- Beranda
- Stories from the Heart
REN π
...
TS
rendiduck
REN π
ASSALAMUALAIKUM WR. WB.
selamat malam duhai kekasih, sebutlah namaku menjelang tidur mu.
bawalah daku dalam mimpi indahmu dimalam yang dingin sesunyi ini.
lah kok jadi nyanyi sih.
maaf masih newbie banget, ini thread pertamaku.
ceritanya fiksi, ya semoga kalian semua dapat terhibur walau ini hanya fiksi belaka.
selamat membaca dan semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.
amin.

Quote:
Original Posted By INDEKS
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
prolog
Aku adalah seorang wanita yang mendambakan hidup bahagia layaknya princess dalam dongeng atau dalam drama korea kesukaanku.
Reyna Arista, nama itu yang akan jadi next princess dalam buku dongengnya. Tapi, nyatanya hidup gak sebercanda itu.
Nyatanya aku hanya seorang wanita biasa yang selalu memimpikan hidup bahagia.
aku percaya atau setiap pertemuanku pasti ada perpisahan dan kesedihan.
itu takdir Tuhan yang terbaik buat aku dan kamu.
Quote:
πpart 1
16:35 WIB
Sore ini hujan turun begitu derasnya.
'Huh, untung saja aku bawa payung.' Gumamku sedikit kesal.
Dimusim hujan seperti ini aku males banget kalau harus kuliah sore gini. Mana dosennya ngajarinnya gak jelas, ngantuk banget deh.
Kubuka payung lipat berwarna pink ini, sebenarnya aku tidak suka dengan hujan. Dinginnya bisa bikin aku bersin-bersin. Ku pakai jaket yang sedari tadi ku simpan didalam tas ku. Pink ? Pasti dong, jaket berwarna pink dan payung berwarna pink. Aku adalah pinkers (pink lovers).
Sore ini aku pulang ke kos dengan berjalan kaki. Kalau sudah jam segini angkutan umum pasti susah, kalau pun ada pasti pada penuh. Berhubung ini adalah jam pulang kerja bagi karyawan yang ada di pabrik roti sebelah kampusku.
'Lumayan jauh juga ya kalau jalan kaki.' Gumamku disepanjang jalan.
'Oke tinggal 1 tekongan lagi.' Kupercepat jalanku.
Sampai di tekongan terakhir kos ku, tiba-tiba saja ada yang memanggil.
'Reeeeeeen, tungguin aku.' Teriak seorang wanita yang sedang berlari kearahku.
'Siapa itu ya.' Gumamku sambil memicingkan sedikit mataku karena pandangan yang kurang jelas akibat hujan.
Wanita itu berlari semakin mendekat kearahku, semakin jelas ku lihat siapa wanita itu. Tapi, aku tidak mengenalinya.
'Ren, kamu mau kemana ?' Teriak wanita itu lagi sambil berlari melewatiku.
'Lah, kok dia terus aja.' Pikirku sambil memalingkan wajahku melihat kemana dia berlari.
Dia berlari terus dan berhenti di belakang seorang pria.
'Loh, itu cowok darimana kok perasaan aku gak ada berpapasan sama dia dijalan tadi.' Pikirku sambil menggaruk kepalaku yang memang gatal karena kebanyakan mikir dari tadi.
'Eh itu, oh nama tuh cowok ren juga yah. Haduh, kamu ini ya rein, didunia ini bukan cuman kamu yang namanya rein.' Pikiranku aneh banget yah sore ini.
Setelah 3 menit dari tekongan terakhir tadi, sampailah aku di kost ku yang hmm berantakan banget kayak kapal pecah.
Aku mandi dan langsung membuat segelas teh hangat, ku raih buku notesku diatas meja dan berjalan menuju balkon.
