- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#637
PART 37
" orang yang tadi mbak tabrak kemana dek " tanya mbak Novita gemeteran memegang i lengan ku.
Aku pun hanya terdiam karena tak tahu mesti menjawab apa pertanyaan mbak Novita tadi. Yang jelas apa yang mbak Novita tadi tabrak bukan lah manusia. Karena bila manusia yang tertabrak, paling tidak akan ada sesosok tubuh yang tergeletak di tengah jalan . Namun kini yang ada di hadapan ku hanyalah jalan kosong yang terbuat dari aspal yang mulai retak sisi kanan kiri nya..
"aku nggak tahu mbak. Mungkin hewan yang kebetulan menyeberang. Terus hewan tersebut langsung lari kabur karena tak sengaja tertabrak oleh mobil mbak Novita " ucap ku mencoba berfikir positif.
" dek.. Dek.. itu apa yang berdiri di dekat pohon " pekik mbak Novita sembari ujung jari nya menunjuk sebuah pohon Kamboja yang ada di tengah tengah makam.
Mbak Novita pun lantas memejamkan matanya dan bersembunyi di belakang tubuh ku..
" allahu akbar " ucap ku pelan saat melihat ke arah pohon yang di tunjuk oleh ujung jari mbak Novita tadi.
Seorang kakek tua sedang berdiri di samping pohon Kamboja dan menatap dingin ke arah kami. Tak tampak ekspresi sama sekali dari balik wajah nya. Baju nya yang lusuh dan awut awutan serta tubuh yang penuh luka seperti bekas terhantam sesuatu, semakin menguatkan keyakinan ku bahwa kakek itulah yang tadi tak sengaja tertabrak oleh mbak Novita.
" maaf kan teman saya mbah. Dia tak sengaja tadi menubruk tubuh mbah yang tiba-tiba saja menyeberang jalan " ucap ku dalam hati mencoba berkomunikasi dengan kakek tadi.
" tidak apa-apa cu, mbah juga nggak melihat kalau tadi ada mobil yang lewat. Biasa nya jalan ini sepi saat saat mendekati waktu tengah malam. Mbah biasa mondar mandir dari pohon kamboja sini, ke pohon Kamboja di makam seberang " jawab kakek tadi sambil menunjuk sebuah pohon Kamboja yang berada di tengah makam di belakang ku.
Aku lupa buat memberitahu mbak Novita kalau kita melewati makam, harus mengucapkan salam. Minimal memencet klakson lah sebagai tanda permisi bahwa kita ingin lewat..
"terima kasih kek atas pengertian nya. Boleh kah kami pergi sekarang " tanya ku kepada kakek tadi.
Kakek tadi pun hanya mengganguk dan lantas tak terlihat lagi wujud nya. Setelah meminta maaf dan mendapatkan ijin untuk lewat, aku pun meminta mbak Novita untuk melanjutkan perjalanan ke rumahnya bang David..
" ayo mbak Novita di lanjut lagi perjalanannya. Sudah tidak ada apa-apa koq " ajak ku menarik tangan mbak Novita agar lekas masuk ke dalam mobil.
Aku semakin merasakan tatapan tatapan tak senang dari makhluk tak kasat mata yang tadi memperhatikan percakapan ku dengan kakek tua tadi. Sebelum kakek tua tadi berubah pikiran, aku pun meminta mbak Novita agar lekas menyalakan mesin mobil nya dan bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Mbak Novita pun menuruti permintaan ku dan kini kembali memacu mobil nya untuk menapaki malam yang semakin larut. Setelah beberapa menit menyurusi jalan yang penuh kelap kelip lampu malam , pagar rumah bang David pun kini telah tampak terlihat di depan mata ku. Mbak Novita pun menghentikan laju mobil nya..
" makasih mbak dah repot repot mau nganterin " ucap ku ke mbak Novita.
" sama-sama dek, itung itung sebagai permintaan maaf atas sikap mbak tadi " jawab mbak Novita tersenyum.
" hey mbak Nov. Bukan kah sudah aku bilang kalau hal tersebut tak perlu di bahas lagi. "
" kalo orang baru pertama kali melihat ku, wajar kok mereka menatap ku seperti itu " ucap ku lagi.
" ya udah dek. Mbak pulang dulu ya " pamit mbak Novita lalu masuk kembali ke dalam mobil nya yang sedari tadi tidak dimatikan mesin nya.
