telah merepotkan mu " kata ku
Kenanga hanya mengangguk dan menghilangkan wujud nya dari hadapan ku. Mungkin terlalu lelah karena tadi membuntuti bapak, aku pun terkulai lemas dan pingsan di pinggir ranjang..
Aku bangun keesokan harinya saat tubuh ku di goyang goyang kan oleh seseorang
" dek bangun, ngapain tidur di bawah " ucap lembut seseorang yang samar samar terdengar di telinga ku.
Aku pun mengumpulkan segenap nyawa ku yang belum sepenuhnya kembali dan perlahan lahan membuka mata..
" ehh mbak silvi. Koq tumben pagi pagi sudah kesini " tanya ku sembari mngucek ucek kedua mata ku..
" mbak khawatir karena semalam membiarkan kamu pulang larut malam " jawab mbak silvi panik..
" lho tengah malam kan aku sms sampean mbak " ucap ku lagi keheranan..
" hp mbak mati dek karena low bat. Dan baru tadi shubuh mbak sadar " kata mbak silvi lagi.
" aku baik baik saja koq mbay. Dan ini mungkin karena cowok tidur nya banyak bergerak, jadinya jatuh dari ranjang dan tidur di bawah " elak ku..
" ya udah buruan kamu mandi terus kita berangkat ke sekolah sama-sama . Hari ini kita UAS kan " perintah mbak silvi ngeloyor pergi.
" eh.. Ehh... Eh... Tunggu... Tunggu... Tunggu.. "
" sekolah kita kan beda, gimana caranya bisa berangkat sekolah bersama " sergah ku karena ada yang janggal dari perkataan mbak silvi.
" yeyy,, gitu aja masak mesti di kasih tau sih dek. Kamu anterin mbak dulu lah " sahut Mbak silvi sembari menjulur kan lidah nya ke arah ku..
" ealah.. Jadi tukang ojek nih ceritanya " gerutuku pelan karena gak enak kalo sampe kedengeran sama mbak silvi..
Selepas mandi, aku langsung bersiap siap berangkat ke sekolah.. Mbak silvi tampak sedang menunggu ku dan duduk di kursi bambu yang ada di teras rumah ku..
" mbak tadi kesini naek apa. Ngawang " tanya ku celingak celinguk karena gak lihat ada mobil atau motor yang terparkir dekat rumah ku.
" yee,, mang mbak Kuntilanak. Tadi di antarin sopir papa. Terus mbak minta pulang deh sopir nya" jawab mbak silvi ketus.
"nah kalo udah naek mobil, kenapa malah pengen barengan sama saya mbak yang cuma naek motor "protes ku karena kesal pagi pagi dah di repotin mbak silvi.
" jadi ceritanya mbak gak boleh nih nebeng ma kamu " ucap mbak silvi kini tertunduk..
" iya iya boleh. Gitu aja ngambek " balas ku singkat.
" yey,, gitu dong. Dari tadi kan enak " sorak mbak silvi kegirangan..
Mbak silvi pun lantas memposisikan pantatnya yang semok di Jok belakang motor ku.. Dia kemudian mencubit pinggang ku, agar aku segera menyalakan mesin motor dan melaju ke sekolah nya terlebih dahulu . Aku selama ini gak pernah lewat jalan depan sekolah mbak silvi karena memang letak sekolahnya yang tidak masuk dalam jalur ku ketika pulang pergi ke sekolah.. Pagi ini pun aku terpaksa memutar karena harus menuruti kemauan mbak silvi yang seenak udel nya sendiri.
20 menit naek motor, 20 menit pula aku harus menahan iman ku. Mungkin karena baru pertama kali naek motor, mbak silvi kencang sekali memeluk ku dari belakang. Kontan dua buah benda kenyal kepunyaan nya yang terbungkus seragam sekolah, sering kali menempel di punggung ku.. Meski sudah ku ingatkan kalau tidak akan terjadi apa apa, mbak silvi masih saja keukeuh dengan pelukan nya..
Sebuah mobil dengan warna serta plat nomor yang sangat familiar buat ku, tiba-tiba saja melintas di depan ku saat aku asyik membonceng mbak silvi.. Dari kejauhan aku lihat kaca belakang mobil tersebut di buka hingga nongol lah seseorang yang sangat aku kenal.. Sosok tadi hanya memandang ku sebentar trus menutup kembali kaca mobil yang tadi di buka..
" asem... Bakalan marah nih " umpat ku dalam hati..
Karena sekolah mbak silvi yang sudah dekat, aku langsung menepikan motor ku dan meminta mbak silvi turun..
" koq berhenti disini dek " protes mbak silvi..
" aku gak bisa terlalu dekat. Aku kan bukan siswa sana mbak"
" lagian mbak kan tau sendiri sekolah kita itu rival soal prestasi tingkat nasional " terang ku ke mbak silvi...