Sore ini emang berasa aneh bagiku, mood dan pikiranku jadi gak karuan. Aku benci kalau harus pulang dalam keadaan hujan-hujan gini, sepatuku pasti akan kotor. Mana tadi ada cewek yang hujan-hujannya hanya demi cowok aneh yah aku rasa dia aneh. Pertama, kapan dia lewat didepanku kenapa aku bisa gak tau dan tiba-tiba saja dia udah ada dibelakangku. Kedua, dia malah ngasih payung yang dipakainya ke cewek tadi padahal tuh payung muat buat berdua.
Eh itu so sweet loh.
Apanya yang sweet coba, kayak anak abg baru pacaran aja deh. Eiiittttssss, tunggu dulu. Sikap cowok itu tadi dingin banget loh ke itu cewek.
Atau jangan-jangan tuh cowok mayat hidup kali yah.
16:35 WIB
Sore ini hujan turun begitu derasnya.
'Huh, untung saja aku bawa payung.' Gumamku sedikit kesal.
Dimusim hujan seperti ini aku males banget kalau harus kuliah sore gini. Mana dosennya ngajarinnya gak jelas, ngantuk banget deh.
Kubuka payung lipat berwarna pink ini, sebenarnya aku tidak suka dengan hujan. Dinginnya bisa bikin aku bersin-bersin. Ku pakai jaket yang sedari tadi ku simpan didalam tas ku. Pink ? Pasti dong, jaket berwarna pink dan payung berwarna pink. Aku adalah pinkers (pink lovers).
Sore ini aku pulang ke kos dengan berjalan kaki. Kalau sudah jam segini angkutan umum pasti susah, kalau pun ada pasti pada penuh. Berhubung ini adalah jam pulang kerja bagi karyawan yang ada di pabrik roti sebelah kampusku.
'Lumayan jauh juga ya kalau jalan kaki.' Gumamku disepanjang jalan.
'Oke tinggal 1 tekongan lagi.' Kupercepat jalanku.
Sampai di tekongan terakhir kos ku, tiba-tiba saja ada yang memanggil.
'Reeeeeeen, tungguin aku.' Teriak seorang wanita yang sedang berlari kearahku.
'Siapa itu ya.' Gumamku sambil memicingkan sedikit mataku karena pandangan yang kurang jelas akibat hujan.
Wanita itu berlari semakin mendekat kearahku, semakin jelas ku lihat siapa wanita itu. Tapi, aku tidak mengenalinya.
'Ren, kamu mau kemana ?' Teriak wanita itu lagi sambil berlari melewatiku.
'Lah, kok dia terus aja.' Pikirku sambil memalingkan wajahku melihat kemana dia berlari.
Dia berlari terus dan berhenti di belakang seorang pria.
'Loh, itu cowok darimana kok perasaan aku gak ada berpapasan sama dia dijalan tadi.' Pikirku sambil menggaruk kepalaku yang memang gatal karena kebanyakan mikir dari tadi.
'Eh itu, oh nama tuh cowok ren juga yah. Haduh, kamu ini ya rein, didunia ini bukan cuman kamu yang namanya rein.' Pikiranku aneh banget yah sore ini.
Setelah 3 menit dari tekongan terakhir tadi, sampailah aku di kost ku yang hmm berantakan banget kayak kapal pecah.
Aku mandi dan langsung membuat segelas teh hangat, ku raih buku notesku diatas meja dan berjalan menuju balkon.
Sore ini emang berasa aneh bagiku, mood dan pikiranku jadi gak karuan. Aku benci kalau harus pulang dalam keadaan hujan-hujan gini, sepatuku pasti akan kotor. Mana tadi ada cewek yang hujan-hujannya hanya demi cowok aneh yah aku rasa dia aneh. Pertama, kapan dia lewat didepanku kenapa aku bisa gak tau dan tiba-tiba saja dia udah ada dibelakangku. Kedua, dia malah ngasih payung yang dipakainya ke cewek tadi padahal tuh payung muat buat berdua.
Eh itu so sweet loh.
