- Beranda
- Stories from the Heart
Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]
...
TS
ferdy988
Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]
![Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/09/30/8075495_201709300528270171.jpg)
Nice cover by Awayaye
Quote:
Spoiler for Q&A:
Salman namaKu, terlahir dari rahim seorang ibu yang entah bagaimana bentuk fisik dan wajahnya,karna saat usiaku genap 8 hari manusia yang di ciptakan untuk melindungiku telah pergi meninggalkanku menuju alam keabadian.
Sedangkan Ayah ku adalah seorang pengangguran yang hanya bisa makan dari jerih payah istrinya,males bekerja,bisanya hanya bermain judi dan menghabiskan uang istrinya,kerjaannya ketika pulang hanya bisa marah dan marah kepada Ibuku dan kakak kakak ku.
Ketika ku lahir pun Ayah enggak sedikit pun memperdulikan ku,tangisan ku hanya bisa mengganggunya,hingga sampai tega ingin membunuhku namun kasih sayang dari Kakak ku yang berjumlah 3 orang mereka rela menjadi bulan bulanan Ayah hanya untuk melindungiku.
Hingga ketika umurku menginjak 2 minggu,aku di bawa oleh Kakak ku yang tertua untuk di titipkan ke rumah orang yang mau merawat ku,namun enggak ada satu pun tetangga yang mau merawat anak bayi.
Hingga suatu hari datanglah sepasang suami istri kerumah ku lalu meminta izin kepada Ayah ku untuk merawat dan mengadopsi aku sebagai anak angkatnya,dengan santai Ayah kandungku berucap
Quote:
Akhirnya tanpa pikir panjang sepasang suami istri tersebut membayar beberapa rupiah untuk bisa membawa ku pulang,yah diriku hanya sebuah barang murahan bagi Ayah ku yang tega menukarkan ku dengan beberapa rupiah uang.
Akhirnya aku pun dibesarkan oleh kedua orang tua angkat yang sangat mencintai dan menyayangiku seperti anak mereka sendiri,kebetulan mereka sepasang suami istri yang belum di karuniai seorang anak karna salah satu dari mereka mandul.
Semenjak TK aku sudah terbiasa dengan kesendirian,entah kenapa anak anak sebaya dengan ku begitu menjauhiku bahkan anak tetangga pun enggan bermain dengan ku,di lingkungan kampung tempat ku tinggal pun aku selalu di anggap enggak ada,bahkan nenek dari orang tua Ayah angkat ku enggan memanggilku dengan sebutan Cucu.
Ketika ku SD diriku kenyang dengan bullyan teman teman seangkatan ku,kadang uang jajan ku dirampas begitu saja tanpa ada perlawanan sama sekali dariku,kadang aku di bilang anak pungut,lalu ada berkata aku adiknya Ujang.
Ketika ku pulang sekolah langsung ku peluk Ibu ku seraya berucap,"Bu tadi uang jajan ku di ambil oleh teman teman ku,aku juga di bilang anak pungut,apa bener Bu aku bukan anak Ibu?"tanya ku dengan polos
Quote:
Aku pun kembali tenang,yah setiap diriku ada masalah atau habis di bully dengan teman sebaya ku pasti larinya kepelukan Ibu ku.
Selama 6 tahun bersekolah enggak pernah sehari pun ku menyentuh jajanan,nasi bungkus atau mainan seperti kebanyakan teman teman ku,karna uang jajan ku selalu di rampas oleh teman yang disegani di sekolah ku,ku bertanya pada diriku sendiri
Quote:
Diantara sekian banyak teman teman ku di SD hanya ada satu yang perduli dengan ku,selalu menawarkan uang,atau jajanan untuk ku ketika aku merasa lapar,Wulan namanya wanita yang baik dan selalu melindungi ku ketika ku di hina teman teman ku,selalu membela ku ketika aku dicaci,kami akrab hanya di sekolah karna ibu Wulan sama seperti warga lainnya yang menganggap ku sebagai anak aneh.
Kata kata cacian seperti bodoh,tolol,anak buangan dan lain sebagainya selalu menjadi langganan masuk ketelinga ku saat di sekolah maupun di lingkungan kampung tempat ku tinggal,dan lagi lagi hanya ibu lah yang aku punya sebagai tempat ku bersandar dari lelahnya mendengar cacian dan cibiran dari mereka yang menghina ku.
Ayah angkat ku selalu mengajarkan kepada ku
Quote:
itu lah kata Ayah yang Ku pegang hingga ku menginjak kan kaki ke bangku sekolah lanjutan tingkat pertama.
Disini lah awal cerita ku...