" mbak kalo pulang jangan lewat jalan tadi ya. Terus kalo nanti sepanjang perjalanan ada makam, mbak Novita jangan lupa ucapkan salam atau pencet klakson mobil nya 3x. "saran ku ke mbak Novita. .
"iya dek. Makasih ya saran ny. Oia, kamu catat ya nomor mbak" ujar mbak Novita seraya mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya.
" buat apa mbak " tolak ku pura-pura.
" yah. Katanya kamu mau kasih hadiah yang spesial dek untuk ulang tahun mbak nanti " jawab mbak Novita manja dan mengedipkan sebelah matanya kepada ku.
Njir, yang namanya cewek ingat aja yang namanya nya hadiah..
" iya mbak aku bercanda koq " jawab ku kini sembari kembali merogoh saku celana untuk mengambil hp ku.
Mbak Novita pun kemudian mengetik kan nomor nya di hape ku, dan aku pun mengetik kan nomor ku di hp nya. Setelah selesai, hp pun kami serahkan kembali ke pemilik masing-masing.
" mbak pulang dulu dek. Assalamualaikum " ucap mbak Novita menutup kaca mobil nya sebelah kiri dan lantas menginjak pedal gas mobil yang di kendarainy dan memacu nya untuk segera pulang ke rumah nya sendiri.
Setelah berpikir mbak Novita tak mungkin untuk mendengar ucapan ku karena ku lihat mobil nya kini semakin terlihat menjauh dari ku, aku pun membalas salam nya lewat sms.
Karena tak ada balasan dari mbak Novita, aku pun langsung menekan bel rumah bang David agar security membuka kan pintu pagar untuk ku.
" lho mas David sama Stella kemana mas. Koq mas agus pulang sendirian " tanya Pak Agham security rumah bang David.
" oh mereka masih ada urusan pak katanya. Jadi tadi saya pulang di antar temennya nya mbak silvi " jawab ku bohong tapi jujur.
Pak Agham pun hanya manggut manggut tanpa bertanya lebih jauh lagi. Setelah selesai mengeluarkan motor ku dari garasi rumah bang David, aku pun pamitan ke pak Agham buat segera pulang ke rumah.. Pak Agham pun hanya mengangguk dan berpesan agar aku hati hati di jalan.
Jam 23.30 aku sampai di rumah dan langsung merebahkan tubuh ku di atas tikar yang tergelar di atas lantai kamar ku. Saat ingin memejamkan mata, sebuah sms masuk ke hp ku dan aku pun langsung membuka nya, karena penasaran siapa yang sms malam malam begini.. Setelah aku buka, ternyata ada beberapa sms yang masuk ke dalam hp nok*a 7610
Dan sebuah sms dari nomor asing yang aku gak kenal siapa pemilik nya..
Dari isi nya, aku bisa menebak siapa pemilik nomor terakhir yang sms tadi. Pasti Stella memberikan nomor ku kepada mbak silvi. Karena udah ogah ogahan, aku pun hanya membalas sms dari mbak Novita dan mengabaikan sms lainnya.
Setelah membalas sms mbak Novita, aku pun menekan tombol power di hp ku dan lantas melemparkan nya ke atas kasur. Pikiran dan tubuh ku sudah lelah karena menjalani segala macam peristiwa yang menguras tenaga ku malam ini.. Tanpa terasa, aku pun kini telah hanyut dalam luas nya mimpi.
Aku terbangun keesokan harinya ketika pintu kamar ku di gedor gedor oleh ibu..
"dok... Dok.... Dok... le tangi. Waktu shubuh dah mau habis " teriak ibu ku dari luar pintu.
" nggeh bu, Agus tangi " balas ku dari dalam kamar dan lantas membuka pintu.
" bu nanti tolong sembelih ayam satu terus di masak bumbu kare ya " pinta ku pada ibu sembari bersandar pada sebuah daun pintu.
" ono opo to le " tanya ibu ku.
" nanti siang banyak temen agus yang akan mampir ke rumah. Jadi sebaik mungkin kita sebagai tuan rumah harus menyambut kedatangan mereka " jawab ku sambil berlalu meninggalkan ibu dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
" gampang le. Ayam kita kan banyak " balas ibuku tersenyum dan kembali melanjutkan aktifitas nya.
Setelah selesai solat subuh, aku pun membantu ibu ku sebentar untuk memasak sarapan di dapur. Sejak kecil aku sering nggundhel ikut ibu di dapur ketika masak. Jadi sekarang memasak adalah salah satu keahlian ku meski aku seorang cowok..