Apanya yang sweet coba, kayak anak abg baru pacaran aja deh. Eiiittttssss, tunggu dulu. Sikap cowok itu tadi dingin banget loh ke itu cewek.
Atau jangan-jangan tuh cowok mayat hidup kali yah.
Diubah oleh rendiduck 16-03-2018 10:48
anasabila memberi reputasi
1
11.6K
Kutip
103
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThreadβ’52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rendiduck
#81
Quote:
πPart 17
'Ma, reyn sama indah pulang ya ma. Udah malem ini.' Ucapku ke mama reta yang sedang asyik membaca majalah.
'eh udah malem ini sayang. nginep disini aja deh yah. biar besok pagi dianterin danu balik ke kost.' pinta mama reta ke aku.
'iya deh ma. makasih banyak ya, ma.' ucapku dan indah berbarengan.
indah duduk disebelah mama reta, mereka lagi asyik ngobrol urusan wanita. kalau aku lebih milih ke teras aja deh, karena kalau ngomongin urusan wanita aku pasti gak bakal nyambung dengan mereka.
aku berjalan ke teras, ku lihat sosok yang sangat mirip dengan orang yang selama ini aku rindukan.
'hei danu, lagi ngapain disini sendirian ?' tanyaku yang mengagetkan danu dan aku langsung duduk di kursi yang ada disebelahnya.
'ngopi nih.' ucapnya sambil menyodorkan gelas kopinya kepadaku.
ku ambil gelas itu, lalu ku minum isinya sampai setengah. lalu ku genggam gelas kopi yang masih hangat itu. ku minum lagi pelan-pelan isinya dengan menutup mata sambil menikmati aromanya. tenang. satu kata yang aku rasakan saat ini.
'jangan kamu abisin, reyn.' ucap danu sambil merebut gelas kopi dari tanganku.
'kamu apa-apaan sih, danu. kamu gak seperti dani. dani gak pernah sekasar itu ke aku.' ucapku sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
'kamu kenapa, reyn ?' tanya mama reta yang melihatku berjalan sambil menangis melewatinya yang sedang asyik bersama indah di ruang tamu.
tak ku hiraukan ucapan mama reta barusan, aku terus saja berjalan menuju kamar dani.
saat ku buka pintu kamar itu, langsung ku rasakan hembusan angin yang menyejukkan. dan aroma ini, aku sangat mengenal aroma parfum ini.
aku merindukanmu, dani.
ku ambil foto yang tadi siang aku lihat, ku peluk foto itu. ku coba untuk memejamkan mataku. berharap rasa kantuk ini segera datang dan membawaku kedalam alam mimpi yang indah. ku harap ada dia di dalam ruang mimpiku kini.
'reyn, maafin aku.' ucapnya lirih sambil mengelus lembut rambutku.
ku buka sedikit mataku, kulihat dani yang sedang duduk di pinggir ranjangku dan menatapku dengan tatapan teduh miliknya.
'kamu tidur ya, reyn. good night and have a nice dream.' ucapnya sambil mengecup keningku.
'temenin aku malam ini, dan.' ucapku lirih sambil menarik tanganya untuk memegangi pipiku yang sedari tadi mengelus rambutku.
aku sedikit menggeser tidurku agar dia bisa tidur disampingku. kini dani tidur disampingku dan aku meletakkan kepalaku di pundaknya.
aku sangat merindukan aroma parfum ini.
dani terus mengelus lembut rambutku dan membuatku semakin merasa nyaman.
'aku sangat menyayangimu, aku mohon jangan biarkan malam ini berakhir. tetap lah disini temani aku.' ucapku lirih dalam tidurku.
