- Beranda
- Stories from the Heart
Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]
...
TS
ferdy988
Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]
![Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/09/30/8075495_201709300528270171.jpg)
Nice cover by Awayaye
Quote:
Spoiler for Q&A:
Salman namaKu, terlahir dari rahim seorang ibu yang entah bagaimana bentuk fisik dan wajahnya,karna saat usiaku genap 8 hari manusia yang di ciptakan untuk melindungiku telah pergi meninggalkanku menuju alam keabadian.
Sedangkan Ayah ku adalah seorang pengangguran yang hanya bisa makan dari jerih payah istrinya,males bekerja,bisanya hanya bermain judi dan menghabiskan uang istrinya,kerjaannya ketika pulang hanya bisa marah dan marah kepada Ibuku dan kakak kakak ku.
Ketika ku lahir pun Ayah enggak sedikit pun memperdulikan ku,tangisan ku hanya bisa mengganggunya,hingga sampai tega ingin membunuhku namun kasih sayang dari Kakak ku yang berjumlah 3 orang mereka rela menjadi bulan bulanan Ayah hanya untuk melindungiku.
Hingga ketika umurku menginjak 2 minggu,aku di bawa oleh Kakak ku yang tertua untuk di titipkan ke rumah orang yang mau merawat ku,namun enggak ada satu pun tetangga yang mau merawat anak bayi.
Hingga suatu hari datanglah sepasang suami istri kerumah ku lalu meminta izin kepada Ayah ku untuk merawat dan mengadopsi aku sebagai anak angkatnya,dengan santai Ayah kandungku berucap
Quote:
Akhirnya tanpa pikir panjang sepasang suami istri tersebut membayar beberapa rupiah untuk bisa membawa ku pulang,yah diriku hanya sebuah barang murahan bagi Ayah ku yang tega menukarkan ku dengan beberapa rupiah uang.
Akhirnya aku pun dibesarkan oleh kedua orang tua angkat yang sangat mencintai dan menyayangiku seperti anak mereka sendiri,kebetulan mereka sepasang suami istri yang belum di karuniai seorang anak karna salah satu dari mereka mandul.
Semenjak TK aku sudah terbiasa dengan kesendirian,entah kenapa anak anak sebaya dengan ku begitu menjauhiku bahkan anak tetangga pun enggan bermain dengan ku,di lingkungan kampung tempat ku tinggal pun aku selalu di anggap enggak ada,bahkan nenek dari orang tua Ayah angkat ku enggan memanggilku dengan sebutan Cucu.
Ketika ku SD diriku kenyang dengan bullyan teman teman seangkatan ku,kadang uang jajan ku dirampas begitu saja tanpa ada perlawanan sama sekali dariku,kadang aku di bilang anak pungut,lalu ada berkata aku adiknya Ujang.
Ketika ku pulang sekolah langsung ku peluk Ibu ku seraya berucap,"Bu tadi uang jajan ku di ambil oleh teman teman ku,aku juga di bilang anak pungut,apa bener Bu aku bukan anak Ibu?"tanya ku dengan polos
Quote:
Aku pun kembali tenang,yah setiap diriku ada masalah atau habis di bully dengan teman sebaya ku pasti larinya kepelukan Ibu ku.
Selama 6 tahun bersekolah enggak pernah sehari pun ku menyentuh jajanan,nasi bungkus atau mainan seperti kebanyakan teman teman ku,karna uang jajan ku selalu di rampas oleh teman yang disegani di sekolah ku,ku bertanya pada diriku sendiri
Quote:
Diantara sekian banyak teman teman ku di SD hanya ada satu yang perduli dengan ku,selalu menawarkan uang,atau jajanan untuk ku ketika aku merasa lapar,Wulan namanya wanita yang baik dan selalu melindungi ku ketika ku di hina teman teman ku,selalu membela ku ketika aku dicaci,kami akrab hanya di sekolah karna ibu Wulan sama seperti warga lainnya yang menganggap ku sebagai anak aneh.
Kata kata cacian seperti bodoh,tolol,anak buangan dan lain sebagainya selalu menjadi langganan masuk ketelinga ku saat di sekolah maupun di lingkungan kampung tempat ku tinggal,dan lagi lagi hanya ibu lah yang aku punya sebagai tempat ku bersandar dari lelahnya mendengar cacian dan cibiran dari mereka yang menghina ku.
