Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#695
PART 38

" mau berangkat ngamen bang "sapa ku ke seorang pemuda yang berdiri paling depan.

" eh kamu gus, jo. Iya biasa buat tambahan beli udud " jawab kang huda sembari gesture menjepit pick gitar yang dia pegang dengan kedua jari nya.

Kang huda ini preman kampung sebelah. Dia pernah aku dan kang paijo tolong saat di gebukin oleh para preman pasar di kota.. Sejak saat itu pun kami menjadi saling akrab dan berjanji bila satu sama lain membutuhkan bantuan, kami akan siap sedia untuk menolong..

Pernah anak anak kampung kang huda, di lurug sama anak kampung lain gara gara ada anak sekolah yang pake knalpot blong blong an berlaku kurang sopan di kampung tersebut.. Aku dan kang paijo pun langsung mengumpulkan pemuda sekampungku dan berangkat menggunakan truk menuju kampung kang huda untuk menunjukan rasa solidaritas .

Ehhh... Lha koq pas sampe disana, pemimpin pemuda dari desa lain yang nglurug kampung nya kang huda , ternyata kenal dengan ku serta kang paijo. Aku dan kang paijo pun lantas mendamaikan dua pihak yang bertikai. Setelah negosiasi yang berjalan dengan alot, pemimpin tadi dan rekan rekan nya mau pulang kembali ke kampung nya. Dengan catatan, bocah yang mbleyer mbleyer dengan knalpot blong tadi, meminta maaf kepada pemuda kampung lain tadi. Kang huda pun setuju dan lantas memanggil bocah yang berlaku kurang sopan tersebut. Setelah meminta maaf kepada para pemuda kampung lain, kang huda pun memberikan sebuah hadiah bogem mentah ke bocah sma tadi. Kang huda pun mengancam, kalo tuh bocah berbuat ulah lagi, dia akan lepas tangan dan membiarkan bocah tadi bertanggung jawab sendiri..

" kok rame gini, ada acara apaan " tanya kang aris yang ada di belakang.

" nggak ada papa bang. Biasa, temen tmen sekolah ku lagi pada maen ke rumah " jawab ku enjoy.

" ya udah gus aku mau jalan. Kamu mau ikut nggak " tawar kang huda kepada ku.

" wah maaf bang. Aku pass dulu kalo sekarang. Mungkin lain waktu " tolak ku sopan atas ajakan kang huda..

" yo wes. Kita cabut dulu. Takut kesiangan " ucap kang huda lagi dan berlalu pergi bersama teman teman ngamen nya meninggal kan kami.

" kamu ngamen dek " tanya mbak Novita saat kang huda sudah berjalan cukup jauh..

" iya mbak sekali sekali buat bantuin temen nyari tambah an pemasukan untuk beli rokok "

" mbak malu punya temen seorang pengamen " tanya ku setengah menyindir.

" aishhh koq ngomong gitu lagi sih gus ke mbak " jawab mbak Novita cemberut.

" maaf mbak, image mbak Novita sudah seperti itu di mata ku " ujar ku lagi cengengesan.

CEKITTTTTTT...

" dasar kamu ya. Nakal sama mbak " sahut mbak Novita dan mencubit lengan kiri ku.

Aku pun hanya meringis kesakitan dan mengelus elus lengan ku yang mulai kelihatan memerah. Sadis ni cewek satu, kenceng banget nyubit nya. Stella aku perhatikan hanya memandang sinis ke arah mbak Novita.

" mbak silvi sariawan , koq dari tadi diam " goda ku karena melihat mbak silvi yang sedari tadi cuma diam saja.

" nggak koq dek. Mbak cuma merenung. Ntah kenapa setelah bangun pagi ini, ada sedikit perubahan dengan orang orang di sekeliling mbak "

" papa mama yang biasanya hari minggu masih sibuk dengan urusan kantor, tiba-tiba saja tadi pagi ikut sarapan bersama ku"

"mereka yang biasanya jarang ngobrol karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing, ntah mengapa tadi pagi juga bisa mengobrol santai di meja makan " jawab mbak silvi sambil menatap ku sayu.