Saat selesai membantu ibu memasak dan kelar sarapan pagi, aku pun pergi ke pos ronda yang tak jauh dari rumah ku untuk nongkrong bareng teman teman sekampung ku..
" woy kang " teriak ku dari kejauhan karena sudah banyak anak anak yang kumpul..
" eh kamu gus. Sini gabung " balas kang paijo melambaikan tangan ke arah ku.
" jancuk, tuh muka kang tikno kenapa " tanya ku karena kaget melihat muka kang tikno cemong penuh dengan bedak bayi.
" dia dari tadi kalah maen karambol, makanya tuh muka udah kayak emak emak tetangga ku " sahut kang japrik sambil membidik mata karambol untuk dimasukkan ke dalam lubang.
BWAHAHAHAHAHAH....
Aku pun tertawa terbahak bahak mendengar penjelasan dari kang japrik..
" itu mah lu cuk yang kebanyakan naburin bedak nya ke muka ku " sungut kang tikno kesal sembari melempar wadah bedah ke arah kang japrik..
Wajah bang japrik pun lantas ikut cemong karena wadah yang di lempar kang tikno tadi ternyata tumpah hingga membuat isi nya menyebar kemana-mana..
" sudah sudah. Jadi lanjut kagak ni maen karambol nya " gerutu kang blanggur kesal karena meja karambol nya penuh dengan bedak yang berceceran..
" lanjut lah. Gak trimo aku dari tadi kalah terus "sahut kang tikno sembari memasukkan kembali bedak bayi yang tadi tumpah ke dalam wadah ..
" kowe semalem nak ndi gus. Koq gak ikut ngronda sama pak dhe(bapak ku) " tanya kang tikno sembari membidik mata karambol yang nomor nya sesuai dengan kartu remi yang di pegang nya..
" di undang ke acara pesta ulang tahun temen bang di kota " jawab ku singkat..
" terus pesta nya gimana ".? Sahut kang paijo yang kini tiba giliran nya untuk bermain.
" hpmhphhh... Ya gitu bang. Tau sendiri kan kalo orang orang kayak kita hadir di acara orang kaya jadi nya sperti apa.? "
" cuma jadi bahan ledekan " ucap ku seraya mengingat mengingat kembali kejadian yang tadi malam aku alami .
" sabar gus. Orang orang kayak kita ini memang gak pantas berkumpul dengan mereka "hibur kang japrik kepada ku.
" wes biasa kang, jadi aku ora kaget " celetuk ku pelan.
Saat temen sebayaku melanjutkan permainan karambol nya, aku pun mengambil gitar yang ada di loteng pos dan memainkan beberapa buah lagu.. Segerombolan anak muda dengan pakaian yang bagus, tiba-tiba saja datang menghampiri kami.. Kami pun menghentikan aktivitas kami dan mengalihkan pandangan ke arah mereka..
" ngapain kalian kesini " tnya ku ketus saat segerombol anak muda tadi sudah berada di depan pos ronda tempat kami nongkrong..
" lu masih marah gus soal kejadian semalam " balas bang David tertunduk..
" oh jadi ni anak yang tadi malam dah bikin gara gara sama kamu gus " sahut kang tikno tiba-tiba sembari turun dari pos ronda dan mencengekeram kerah baju yang di pakai bang David.
Melihat bang David di cengekeram kang tikno, Bang Riko pun langsung mengepalkan tangan nya dan di arah kan ke pelipis sebelah kanan muka kang tikno..
" kamu mau mati konyol di sini bang " ucap ku sembari melompat turun dan menahan kepalan tangan bang riko yang beberapa centi lagi pasti mengenai pelipis kanan kang tikno secara telak.
Bang Riko pun langsung mengendurkan dan menurunkan kepalan tangannya setelah mendengar peringatan dari ku..
" semua pemuda disini punya ilmu tenaga dalam bang. Jadi bang riko jangan asal maen pukul "
" kalo mereka mau, dengan mudah mereka bisa membuat tubuh bang riko terhempas beberapa meter ke belakang tepat sebelum pukulan bang riko mengenai pelipis kang tikno " ucap ku sembari menunjuk temen temen ku yang terkekeh..
" inget bang, dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung. Kalo bang riko gak mau mati percuma, tahan emosi nya " kata ku lagi agar bang riko sopan di tempat orang..
