- Beranda
- Stories from the Heart
Di Persimpangan Musim Hujan
...
TS
mrskinny
Di Persimpangan Musim Hujan
Quote:
"Aku layaknya hujan, berusaha mencurahkan setiap tetes cinta yang tak terhitung tapi tak pernah sampai di rumahmu"
Quote:
Diubah oleh mrskinny 04-06-2018 02:16
anasabila memberi reputasi
1
7.8K
Kutip
40
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mrskinny
#13
Bagian 7: I Used Somebody
Quote:
Semuanya terjadi secara otomatis, ketika Viola mulai merangkul tanganku menyusuri jalan areal kampus untuk bertemu seseorang yang katanya bisa membantu semasa hidupku di kota ini. Sebenarnya aku masih lelah karena tadi aku baru saja membereskan parabotanku di kamar asrama kampus, tapi lagi - lagi wanita ini selalu membuatku kembali semangat dalam menjalani hidup ini dan aku yakin siapapun tidak akan bisa menolak keindahanya.
Sesaat di jalan aku melihat seseorang yang aku kenal, lalu aku hampiri dia dan Viola menunggu di bawah pohon besar tanpa mengikuti.
"okay... See ya!" ucap wanita itu sambil melambaikan tangan
aku kembali menghampiri Viola
"Siapa diaa? Cantik ya?" tiba - tiba Viola membuka pembicaraan
"oh dia, Yuki, Mahasiswi dari Jepang dan semalam dia menawariku sebuah pekerjaan untuk membuatkan jurnal tugas akhirnya" Aku menjelaskan perbincangan tadi bersama Yuki
"Aku ngga nanya urusan kamu sama dia yang aku tanyaa 'Cantik ya dia?'" tiba - tiba Viola bernada aneh mengatakan seperti itu dan sambil tersenyum paksa
"Cantik? Aku panggil dia ya? dan aku suruh berdiri di sebelah kamu, aku tetep pilih kamu kok" Aku jawab berusaha tidak membuatnya cemburu
"Pasti mikir aku cemburu sama dia ya? ih ngga kok Ebay kepedean nihhh"
"Aku cuma iri aja sama mereka yang cantik dan bisa ngelakuin apa aja sesuka hati mereka" lanjutnya Viola dengan wajah murung bahkan seperti terpancar harapan di matanya
"Iri? mereka? cantik? ngelakuin sesuka hati? kok bisa iri sama mereka?" aku bertanya penasaran
"iyaaaa... lupain lupain ayok lanjut jalan! aku udah janjian sama orang di kedai" tiba tiba Viola kembali ceria dan merangkul tanganku
"yee diskip-.- ke kedai? segala rahasia - rahasiaan sekarang ketauankan mau ngajak aku kemana" sambil bernada monggodanya
"ihhh apaansih kamunya juga sih, jadi ketauankan aku ngajak kamu kemana... udah ayok nanti marah orangnya Ebayyy" memerah muka Viola sambil menarik tanganku
"iya iya Ewelllkuu" jawabku sambil mengikuti nada manjanya Viola
Apa lagi yang di rencanakanya? Viola penuh dengan misteri dibalik wajah anggunya, hingga paham aku ketika ia hadir di dunia ini, sebagian hidupnya hanya untuk membuat orang lain disekitarnya tertawa bahagia, begitupun aku. Kebahagiaan ini takkan tergantikan, tuhan maha baik, Tuhan mempertemukanku ketika aku sedang jatuh terpuruk dengan seorang malaikat yang nyaris sempurna.
Betapa indahnya perjalanan siang ini menuju kedai, binar matahari berusaha menerobos pepohonan, trotoar yang tidak begitu ramai membuat romansa romantis ada pada siang ini, lalu di sepanjang jalan ia memberikanku semangat layaknya seorang kakak yang berumur 5 tahun kepada adiknya. Aku terpaku melihat setiap bibirnya yang bercerita, melihat wajahnya dari samping dan ditambah siang ini dia mengenakan baju tanktop tipis dengan celana jeans biru pendek sepahanya, dialah wanita musim panas kali ini!