'aku juga, reyn.' ucap dani lembut sambil mengangkat daguku.
dan cup...
sebuah ciuman mendarat di bibirku, lembut dan semakin dalam aku rasakan.
malam ini kami habiskan berdua. eitssss kami gak macem-macem kok. dan aku tahu ini hanya mimpi. gak mungkin dani ada disini.
pagi ini aku terbangun, dan betapa kagetnya aku melihat sosok yang sedang tertidur lelap disampingku.
seberat inikah rinduku padanya sampai halusinasiku terasa begitu nyata dan jelas, pikirku dalam hati.
ku tatap wajah yang teduh ini, ku beranikan diri untuk mengelus pipinya. seandainya pun ini halusinasiku saja aku tak peduli, aku bersyukur tuhan menghadirkan halusinasi yang nyata seperti ini.
ku elus lembut pipinya, kemudian dia sedikit bergerak-gerak dan sesaat sebelum aku menarik tanganku dari pipinya, dia lebih dulu menarik tanganku itu dan menciumnya.
Aku senang sekali.
Kemudian dia membuka matanya dan tersenyum kepadaku.
'Ohayougozaimasu my angel.' Ucapnya sambil tersenyum manis.
Oh tuhan, apakah aku berada di surga ?
'Ih mama, dani nakal nih.' Ucapku sedikit teriak agar mama mendengarnya.
Aku terbiasa seperti ini. Kalau dani sedang ngisengin aku.
Aku seperti merasa de javu.
'Kok dani ?' Ucapnya seperti orang kaget.
'Dani, kamu amnesia ya ?' Tanyaku sedikit gemes sambil menyubit kedua pipinya.
Dani memegang kedua tanganku dan meletakkannya di pangkuannya.
'Reyn, aku ini danu bukan dani.' Ucapnya lirih.
Aku langsung terperanjak dan turun dari tempat tidurku.
'Apa yang udah kamu lakuin ke aku tadi malem ?' Tanyaku dengan wajah serius.
'Aku gak ngapa-ngapain.' Jawabnya dengan wajah kebingungan.
'Mana dani ? Kenapa kamu yang ada disini ?' Tanyaku yang mulai terisak.
'Reyn, ini aku danu. Maafin aku.' Ucapnya lembut sambil memegang kedua pundakku yang sudah bergetar hebat akibat tangisku.
'Apa-apaan kamu, danu. Aku benci sama kamu.' Ucapku yang penuh amarah lalu menepiskan kedua tangannya.
Dan aku berlari keluar sambil terus terisak.
Ku lihat mama reta sedang sibuk didapur bersama indah. Ku peluk mama reta dari belakang. Lalu aku menangis sejadi-jadinya di pundaknya mama reta.
Mama reta sedikit kaget dengan reaksiku. Lalu mama reta membalikkan badannya lalu kembali memelukku erat. Kurasakan nyaman sekali, senyaman saat aku berada didalam pelukan mamaku sendiri.
Mama reta mengajakku ke kamar dani tadi, ku lihat danu masih disana. Mama reta mengisyaratkan agar danu keluar.
Danu berjalan keluar dengan langkah gontai lalu menutup pintu kamar saat melintasinya.
'Sayang, kamu kenapa ?' Tanya mama reta lembut dengan mengelus rambutku.
Kini kami duduk dipinggiran ranjang dengan kepalaku bersandar di pundak mama reta.
Ku ceritakan semua kejadian tadi malem dan mama reta terlihat serius mendengarkannya.
'Sayang, kamu harus tahu satu hal.' Ucap mama reta setelah aku ceritakan semuanya.
'Apa yang harus reyna tahu ma ?' Tanyaku penasaran dengan ucapan mama reta barusan.
'Danu adalah orang paling menyayangimu.' Ucap mama reta lirih.
'Maksudnya apaan, ma ? Reyna gak ngerti.' Tanyaku kebingungan.