Bang riko pun hanya menunduk dan mundur beberapa langkah. Di lain pihak aku membujuk kang tikno agar melepaskan cengkraman nya dari kerah baju bang David. Kang tikno pun melepaskan cengkraman nya dan kembali duduk di pos ronda..
" kalian belum jawab pertanyaan ku tadi. Apa tujuan kalian kesini pagi pagi " tegas ku sembari memandang i mereka satu persatu..
Pagi itu bang David, bang riko, bang aan, Stella, Mbak silvi, mbak nadia dan mbak Novita datang secara bersamaan ke rumah ku. Ntah apa tujuan mereka.
" kita mau balikin baju dan jaket kakak yang semalem tertinggal " ucap Stella tertunduk sembari menyerahkan sebuah kantong yang terbuat. dari kertas karton..
" makasih banyak dek " balas ku tersenyum dan menerima kantong yang tadi di serah kan Stella..
" mbak juga mau mengembalikan jas yang semalem gus " sahut mbak Novita dari belakang dan kini berjalan ke arah ku..
" hahahaha.. Sampean salah orang mbak. Jas itu punya bang David " ucap ku diiringi tawa terbahak bahak..
" jas itu buat lu gus " sahut bang David sembari membetulkan kerah baju nya yang lungset karena bekas di cengekeram kang tikno.
" waduh makasih bang. Tapi dengan sangat terpaksa aku tolak. Jujur aku gak nyaman dengan berpakaian seperti itu "
" toh kalo kita pergi meninggalkan dunia ini nanti , hanya dua buah kain kafan yang akan membungkus tubuh kita. " ( buat yang non muslim maaf. Bukan bermaksud sara).. ucapku santai..
" ayo kak di terima. Jas itu hadiah dari bunda buat kak agus. Dan ntah kenapa pilihan bunda sangat pas dengan ukuran tubuh kak agus "
" heh,,, yang bener dek. Aku pikir jas itu kepunyaan bang David " ucap ku kaget mendengar perkataan Stella..
Bang David menggeleng saat aku melihat ke arah nya.. Berarti apa yang di katakan Stella tidak bohong...
" ya udah dek. Aku terima kalo memang ini hadiah dari bunda. " balas ku sembari menyambut jas yang tadi di serahkan mbak Novita..
" eh gus, temen lu bening bening amat. Kenalin ke kita kita lah " bisik kang paijo sembari menyikut lengan ku..
" beh,, lha arek wedok ae sampean semangat kang kang " ucap ku lirih.
" dek, bang, mbak, nih kenalin temen temen ku kalo di rumah. "
" kalian gak perlu takut.. jangan lihat buku dari sampul nya. Meski tampang mereka sangar, jauh di dalam lubuk hati nya mereka baik koq "
" kalian sudah lihat kan tadi solidaritas yang mereka tunjukkan saat tau kalian menjadi kan ku bahan tertawa an semalem " ujar ku mempromosikan temen teman ku.
Tapi aku yakin mbak Novita, mbak Nadia sama Mbak silvi gak mungkin tertarik sama keempat temen ku ini . Lha wong mukanya aja penuh bekas luka karena sering berantem. Kalo Stella, tak akan ku biarkan adek cewek ketemu gdhe ku ini jatuh ke dalam pelukan mereka..
Temen temen ku pun saling bersalaman dan memperkenalkan diri satu sama lain dengan temen temen bang David serta mbak silvi..
" jangan lama-lama kang salaman nya " sindir ku sembari menepuk punggung tangan kang paijo.
" hehehe, alus gus " balas kang paijo cengar cengir..
" yang lainnya boleh sampe tangannya lumutan, tapi khusus yang ini jangan " ucap ku sembari melirik ke arah Stella.
Stella pun hanya tertunduk malu tanpa berani melihat muka ku.. Yang lainnya sontak tertawa mendengar guyonan yang aku lontar kan.. Tapi ntah kenapa seperti nya Mbak Novita dan mbak Nadia memandang sinis ke arah Stella..
" woyyyyy.... Ada apa ini rame rame " teriak sebuah suara tiba-tiba dari kejauhan saat kami tengah asyik berbincang satu sama lain..
Segerombol pemuda dengan tampang yang lebih sangar terlihat berjalan mendekat ke arah kami...
" orang yang tadi mbak tabrak kemana dek " tanya mbak Novita gemeteran memegang i lengan ku.