" ke dalam nya, mbak silvi bareng mbak Novita saja " tambah ku sembari menunjuk mobil yang ikut berhenti di belakang ku.
Karena mungkin sadar aku menunjuk nunjuk ke arah nya, mbak Novita pun keluar dari dalam mobil sembari tertawa cekikikan..
" cie...yang pagi pagi sudah pelukan " goda mbak Novita saat sampai di depan kami..
" pelukan,, mbak silvi tuh yg megang nya terlalu kencang " protes ku..
" maaf dek. Ni pertama kalinya mbak di bonceng naek motor ke sekolah. Jadi mbak takut " ucap mbak silvi..
" tapi kamu suka kan dek di peluk si silvi. Secara dua perabot nya yang lumayan gedhe kan nempel nempel di punggung kamu " goda mbak Novita semakin menjadi sembari menunjuk dada mbak silvi..
Mbak silvi pun langsung tertunduk malu dan menutupi dada nya dengan kedua tangannya...
" dah ah,.. Aku titip mbak silvi nya. Aku mau lanjut ke sekolah ku sendiri " elak ku mengalihkan topik karena terkena first blood dari mbak Novita..
" ati ati dek di jalan "
" ati ati gus di jalan " ucap mereka hampir berbarengan...
Aku pun tak mempedulikan mereka dan kembali fokus pada motor yang ku kendarai. 15 menit dari sekolah mbak silvi, aku akhirnya sampai juga di sekolah dan langsung menaruh motor ku di parkiran..
" mas bisa jelasin nduk " ucap ku saat sudah sampai di dalam kelas..
" jelasin apa mas " balas reni keheranan..
" ya soal tadi pagi mas boncengan sama cewek lain " terang ku ke reni.
" nduk gpp koq mas. Nduk bukan nduk dulu yang gampang cemburu serta kayak anak kecil " ucap reni tersenyum..
Aku pun langsung membelai rambut reni karena melihat perubahan yang terjadi pada dirinya..
" emang cewek yang tadi pagi siapa sih mas " tanya reni serius..
" mbak silvi dek " jawab ku singkat..
" lho koq bisa mbak silvi pagi pagi berangkat boncengan sama kamu mas " tanya reni lagi penasaran..
" semalam aku kan di undang ke rumahnya dek. Nah di rumahnya itu banyak sekali di tanam benda benda gaib seperti di rumah nduk dulu "
" beda nya, benda tadi belum sampai melukai pemilik rumah. Cuma memberikan rasa tidak nyaman saja kalo sang pemilik rumah, berada di rumah "
" nah karena khawatir dengan keadaan ku yang pulang terlampau malam dari rumahnya, keesokan harinya mbak silvi dateng ke rumah ku pagi pagi " terang ku panjang...
" astagfirullah hal adzim... Mas gpp kan " kata reni memeriksa tiap inchi muka ku..
" nah itu kening mas benjol kenapa " tanya reni mulai rada khawatir..
" hehehe,, kejedot pintu kamar dek tadi pagi " jawab ku bohong..
Bukan nya simpati, reni dan tiara yang sedari tadi menyimak pembicaraan kami, hanya tertawa mendengar jawaban dari ku.. Karena ujian semester hampir dimulai , kami pun lantas mencukupkan obrolan kami sampai disitu..
Seminggu ujian akhir semester aku lalui tanpa halangan. Dan hari ini adalah hari terakhir dan hanya satu mata pelajaran yang akan di ujikan.
Oia soal Ki Argo, malam jumat kemarin beliau menyempatkan diri silaturahmi ke rumah menemui bapak. Secara kasat mata tentunya, tidak seperti yang bapak lakukan tempo hari.
Dan Alangkah terkejut nya ki Argo mengetahui bahwa yang menggali barang kiriman nya hanya anak sma yang masih bau kencur.. Hal ini semakin menguatkan bahwa di atas langit masih ada langit..
Karena hari ini hari terakhir, praktis setelah mata pelajaran terakhir selesai di ujikan, semua siswa tinggal berleha leha dan bersantai karena seminggu ini pikiran nya penuh dengan yg namanya ujian..seperti siswa yang lain, aku pun ngumpul dengan geng ku di kantin..
Terlihat dari kejauhan bang David dan mbak dina juga ngumpul dengan geng nya masing-masing.. Sesekali kanaya tersenyum ke arah ku saat aku melihat ke arah meja tempat dia ngumpul..aku pun membalas senyum nya dari kejauhan.
Maklum beberapa hari ini aku jarang bertemu dengan kanaya, jadi wajar kalo kerinduan melanda relung hati ku.
Quote:
Aku pun langsung panik begitu membaca sms dari mbak silvi yang begitu mendadak...
Diubah oleh agusk1988 15-11-2017 19:12
myusuffebria525 dan 12 lainnya memberi reputasi
13


