Kaskus

Story

anak86comeAvatar border
TS
anak86come
INTERVIEW WITH "TERAPIS"
[img]Downloads[/img]

Akhirnya Gue buat lagi nih cerita-cerita pendek yang sudah lama tidak terungkap dan ter-post, mudah-mudahan banyak yang minat membaca.

emoticon-Sundul

PROLOG


Karena diajak seorang sahabat membuat Gue pun terjerumus rasa "penasaran", apa sih enaknya, apa sih nikmatnya, apa sih faedah-nya, harus berapa duit yang harus Gue habiskan. Namun karena si Anis... ya si Anis yang merubah suasana di batin Gue, entah mungkin karena Gue sudah "bosan" sama cewek Gue atau emang Gue mulai "doyan" hal ini. Aneh.

Mendengar cerita, curhat, dan keluh kesahnya Anis gue cuma manggut-manggut tanda setuju dan kekaguman gue atas jerih payahnya Anis menjadi terapis. Gue sangat bersyukur terlahir dari keluarga yang meski tidak kaya raya namun cukup, tidak kurang dan tidak lebih meski semua hal harus di irit-irit. Berbanding terbalik dengan kondisi Anis yang terlahir dari keluarga yang bisa dibilang masih dibawah kondisi keluarga gue. Miris teramat miris.


Apakah hubungan Gue dengan Nisa cewek Gue akan berjalan mulus atau banyak hambatan ke depannya, siapakah Anis ini, orang yang bisa membuat perubahan "pemikiran" buat Gue.

emoticon-Shakehand2

INDEX
PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 7 Jilid I
PART 7 Jilid II
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
PART 18
PART 19
PART 20
PART 21
Diubah oleh anak86come 29-07-2019 13:31
lsenseyelAvatar border
redricesAvatar border
j4k4pnturaAvatar border
j4k4pntura dan 14 lainnya memberi reputasi
15
107.4K
302
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54KAnggota
Tampilkan semua post
anak86comeAvatar border
TS
anak86come
#12
PART 2


2011 Pertengahan,

Entah darimana sebutan-sebutan untuk pekerja macam si Anis adalah “terapis”, Gue mencari-cari di mesin pencari internet, malah yang ketemu pengertian terapis itu adalah Dokter (menurut kamus Bahasa inggris), mencari dan terus mencari sampai pada akhirnya ketemu juga istilah “terapis” ini dan ternyata terapis adalah orang yang memberikan terapi. Akhirnya Gue teringat lagi tentang Anis nih, dalam hati Gue jadi memikirkannya, sedang apa dan lagi apa selalu berkutat di pikiran Gue. Entah sejak kapan Gue ngelamun berkepanjangan sampai kuping Gue dikitik-kitik dan ditiup-tiup sama ade Gue

Uufff…uufff

“heh… ngagetin aja loe de ngapain sih? Ucap Gue sembari mengelus-ngelus dada karena kaget

“hihihihi…” ketawa kecil ade Gue sembari berlari-lari kecil meninggalkan kamar

“dasar bocah reseh, tengil, iseng!” teriak Gue

Karena kaget luar biasa Gue jadi sudah gak mood lagi buat ngelamunin apa saja, siapa saja, tentang apa saja, bete deh. Gue akhirnya keluar kamar dan menuju dapur karena tiba-tiba perut Gue mulai merasakan lapar. Gue buka tudung saji dan ternyata tidak ada apa-apa hanya sepiring nasi putih yang sudah nampak tidak enak karena terlalu lama di dalam tudung saji. Karena lapar akhirnya Gue buat saja nasi goreng ala kadarnya, dan parahnya lagi pas Gue buka kulkas gak ada telor dan kawan-kawannya, merana sangat Gue ini padahal bukan anak kos-an.

“nyak… gak masak hari ini ya? Tanya Gue ke nyokap yang lagi nonton FTV

(tidak ada sahutan sama sekali)

“et buseh… nyak kagak masak hari ini!?” sedikit Gue naikin volume Gue

“eh elo tong, udah bangun… kagak lah.. enyak lagi males ngapa-ngapain” jawab nyokap

“huufft… mris-miris…” batin Gue

Akhirnya dengan malas-malasan Gue pun pergi mandi, siapa tahu pas mandi kebanyakan minum air di bak jadi kenyang. Setiap gayung air yang membasahi badan Gue ini terasa sangat nikmat sekali, nyaman secara kamar Gue itu panas banget karena plafon kamar pendek banget. Sepanjang mandi Gue masih memikirkan kegiatan apa yang bakal Gue lakukan di hari ini secara ini hari libur. Gue coba menghubungi si Alex namun hasilnya nihil, calling dari Gue gak pernah diangkat-angkat ya Gue tahu lah si kampret satu ini pasti molornya bisa sampai sore hari.