"hayooo ngeliatin apa?" Viola membangunkan lamunanku
"eh, ngga, aku suka aja ngeliat kamu hari ini" Ak yang terkaget menjawab pertanyaanya secara spontan
"ngerayu aku nih ceritanya Ebay? ayo masuk, tuh ada yang nunggu kita di kursi favorit kita" Viola menunjuk seorang pria tua
"siapa dia? Papah kamu?" sambil membukakan pintu untuknya
Sesaat di jalan aku melihat seseorang yang aku kenal, lalu aku hampiri dia dan Viola menunggu di bawah pohon besar tanpa mengikuti.
"okay... See ya!" ucap wanita itu sambil melambaikan tangan
aku kembali menghampiri Viola
"Siapa diaa? Cantik ya?" tiba - tiba Viola membuka pembicaraan
"oh dia, Yuki, Mahasiswi dari Jepang dan semalam dia menawariku sebuah pekerjaan untuk membuatkan jurnal tugas akhirnya" Aku menjelaskan perbincangan tadi bersama Yuki
"Aku ngga nanya urusan kamu sama dia yang aku tanyaa 'Cantik ya dia?'" tiba - tiba Viola bernada aneh mengatakan seperti itu dan sambil tersenyum paksa
"Cantik? Aku panggil dia ya? dan aku suruh berdiri di sebelah kamu, aku tetep pilih kamu kok" Aku jawab berusaha tidak membuatnya cemburu
"Pasti mikir aku cemburu sama dia ya? ih ngga kok Ebay kepedean nihhh"
"Aku cuma iri aja sama mereka yang cantik dan bisa ngelakuin apa aja sesuka hati mereka" lanjutnya Viola dengan wajah murung bahkan seperti terpancar harapan di matanya
"Iri? mereka? cantik? ngelakuin sesuka hati? kok bisa iri sama mereka?" aku bertanya penasaran
"iyaaaa... lupain lupain ayok lanjut jalan! aku udah janjian sama orang di kedai" tiba tiba Viola kembali ceria dan merangkul tanganku
"yee diskip-.- ke kedai? segala rahasia - rahasiaan sekarang ketauankan mau ngajak aku kemana" sambil bernada monggodanya
"ihhh apaansih kamunya juga sih, jadi ketauankan aku ngajak kamu kemana... udah ayok nanti marah orangnya Ebayyy" memerah muka Viola sambil menarik tanganku
"iya iya Ewelllkuu" jawabku sambil mengikuti nada manjanya Viola
Apa lagi yang di rencanakanya? Viola penuh dengan misteri dibalik wajah anggunya, hingga paham aku ketika ia hadir di dunia ini, sebagian hidupnya hanya untuk membuat orang lain disekitarnya tertawa bahagia, begitupun aku. Kebahagiaan ini takkan tergantikan, tuhan maha baik, Tuhan mempertemukanku ketika aku sedang jatuh terpuruk dengan seorang malaikat yang nyaris sempurna.
Betapa indahnya perjalanan siang ini menuju kedai, binar matahari berusaha menerobos pepohonan, trotoar yang tidak begitu ramai membuat romansa romantis ada pada siang ini, lalu di sepanjang jalan ia memberikanku semangat layaknya seorang kakak yang berumur 5 tahun kepada adiknya. Aku terpaku melihat setiap bibirnya yang bercerita, melihat wajahnya dari samping dan ditambah siang ini dia mengenakan baju tanktop tipis dengan celana jeans biru pendek sepahanya, dialah wanita musim panas kali ini!
"hayooo ngeliatin apa?" Viola membangunkan lamunanku
"eh, ngga, aku suka aja ngeliat kamu hari ini" Ak yang terkaget menjawab pertanyaanya secara spontan
"ngerayu aku nih ceritanya Ebay? ayo masuk, tuh ada yang nunggu kita di kursi favorit kita" Viola menunjuk seorang pria tua
"siapa dia? Papah kamu?" sambil membukakan pintu untuknya
*clinting
suara pintu kedai menyambut kita berdua
suara pintu kedai menyambut kita berdua
0
Kutip
Balas
