- Beranda
- Stories from the Heart
Rasanya Menyakiti [BB++]
...
TS
manzhah88
Rasanya Menyakiti [BB++]
![Rasanya Menyakiti [BB++]](https://s.kaskus.id/images/2017/11/06/9061559_201711060819230425.jpg)
Hello Gays..
Kita bertemu lagi setelah sekian lama ane vakum dari dunia perKASKUSan..
Salam kenal uga buat para sepuh di SFTH dan seluruh penghuni jagad KASKUS.
Beberapa tahun yang Lalu ane pernah menulis sebuah cerita dan karena pekerjaan memaksa ane untuk berhenti menulis saat itu.
Tapi sekarang ALHAMDULILAH pekerjaan sudah mendukung ane untuk kembali menulis.
Dan ane janji ane bakal menulis serapih - rapihnya dan tidak mengentangi pembaca.
Oke langsung aja dan selamat menikmati dan berimajinasi..

Quote:
![Rasanya Menyakiti [BB++]](https://s.kaskus.id/images/2017/11/06/9061559_201711060836420310.jpg)
PROLOG
Apakah aku bersalah jika aku melakukan semua ini??
Dan jika memang bersalah. Bagaimana dengan orang tuaku yang menyebabkan semua ini??
Apakah menjadi orang tua maka mereka tidak bersalah??
Entahlah.. Mungkin waktu yang akan menjawab semua tanyaku..
Pertanyaanya sekarang adalah " apakah aku menikmati semua ini??"
Ya!!
Aku menikmatinya.
Tapi.. Aku benar - benar mencintai mereka..
Atau jangan - jangan hanya sekedar ... ??
Quote:
Diubah oleh manzhah88 09-11-2017 16:21
anasabila memberi reputasi
1
11.7K
69
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
manzhah88
#63
Janji
entahlah, setan darimana tiba - tiba aku menciumnya. tak ada perlawanan, tak ada penolakan dan dia hanya diam dan memejamkan mata indahnya.
"basah dan lembut" itu yang aku rasakan saat aku rasakan.
jujur aku akui, inilah yang pertama aku alami. it's my first kiss.
dan tentulah si among - among bergejolak dibawah nan jauh disana.
Beberapa saat kemudian aku tarik wajahku melepaskan ciuman ini.
"maaf veb, gw ga maksud, sumpah gw ga da maksud" ucapku dengan sangat gugup untuk memecahkan hening diantara kami.
dia hanya diam dan memalingkan wajahnya ke arah monitor. Dan dari cahaya monitor aku lihat wajahnya memerah.
"man, lu belom jawab gw, apa tu binatang among - among?" ujarnya sambil meringis dan tanpa memalingkan wajahnya dari monitor.
"Lah iya, jadi penasaran nyonyah, nah dari pada lu cuma naek turunin scrol ga jelas gitu kita ntn film yuk, ni gw ada film baru, kuntilanak, horor lu suka ga?" ujarku antusias.
"sukaaa, mana, mana? ayok puter" jawabnya sumringah.
setelah aku putar media player aku minggalkanya untuk mengenakan kaos di lemari pakaian beserta perlengkapan kehidupan sehari - hari aku letakkan pada ruangan kedua dan komputer, tempat tidur lantai aku letakkan di ruang pertama, sedang kamar mandi dan satu ruangan yang bisa disebut dapur ada pada bilik ketiga dari kediamanku.
"man, lu jangan kemana - mana, gw takut" ucap vebrina dengan nada manja.
"mo pake bajooo" jawabku sembari meninggalkanya.
adegan demi adegan berlalu, sang aktris (Julie estele ) menyanyikan lagu Lingsir wengi yang legendaris itu.
"IMAAAAAN" teriak vebrina seraya menutup mata dengan kedua tanganya dan menyandarkan kepalanya di dadaku karena adegan tangan yang keluar dari sebuah kaca.