CLEEKK…

“Halo…” suara dibalik telpon berbunyi dan Gue pun dengan segera menutup telpon Gue, takutnya Gue salah sambung

“siapa ya tadi? Apa Gue salah pencet? Tapi bener kok ini ke nomer Alex” ucap Gue dalam hati dan kembali Gue coba telpon ke nomernya si Alex lagi

CLEEKK…

“halo… iya halo…” suara dibalik telpon kembali muncul

Gue masih bingung dan agak dag dig dug soalnya Gue takut salah sambung. Terus terang Gue trauma gara-gara pernah nelpon tapi salah sambung, akibatnya fatal soalnya Gue hampir aja ribut sama tuh orang yang salah sambung. Tapi untuk ini Gue coba memberanikan diri untuk konfirmasi lebih lanjut.

“apa benar ini nomor teleponnya Alex?” Tanya Gue gugup

“oh Alex, iya bener, tapi Alex-nya masih tidur” jawab

“Loh… tapi ini dengan siapa ya maaf?” Tanya Gue bingung, apa ini jangan-jangan nyokapnya Alex, tapi gak mungkin juga batin Gue

“ini dengan Velice” jawab dibalik telpon itu

Dalam sekejab pikiran Gue pun mengarah ke Velice yang waktu itu pernah ketemu di tempat pijat, Gue mulai berpikir yang aneh-aneh tapi Gue kesampingkan hal itu karena Gue tahu sendiri kelakukan Alex ini memang luar biasa kalau buat hal-hal seperti itu.

“ohh… Velice, ceweknya Alex ya? Emang lagi dimana?” jawab Gue kepo

“di hotel Sh*n**k*” jawab si Velice langsung

“anjrit… ini kelakuan anak buaya dan biadab banget” batin Gue ke Alex, karena kenekatannya itu yang biasa saja bagi Alex

Dan Gue pun langsung mensegerakan untuk menutup telpon itu, kalau Gue terus nanya pasti si Velice akan dengan setia menjawab pertanyaan-pertanyaan Gue dan akhirnya membuat Gue terbawa juga kearah yang “begitu”. Namun gara-gara nelpon Alex tadi Gue jadi memikirkan si Anis, karena dia pernah bilang kalau dia gak dapat jatah tempat tinggal dari bos-nya, sehingga si Anis kudu nyari kontrakan sendiri yang tidak jauh dari lokasi kerja. Karena hari libur dan Gue gak punya rencana apapun akhirnya Gue langsung mengambil jaket, helm, buat samperin Anis di tempat kerjanya.

“eh tong mau kemana lu?” teriak nyokap sambil muka tetap menghadap TV

“keluar bentar nyak” jawab Gue secepatnya dan segera melajukan motor Gue ke jalan besar, sedikit terdengar ocehan-ocehan yang tidak jelas dari nyokap karena Gue main selonong saja.

Tapi sepanjang jalan Gue tetap berpikir apa boleh Gue ngajak keluar sebentar si Anis di jam kerjanya, setelah Gue pikir dengan seksama rasa-rasanya tidak mungkin karena bisa merugikan si Anis juga. Akhirnya Gue menepi dipinggir jalan sebentar dan melihat isi dompet ada amunisinya atau tidak, untungnya ada dan Gue pun segera melajukan kendaraan Gue ke tempat kerja Anis. Agak bingung saat Gue udah di depan lokasi tujuan, sambil larak lirik ke sekitar sampai terlihat aman. Jujur Gue agak sedikit malu kalau kembali ke tempat ini lagi cuma entah apa yang menyebabkan Gue mau kembali ke sini, seolah-olah ada kekuatan yang menarik Gue buat ke sini lagi.

“selamat siang mas…” ucap penjaga tempat pijat saat Gue buka pintu masuk

“eh iya siang” jawab Gue kaget, wajarlah Gue kaget secara tuh yang nyapa Gue cewek cantik, tinggi semampai, kulit putih, rambut hitam panjang sebahu, sedikit bulu tipis di atas bibir yang nampak jelas terlihat

“anjrit… kenapa bening banget ya” batin Gue dan mulai tidak berirama detak jantung Gue

Waktu Gue pertama kali berkunjung sama si Alex, Gue belum pernah dan tidak pernah liat nih cewek. Mungkin waktu itu malam hari dan jadwal nih cewek cuma dari siang sampai sore (mungkin ya…) ya Gue sih mencoba mengendalikan diri jangan sampai terlihat gugup atau gagap.

“silahkan mau pilih yang mana paketnya mas” tawar penjaga cantik ini

Gue pun pura-pura melihat paket-paket pijat yang terpampang jelas di mata Gue, baru kali ini Gue melihat dengan sebenar-benarnya macam-macam paket yang ada. Agak lucu dan aneh sih bunyinya, mungkin itu gimmick yang ditawarkan oleh yang punya nih tempat. Gue mulai sok-sok-an melihat-lihat meskipun Gue tahu tujuan kesini tidak lain hanya ingin bertemu dengan Anis.