Ayah angkat ku selalu mengajarkan kepada ku
Quote:
itu lah kata Ayah yang Ku pegang hingga ku menginjak kan kaki ke bangku sekolah lanjutan tingkat pertama.
Disini lah awal cerita ku...
Spoiler for pdf Episode 1:
Spoiler for Index:
Spoiler for episode II (kehidupan setelah pernikahan):
Polling
0 suara
Siapakah Wanita Yang Akan Menjadi Istri Salman
Diubah oleh ferdy988 11-04-2020 17:45
sargopip dan 8 lainnya memberi reputasi
9
165.5K
718
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ferdy988
#685
Part63
Malam harinya pada bulan april ketika diriku sedang santai di tempat kerja tiba tiba hp ku berbunyi tanda panggilan masuk,lalu ku ambil hp tersebut dan melihat siapa yang menelpon namun di layar hp enggak tertera nama penelpon alias belum aku save,karna penasaran siapa yang menelpon akhirnya aku angkat.
"Halo Assalamu'alaikum"sapa ku
"wa'alaikumsalam"terdengar suara tangis perempuan dari telpon tersebut
"halo ini siapa?"
"Man Lu dimana?"tanya suara cewek tersebut
"ini siapa yah?kok tau no ku dan namaku?"
"Gua Wulan Man,Lu dimana?Gua mau ketemu"pintanya
"Lu kenapa?Kiwil mana?kok Lu nangis?"
"cerita nya panjang,Gua pengen ketemu elu Man"
Aku bingung mesti gimana,namun ketika mendengar suara Wulan sepertinya doi lagi ada masalah dengan Kiwil.
"Man Lu denger Gua kan,Gua pengen ketemu Elu malam ini juga"
"oke oke datang aja ke alamat *sensor*"
"oke Gua kesana"ujar doi
Telpon pun dimatikan,aku berpikir sejenak kenapa Wulan bisa nangis terisak gitu?bukannya doi dan Kiwil itu bak pasangan serasi kenapa bisa jadi Wulan menangis?,"ah aku enggak boleh berprasangka yang enggak enggak enggak baik"bathin ku
"TIT..TIIITT..."bunyi klakson motor tiba tiba terdengar dari muka kantor ku.
Lalu aku pun keluar untuk mengecek siapa yang ada didepan kantor,ternyata si Wulan sudah ada di muka kantor dengan wajah yang setengah tertutup helm.
"Lan,Lu kenapa?"tanya ku
"panjang ceritanya Man,boleh Gua duduk"
"iyah silahkan"ujar ku menyuruhnya duduk di bangku muka kantor
Lalu Wulan duduk sembari menyapu airmatanya dengan tisu doi masih sesegukan menangis,ingin rasanya aku bertanya masalah apa yang menimpanya hingga menagis begini,tapi aku biarkan doi menyelesaikan tangisannya dulu.
"Gua kira Kiwil suami yang bisa memperlakukan istri layaknya seperti lelaki pada umumnya memperlakukan istrinya"
"maksud Lu apaan Lan?emang Kiwil kenapa?"tanya ku
"semenjak pertama menikah dengannya dirinya begitu romantis namun semenjak 3 bulan setelahnya dirinya begitu dingin bahkan lebih mentingin teman temannya,kadang pulang tengah malam dan mabok bersama teman temannya uang untuk belanja kebutuhan sehari hari pun aku kadang meminta uang kepada orang tua ku karna Kiwil sama sekali enggak memberikan uang buat ku,uang gajihnya selalu habis untuk poya poya bersama temannya"
Aku benar benar terkejut dengan pernyataan yang terlontar dari mulut Wulan,aku juga enggak menyangka sebegitu parahnya kah keadaan kiwil sekarang?