"waduh, ga jadi horor ini sih, hihihi" gumanku dalam hati.
aku beranikan diriku meletakkan tanganku di kepalanya sembari mengusap lembut rambut indah miliknya. perlahan dia memberanikan dirinya membuka tangan yang menutupi matanya.
"aaaaaaah, maaan udahan yuuk, matiin Maan, sereem" ucapnya dengan sedikit merengek.
"tar dulu, seru inii" jawabku menolak karena tak mau kehilangan momen ini.
"IMAAANN" kembali ia berteriak, kali ini karena adegan sang Kunti secara langsung berada di monitor.
kali ini dia melingkarkan tangannya ke tubuhku
aku beranikan diri membalas pelukannya dan mencium keningnya. kali ini kami benar benar berpelukan dab mata kami saling melihat, dan aku benar - benar terbutakan oleh suasana yang entahlah ini. aku kembali mencium bibir indah itu, dalam dan sangat dalam, tapi kali ini aku mendapatkan balasan. aku rebahkan dia di tempat tidur lantaiku dan tangankupun mulai bergerilya seperti yang dinyanyikan oleh Jambrud pada lagu suti-tejo. Dengan cepat aku lepaskan benda yang menutupi bagian bawah tubuhku
"veb, katanya mau liat binatang among - among" tanyaku manja padanya dengan penuh kemenangan.
"man, tadi lu udah ambil first kis gw, barusan lu udah ambil mahkota gw, lu jahat banget sih man" ucap vebrina sambil menangis di pelukanku
seperti disambar petir tubuhku saat melihatnya menangis.
aku telah mengambil darah wanita yang masih suci, ya memang ada bercak darah di tempat tidurku yang tak menggunakan sprey.
"veb, entah terlambat atau apalah, tapi gw suka sama lu" jawabku berusaha menenangkan hatinya.
"tapi gw ga lama lagi man dibekasi, gw mau pindah sekolah di Bogor, gw disuru nemenin nenek gw yang sendirian disana" jawabnya dengan tangis yang makin menjadi.
aku pun terdiam, entah perasaan apa ini
takut ditinggalkan kah? atau aku benar - benar mencintainya sehingga aku tak mau ditinggal olehnya?
"Bogor ke Bekasi ga terlalu jauh kok, kan ada KRL, gw janji gw bakalan sering nengokin bidadari gw disana" jawabku dengan penuh pesona.
"janji?" ucapnya seraya menjulurkan jari kelingkingnya.
aku usapkan punggung jari kelingkingnya dari dahi turun hingga ke dagunya dan aku cium dengan mesra bibirnya
"Janji"
Januari, 18
sore yang mendung di hari Kamis ini, saatnya pulang dari kegiatan membosankan yang aku sebut sekolah (yang suatu saat nanti aku sesali)
"Brum, bum, bum, bum"
aku nyalakan motor Thunde* hitam yang baru aku dapatkan satu bulan lalu dari ayahku.
"MAAAN" herdi memanggilku.
"nape?" jawabku datar dengan wajah lelah.
"jenguk Bu Neni yuk, nanti gw ama epan bareng ksana, anak2 yg Laen juga ikut" lanjutnya.
"jam berapa emang pada mau kesana?" ujarku.
"abis ini pada mau langsung ksana" jawab herdi.
"ga tau deh, gw nyusul ya, ada urusan dulu gw, RS mana sama ruangan apa?" ujarku sambil memaki helm.
"RSUD Bekasi ama ruangannya kalo ga salah anggrek 8" ujarnya.
"yaudah gw nyusul ya" jawabku sembari menutup helmku.
"yaudah ntar SMS aja ya" ujar herdi sambil meninggalkanku.
"siip"
Bu Neni sakit dan aku tidak tau, bodohnya aku
btw jenguk orang sakit bawa apa ya??