" alhamdulillah kalo gitu. Jadi mbak silvi gak akan merasa kesepian lagi " ujar ku sembari tersenyum.

Mbak silvi pun hanya mengangguk dan kembali mengunci rapat kedua bibir nya..

" ayo bang kita ngobrol di belakang rumah ku saja. Di sana ada kebun salak yang sangat sejuk serta nyaman suasana nya " ajak ku ke bang David dan temen temen nya.

" boleh gus " angguk bang David dan berjalan mengikuti ku.

" kang mau ikut ke rumah gak " teriak ku ke kang paijo dkk yang asyik meneruskan permainan karambol nya.

" kita disini aja gus. Nanggung " jawab kang paijo yang kini muka nya juga ikut cemong.


" yakin gak mau iku. Tadi budhe(ibuku) mbelih pitik satu lho buat di masak bumbu kare. Ibu juga masak oseng kacang panjang sama tempe bacem" goda ku kini ke kang paijo.

Mereka berempat pun langsung menghentikan aktivitas nya dan berebut turun dari pos ronda untuk ikut dengan ku ke rumah setelah mendengar kata mbelih pitik..

" heh heh heh mau kemana " ucap ku menghentikan langkah kang paijo.

" lho katanya mau ada acara makan makan gus di rumah mu " jawab kang paijo dengan jujur nya.

" makan sih makan. Tapi itu papan karambol di balikin dulu ke loteng. "

" kalo kepingan anak karambol nya hilang, bisa di gibeng bapak bapak yang jaga malam kita " ucap ku meminta kang paijo agar membereskan papan karambol yang tadi dia pakai.

Keempat temen ku tadi pun melakukan hom pim pa untuk menentukan siapa yang akan membereskan dan menaruh kembali papan karambol di atas loteng..

" jancuk, kenek maneh aku "sungut kang japrik kesal karena dia kalah saat hom pim pa.

Aku pun tertawa mendengar kang japrik ngedumel gak jelas pagi itu. Ntah kenapa pagi ini kang japrik sangat sial. Udah muka nya penuh dengan bedak bayi, eh sekarang mesti mengembalikan papan karambol ke tempat asal nya.

" nanti nyusul ke belakang langsung kang " ucap ku sembari kembali melanjutkan langkah untuk pulang ke rumah.


" hemmm " jawab kang japrik singkat karena saking kesal nya.

Setelah sampai di dalam rumah, aku pun memperkenalkan bang David dan teman-teman nya ke ibu ku. Dan dengan ramah ibu ku pun menyambut kedatangan mereka. Beliau hanya merendah karena keadaan rumah nya yang seperti ini. Bang David dan temen temen nya pun sepertinya tak mempermasalahkn keadaan rumah ku yang terlihat sedikit berantakan..

" aku ae yang bawa tikar nya gus " ucap kang paijo dan kang blanggur bersamaan..


Aku pun menyerah kan beberapa gulung tikar yang tadi ku bopong ke kang paijo dan kang blanggur..

" adem banget dek suasana nya " celetuk mbak Nadia saat sudah sampai di kebun salak yang tadi aku sebut.

" hehehe, iya dunk. Aku sering tidur siang di sini sehabis pulang sekolah "

" bentar tikar nya tak gelar dulu " ucap ku menerima tikat yang di bopong kang blanggur dan kang paijo..

" silahkan bang, mbak, dek duduk " tawar ku ke bang David dan temen temen nya.

" kang ikut aku bentar ke dalam ambil cemilan dan es kelapa muda " bisik ku di telinga kang paijo dan kang blanggur..

Mereka berdua pun mengangguk dan mengikuti langkah ku dari belakang..