"Man Gua minta tolong ama Lu,kan Lu temannya sapa tau dia mau dengerin omongan Lu"
"iyah Lan entar deh Gua coba,Lu yang sabar yah sambil berdoa untuk suami Lu biar cepat sadar"ujar ku menenangkannya
"Gua kalau kaga inget ini anak pasti udah dari dulu pulang ke ortu Gua Man"sembari mengelus perutnya
"Lu hamil Lan?"ujar ku
"iyah Man udah 2 bulan anak ke dua Gua"ujarnya
"Masya Allah Alhamdulillah,moga diberikan kesehatan untuk dedenya yah"
"aamiin,thanks Man"
"oia kalau boleh tau tempat tongkrongan Kiwil dimana"tanya ku
"di daerah cempaka Man,Lu serius mau ngomong dengan Kiwil,please bantu Gua yah Man"pintanya dengan memohon
"oke besok Gua kesana Lan,Lu sambil berdoa yah"
"thanks Man,Lu emang temen Gua paling baik deh"
Setelah dirasa keadaan Wulan tenang akhirnya dirinya pamit,sedangkan Aku sendiri bingung harus berkata apa entar ke Kiwil yang pasti bakal terjadi perdebatan yang alot antara aku dengannya,ingin mundur Aku sendiri sudah berjanji dengan Wulan terpaksa deh mau enggak mau Aku harus temuin Kiwil besok apapun resikonya pokoknya tawakal.
Keesokan harinya dijam 2 siang hari aku bersiap siap ingin berangkat menuju ketempat tongkrongan kiwil,namun dicegah oleh Arsanti.
"Yank kamu mau kemana?"
"mau ketempat teman sebentar"ujar ku
"ikut"
"jangan kamu dirumah aja,ini urusan cowok"ujar ku
"emang ada masalah apa sih?pokoknya enggak boleh pergi sebelum kamu jelasin masalah apa yang terjadi antara kamu dan Kiwil"
Mendengar Arsanti berkata demikian akhirnya aku jujur ngomong ke dirinya tentang apa yang terjadi pada keluarga kecil Kiwil.
"kamu ngapain sih mau ngurusin keluarga orang,lagian Kiwil pergaulannya begitu aku takut kamu kenapa kenapa 😢"
Aku lalu mendekat dan membelai pipinya seraya menenagkannya,tersirat perasaan khawatir diwajahnya saat melihat aku ingin pergi namun diriku tetap pada tujuan ku yaitu menyadarkan Kiwil dari apa yang dirinya lakukan.
Akhirnya Arsanti mau mengerti dan mengizinkan aku pergi,karna biasanya kalau aku pergi dirinya pasti bertanya bahkan ingin ikut dengan ku,maklum kami enggak pernah jalan berdua layaknya orang pacaran karna kerjaan ku yang malam hari sehingga waktu untuk pacaran jadi tersita.
Aku lalu berkendara kearah dimana Kiwil berada,ada sedikit rasa takut namun aku mencoba menghilangkannya,20 menit aku berkendara akhirnya sampai di tempat tongkrongan Kiwil saat itu terdapat 5 orang berkumpul sambil meminum minuman keras salah satunya adalah kiwil yang tertawa bersama teman temannya sambil memainkan kartu domino.
Motor lalu aku parkir didepan rumah yang dijadikan tempat nongkrong kiwil lalu diriku mendekat kearah nya.kiwil terkejut setelah melihat aku berjalan mendekat kearahnya.
"widih my broh apa kabar Lu,sini sini ikut pesta"pintanya
"sorry Wil Gua enggak minum"
"hormati teman Lu lah,enggak etis kalau Lu datang kesini kaga ikut minum bersama kita kita iyah gak brow"ujar kiwil kepada kawan kawan nya
Lalu menarik tangannya seraya berucap"Gua mau ngomong ama Lu 4 mata"pinta ku
"ngomong apa sih,disini aja lah"
"udah Lu ikut Gua sebentar"ujar ku memaksa
Akhirnya Kiwil mau menuruti ku dan berjalan seperti orang mabuk mengikuti ku dari belakang,setelah jauh dari teman temannya akhirnya aku berhentikan doi.
"sejak kapan Lu jadi kaya gini Wil?"tanya ku
"emang kenapa?kok Lu nanyanya enggak enak gitu?"
"Lu mikir enggak bini Lu dirumah gimana perasaannya ketika tau suaminya peminum gini?"
"Lu ngapain ngurusin rumah tangga Gua,Bapak Gua bukan"
"Gua temen Lu Wil dan Wulan juga temen Gua,udah kewajiban Gua buat nyadarin temen Gua ketika salah jalan"
"ah belagu Lu kek ustadz hahaha"
Aku lalu menarik bajunya lalu berkata "inget Lu punya anak,jaga lah kelakuan Lu,Lu mau anak Lu nurun sifatnya kaya Lu hah!"
"apa apaan nih Lu mau ngajak ribut?"
