Kaskus

Story

manzhah88Avatar border
TS
manzhah88
Rasanya Menyakiti [BB++]
Rasanya Menyakiti [BB++]

Hello Gays..
Kita bertemu lagi setelah sekian lama ane vakum dari dunia perKASKUSan..

Salam kenal uga buat para sepuh di SFTH dan seluruh penghuni jagad KASKUS.

Beberapa tahun yang Lalu ane pernah menulis sebuah cerita dan karena pekerjaan memaksa ane untuk berhenti menulis saat itu.
Tapi sekarang ALHAMDULILAH pekerjaan sudah mendukung ane untuk kembali menulis.
Dan ane janji ane bakal menulis serapih - rapihnya dan tidak mengentangi pembaca.

Oke langsung aja dan selamat menikmati dan berimajinasi.. emoticon-Ngacir

Quote:


Rasanya Menyakiti [BB++]

PROLOG

Apakah aku bersalah jika aku melakukan semua ini??
Dan jika memang bersalah. Bagaimana dengan orang tuaku yang menyebabkan semua ini??
Apakah menjadi orang tua maka mereka tidak bersalah??
Entahlah.. Mungkin waktu yang akan menjawab semua tanyaku..

Pertanyaanya sekarang adalah " apakah aku menikmati semua ini??"
Ya!!
Aku menikmatinya.
Tapi.. Aku benar - benar mencintai mereka..
Atau jangan - jangan hanya sekedar ... ??

Quote:
Diubah oleh manzhah88 09-11-2017 16:21
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
11.7K
69
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
manzhah88Avatar border
TS
manzhah88
#23
Tercyduk
"Putri?" tanyaku dengan penuh keheranan.

"Iya kak, aku tadi mampir, eh kakak engga ada" jawabnya.

"Kamu tau darimana nomer HP sama alamatku?" dengan nada sedikit tinggi.

"Ih bukanya kakak yang kasih ya dulu waktu aku di ospek sama kakak, dulu aku belom punya HP, sekarang uda dibeliin jadi aku bisa hubungin kakak" jawab Putri dengan ketus.

"iya kah? aku yang ngasih ya? terus alamatku?"
"kakak, aku ini anakya pak Hasan atau yang lebih kakak kenal PAKE nama RT Hasan!" Putri menjawab dengan nada bangga.

"Apa? Anaknya RT?" aku terkaget.

"Iya, Rumah kita cuma beda 2 gang aja kok, yaudah kakak dimana? aku lagi butuh bantuan kakak nih" ujar putri.

sial, selama ini ternyata begitu dekat dengan gadis ini, bodohnya aku tidak menyadarinya.

"aku lagi diluar put, maaf, memangnya ada apa?" ujarku lemas.

"oh yaudah kak, gapapa, maaf ganggu kakak lagi repot" jawab Putri dengan nada agak menyesal.

"iya put gapapa, besok kita omongin di sekolah ya" ujarku berusaha menyemangatinya dengan sedikit rasa bersalah.

"iya kak, by" ujarnya langsung mematikan telpon.

dia anak pak Hasan yang terkenal galak itu, mikir 18x deh deketin dia,hihihi

........

kubakar rokokku di teras kontrakan baruku sambil menikmati secangkir teh hangat hasil pesanan di warung yang kupesan sejak magrib tadi dan entah kenapa baru diantar di jam 8 ini. dongkol memang, tapi ya sudahlah nikmati aja.

"ngontrak baru ya mas?" suara yang mengagetkanku karena suasana yang agak remang dan aku terhanyut oleh lamunan.

oh, alamak, bidadari nyungsep darimana ini???
pertanyaan inilah yang berkecamuk difikiranku.

"mas, mas, kok ngelamun" seraya menghampiriku.

"oh,iya iya maaf, aku iman dan kakak pastinya mamahnya ga lupa ngasih nama kan" jawabku mencoba mencairkan suasana sembari mengulurkan tanganku.

"aku Widiana, panggil aja Wiwid" jawabnya dengan senyum yang waw, sangat membuatku meleleh.

"Wiwid, sekolah dimana? abis dari mana baru pulang?" aku sengaja langsung memberondong pertanyaan agar tertutupi rasa grogiku.

"aku di K*B, ni abis ngerjain tugas dirumah temen, aku masuk dulu ya capek banget ini" jawabnya seraya melambaikan tangannya.

"iya, met istirahat ya Wid" aku lemparkan senyumanku semempesona mungkin.

"iya, semoga betah ya" ujarnya.

Wiwid seorang gadis dengan tinggi yang diatas rata2 hampir sama denganku yang 173cm ini
hidung yang mancung.

Gigi yang tertata rapih. rambut panjang dengan kulit yang sangat bersih dan ya ukuran sesuatu yang menggantung di dadanya itu membuatku berkali - kali menelan ludahku sendiri.

-------

Agustus, 23

Minggu pagi yang indah dengan suasana kontrakan baru yang sangat nyaman
aku nikmati Batang demi Batang rokokku dan hari ini aku berniat kerumah untuk mengambil barang - barangku dan aku butuh komputerku.

"man cari sarapan yuk" suara cempreng ini tetap selalu membuatku tersenyum.

"iya veb, ayok, Lu pengen makan apa?" jawabku dengan memperjuangkan wibawaku di depan gadis ini.

"yang irit - irit aja, kita makan soto di irigasi itu lho" jawabnya sambil meringis.

"ayodah, jalan" jawabku seraya mengambil kunci motorku.

inilah awal kedekatanku dengan vebrina sang anak pemilik kontrakan. gadis indah dengan suara yang, hihihi

"ini cowo lu ga marah lu ngedate in the morning ama gw?" tanyaku basa basi ditengah kesibukan sarapan kami.

"gw baru putus 2 Minggu yang lalu man" sambil rada manyun dia menjawab ku.

"alhamdulilah" jawabku seenaknya.

"iiih, kok lu seneng sih" jawabnya dengan semakin manyun.

"hhe, kayanya gw tau alasannya lu diputusin" jawabku seraya tertawa lebar.

"bodo, gw sebel ama lu" semakinlah dia manyun.

"lu manyun gitu gw jadi deg degan veb, hehe, oh iya abis ini kita langsung balik ya, gw mo ngambil komputer ama perjalanan gw dirumah" ujarku berusaha mengalihkan pandangan.

"yaudah" jawabnya tetap ketus dan tak mengurangi keindahan wajahnya.

------------

aku parkiran motorku di teras sebuah bangunan dulu aku sebut rumah dan mataku tak henti memandang sebuah motor Tig*r yang tak aku kenal milik siapa?

"Siapa Laki - Laki yang bertamu saat ayahku sedang tak ada?"gumanku dalam hati.

Bruk
tanpa permisi dan tanpa salam aku ngeloyor masuk kedalam rumah yang kebetulan pintunya tidak dikunci.

"MAKSUD IBU APA INI?" tanyaku dengan nada keras saat aku melihat ibuku dipeluk oleh pria lain di dapur.

ibuku terkejut dan langsung berlari ke arahku
tak dipedulikan semua yang dia katakan yang kuingat hanya kata "Ibu bisa jelasin".

entah apa selanjutnya yang dilakukan oleh pria itu karena aku tak melihat motor itu lagi di teras
aku kemasi semua yang aku butuhkan dan aku beranjak pergi.

"Ayah ga pantes diginiin Bu, Ibu harusnya tau diri, aku pergi dulu" tetap kucium tangannya
kutinggalkan dia sendiri dalam tangisnya.

-----------

Buruk memang, memalukan memang Tapi air mata Laki Laki adalah air mata paling jujur di dunia.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.