“jadi mau yang paket mana mas?” Tanya si penjaga cantik

“saya paket yang nomor 3 aja ya mbak” jawab asal Gue

“silahkan pilih terapisnya mas” tawar si penjaga cantik sekali lagi

Saat ini lah Gue bisa melihat wajah-wajah terapis secara lengkap dan detail dari usia, tinggi badan, warna kulit, dan tentunya gaya pijatnya ada yang soft, medium, dan hard. Amazing. Gue terus mencoba mencari-cari wajahnya si Anis ini di layar monitor, pelan-pelan tetapi pasti akhirnya ketemu juga.

“yang ini nih…” jawab Gue sambil menunjuk wajah Anis yang tersenyum

“baik, mohon tunggu sebentar ya mas” ucap si penjaga cantik sembari menuntun Gue ke sebuah sofa di salah satu sudut ruangan lobby

Gue pun kemudian merebahkan diri dengan nyaman, sekilas Gue memperhatikan setiap sudut ruangan nampak jelas aura dan suasana saat siang hari dan malam hari. Kalau malam hari sangat temaram sedangkan siang hari cukup terang sampai tidak perlu menyalakan lampu di sekitar lobby tersebut. Tak lama kemudian Gue pun di arahkan untuk segera naik ke lantai 3, ya lantai itulah Gue pertama kali bertemu dengan Anis, Gue pun berharap semoga Anis tidak lupa dengan wajah Gue. Gue pun masuk ke ruang tempat pemijatan cuma bedanya Gue ditempatkan di ruangan yang berbeda dari waktu itu Gue sama si Alex lokasinya agak sedikit ke pojok. Gue pun merebahkan diri kembali di kasur tipis dan mulai menyenderkan diri, Gue pun melamun memikirkan apa pertanyaan yang bakal Gue tanyai ke Anis.

CREEKK…

Gue pun kaget dan terbangun dari lamunan, tak lama Gue pun segera menengok ke horden yang terbuka itu dan melihat sesosok perempuan dan itu Anis.

“halo… siang mas… lama gak nunggunya?” sapa Anis dengan senyum khasnya

“iya… lumayan lama juga nih” canda Gue ke Anis disertai cubitan kecil Anis ke perut Gue

Gue masih heran kelihatannya si Anis belum terlalu kenal atau “ngeh” kalau itu Gue, akhirnya Gue pun mulai ngasih-ngasih kode ke dia dari mulai cerita-cerita yang dulu dan nanya kabar-kabarnya setelah 1 minggu yang lalu kita bertemu.

“eh… ini mas yang waktu itu ya…” girang Anis di depan Gue, dengan terlihat jelas wajah yang mengartikan senangnya dirinya bertemu dengan Gue

“lah… baru sadar, coba dari tadi, dasar neng geulis” jawab Gue lega setelah tersadarnya Anis akan keberadaan Gue

“apa kabar mas? Balik lagi ke sini kangen atau doyan nih…” canda Anis

“penasaran keles” jawab Gue seadanya sambil terasa cubitan kecil si Anis di perut Gue yang jadi kegelian yang Gue rasakan

“terus mau ngobrol atau di pijat nih?” Tanya Anis ke Gue

“ya pijat sambil ngobrol lah” jawab Gue dan lagi-lagi cubitan kecil bersarang di perut Gue

Senang rasanya ngobrol dengan Anis, dia sangat antusias dan senang kalau ditanya-tanya seolah-olah sudah lama tidak ada perhatian yang di dapat dari orang lain. Terkadang rasa cemburu Gue hinggap bilamana si Anis sudah menceritakan kisah cintanya semasa SMA, ternyata karena kebutuhan ekonomi lah yang menyebabkan si Anis bisa bekerja di tempat seperti ini, Anis mengaku sebenarnya dia sedikit kena tipu dari orang yang menawarkan kerjaan, awalnya ditawari sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan manufaktur yang ada di wilayah Jawa Timur entah mengapa dan bagaimana caranya tiba-tiba si Anis malah di training dimana pembelajaran di training tersebut adalah bagaimana cara memijat dan cara penggunaan berbagai macam alat-alat kesehatan.

Kalau menurut Gue si Anis benar-benar masuk ke dalam jual beli atau perdagangan orang atau Bahasa bekennya human trafficking, mungkin karena si Anis kurang paham hukum jadi mau tidak mau dan suka tidak suka harus menjelani semua kegetiran hidup. Gue pun merasa bersyukur karena diberikan kesempatan dan terlahir dari keluarga yang notabene cukup. Miris memng kehidupan di Negara yang besar ini tetapi masih ada segelintir orang yang masih belum merdeka dan berjuang untuk memenuhi hak untuk hidup dengan layak, nobody’s perfect.
Diubah oleh anak86come 10-11-2017 14:29
sormin180
joyanwoto
regmekujo
regmekujo dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.