"WOY LU APAIN TEMEN GUA?"Ujar teman kiwil yang menarik baju ku
"eh Gua enggak ada urusan ama Lu pada yah"ujar ku sembari menunjuk mereka
"oh berani Lu ama Gua hah?"sembari mencabut pisau lipat dari kantong celananya
Karna situasi enggak kondusif aku mulai mundur sedangkan kiwil menenangkan temannya untuk enggak menyerang Ku,namun tiba tiba dari belakang ku" BUUUGGHH...!!!" seseorang memukulku dengan sebatang kayu hingga diriku terjatuh,tanpa ampun aku di pukul kearah muka dan perut hingga sampai Kiwil mendorong temannya yang memukul ku.
"udah Lu baiknya pulang deh,Gua enggak bisa menahan temen temen Gua terus,dari pada Lu kenapa kenapa"pinta kiwil
Dengan langkah tertatih akhirnya aku menjauhi mereka yah walaupun aku gagal namun aku belum menyerah sampai kiwil mau sadar atas perbuatannya,mungkin dilain waktu ketika kiwil dirumah karna kalau disini nyawa Ku bisa terancam melihat teman temannya seperti tampang preman semua.
Sesampainya dirumah aku berjalan tertatih lalu masuk kedalam sembari duduk disofa ruang tamu,saat Arsanti melihat ku yang mukanya bonyok langsung berlari mendekatiku.
"Ya Allah Mas muka mu kenapa bonyok gini?pasti gara gara Kiwil kan?tuh kan udah aku bilang jangan kesana kamu ngeyel terus"
"yah namanya juga perjuangan San,ambilin betadin dong"
"iyah Mas sebentar"ujarnya lalu berlari mengambilkan obat
"Yank Please jangan lagi kesana aku enggak mau kamu terjadi apa apa"
"tapi aku udah janji sama Wulan istri si Kiwil,coba deh kamu mikir sebagai cewek gimana perasaan nya ketika suaminya jarang pulang?pas pulang dalam keadaan mabok gitu?"
"iya juga sih tapi...?"
"aku harus selesaikan urusan ku secepatnya Yank supaya Kiwil balik lagi ke istrinya"
"kamu milih dedek bayi ini apa Kiwil?"ujarnya
"dedek bayi siapa?"tanya ku yang masih belum nangep
"iiihhhhh... Dasar lola yah dedek bayi ini dalam perut"ujarnya sembri mengelus perutnya
Aku begitu speechless ketika doi memberitahu kabar gembira kalau dirinya ternyata tengah hamil,entah perasaan ku saat itu begitu bahagia tak terkira karna akhirnya kelak diriku akan menjadi seorang ayah
"Halo Assalamu'alaikum"sapa ku
"wa'alaikumsalam"terdengar suara tangis perempuan dari telpon tersebut
"halo ini siapa?"
"Man Lu dimana?"tanya suara cewek tersebut
"ini siapa yah?kok tau no ku dan namaku?"
"Gua Wulan Man,Lu dimana?Gua mau ketemu"pintanya
"Lu kenapa?Kiwil mana?kok Lu nangis?"
"cerita nya panjang,Gua pengen ketemu elu Man"
Aku bingung mesti gimana,namun ketika mendengar suara Wulan sepertinya doi lagi ada masalah dengan Kiwil.
"Man Lu denger Gua kan,Gua pengen ketemu Elu malam ini juga"
"oke oke datang aja ke alamat *sensor*"
"oke Gua kesana"ujar doi
Telpon pun dimatikan,aku berpikir sejenak kenapa Wulan bisa nangis terisak gitu?bukannya doi dan Kiwil itu bak pasangan serasi kenapa bisa jadi Wulan menangis?,"ah aku enggak boleh berprasangka yang enggak enggak enggak baik"bathin ku
"TIT..TIIITT..."bunyi klakson motor tiba tiba terdengar dari muka kantor ku.
Lalu aku pun keluar untuk mengecek siapa yang ada didepan kantor,ternyata si Wulan sudah ada di muka kantor dengan wajah yang setengah tertutup helm.
"Lan,Lu kenapa?"tanya ku
"panjang ceritanya Man,boleh Gua duduk"
"iyah silahkan"ujar ku menyuruhnya duduk di bangku muka kantor
Lalu Wulan duduk sembari menyapu airmatanya dengan tisu doi masih sesegukan menangis,ingin rasanya aku bertanya masalah apa yang menimpanya hingga menagis begini,tapi aku biarkan doi menyelesaikan tangisannya dulu.