" dek, mbak ikut " teriak mbak Silvi sembari beranjak dari tempatnya duduk.

" ayo mbak ke dalam " balas ku singkat.

Tak selang beberapa lama, kami pun kembali dengan dua buah nampan yang penuh dengan cemilan khas Jawa Timuran. mbak silvi dan kang blanggur yang membawa nampan berisi cemilan tadi, Smentra diriku dan kang paijo, membawa nampan yang berisi beberapa gelas es kelapa muda..

" silahkan bang mbak di nikmati. Hanya ini yang bisa saya suguh kan " ucap ku sembari menaruh nampan yang ku bawa ke atas tikar..

" gpp kak, ini saja sudah lebih dari cukup " balas Stella.

Glekkk... Glekkk.. Glekkk...

Ntah kehausan atau gimana. Bang riko dan bang aan langsung menyambar gelas yang berada di atas nampan serta spontan meminum isi nya dengan kesetanan..

" lu malu malu in gw aja yg cuk "toyor bang David di kepala bang riko.

" aus vid. "kata bang riko tak bergeming.

Kami pun lantas tertawa karena tingkah nya bang riko yang anti jaim seperti ku..

" ni cemilan bikin sendiri semua dek " tanya mbak Nadia.

" iya mbak. Kebetulan sebentar lagi sepupu mau nikah. Jadi ibu bikin cemilan serta kue kering khas Jawa yang banyak "

" tadi pagi aku goreng sebagian buat di suguhin ke kalian " jawab ku pecicilan.

" budhe(ibuku) gak marah gus persediaan kue nya lu goreng " sahut kang paijo sembari memasukkan rengginang ke mulutnya.

" diem kau curut " balas ku sembari merampas rengginang yang tadi di pegang kang paijo..

" eh, mau di kemana in rengginang gw " ucap kang paijo kecewa..

" aku sita karena sampean mulutnya ember " jawab ku ketus.

Kang paijo pun ngedumel gak jelas karena rengginang nya ku rampas dan ku makan sendiri. Dia akhirnya mengambil rengginang lain yang masih banyak di atas nampan.

" den mas, ada beberapa orang di depan yang mencari njenengan " tiba-tiba Kenanga sudah berdiri di belakang ku.

Mbak Nadia pun tercekat kaget karena melihat kemunculan jin penjaga ku yang begitu tiba-tiba..

" terima kasih kenanga telah memperingatkan ku " ucap ku sembari mengelus pipi kenanga yang sangat halus.

" sama-sama den mas " jawab kenanga malu malu.

Beberapa saat kemudian, 3 orang cewek dan 2 orang cowok datang dan ikut bergabung dengan kami di kebun salak..

" assalamualaikum " sapa kelima orang tadi.

" Walaikumsalam " jawab kami serempak.

Aku pun berlari lagi ke dalam rumah untuk mengambil tikar tambahan.. Setelah kembali dengan membawa dua buah tikar cadangan, aku langsung mempersilahkan Reni dan rombongan nya untuk lekas duduk.

" kau boleh pergi kenanga. Kau bener bener mengerti akan isi hati ku " kata ku sembari mengerlingkan sebelah mata ku ke kenanga.

CEKITTTTT...

Sebelum pergi, masih sempat sempat nya kenanga mencubit pinggang ku hingga membuat ku kaget dan menyenggol tubuh reni yang tadi duduk di sebelah. Kang paijo, kang blanggur, kang tikno, kang japrik dan mbak nadia pun hanya ketawa cekikikan melihat penderitaan ku.

" kenapa mas " tanya reni keheranan.

" gpp nduk. Ada semut tadi masuk dan menggigit pinggang mas " jawab ku bohong.

" tapi semut nya cantik kan gus " ledek kang paijo kepada ku.

PLAKKKKKKK....

Karena mulut nya sudah kelewat ember, aku pun menepok mulut kang paijo menggunakan nampan yang tadi ku pakai buat wadah es kelapa..

