- Beranda
- Stories from the Heart
(Horror true story) Berawal dari penasaran hingga menjadi fatal
...
TS
sikodir.kodir
(Horror true story) Berawal dari penasaran hingga menjadi fatal

Prolog
heningkan cipta sejenak utk para pahlawan kita yg berjuang dan mempersembahkan kemerdekaan NKRI.
Quote:
Halo agan dan sista penghuni kaskus khususon di forum SFTH. Perkenalkan, nama gw Fadli Arya Putra (tentunya nama ada yg gw samarkan). Sebelumnya gw jg curcol di forum H2H, tp kali ini gw ingin berbagi kisah nyata yg gw jalani dan alami selama ini. Kenapa gw ngasih cover seperti gambar diatas?? Karena ada hubungannya dengan perjalanan hidup gw dan mengubah hidup gw (jauh dari agama). Kisah ini awal di mulai 16 tahun yg lalu. Atau lebih tepatnya di awal tahun 2001 hingga sekarang belum selesai. Semua berawal dari rasa penasaran hingga menjadi fatal. Mohon maaf jika tulisan dan bahasa gw amburadul. Karena gw bukan penulis. Disini gw hanya ingin berbagi kisah, berharap tidak ada yg mengalaminya selain gw. Jd gw mohon kaskuser yg membaca kisah nyata gw ini dengan bijak dan jgn asal nge-judge. Dan bagi yg kenal gw cukup diem aja.
*Nb : selama gw masih bisa update berarti gw masih selamat/hidup. Gw janji enggak bakalan kentang. Dan mohon tinggalkan jejak!

Quote:
side story
Quote:
cerita Diponegoro (cerita sampingan)
Quote:
Diubah oleh sikodir.kodir 06-12-2017 11:13
ueki19 dan 34 lainnya memberi reputasi
33
773.2K
1.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
sikodir.kodir
#773
Kuliah malam (Diponegoro part)
Ini hanya cerita sampingan ya gan. Tp cukup memacu adrenalin kita hehe. Ini kisah berdasarkan kisah nyata yg di alamin beberapa almamater Diponegoro.
Kenapa judulnya kuliah malam?? Simple! Kebetulan waktu itu pak Yos Johan Utama ada kepentingan yg mendesak, jd perkuliahan yg harusnya jam 15.30wib diganti jam 19.30wib di lantai 3 gedung tengah. Saat itu gw mikirnya ini mau kuliah apa mau uji nyali? Hehe.
Oh ya kabarnya Pak Yos sekarang sudah guru besar ya? Dan menjadi rektor Diponegoro?? Kalau ada teman2 yg masih kuliah di FH Undip sampaikan salam saya ke beliau.
Mendengar nama Pak Yos pasti yg di ingat almamater undip adalah keramahan beliau, kebaikan beliau dan lucu nya beliau. Pernah kah agan almamater undip mendengar cerita sisi lain beliau yg mempunyai penglihatan lebih?
Baiklah saya bercerita...
Kampus Undip peleburan banyak menyimpan kisah. salah satunya, auditorium imam bardjo. almamater undip pasti ada cerita tersendiri tentang auditorium imam bardjo. Tp kali ini saya tidak akan membahas auditorium tsb. Biar menjadi kisah sendiri di masing2 almamater.
Tertempel pengumuman di depan pintu P111 tertulis "jadwal perkuliahan diganti pada jam 19.30wib di ruang P.sekian(maaf saya lupa nomornya) di lantai 3. beberapa mahasiswa yg sudah hadir lebih tepat waktu agak kecewa karena mereka harus kembali lg ke kampus jam segitu. sedangkan pasukan mahasiswa yg ogah2an terlihat sumringah. Mereka bisa main terlebih dahulu.
Jam 19.30wib kami semua sudah di dalam kelas. Cukup ramai yg datang. Tp jumlah mahasiswa di dalam kelas tidak lebih dari 25 orang. Itu yg saya ingat. Pak Yos juga memaklumi nya.
"Baik lah materi yg saya berikan tidak akan banyak. Sebelum jam 9 malam sudah selesai." Ucap beliau melalui mic.
"pak saya minta ijin dulu ke kamar mandi.."
ucap mita yg maju ke depan mendekati Pak Yos.
"oh silahkan..mau ditemenin siapa? Hehe" jawab beliau
"sendirian saja pak"
Sebenarnya itu bukan lah candaan teman. Itu rasa ke khawatiran beliau kl terjadi apa2 pd mahasiswi yg meminta ijin ini. Cuma cara beliau menyampaikan memang dengan cara bercanda. Karena Pak Yos tau seluruh gedung utama penerangan lampu kl malam hari sangat minim. Apa lg harus ke toilet dekat ruang dosen? Wah amit2 dah.