'Maksudnya danu itu orang yang pertama mencintai kamu sebelum dani. Dia suka kamu, dan mama tau itu. Tapi, sebelum danu bilang kemana dan dani yang lebih dulu bilang kalau dani suka sama kamu. Kemudian danu mundur untuk ngedeketin kamu, apalagi danu tau kondisi dani saat itu bagaimana. Itu alasannya kenapa danu sering keluyuran dan jarang dirumah. Apalagi kalau dani ngajak kamu kerumah. Kamu inget kan sayang ? Kalau setiap dani ngajak kamu kerumah, danu pasti langsung pergi keluar. Itu bukan karena dia gak suka sama kamu. Bagi dia, kebahagiaan dani dan kamu itu penting buat dia.' Ucap mama reta mencoba menjelaskan semuanya.
'Reyn masih bingung, ma.' Ucapku lirih sambil menundukkan kepalaku.
'Kamu tahu alasan danu ke kota ini ?' Tanya mama reta.
'Buat kuliah kan.' Jawabku.
'Bukan, dia mencarimu. Dan betapa bahagianya dia saat pertama dia ketemu kamu dikampus. Dia cerita ke mama, tapi dia sedih saat kamu gak mengenalinya.' Ucap mama reta.
'Maafin reyn, ma. Reyn gak tahu harus berbuat apa saat ini. Reyn terlanjur mencintai dani. Dan danu tidak bisa seperti dani.' Ucapku.
'Gak apa-apa sayang. Cinta gak bisa dipaksain buat bersatu walau sekuat apapun keinginan kita.' Ucap mama reta.
'Ma, reyn izin pulang ke kost ya. Nanti siang reyn ada kuliah.' Pamitku ke mama reta.
'Iya sayang. Tapi, tunggu sebentar ya. Mama siapin bekal buat kamu sama indah.' Ucap mama reta sambil berdiri dari duduknya hendak ke dapur.
'Terima kasih banyak, ma. Mama gak perlu repot-repot gini.' Ucapku yang tidak enakan.
'Mama sama sekali gak repot, sayang. Lagian mama sama indah udah masak banyak tadi.' Ucap mama reta sambil berlalu dari kamar.
Aku bersiap-siap ganti pakaian kemudian setelah selesai aku pamitan ke mama reta dan... danu.
Dengan bekal yang sangat banyak dari mama reta, aku dan indah pun pamitan untuk pulang.
'Ma, reyn sama indah pulang ya ma. Udah malem ini.' Ucapku ke mama reta yang sedang asyik membaca majalah.
'eh udah malem ini sayang. nginep disini aja deh yah. biar besok pagi dianterin danu balik ke kost.' pinta mama reta ke aku.
'iya deh ma. makasih banyak ya, ma.' ucapku dan indah berbarengan.
indah duduk disebelah mama reta, mereka lagi asyik ngobrol urusan wanita. kalau aku lebih milih ke teras aja deh, karena kalau ngomongin urusan wanita aku pasti gak bakal nyambung dengan mereka.
aku berjalan ke teras, ku lihat sosok yang sangat mirip dengan orang yang selama ini aku rindukan.
'hei danu, lagi ngapain disini sendirian ?' tanyaku yang mengagetkan danu dan aku langsung duduk di kursi yang ada disebelahnya.
'ngopi nih.' ucapnya sambil menyodorkan gelas kopinya kepadaku.
ku ambil gelas itu, lalu ku minum isinya sampai setengah. lalu ku genggam gelas kopi yang masih hangat itu. ku minum lagi pelan-pelan isinya dengan menutup mata sambil menikmati aromanya. tenang. satu kata yang aku rasakan saat ini.
'jangan kamu abisin, reyn.' ucap danu sambil merebut gelas kopi dari tanganku.