"Gua kira Kiwil suami yang bisa memperlakukan istri layaknya seperti lelaki pada umumnya memperlakukan istrinya"
"maksud Lu apaan Lan?emang Kiwil kenapa?"tanya ku
"semenjak pertama menikah dengannya dirinya begitu romantis namun semenjak 3 bulan setelahnya dirinya begitu dingin bahkan lebih mentingin teman temannya,kadang pulang tengah malam dan mabok bersama teman temannya uang untuk belanja kebutuhan sehari hari pun aku kadang meminta uang kepada orang tua ku karna Kiwil sama sekali enggak memberikan uang buat ku,uang gajihnya selalu habis untuk poya poya bersama temannya"
Aku benar benar terkejut dengan pernyataan yang terlontar dari mulut Wulan,aku juga enggak menyangka sebegitu parahnya kah keadaan kiwil sekarang?
"Man Gua minta tolong ama Lu,kan Lu temannya sapa tau dia mau dengerin omongan Lu"
"iyah Lan entar deh Gua coba,Lu yang sabar yah sambil berdoa untuk suami Lu biar cepat sadar"ujar ku menenangkannya
"Gua kalau kaga inget ini anak pasti udah dari dulu pulang ke ortu Gua Man"sembari mengelus perutnya
"Lu hamil Lan?"ujar ku
"iyah Man udah 2 bulan anak ke dua Gua"ujarnya
"Masya Allah Alhamdulillah,moga diberikan kesehatan untuk dedenya yah"
"aamiin,thanks Man"
"oia kalau boleh tau tempat tongkrongan Kiwil dimana"tanya ku
"di daerah cempaka Man,Lu serius mau ngomong dengan Kiwil,please bantu Gua yah Man"pintanya dengan memohon
"oke besok Gua kesana Lan,Lu sambil berdoa yah"
"thanks Man,Lu emang temen Gua paling baik deh"
Setelah dirasa keadaan Wulan tenang akhirnya dirinya pamit,sedangkan Aku sendiri bingung harus berkata apa entar ke Kiwil yang pasti bakal terjadi perdebatan yang alot antara aku dengannya,ingin mundur Aku sendiri sudah berjanji dengan Wulan terpaksa deh mau enggak mau Aku harus temuin Kiwil besok apapun resikonya pokoknya tawakal.
Keesokan harinya dijam 2 siang hari aku bersiap siap ingin berangkat menuju ketempat tongkrongan kiwil,namun dicegah oleh Arsanti.
"Yank kamu mau kemana?"
"mau ketempat teman sebentar"ujar ku
"ikut"
"jangan kamu dirumah aja,ini urusan cowok"ujar ku
"emang ada masalah apa sih?pokoknya enggak boleh pergi sebelum kamu jelasin masalah apa yang terjadi antara kamu dan Kiwil"
Mendengar Arsanti berkata demikian akhirnya aku jujur ngomong ke dirinya tentang apa yang terjadi pada keluarga kecil Kiwil.
"kamu ngapain sih mau ngurusin keluarga orang,lagian Kiwil pergaulannya begitu aku takut kamu kenapa kenapa 😢"
Aku lalu mendekat dan membelai pipinya seraya menenagkannya,tersirat perasaan khawatir diwajahnya saat melihat aku ingin pergi namun diriku tetap pada tujuan ku yaitu menyadarkan Kiwil dari apa yang dirinya lakukan.
Akhirnya Arsanti mau mengerti dan mengizinkan aku pergi,karna biasanya kalau aku pergi dirinya pasti bertanya bahkan ingin ikut dengan ku,maklum kami enggak pernah jalan berdua layaknya orang pacaran karna kerjaan ku yang malam hari sehingga waktu untuk pacaran jadi tersita.
Aku lalu berkendara kearah dimana Kiwil berada,ada sedikit rasa takut namun aku mencoba menghilangkannya,20 menit aku berkendara akhirnya sampai di tempat tongkrongan Kiwil saat itu terdapat 5 orang berkumpul sambil meminum minuman keras salah satunya adalah kiwil yang tertawa bersama teman temannya sambil memainkan kartu domino.
Motor lalu aku parkir didepan rumah yang dijadikan tempat nongkrong kiwil lalu diriku mendekat kearah nya.kiwil terkejut setelah melihat aku berjalan mendekat kearahnya.