"Mas, kamu ikutin dia!"
Perintah Pak Yos menunjuk mas agung yg duduk bersebelahan sama saya.
"Eh..i..ya..pak" jawab mas agung gugup.
Mungkin bagi agan2 yg tidak mengenal lokasi gedung utama undip peleburan, ngikutin cewek yg ijin ke kamar mandi merupakan rejeki ya? Haha... tp tidak bagi kami. Apa lg mas agung yg lebih senior dari saya.
Turun dari ruang kelas lantai 3 malam ini bukan yg di inginkan mas agung. Tp mau tidak mau karena perintah Pak Yos, mas agung harus ngikutin mahasiswi yg barusan ijin td.
Cerita dari mita :
Rasa kebelet yg sudah tidak tahan membuat mahasiswi ini nekat turun sampai ke lantai satu. Menuju ke tengah2 taman yg ada kolam ikannya tp masih di dalam gedung.
"pipis di pinggiran kolam saja lebih aman nih.."
Ucap mita pada dirinya sendiri sambil melihat sekitar memastikan tidak ada yg melihatnya.
Disaat kegiatan buang urine sedang berlangsung, mbak mita mencium bau yg sangat amis. Pikir dia mungkin deket kolam ikan jd wajar. Tp bau amis berubah menjadi bau bangkai.
"kok bau nya berubah? Perasaan td makan dan minum yg wajar2 saja"
Ucapnya sendiri kemudian berdiri membetulkan celana nya.
Mita tidak sadar bahwa dibelakangnya sosok nenek nenek tua jongkok dibelakangnya.
Begitu balik badan, alangkah kagetnya mita melihat sosok nenek jongkok menatap nya terkekeh kekeh senyum ke arah mita. Mulutnya tidak bisa berucap, badannya bergetar hebat dan tidak bisa digerakkan. Mita jatuh kebelakang ke arah kolam ikan.
Cerita dari mas agung :
Langkah kaki mas agung menuruni tangga lantai 2. Sekilas pandangannya melihat mita berjalan ke arah ruang dosen. Arah yg dituju kamar mandi dekat ruang dosen.
"duh...kok kesana sih mbak"
Ucap mas agung cemas.
Sekarang posisi mas agung sudah berada di belakang mita. Jarak kurang lebih 4 meter. Lorong ruang dosen ke arah kamar mandi hanya ada satu penerangan. Mita yg berjalan di depan secara tiba2 berhenti.
"Mbak, mbak?"
Panggil mas agung ke mita.
Sosok yg dikira mas agung ini mita, tiba2 berjalan menembus pintu ke arah gedung sebelah. Hampir saja mas agung hilang keseimbangan jatuh kebelakang karena melihat hal yg mustahil di lakukan oleh manusia.
"Setaaan....!!!!"
Teriak mas agung kencang sampai terdengar ke lantai 3.
"Nah kan terjadi beneran"
Ucap Pak Yos yg mendengar teriakan mas agung.
Nah itu salah satu kisah yg pernah terjadi di kampus peleburan. Mungkin beberapa almamater Diponegoro yg ada di thread ini punya pengalaman sendiri di kampus peleburan. Silahkan jika ada berbagi.. salam.
Kenapa judulnya kuliah malam?? Simple! Kebetulan waktu itu pak Yos Johan Utama ada kepentingan yg mendesak, jd perkuliahan yg harusnya jam 15.30wib diganti jam 19.30wib di lantai 3 gedung tengah. Saat itu gw mikirnya ini mau kuliah apa mau uji nyali? Hehe.
Oh ya kabarnya Pak Yos sekarang sudah guru besar ya? Dan menjadi rektor Diponegoro?? Kalau ada teman2 yg masih kuliah di FH Undip sampaikan salam saya ke beliau.
Mendengar nama Pak Yos pasti yg di ingat almamater undip adalah keramahan beliau, kebaikan beliau dan lucu nya beliau. Pernah kah agan almamater undip mendengar cerita sisi lain beliau yg mempunyai penglihatan lebih?
Baiklah saya bercerita...
Kampus Undip peleburan banyak menyimpan kisah. salah satunya, auditorium imam bardjo. almamater undip pasti ada cerita tersendiri tentang auditorium imam bardjo. Tp kali ini saya tidak akan membahas auditorium tsb. Biar menjadi kisah sendiri di masing2 almamater.