Aku pun hanya terdiam karena tak tahu mesti menjawab apa pertanyaan mbak Novita tadi. Yang jelas apa yang mbak Novita tadi tabrak bukan lah manusia. Karena bila manusia yang tertabrak, paling tidak akan ada sesosok tubuh yang tergeletak di tengah jalan . Namun kini yang ada di hadapan ku hanyalah jalan kosong yang terbuat dari aspal yang mulai retak sisi kanan kiri nya..
"aku nggak tahu mbak. Mungkin hewan yang kebetulan menyeberang. Terus hewan tersebut langsung lari kabur karena tak sengaja tertabrak oleh mobil mbak Novita " ucap ku mencoba berfikir positif.
" dek.. Dek.. itu apa yang berdiri di dekat pohon " pekik mbak Novita sembari ujung jari nya menunjuk sebuah pohon Kamboja yang ada di tengah tengah makam.
Mbak Novita pun lantas memejamkan matanya dan bersembunyi di belakang tubuh ku..
" allahu akbar " ucap ku pelan saat melihat ke arah pohon yang di tunjuk oleh ujung jari mbak Novita tadi.
Seorang kakek tua sedang berdiri di samping pohon Kamboja dan menatap dingin ke arah kami. Tak tampak ekspresi sama sekali dari balik wajah nya. Baju nya yang lusuh dan awut awutan serta tubuh yang penuh luka seperti bekas terhantam sesuatu, semakin menguatkan keyakinan ku bahwa kakek itulah yang tadi tak sengaja tertabrak oleh mbak Novita.
" maaf kan teman saya mbah. Dia tak sengaja tadi menubruk tubuh mbah yang tiba-tiba saja menyeberang jalan " ucap ku dalam hati mencoba berkomunikasi dengan kakek tadi.
" tidak apa-apa cu, mbah juga nggak melihat kalau tadi ada mobil yang lewat. Biasa nya jalan ini sepi saat saat mendekati waktu tengah malam. Mbah biasa mondar mandir dari pohon kamboja sini, ke pohon Kamboja di makam seberang " jawab kakek tadi sambil menunjuk sebuah pohon Kamboja yang berada di tengah makam di belakang ku.
Aku lupa buat memberitahu mbak Novita kalau kita melewati makam, harus mengucapkan salam. Minimal memencet klakson lah sebagai tanda permisi bahwa kita ingin lewat..
"terima kasih kek atas pengertian nya. Boleh kah kami pergi sekarang " tanya ku kepada kakek tadi.
Kakek tadi pun hanya mengganguk dan lantas tak terlihat lagi wujud nya. Setelah meminta maaf dan mendapatkan ijin untuk lewat, aku pun meminta mbak Novita untuk melanjutkan perjalanan ke rumahnya bang David..
" ayo mbak Novita di lanjut lagi perjalanannya. Sudah tidak ada apa-apa koq " ajak ku menarik tangan mbak Novita agar lekas masuk ke dalam mobil.
Aku semakin merasakan tatapan tatapan tak senang dari makhluk tak kasat mata yang tadi memperhatikan percakapan ku dengan kakek tua tadi. Sebelum kakek tua tadi berubah pikiran, aku pun meminta mbak Novita agar lekas menyalakan mesin mobil nya dan bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Mbak Novita pun menuruti permintaan ku dan kini kembali memacu mobil nya untuk menapaki malam yang semakin larut. Setelah beberapa menit menyurusi jalan yang penuh kelap kelip lampu malam , pagar rumah bang David pun kini telah tampak terlihat di depan mata ku. Mbak Novita pun menghentikan laju mobil nya..
" makasih mbak dah repot repot mau nganterin " ucap ku ke mbak Novita.
" sama-sama dek, itung itung sebagai permintaan maaf atas sikap mbak tadi " jawab mbak Novita tersenyum.
" hey mbak Nov. Bukan kah sudah aku bilang kalau hal tersebut tak perlu di bahas lagi. "
" kalo orang baru pertama kali melihat ku, wajar kok mereka menatap ku seperti itu " ucap ku lagi.
" ya udah dek. Mbak pulang dulu ya " pamit mbak Novita lalu masuk kembali ke dalam mobil nya yang sedari tadi tidak dimatikan mesin nya.