07.00
kulihat Handphoneku ada 15 sms dan 7 panggilan tak terjawab dan rata - rata semua isinya dari teman sekelasku yang menanyakan "lu dimana?, lu ga ikut?"
aku sekarang telah berada dirumah sakit ini.
diruangan anggrek.
dikamar 8.
menyaksikan wajah cantik sedang tertidur dengan senyum kecil di bibirnya yang tak lain adalah guruku. aku letakkan bunga mawar merah dan putih yang kubeli di pasar proyek saat perjalanan ke rumah sakit ini. aku tulis di sebuah kertas kecil berwarna hijau sebuah note singkat dan aku letakkan di bunga yang kutaruh disampingnya
aku berharap dia akan menikmati wanginya.
----------------
berjanji untuk hal yang tak mungkin aku tepati,
dimaafkan saja belum cukup untuk menebus segalanya yang telah aku lakukan.
"basah dan lembut" itu yang aku rasakan saat aku rasakan.
jujur aku akui, inilah yang pertama aku alami. it's my first kiss.
dan tentulah si among - among bergejolak dibawah nan jauh disana.
Beberapa saat kemudian aku tarik wajahku melepaskan ciuman ini.
"maaf veb, gw ga maksud, sumpah gw ga da maksud" ucapku dengan sangat gugup untuk memecahkan hening diantara kami.
dia hanya diam dan memalingkan wajahnya ke arah monitor. Dan dari cahaya monitor aku lihat wajahnya memerah.
"man, lu belom jawab gw, apa tu binatang among - among?" ujarnya sambil meringis dan tanpa memalingkan wajahnya dari monitor.
"Lah iya, jadi penasaran nyonyah, nah dari pada lu cuma naek turunin scrol ga jelas gitu kita ntn film yuk, ni gw ada film baru, kuntilanak, horor lu suka ga?" ujarku antusias.
"sukaaa, mana, mana? ayok puter" jawabnya sumringah.
setelah aku putar media player aku minggalkanya untuk mengenakan kaos di lemari pakaian beserta perlengkapan kehidupan sehari - hari aku letakkan pada ruangan kedua dan komputer, tempat tidur lantai aku letakkan di ruang pertama, sedang kamar mandi dan satu ruangan yang bisa disebut dapur ada pada bilik ketiga dari kediamanku.
"man, lu jangan kemana - mana, gw takut" ucap vebrina dengan nada manja.
"mo pake bajooo" jawabku sembari meninggalkanya.
adegan demi adegan berlalu, sang aktris (Julie estele ) menyanyikan lagu Lingsir wengi yang legendaris itu.
"IMAAAAAN" teriak vebrina seraya menutup mata dengan kedua tanganya dan menyandarkan kepalanya di dadaku karena adegan tangan yang keluar dari sebuah kaca.
"waduh, ga jadi horor ini sih, hihihi" gumanku dalam hati.
aku beranikan diriku meletakkan tanganku di kepalanya sembari mengusap lembut rambut indah miliknya. perlahan dia memberanikan dirinya membuka tangan yang menutupi matanya.
"aaaaaaah, maaan udahan yuuk, matiin Maan, sereem" ucapnya dengan sedikit merengek.
"tar dulu, seru inii" jawabku menolak karena tak mau kehilangan momen ini.
"IMAAANN" kembali ia berteriak, kali ini karena adegan sang Kunti secara langsung berada di monitor.
kali ini dia melingkarkan tangannya ke tubuhku
aku beranikan diri membalas pelukannya dan mencium keningnya. kali ini kami benar benar berpelukan dab mata kami saling melihat, dan aku benar - benar terbutakan oleh suasana yang entahlah ini. aku kembali mencium bibir indah itu, dalam dan sangat dalam, tapi kali ini aku mendapatkan balasan. aku rebahkan dia di tempat tidur lantaiku dan tangankupun mulai bergerilya seperti yang dinyanyikan oleh Jambrud pada lagu suti-tejo. Dengan cepat aku lepaskan benda yang menutupi bagian bawah tubuhku
"veb, katanya mau liat binatang among - among" tanyaku manja padanya dengan penuh kemenangan.