'kamu apa-apaan sih, danu. kamu gak seperti dani. dani gak pernah sekasar itu ke aku.' ucapku sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
'kamu kenapa, reyn ?' tanya mama reta yang melihatku berjalan sambil menangis melewatinya yang sedang asyik bersama indah di ruang tamu.
tak ku hiraukan ucapan mama reta barusan, aku terus saja berjalan menuju kamar dani.
saat ku buka pintu kamar itu, langsung ku rasakan hembusan angin yang menyejukkan. dan aroma ini, aku sangat mengenal aroma parfum ini.
aku merindukanmu, dani.
ku ambil foto yang tadi siang aku lihat, ku peluk foto itu. ku coba untuk memejamkan mataku. berharap rasa kantuk ini segera datang dan membawaku kedalam alam mimpi yang indah. ku harap ada dia di dalam ruang mimpiku kini.
'reyn, maafin aku.' ucapnya lirih sambil mengelus lembut rambutku.
ku buka sedikit mataku, kulihat dani yang sedang duduk di pinggir ranjangku dan menatapku dengan tatapan teduh miliknya.
'kamu tidur ya, reyn. good night and have a nice dream.' ucapnya sambil mengecup keningku.
'temenin aku malam ini, dan.' ucapku lirih sambil menarik tanganya untuk memegangi pipiku yang sedari tadi mengelus rambutku.
aku sedikit menggeser tidurku agar dia bisa tidur disampingku. kini dani tidur disampingku dan aku meletakkan kepalaku di pundaknya.
aku sangat merindukan aroma parfum ini.
dani terus mengelus lembut rambutku dan membuatku semakin merasa nyaman.
'aku sangat menyayangimu, aku mohon jangan biarkan malam ini berakhir. tetap lah disini temani aku.' ucapku lirih dalam tidurku.
'aku juga, reyn.' ucap dani lembut sambil mengangkat daguku.
dan cup...
sebuah ciuman mendarat di bibirku, lembut dan semakin dalam aku rasakan.
malam ini kami habiskan berdua. eitssss kami gak macem-macem kok. dan aku tahu ini hanya mimpi. gak mungkin dani ada disini.
pagi ini aku terbangun, dan betapa kagetnya aku melihat sosok yang sedang tertidur lelap disampingku.
seberat inikah rinduku padanya sampai halusinasiku terasa begitu nyata dan jelas, pikirku dalam hati.
ku tatap wajah yang teduh ini, ku beranikan diri untuk mengelus pipinya. seandainya pun ini halusinasiku saja aku tak peduli, aku bersyukur tuhan menghadirkan halusinasi yang nyata seperti ini.
ku elus lembut pipinya, kemudian dia sedikit bergerak-gerak dan sesaat sebelum aku menarik tanganku dari pipinya, dia lebih dulu menarik tanganku itu dan menciumnya.
Aku senang sekali.
Kemudian dia membuka matanya dan tersenyum kepadaku.
'Ohayougozaimasu my angel.' Ucapnya sambil tersenyum manis.
Oh tuhan, apakah aku berada di surga ?
'Ih mama, dani nakal nih.' Ucapku sedikit teriak agar mama mendengarnya.
Aku terbiasa seperti ini. Kalau dani sedang ngisengin aku.
Aku seperti merasa de javu.
'Kok dani ?' Ucapnya seperti orang kaget.
'Dani, kamu amnesia ya ?' Tanyaku sedikit gemes sambil menyubit kedua pipinya.
Dani memegang kedua tanganku dan meletakkannya di pangkuannya.
'Reyn, aku ini danu bukan dani.' Ucapnya lirih.
Aku langsung terperanjak dan turun dari tempat tidurku.
'Apa yang udah kamu lakuin ke aku tadi malem ?' Tanyaku dengan wajah serius.
'Aku gak ngapa-ngapain.' Jawabnya dengan wajah kebingungan.
'Mana dani ? Kenapa kamu yang ada disini ?' Tanyaku yang mulai terisak.
'Reyn, ini aku danu. Maafin aku.' Ucapnya lembut sambil memegang kedua pundakku yang sudah bergetar hebat akibat tangisku.
'Apa-apaan kamu, danu. Aku benci sama kamu.' Ucapku yang penuh amarah lalu menepiskan kedua tangannya.