" mbak kalo pulang jangan lewat jalan tadi ya. Terus kalo nanti sepanjang perjalanan ada makam, mbak Novita jangan lupa ucapkan salam atau pencet klakson mobil nya 3x. "saran ku ke mbak Novita. .
"iya dek. Makasih ya saran ny. Oia, kamu catat ya nomor mbak" ujar mbak Novita seraya mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya.
" buat apa mbak " tolak ku pura-pura.
" yah. Katanya kamu mau kasih hadiah yang spesial dek untuk ulang tahun mbak nanti " jawab mbak Novita manja dan mengedipkan sebelah matanya kepada ku.
Njir, yang namanya cewek ingat aja yang namanya nya hadiah..
" iya mbak aku bercanda koq " jawab ku kini sembari kembali merogoh saku celana untuk mengambil hp ku.
Mbak Novita pun kemudian mengetik kan nomor nya di hape ku, dan aku pun mengetik kan nomor ku di hp nya. Setelah selesai, hp pun kami serahkan kembali ke pemilik masing-masing.
" mbak pulang dulu dek. Assalamualaikum " ucap mbak Novita menutup kaca mobil nya sebelah kiri dan lantas menginjak pedal gas mobil yang di kendarainy dan memacu nya untuk segera pulang ke rumah nya sendiri.
Setelah berpikir mbak Novita tak mungkin untuk mendengar ucapan ku karena ku lihat mobil nya kini semakin terlihat menjauh dari ku, aku pun membalas salam nya lewat sms.
Quote:
Karena tak ada balasan dari mbak Novita, aku pun langsung menekan bel rumah bang David agar security membuka kan pintu pagar untuk ku.
" lho mas David sama Stella kemana mas. Koq mas agus pulang sendirian " tanya Pak Agham security rumah bang David.
" oh mereka masih ada urusan pak katanya. Jadi tadi saya pulang di antar temennya nya mbak silvi " jawab ku bohong tapi jujur.
Pak Agham pun hanya manggut manggut tanpa bertanya lebih jauh lagi. Setelah selesai mengeluarkan motor ku dari garasi rumah bang David, aku pun pamitan ke pak Agham buat segera pulang ke rumah.. Pak Agham pun hanya mengangguk dan berpesan agar aku hati hati di jalan.
Jam 23.30 aku sampai di rumah dan langsung merebahkan tubuh ku di atas tikar yang tergelar di atas lantai kamar ku. Saat ingin memejamkan mata, sebuah sms masuk ke hp ku dan aku pun langsung membuka nya, karena penasaran siapa yang sms malam malam begini.. Setelah aku buka, ternyata ada beberapa sms yang masuk ke dalam hp nok*a 7610
Quote:
Quote:
Dan sebuah sms dari nomor asing yang aku gak kenal siapa pemilik nya..
Quote:
Dari isi nya, aku bisa menebak siapa pemilik nomor terakhir yang sms tadi. Pasti Stella memberikan nomor ku kepada mbak silvi. Karena udah ogah ogahan, aku pun hanya membalas sms dari mbak Novita dan mengabaikan sms lainnya.
Quote:
Setelah membalas sms mbak Novita, aku pun menekan tombol power di hp ku dan lantas melemparkan nya ke atas kasur. Pikiran dan tubuh ku sudah lelah karena menjalani segala macam peristiwa yang menguras tenaga ku malam ini.. Tanpa terasa, aku pun kini telah hanyut dalam luas nya mimpi.
Aku terbangun keesokan harinya ketika pintu kamar ku di gedor gedor oleh ibu..
"dok... Dok.... Dok... le tangi. Waktu shubuh dah mau habis " teriak ibu ku dari luar pintu.
" nggeh bu, Agus tangi " balas ku dari dalam kamar dan lantas membuka pintu.
" bu nanti tolong sembelih ayam satu terus di masak bumbu kare ya " pinta ku pada ibu sembari bersandar pada sebuah daun pintu.
" ono opo to le " tanya ibu ku.
" nanti siang banyak temen agus yang akan mampir ke rumah. Jadi sebaik mungkin kita sebagai tuan rumah harus menyambut kedatangan mereka " jawab ku sambil berlalu meninggalkan ibu dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
" gampang le. Ayam kita kan banyak " balas ibuku tersenyum dan kembali melanjutkan aktifitas nya.
Setelah selesai solat subuh, aku pun membantu ibu ku sebentar untuk memasak sarapan di dapur. Sejak kecil aku sering nggundhel ikut ibu di dapur ketika masak. Jadi sekarang memasak adalah salah satu keahlian ku meski aku seorang cowok..