Kang paijo pun kini meringis kesakitan sambil mengkompres mulut nya dengan gelas yang berisi es kelapa muda.. Kami pun sontak tertawa melihat gelagat dari kang paijo.

" Oia mbak kenalin, ini Reni cewek yang sangat spesial di hati ku "

" semntra yang duduk di samping nya mbak dina serta Shinta. Dua cowok di sebelah nya Rudi cowok nya mbak dina dan firman yang naksir sama si Shinta " kata ku.

" dan ini nduk. Stella yang tempo hari aku cerita in " ucap ku mengakhiri.

" Stella mbak " kata Stella.

" Reni dek" balas Reni.

Mbak silvi, mbak nadia dan mbak Novita pun lantas berkenalan dengan kelompok mbak dina seperti yang tadi Stella lakukan..

"jancuk, temen temen lu bening amat sih gus " bisik kang paijo di telinga ku.

" sampean diem sebentar bisa gak kang "

" salah sendiri kenapa sekolah di STM yang isinya batang semua " balas ku sembari kembali mengangkat nampan yang masih aku pegang..

Semua yang ada di situ pun tertawa karena melihat kang paijo bersembunyi di balik ketek kang japrik. Mungkin takut bibir nya di cium lagi sama nampan.

" oia, mbak dina tumben kesini " tanya ku..

" itu gus.. Lu kemaren kemana.? Katanya mau ikut ekskul pramuka "

" udah di tungguin Shinta loh " jawab mbak dina sembari menyenggol lengan Shinta yang duduk di sebelah nya..

Ntah kenapa Reni langsung mendekatkan tubuhnya ke tubuh ku begitu selesai mendengar jawaban dari mbak dina.. Sensasi Dua buah benda kenyal itu pun kembali ku rasakan..

" nduk, jangan nempel gini. Gak enak sama yang lain "

" lagian dari tadi ada benda kenyal yang nempel di lengan mas " bisik ku di telinga reni..

" biarin mas... Wekkkkk... " balas reni menjulur kan lidah nya...

Hadehhhh... Aku pun hanya garuk garuk kepala dengan sikap nya yang sangat manja ini..

" bohong gus. Itu bisa bisa si dina saja " sahut Shinta ketus..

" waduh maaf mbak.. Kemaren aku di rumah Stella sampai sore. Jadi lupa kalo harus ikut ekskul pramuka " kataku cengengesan. Aku pun menangkupkan kedua tangan ku untuk meminta maaf kepada mereka..

" kamu ada hubungan apa sih gus dengan Stella " tanya Shinta sok kepo..

" hemmmm kasih tau gak ya " balas ku berbelit belit...

" ishhh ni anak kumat penyakit nya " sahut Shinta sembari melempar sebuah kue kering ke arah ku.. Aku pun menangkap kue tersebut karena mubadzir jikalau jatuh ke tanah.

" eh... Eh... Eh... Makanan itu Shin, kalo gak suka jangan di lempar lempar " protes ku.

" iya tuh dek, gak pernah di ajarin sopan santun mungkin " sahut Mbak Novita tiba-tiba..

Suasana pun langsung mendadak tegang saat kalimat dari mulut mbak Novita keluar.. Tampak kini geng mbak Novita beradu pandang dengan geng si Shinta. Firman pun beradu pandang dengan bang David karena sepertinya tak suka dengan ucapan mbak Shinta yang emang terkesan pedas..

"sudah mbak Novita. Diem saja daripada nambah masalah nanti "

" dan kamu fir serta bang David, kalau kalian mau berantem, lebih baik keluar sekarang dari kampung ku dan berantem lah sepuas kalian "

" soal pitik yang sengaja ku belih untuk menjamu kalian, biar nanti tak habis in rame bareng kang paijo and the geng "

" betuk nggak kang " ucap ku sembari mengangkat sebelah tangan ku untuk tos..