Tertempel pengumuman di depan pintu P111 tertulis "jadwal perkuliahan diganti pada jam 19.30wib di ruang P.sekian(maaf saya lupa nomornya) di lantai 3. beberapa mahasiswa yg sudah hadir lebih tepat waktu agak kecewa karena mereka harus kembali lg ke kampus jam segitu. sedangkan pasukan mahasiswa yg ogah2an terlihat sumringah. Mereka bisa main terlebih dahulu.
Jam 19.30wib kami semua sudah di dalam kelas. Cukup ramai yg datang. Tp jumlah mahasiswa di dalam kelas tidak lebih dari 25 orang. Itu yg saya ingat. Pak Yos juga memaklumi nya.
"Baik lah materi yg saya berikan tidak akan banyak. Sebelum jam 9 malam sudah selesai." Ucap beliau melalui mic.
"pak saya minta ijin dulu ke kamar mandi.."
ucap mita yg maju ke depan mendekati Pak Yos.
"oh silahkan..mau ditemenin siapa? Hehe" jawab beliau
"sendirian saja pak"
Sebenarnya itu bukan lah candaan teman. Itu rasa ke khawatiran beliau kl terjadi apa2 pd mahasiswi yg meminta ijin ini. Cuma cara beliau menyampaikan memang dengan cara bercanda. Karena Pak Yos tau seluruh gedung utama penerangan lampu kl malam hari sangat minim. Apa lg harus ke toilet dekat ruang dosen? Wah amit2 dah.
"Mas, kamu ikutin dia!"
Perintah Pak Yos menunjuk mas agung yg duduk bersebelahan sama saya.
"Eh..i..ya..pak" jawab mas agung gugup.
Mungkin bagi agan2 yg tidak mengenal lokasi gedung utama undip peleburan, ngikutin cewek yg ijin ke kamar mandi merupakan rejeki ya? Haha... tp tidak bagi kami. Apa lg mas agung yg lebih senior dari saya.
Turun dari ruang kelas lantai 3 malam ini bukan yg di inginkan mas agung. Tp mau tidak mau karena perintah Pak Yos, mas agung harus ngikutin mahasiswi yg barusan ijin td.
Cerita dari mita :
Rasa kebelet yg sudah tidak tahan membuat mahasiswi ini nekat turun sampai ke lantai satu. Menuju ke tengah2 taman yg ada kolam ikannya tp masih di dalam gedung.
"pipis di pinggiran kolam saja lebih aman nih.."
Ucap mita pada dirinya sendiri sambil melihat sekitar memastikan tidak ada yg melihatnya.
Disaat kegiatan buang urine sedang berlangsung, mbak mita mencium bau yg sangat amis. Pikir dia mungkin deket kolam ikan jd wajar. Tp bau amis berubah menjadi bau bangkai.
"kok bau nya berubah? Perasaan td makan dan minum yg wajar2 saja"
Ucapnya sendiri kemudian berdiri membetulkan celana nya.
Mita tidak sadar bahwa dibelakangnya sosok nenek nenek tua jongkok dibelakangnya.
Begitu balik badan, alangkah kagetnya mita melihat sosok nenek jongkok menatap nya terkekeh kekeh senyum ke arah mita. Mulutnya tidak bisa berucap, badannya bergetar hebat dan tidak bisa digerakkan. Mita jatuh kebelakang ke arah kolam ikan.
Cerita dari mas agung :
Langkah kaki mas agung menuruni tangga lantai 2. Sekilas pandangannya melihat mita berjalan ke arah ruang dosen. Arah yg dituju kamar mandi dekat ruang dosen.
"duh...kok kesana sih mbak"
Ucap mas agung cemas.
Sekarang posisi mas agung sudah berada di belakang mita. Jarak kurang lebih 4 meter. Lorong ruang dosen ke arah kamar mandi hanya ada satu penerangan. Mita yg berjalan di depan secara tiba2 berhenti.
"Mbak, mbak?"
Panggil mas agung ke mita.
Sosok yg dikira mas agung ini mita, tiba2 berjalan menembus pintu ke arah gedung sebelah. Hampir saja mas agung hilang keseimbangan jatuh kebelakang karena melihat hal yg mustahil di lakukan oleh manusia.
"Setaaan....!!!!"
Teriak mas agung kencang sampai terdengar ke lantai 3.
"Nah kan terjadi beneran"
Ucap Pak Yos yg mendengar teriakan mas agung.
Nah itu salah satu kisah yg pernah terjadi di kampus peleburan. Mungkin beberapa almamater Diponegoro yg ada di thread ini punya pengalaman sendiri di kampus peleburan. Silahkan jika ada berbagi.. salam.
ferist123 dan 5 lainnya memberi reputasi
4