Kaskus

Story

yunusritongaAvatar border
TS
yunusritonga
Aku Terpaksa Mendesah, Padahal Aku Tak Merasakan Apapun [Bukan BB++] (Short Story)
Cerita ini di tulis berdasarkan curahan hati seorang wanita kepada saya pada akhir bulan september lalu namun terputus dan tidak sepenuhnya ia ceritakan.

Beberapakali ia menunda untuk bercerita kepada saya karena ia juga memiliki kesibukan namun pada akhirnya curahan hatinya ini selesai ia sampaikan seminggu yang lalu, dan atas izin beliau saya dapat menuliskan kembali curhatan yang menurut saya akan sangat menginspirasi semua orang khususnya para wanita.

Cerita ini berisi kehidupan pribadi seorang wanita, dijamin BUKAN BB++, namun jika ada terdapat kata-kata vulgar mohon di tegur, takutnya saya melampaui batas.

Selamat membaca
Semoga menginspirasi kita semua



Quote:


Quote:
Diubah oleh yunusritonga 07-11-2017 12:54
kulitkacang10Avatar border
a9r7aAvatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
28.3K
97
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
yunusritongaAvatar border
TS
yunusritonga
#38
Bagian 3
Semalaman aku memikirkan hal itu, aku tak tahu alasan apalagi yang harus kubuat dimalam-malam berikutnya atau aku harus pasrah menahan siksaan batin itu.

Aku mengerti tak ada kebutuhanku yang tak ia penuhi kecuali masalah sex, namun di dalam hatiku sering berkata saat Rio melakukannya ia seperti bersenang-senang diatas penderitaanku.

Hingga di ujung malam, aku tiba kepada keputusan akhirku, dimana aku benar-benar harus mendapatkan solusi akan masalah ini.

Mungkin dengan menceritakan semua ini kepada Nuri, ia akan dapat membantuku menyelesaikan masalah ini.


......


Waktu menunjukkan pukul 5:30 wib, ku angkat tubuhku yang jelas-jelas tak terpejam sedetikpun. Meski kepalaku agak pusing, aku harus segera mempersiapkan segalanya di pagi ini termasuk perlengkapan kerja Rio, agar aku segera bertemu dengan Nuri.



"Matamu kenapa?"
Ucap Rio saat kuhidangkan sarapan padanya, entah kenapa ia memeperhatikan mataku, pdahal ini tak jarang terjadi.

"Ah enggak tadi habis ngiris bawang, perih aja."
Ungkapku memunculkan kebohongan baru sembari tersenyum kecil.

Untung pagi ini Ega tak begitu rewel aku hanya meletakkannya di depan TV bersama mainannya, Riopun berangkat kerja.


Ku ambil hpku untuk segera membuat janji pada Nuri, untungya ia tak memilikipun jadwal apapun selain menjaga dua anaknya yang masih balita, sehingga aku yang harus berkunjung kerumahnya, itu bukan hal yang memberatkanku karena dalam hal ini akulah yang membutuhkan pertolongannya.

Kusiapkan perlengkapan Ega, jaga-jaga jika ia nanti Rewel atau buang air. Aku berangkat dengan taxi menuju rumah Nuri tak sabar mengungkapkan segala masalah yang kuhadapi.


"Permisi....."
Teriakku di depan pintu rumah Nuri, pintu tak kunjung terbuka, hingga kuteriakkan beberapakali, barulah suara kunci pintu terdengar.

'Ceklek.'

"Eh Asra masuk-masuk..."
Asra membuka pintu dengan menggendong anaknya yang masih berurum delapan bulan.

Akupun masuk bersama anakku.

'Astaga, bisa begini'
Gumamku dalam hati, melihat rumah Nuri yang berantakan.

Anak pertamanya yang berumur dua tahun setengah yang sedang aktif-aktifnya, rumah itu sudah seperti toko mainan yang berantakan.