------------------------
"man, tadi lu udah ambil first kis gw, barusan lu udah ambil mahkota gw, lu jahat banget sih man" ucap vebrina sambil menangis di pelukanku
seperti disambar petir tubuhku saat melihatnya menangis.
aku telah mengambil darah wanita yang masih suci, ya memang ada bercak darah di tempat tidurku yang tak menggunakan sprey.
"veb, entah terlambat atau apalah, tapi gw suka sama lu" jawabku berusaha menenangkan hatinya.
"tapi gw ga lama lagi man dibekasi, gw mau pindah sekolah di Bogor, gw disuru nemenin nenek gw yang sendirian disana" jawabnya dengan tangis yang makin menjadi.
aku pun terdiam, entah perasaan apa ini
takut ditinggalkan kah? atau aku benar - benar mencintainya sehingga aku tak mau ditinggal olehnya?
"Bogor ke Bekasi ga terlalu jauh kok, kan ada KRL, gw janji gw bakalan sering nengokin bidadari gw disana" jawabku dengan penuh pesona.
"janji?" ucapnya seraya menjulurkan jari kelingkingnya.
aku usapkan punggung jari kelingkingnya dari dahi turun hingga ke dagunya dan aku cium dengan mesra bibirnya
"Janji"
--------------
Januari, 18
sore yang mendung di hari Kamis ini, saatnya pulang dari kegiatan membosankan yang aku sebut sekolah (yang suatu saat nanti aku sesali)
"Brum, bum, bum, bum"
aku nyalakan motor Thunde* hitam yang baru aku dapatkan satu bulan lalu dari ayahku.
"MAAAN" herdi memanggilku.
"nape?" jawabku datar dengan wajah lelah.
"jenguk Bu Neni yuk, nanti gw ama epan bareng ksana, anak2 yg Laen juga ikut" lanjutnya.
"jam berapa emang pada mau kesana?" ujarku.
"abis ini pada mau langsung ksana" jawab herdi.
"ga tau deh, gw nyusul ya, ada urusan dulu gw, RS mana sama ruangan apa?" ujarku sambil memaki helm.
"RSUD Bekasi ama ruangannya kalo ga salah anggrek 8" ujarnya.
"yaudah gw nyusul ya" jawabku sembari menutup helmku.
"yaudah ntar SMS aja ya" ujar herdi sambil meninggalkanku.
"siip"
----------------
Bu Neni sakit dan aku tidak tau, bodohnya aku
btw jenguk orang sakit bawa apa ya??
07.00
kulihat Handphoneku ada 15 sms dan 7 panggilan tak terjawab dan rata - rata semua isinya dari teman sekelasku yang menanyakan "lu dimana?, lu ga ikut?"
aku sekarang telah berada dirumah sakit ini.
diruangan anggrek.
dikamar 8.
menyaksikan wajah cantik sedang tertidur dengan senyum kecil di bibirnya yang tak lain adalah guruku. aku letakkan bunga mawar merah dan putih yang kubeli di pasar proyek saat perjalanan ke rumah sakit ini. aku tulis di sebuah kertas kecil berwarna hijau sebuah note singkat dan aku letakkan di bunga yang kutaruh disampingnya
aku berharap dia akan menikmati wanginya.
"semoga lekas sembuh
kembalilah segera
kami dan terutama aku merindukanmu
walaupun pilihan terbaik yang aku miliki adalah dikenang"
kembalilah segera
kami dan terutama aku merindukanmu
walaupun pilihan terbaik yang aku miliki adalah dikenang"
----------------
berjanji untuk hal yang tak mungkin aku tepati,
dimaafkan saja belum cukup untuk menebus segalanya yang telah aku lakukan.
Diubah oleh manzhah88 09-11-2017 15:58
0