" Yoi ma men. Ayam bumbu kare dari budhe(ibuku) emang paling enak di kampung ku " kata kang paijo dan ikut tos dengan ku..

" maafin sikap teman mbak dek " kata mbak silvi ke Shinta.

" iya kak gpp. Shinta juga yang salah karena sudah melempar lempar makanan " balas Shinta.

" dah nov, kamu minta maaf sana ke Shinta " bujuk mbak Silvi ke mbak Novita..

Dengan bujukan mbak silvi, mbak Novita pun mengulurkan tangannya untuk meminta maaf kepada Shinta. Dengan ogah ogah an Shinta membalas uluran tangan dari mbak Novita. Tampaknya dia masih gak keterima di katain seperti tadi oleh mbak Novita..

" Shinta, kamu lah yang akan pulang pertama siang ini. " ceplos ku karena melihat tiada ketulusan di mata nya ..

" ehhh... Iya... Iya... " balas Shinta cemberut..


Setelah dua perempuan berbeda kepribadian ini minta maaf, suasana pun kembali mencair. dan aku lihat jam sudah mulai menunjukkan pukul 11.30.. Berarti sudah waktunya masuk makan siang..

Aku pun berpamitan kepada semuanya untuk mengambil nasi dan lauk untuk makan siang dari dalam rumah..


" kang ayo ke dalam bantu bawa bakul nasi dan lauk nya kesini " ajak ku ke kang paijo and the geng.

" ayo. 86 tok pokok e " balas kang japrik ikut berdiri seperti ku.

" ayo nduk, Stella, kamu bantu mas juga " ajak ku kepada dua gadis yang berdiri di sebelah ku sedari tadi.

" ayo kak "

" mari mas " jawab mereka serempak..


Seperti dugaan ku, ibu sudah menyelesaikan acara masak nya siang itu. Maklum, budhe serta mbak sepupu ku datang membantu. Jadi pekerjaan yang tadi nya berat, berubah jadi ringan karena di lakukan bersama sama..

Kami berdelapan pun tak selang beberapa lama kembali lagi ke kebun belakang dengan membawa sesuatu di atas tangan kami masing-masing.. Mbak Novita dan Mbak Silvi langsung berdiri ketika melihat ku kewalahan membawa bakul nasi dan membantu ku meletakkan nya di atas tikar..

" makasih mbak. Bisa bersikap feminim juga nih rupanya " sindir ku ke mbak Novita.

Mbak Novita pun hanya melotot kesal aku sindir seperti itu, Smentra mbak silvi hanya senyum senyum kecil..

nasi lauk piring dan kendi pun kini telah terhampar semua di atas meja..aku berlari mengambil pisau dari dalam rumah dan mengambil satu pelepah daun pisang yang lumayan lebar. Setelah aku cuci permukaan daun nya, aku pun membawa daun tersebut ke kebun salak belakang..

"wah mantep gus. Luwih joss kalo gini " kata kang japrik saat melihat ku kembali dengan selembar daun pisang utuh dengan pelepah nha.

" Yoi kang, biasa angkringan " balas ku sembari membeber daun pisang yang tadi aku bawa..

Bang David dan Mbak dina pun keheranan untuk apa aku membawa daun pisang tadi..

BROKKKKK....

Ku ambil satu bakul nasi dan aku tumpah kan ke atas daun pisang yang tadi ku beber.. Tak lupa beberapa sendok oseng kacang, beberapa buah tempe bacem serta beberapa potong ayam yang sudah di bumbu kare, aku tuang di atas nasi tadi..

" Hehhhhhh "

Mbak Dina dan Teman teman nya berteriak kaget melihat hal pasti asing buat mereka...

" silahkan bang mbak di nikmati makan siang nya. Maaf saya gak punya garpu atau pisau makan " kataku ke bang David dan mbak dina.