"Maaf Sraa, berantakan maklum Kenzo lagi aktif-aktifnya, sedangkan yang ini masih digendongan jadi belum sempat rapihin"
Ungkap Nuri, sepertinya ia sudah menduga-duga pandanganku.

"Gakpapa kok, santai aja..."
Sahutku, Kududukkan di sofa depan tv sembari menyapa Kenzo yang sedang asik bermain.

"Ada perlu apanih pagi-pagi udah mampir, jadi penasaran."
Ketus Nuri, ia masih sibuk menyulangi anaknya.

"Udah selesain dulu deh kerjaanlu, gk enak cerita begini."
Aku memberi ruang pada Nuri agar menyelesaikan pekerjaannya, kutahu dia tak akan bisa fokus mendengar ceritaku dengan kondisi sekarang.

☆☆☆☆


Dengan penuh kesabaran aku menunggu Nuri mengerjakan tugasnya, kubiarkan Ega bermain dengan Kenzo.

Di saat aku memperhatikan Ega dan Kenzo yang asik bermain, tiba-tiba lamunanku berubah, aku kembali cemas dan ragu untuk menceritakan masalahku pada Nuri, aku berpikir bagaimana jika tak ada solusi itu samadengan aku mengumbar aib keluargaku.

Aku mencoba membantah pemikiran-pemikiran itu.

"Huhh maaf Sraa, jadi nunggu lama.!"
Nuri mengejutkanku yang tiba-tiba meloncat ke sofa tepat disampingku.

"Astaga Nur,... kaget gue"
Ungkapku

"Yee maaf lagi deh, jadi apa cerita ne, sehingga membawa tuan putri datang kerumah hamba yang hina ini.?"
Nuri mencoba menggodaku.

Aku bisa tersenyum sedikit dengan ulahnya, namun raut wajahku tak bisa membohongi.

"Lu kenapa?"
Tiba-tiba Nuri mendekat dan menggenggam tanganku ia mulai serius, sepertinya ia benar-benar membaca mimik mukaku yang sedang buram.

"Lu kok bisa gini sih Nuri."
Suasana terasa tegang

"Maksud lu?"
Tanya Nuri

"Iya lu kok bisa begini, pekerjaan lu begitu melelahkan, tapi kayaknya lu masih bisa ketawa-ketawa aja?"
Tanyaku pada Nuri, mataku mulai berkaca-kaca

"Lu ngomong apa sih? Lu kenapa?"
Nuri tak menanggapi pertanyaanku.

"Lu tinggal jawab aja Nur...."
Aku tak bisa membendung emosiku


Nuri sepertinya terlihat mulai khawatir dengan sikapku, mungkin ia merasa harus menjawab pertanyaanku.

"Gak ada yang perlu gue sedihkan, melihat anak-anakku sehat dan bermain seperti ini itu udah segala-galanya. Suamiku juga sudah sangat memberikan segala yang ku inginkan, apa yang membuatku sedih."
Ungkap Nuri dengan kejujuran dimatanya.

"Sekarang gue yang na..."
Belum sempat Nuri melanjutkan pertanyaannya.

"Suami mu telah memberikan semuanya? Apa itu termasuk kebutuhan sex mu?"
Tanyaku terang-terangan.

Jelas pertanyaan ku itu mengagetkan Nuri, pertanyaan yang sudahku tahu jawabannya, karena Nuri sering menceritakan hubungan intimnya kepada teman-temannya termasuk aku.

"Apa ini semua tentang hubungan diatas ranjangmu?"
Nuri akhirnya menangkap semua kegelisahanku.

Dan akhirnya air mataku tumpah seketika, kupeluk erat tubub Nuri, menangis sejadi-jadinya, aku tak peduli lagi apa pendapat Nuri setelah ini.

"Aku gak kuat Nur......"
Diubah oleh yunusritonga 07-11-2017 21:24
chisaa
a9r7a
zudinnn
zudinnn dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.