"widih my broh apa kabar Lu,sini sini ikut pesta"pintanya
"sorry Wil Gua enggak minum"
"hormati teman Lu lah,enggak etis kalau Lu datang kesini kaga ikut minum bersama kita kita iyah gak brow"ujar kiwil kepada kawan kawan nya
Lalu menarik tangannya seraya berucap"Gua mau ngomong ama Lu 4 mata"pinta ku
"ngomong apa sih,disini aja lah"
"udah Lu ikut Gua sebentar"ujar ku memaksa
Akhirnya Kiwil mau menuruti ku dan berjalan seperti orang mabuk mengikuti ku dari belakang,setelah jauh dari teman temannya akhirnya aku berhentikan doi.
"sejak kapan Lu jadi kaya gini Wil?"tanya ku
"emang kenapa?kok Lu nanyanya enggak enak gitu?"
"Lu mikir enggak bini Lu dirumah gimana perasaannya ketika tau suaminya peminum gini?"
"Lu ngapain ngurusin rumah tangga Gua,Bapak Gua bukan"
"Gua temen Lu Wil dan Wulan juga temen Gua,udah kewajiban Gua buat nyadarin temen Gua ketika salah jalan"
"ah belagu Lu kek ustadz hahaha"
Aku lalu menarik bajunya lalu berkata "inget Lu punya anak,jaga lah kelakuan Lu,Lu mau anak Lu nurun sifatnya kaya Lu hah!"
"apa apaan nih Lu mau ngajak ribut?"
"WOY LU APAIN TEMEN GUA?"Ujar teman kiwil yang menarik baju ku
"eh Gua enggak ada urusan ama Lu pada yah"ujar ku sembari menunjuk mereka
"oh berani Lu ama Gua hah?"sembari mencabut pisau lipat dari kantong celananya
Karna situasi enggak kondusif aku mulai mundur sedangkan kiwil menenangkan temannya untuk enggak menyerang Ku,namun tiba tiba dari belakang ku" BUUUGGHH...!!!" seseorang memukulku dengan sebatang kayu hingga diriku terjatuh,tanpa ampun aku di pukul kearah muka dan perut hingga sampai Kiwil mendorong temannya yang memukul ku.
"udah Lu baiknya pulang deh,Gua enggak bisa menahan temen temen Gua terus,dari pada Lu kenapa kenapa"pinta kiwil
Dengan langkah tertatih akhirnya aku menjauhi mereka yah walaupun aku gagal namun aku belum menyerah sampai kiwil mau sadar atas perbuatannya,mungkin dilain waktu ketika kiwil dirumah karna kalau disini nyawa Ku bisa terancam melihat teman temannya seperti tampang preman semua.
Sesampainya dirumah aku berjalan tertatih lalu masuk kedalam sembari duduk disofa ruang tamu,saat Arsanti melihat ku yang mukanya bonyok langsung berlari mendekatiku.
"Ya Allah Mas muka mu kenapa bonyok gini?pasti gara gara Kiwil kan?tuh kan udah aku bilang jangan kesana kamu ngeyel terus"
"yah namanya juga perjuangan San,ambilin betadin dong"
"iyah Mas sebentar"ujarnya lalu berlari mengambilkan obat
"Yank Please jangan lagi kesana aku enggak mau kamu terjadi apa apa"
"tapi aku udah janji sama Wulan istri si Kiwil,coba deh kamu mikir sebagai cewek gimana perasaan nya ketika suaminya jarang pulang?pas pulang dalam keadaan mabok gitu?"
"iya juga sih tapi...?"
"aku harus selesaikan urusan ku secepatnya Yank supaya Kiwil balik lagi ke istrinya"
"kamu milih dedek bayi ini apa Kiwil?"ujarnya
"dedek bayi siapa?"tanya ku yang masih belum nangep
"iiihhhhh... Dasar lola yah dedek bayi ini dalam perut"ujarnya sembri mengelus perutnya
Aku begitu speechless ketika doi memberitahu kabar gembira kalau dirinya ternyata tengah hamil,entah perasaan ku saat itu begitu bahagia tak terkira karna akhirnya kelak diriku akan menjadi seorang ayah
jenggalasunyi dan kadalbuntingzzz memberi reputasi
2
![Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/29/8075495_201710290532550523.jpg)