" gak papa, sendok saja sudah cukup " balas bang David sembari mengambil piring dan mengisi nya dengan beberapa centong nasi yang di ambil nya dari dalam bakul..

Temen temen yang lain pun tanpa sungkan melakukan seperti apa yang bang David lakukan. Setelah semua sia dengan piring masing-masing, aku pun membaca doa dulu sejenak



rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirat i hasanah, waqina adzab ban nar


Aamiin..

Setelah selesai membaca doa, acara bersantap makan siang nya pun di mulai...


" hahhhhhhhhh "...

Ucap seseorang dari kejauhan karena sperti nya kepedesan dengan ayam bumbu kare buatan ibu ku..

" gila, baru sesuap saja sudah pedes banget dek. Tapi anehnya nya mbak pengen lagi dan lagi meski dah tau rasanya pedas " kata mbak Nadia sembari mengambil air dari dalam kendi dan langsung di teguk nya..


" hehehe., ya itulah keistimewaan ayam bumbu kare buatan ibu ku mbak " balas ku mesam mesem.

" eh sisain buat ku cuk " protes ku karena kang paijo dkk begitu lahap makan dari atas daun pisang yang tadi ku beber..

" iye iye. Bawel lu cuk " jawab kang paijo ketus.

Saat sedang asyik makan bersama kang paijo, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba saja reni nggundhel lagi sebelah kanan ku..

" kenapa lagi nduk " kataku..

" hehehehe. Suapin mas " pinta reni manja..

" boleh, asal jangan kamu gigit tangan ku ya " balas ku..

" huuh mas " jawab reni..

" ahhhhhh.... Aemphhhhh.. Aemphhh... Aemphhhhh.." Bunyi reni mengunyah makanan yang tadi aku suapi.

" kakkkkk.... " kata Stella manja di sebelah kiri ku.

" kenapa stell " tanya ku bingung dengan sikap nya...

" pengen kayak mbak reni " jawab nya sembari menutup muka. Malu mungkin..

Aku pun menatap mata reni untuk meminta izin dari nya.. Reni pun hanya mengangguk dan setuju dengan permintaan Stella..

" nih dek. Awas jangan di gigit tangan ku "


" ahhhhhh... "

" kressssssssss.... "

" jancuk " umpat ku spontan karena tangan ku tergigit oleh Stella..


" kenapa kak " tanya Stella sok polos..

" itu yang kamu gigit sebagian tangan ku dek, bukan daging ayam " sungut ku kesal...

" hehehe.. Maaf kak.. Gak tau " kata Stella cengengesan..

Aku pun meniup meniup jari ku yang bekas di gigit Stella di bantu oleh reni. Tampak kini di ujung jari ku ngeplek cap gigi dari Stella..

" di obat in mas. Biar ndak infeksi " tawar reni..

" gk usah ndak papa. Cuma luka kecil " tolak ku halus..

Karena insiden gigitan maut hannanissa tadi, eh Stella tadi maksudnya. Reni lah yang kini menyuapi ku balik karena jari ku masih terasa sedikit ngilu.. Stella hanya tertunduk lesu tanpa melanjutkan makan nya. Sepertinya dia merasa bersalah karena sudah menggigit jari ku..

" makan stell,jari ku gpp koq " bujuk ku sembari mengelus rambut Stella agar ia melanjutkan makan nya.

" bener kak agus gpp " tanya Stella memastikan..

" iya dek gpp " balas ku senyum.

Stella pun langsung melanjutkan makan nya setelah mendengar jawaban pasti dari ku...

Setelah acara bersantap makan selesai, bang David and the geng Serta Mbak Dina pun pamit undur diri untuk pulang ke rumah masing-masing..

Tapi ntah kenapa, mbak silvi dan reni malah di tinggal di rumah ku oleh mereka..


"hpmhhhhh.. bisa akur gak nih mereka berdua " gerutu ku dalam hati..
Diubah oleh agusk1988 09-11-2017 07:04
wakazsurya77
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.