Saat selesai membantu ibu memasak dan kelar sarapan pagi, aku pun pergi ke pos ronda yang tak jauh dari rumah ku untuk nongkrong bareng teman teman sekampung ku..
" woy kang " teriak ku dari kejauhan karena sudah banyak anak anak yang kumpul..
" eh kamu gus. Sini gabung " balas kang paijo melambaikan tangan ke arah ku.
" jancuk, tuh muka kang tikno kenapa " tanya ku karena kaget melihat muka kang tikno cemong penuh dengan bedak bayi.
" dia dari tadi kalah maen karambol, makanya tuh muka udah kayak emak emak tetangga ku " sahut kang japrik sambil membidik mata karambol untuk dimasukkan ke dalam lubang.
BWAHAHAHAHAHAH....
Aku pun tertawa terbahak bahak mendengar penjelasan dari kang japrik..
" itu mah lu cuk yang kebanyakan naburin bedak nya ke muka ku " sungut kang tikno kesal sembari melempar wadah bedah ke arah kang japrik..
Wajah bang japrik pun lantas ikut cemong karena wadah yang di lempar kang tikno tadi ternyata tumpah hingga membuat isi nya menyebar kemana-mana..
" sudah sudah. Jadi lanjut kagak ni maen karambol nya " gerutu kang blanggur kesal karena meja karambol nya penuh dengan bedak yang berceceran..
" lanjut lah. Gak trimo aku dari tadi kalah terus "sahut kang tikno sembari memasukkan kembali bedak bayi yang tadi tumpah ke dalam wadah ..
" kowe semalem nak ndi gus. Koq gak ikut ngronda sama pak dhe(bapak ku) " tanya kang tikno sembari membidik mata karambol yang nomor nya sesuai dengan kartu remi yang di pegang nya..
" di undang ke acara pesta ulang tahun temen bang di kota " jawab ku singkat..
" terus pesta nya gimana ".? Sahut kang paijo yang kini tiba giliran nya untuk bermain.
" hpmhphhh... Ya gitu bang. Tau sendiri kan kalo orang orang kayak kita hadir di acara orang kaya jadi nya sperti apa.? "
" cuma jadi bahan ledekan " ucap ku seraya mengingat mengingat kembali kejadian yang tadi malam aku alami .
" sabar gus. Orang orang kayak kita ini memang gak pantas berkumpul dengan mereka "hibur kang japrik kepada ku.
" wes biasa kang, jadi aku ora kaget " celetuk ku pelan.
Saat temen sebayaku melanjutkan permainan karambol nya, aku pun mengambil gitar yang ada di loteng pos dan memainkan beberapa buah lagu.. Segerombolan anak muda dengan pakaian yang bagus, tiba-tiba saja datang menghampiri kami.. Kami pun menghentikan aktivitas kami dan mengalihkan pandangan ke arah mereka..
" ngapain kalian kesini " tnya ku ketus saat segerombol anak muda tadi sudah berada di depan pos ronda tempat kami nongkrong..
" lu masih marah gus soal kejadian semalam " balas bang David tertunduk..
" oh jadi ni anak yang tadi malam dah bikin gara gara sama kamu gus " sahut kang tikno tiba-tiba sembari turun dari pos ronda dan mencengekeram kerah baju yang di pakai bang David.
Melihat bang David di cengekeram kang tikno, Bang Riko pun langsung mengepalkan tangan nya dan di arah kan ke pelipis sebelah kanan muka kang tikno..
" kamu mau mati konyol di sini bang " ucap ku sembari melompat turun dan menahan kepalan tangan bang riko yang beberapa centi lagi pasti mengenai pelipis kanan kang tikno secara telak.
Bang Riko pun langsung mengendurkan dan menurunkan kepalan tangannya setelah mendengar peringatan dari ku..
" semua pemuda disini punya ilmu tenaga dalam bang. Jadi bang riko jangan asal maen pukul "
" kalo mereka mau, dengan mudah mereka bisa membuat tubuh bang riko terhempas beberapa meter ke belakang tepat sebelum pukulan bang riko mengenai pelipis kang tikno " ucap ku sembari menunjuk temen temen ku yang terkekeh..
" inget bang, dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung. Kalo bang riko gak mau mati percuma, tahan emosi nya " kata ku lagi agar bang riko sopan di tempat orang..