Dan aku berlari keluar sambil terus terisak.
Ku lihat mama reta sedang sibuk didapur bersama indah. Ku peluk mama reta dari belakang. Lalu aku menangis sejadi-jadinya di pundaknya mama reta.
Mama reta sedikit kaget dengan reaksiku. Lalu mama reta membalikkan badannya lalu kembali memelukku erat. Kurasakan nyaman sekali, senyaman saat aku berada didalam pelukan mamaku sendiri.
Mama reta mengajakku ke kamar dani tadi, ku lihat danu masih disana. Mama reta mengisyaratkan agar danu keluar.
Danu berjalan keluar dengan langkah gontai lalu menutup pintu kamar saat melintasinya.
'Sayang, kamu kenapa ?' Tanya mama reta lembut dengan mengelus rambutku.
Kini kami duduk dipinggiran ranjang dengan kepalaku bersandar di pundak mama reta.
Ku ceritakan semua kejadian tadi malem dan mama reta terlihat serius mendengarkannya.
'Sayang, kamu harus tahu satu hal.' Ucap mama reta setelah aku ceritakan semuanya.
'Apa yang harus reyna tahu ma ?' Tanyaku penasaran dengan ucapan mama reta barusan.
'Danu adalah orang paling menyayangimu.' Ucap mama reta lirih.
'Maksudnya apaan, ma ? Reyna gak ngerti.' Tanyaku kebingungan.
'Maksudnya danu itu orang yang pertama mencintai kamu sebelum dani. Dia suka kamu, dan mama tau itu. Tapi, sebelum danu bilang kemana dan dani yang lebih dulu bilang kalau dani suka sama kamu. Kemudian danu mundur untuk ngedeketin kamu, apalagi danu tau kondisi dani saat itu bagaimana. Itu alasannya kenapa danu sering keluyuran dan jarang dirumah. Apalagi kalau dani ngajak kamu kerumah. Kamu inget kan sayang ? Kalau setiap dani ngajak kamu kerumah, danu pasti langsung pergi keluar. Itu bukan karena dia gak suka sama kamu. Bagi dia, kebahagiaan dani dan kamu itu penting buat dia.' Ucap mama reta mencoba menjelaskan semuanya.
'Reyn masih bingung, ma.' Ucapku lirih sambil menundukkan kepalaku.
'Kamu tahu alasan danu ke kota ini ?' Tanya mama reta.
'Buat kuliah kan.' Jawabku.
'Bukan, dia mencarimu. Dan betapa bahagianya dia saat pertama dia ketemu kamu dikampus. Dia cerita ke mama, tapi dia sedih saat kamu gak mengenalinya.' Ucap mama reta.
'Maafin reyn, ma. Reyn gak tahu harus berbuat apa saat ini. Reyn terlanjur mencintai dani. Dan danu tidak bisa seperti dani.' Ucapku.
'Gak apa-apa sayang. Cinta gak bisa dipaksain buat bersatu walau sekuat apapun keinginan kita.' Ucap mama reta.
'Ma, reyn izin pulang ke kost ya. Nanti siang reyn ada kuliah.' Pamitku ke mama reta.
'Iya sayang. Tapi, tunggu sebentar ya. Mama siapin bekal buat kamu sama indah.' Ucap mama reta sambil berdiri dari duduknya hendak ke dapur.
'Terima kasih banyak, ma. Mama gak perlu repot-repot gini.' Ucapku yang tidak enakan.
'Mama sama sekali gak repot, sayang. Lagian mama sama indah udah masak banyak tadi.' Ucap mama reta sambil berlalu dari kamar.
Aku bersiap-siap ganti pakaian kemudian setelah selesai aku pamitan ke mama reta dan... danu.
Dengan bekal yang sangat banyak dari mama reta, aku dan indah pun pamitan untuk pulang.
0
Kutip
Balas