Bang riko pun hanya menunduk dan mundur beberapa langkah. Di lain pihak aku membujuk kang tikno agar melepaskan cengkraman nya dari kerah baju bang David. Kang tikno pun melepaskan cengkraman nya dan kembali duduk di pos ronda..
" kalian belum jawab pertanyaan ku tadi. Apa tujuan kalian kesini pagi pagi " tegas ku sembari memandang i mereka satu persatu..
Pagi itu bang David, bang riko, bang aan, Stella, Mbak silvi, mbak nadia dan mbak Novita datang secara bersamaan ke rumah ku. Ntah apa tujuan mereka.
" kita mau balikin baju dan jaket kakak yang semalem tertinggal " ucap Stella tertunduk sembari menyerahkan sebuah kantong yang terbuat. dari kertas karton..
" makasih banyak dek " balas ku tersenyum dan menerima kantong yang tadi di serah kan Stella..
" mbak juga mau mengembalikan jas yang semalem gus " sahut mbak Novita dari belakang dan kini berjalan ke arah ku..
" hahahaha.. Sampean salah orang mbak. Jas itu punya bang David " ucap ku diiringi tawa terbahak bahak..
" jas itu buat lu gus " sahut bang David sembari membetulkan kerah baju nya yang lungset karena bekas di cengekeram kang tikno.
" waduh makasih bang. Tapi dengan sangat terpaksa aku tolak. Jujur aku gak nyaman dengan berpakaian seperti itu "
" toh kalo kita pergi meninggalkan dunia ini nanti , hanya dua buah kain kafan yang akan membungkus tubuh kita. " ( buat yang non muslim maaf. Bukan bermaksud sara).. ucapku santai..
" ayo kak di terima. Jas itu hadiah dari bunda buat kak agus. Dan ntah kenapa pilihan bunda sangat pas dengan ukuran tubuh kak agus "
" heh,,, yang bener dek. Aku pikir jas itu kepunyaan bang David " ucap ku kaget mendengar perkataan Stella..
Bang David menggeleng saat aku melihat ke arah nya.. Berarti apa yang di katakan Stella tidak bohong...
" ya udah dek. Aku terima kalo memang ini hadiah dari bunda. " balas ku sembari menyambut jas yang tadi di serahkan mbak Novita..
" eh gus, temen lu bening bening amat. Kenalin ke kita kita lah " bisik kang paijo sembari menyikut lengan ku..
" beh,, lha arek wedok ae sampean semangat kang kang " ucap ku lirih.
" dek, bang, mbak, nih kenalin temen temen ku kalo di rumah. "
" kalian gak perlu takut.. jangan lihat buku dari sampul nya. Meski tampang mereka sangar, jauh di dalam lubuk hati nya mereka baik koq "
" kalian sudah lihat kan tadi solidaritas yang mereka tunjukkan saat tau kalian menjadi kan ku bahan tertawa an semalem " ujar ku mempromosikan temen teman ku.
Tapi aku yakin mbak Novita, mbak Nadia sama Mbak silvi gak mungkin tertarik sama keempat temen ku ini . Lha wong mukanya aja penuh bekas luka karena sering berantem. Kalo Stella, tak akan ku biarkan adek cewek ketemu gdhe ku ini jatuh ke dalam pelukan mereka..
Temen temen ku pun saling bersalaman dan memperkenalkan diri satu sama lain dengan temen temen bang David serta mbak silvi..
" jangan lama-lama kang salaman nya " sindir ku sembari menepuk punggung tangan kang paijo.
" hehehe, alus gus " balas kang paijo cengar cengir..
" yang lainnya boleh sampe tangannya lumutan, tapi khusus yang ini jangan " ucap ku sembari melirik ke arah Stella.
Stella pun hanya tertunduk malu tanpa berani melihat muka ku.. Yang lainnya sontak tertawa mendengar guyonan yang aku lontar kan.. Tapi ntah kenapa seperti nya Mbak Novita dan mbak Nadia memandang sinis ke arah Stella..
" woyyyyy.... Ada apa ini rame rame " teriak sebuah suara tiba-tiba dari kejauhan saat kami tengah asyik berbincang satu sama lain..
Segerombol pemuda dengan tampang yang lebih sangar terlihat berjalan mendekat ke arah kami...
Diubah oleh agusk1988 06-11-2017 03:47
myusuffebria525 dan 13 lainnya memberi reputasi
14