Spoiler for pdf Episode 1:
Spoiler for Index:
Spoiler for episode II (kehidupan setelah pernikahan):
Polling
0 suara
Siapakah Wanita Yang Akan Menjadi Istri Salman
Diubah oleh ferdy988 11-04-2020 17:45
sargopip dan 8 lainnya memberi reputasi
9
165.6K
718
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ferdy988
#668
Part62
Ditengah kesunyian malam tamu tak lagi ada yang datang untuk menyewa kamar,diriku terbangun ditengah malam karna mendengar suara tangis yang bergema ditelinga ku,karna masih ngantuk yang amat sangat dan posisi tidur ku yang hanya duduk dikursi membuat ku mengabaikan suara tangisan itu namun bukannya berhenti malah makin kenceng isakan tangis yang ku dengar berasal dari suara Arsanti. "ada apa lagi ini anak kok tiba tiba nangis gini?"gumam ku
Aku lalu berbalik kearah belakang dimana posisi Arsanti tiduran di sofa,ku lihat kedua tangannya menutupi mukanya layaknya orang lagi menangis,aku pun mendatanginya seraya mengusap lengannya.
"istri Mas kenapa?kok tiba tiba nangis gini?"
Bukannya menjawab pertanyaan ku doi malah menggelengkan kepalanya.
"kalau enggak ada apa apa kenapa kamu nangis?cerita dong kan Mas suamimu San"pinta ku dengan suara selembut mungkin agar membuatnya lebih nyaman dan mau menceritakan kronologi kenapa doi menangis
"aku takut Mas kecewa 😭"
"makanya cerita sayang apa sih yang bikin kamu nangis?"
"aku dapet Mas 😢"
"dapet apa?dapet duit?"sembari menggaruk kepala ku
"iiihhhh....bukaaaannn,aku itu lagi datang bulan Mas"
"terus apa hubungannya kok kamu jadi nangis gitu?"
"yah artinya gagal punya dede,maaffin aku yah Mas belum bisa ngasih dede 😢"
"ya Allah sayang,kita juga baru sebulan setengah kan menikah baru seumur jagung sabar lah belum saatnya berarti kita dipercaya menjaga amanah dari Allah"
"tapi kan tetep aja sedih mas 😢,aku pengen menjadi istri yang sempurna bisa berikan keturunan buat kamu"
"dengerin dan tatap muka Mas"ujar ku dengan kedua tangan memegang kedua pipinya
Dengan masih menangis Arsanti menatap ku
"masih banyak pasangan diluar sana yang umur pernikahan mereka hingga 10 tahun namun belum juga dikaruniakan seorang anak namun mereka bersabar,dan kita yang baru sebulan masa kamu udah cengeng gini sih?sabar dan tetap ikhtiar insya Allah kalau kita yakin pasti Allah akan memberikan dede buat kita"
"iyah Mas,aku juga berharap Mas juga bersabar yah"pintanya
"iya sayang insya Allah,tetep semangat yah"jawab ku
Doi lalu mengangguk dan tersenyum kembali sembari mengelap air mata yang udah banyak terjatuh di pipinya,"tetap lah tersenyum San karna disetiap senyuman mu memberikan semangat tersendiri buatku"bathin ku sembari mengusap kepalanya
Setelah sholat subuh aku lalu mengajaknya untuk lari pagi menuju alun alun yang kebetulan enggak jauh dari penginapan tempat ku bekerja,momen ini enggak akan aku sia siakan karna saat menikah aku jarang bersamanya dikarnakan kerjaan ku hanya di waktu malam dan siangnya kerjaan ku hanya tidur,bangun pun kalau masuk waktu dzuhur dan ashar.
"lari pagi yuk"pinta ku
"ayuk,tapi dingin mass"ujarnya sembari memeluk erat tubuhnya sendiri
"pakai aja jaket aku kalau dingin,mumpung kita berdua jarang jarang kan kaya gini"
"iya juga yah,tapi apa kamu enggak kedinginan?"
"enggak kalau dingin yah tinggal peluk kamu aja kan beres"
"dih malu 😳 yank kalau diliat orang gimana?"
"biarin anggap aja enggak ada siapa siapa hanya kita aja berdua yang lari pagi"
"yaudah deh yuk"ujarnya
Kami pun keluar dari penginapan dan perlahan berlari santai menuju lapangan Marjoni,biasanya dilapangan tersebut dipenuhi pemuda pemudi atau yang sudah tua ketika hari minggu namun kebetulan saat itu hari biasa jadi enggak terlalu ramai yang mengunjungi lapangan tersebut.
"yaankk..."teriak Arsanti
Aku lalu menyetop langkah ku dan melihat kearah belakang ternyata Arsanti jauh dari ku,diriku tanpa sadar meninggalkannya begitu jauh akibat menikmati udara segar di pagi hari hingga tanpa sadar aku meninggalkannya.
"dibilang jangan cepet cepet akunya malah ditinggal ish 😡"
Aku tertawa sembari menggelengkan kepala melihat dirinya uring uringan akibat aku tinggalkan tanpa sadar,
"maaffin aku yah"ujar ku sembari mencubit manja pipinya
"jalan santai aja ah,capek Mas 😩"
"iyah"ujar ku sembari mengandengnya
Beberapa orang yang melewati kami banyak yang pandangannya tak lepas dari kami,entah karna melihat kemesraan ku dengan Arsanti atau ada hal yang lain menarik perhatian mereka namun aku mencoba untuk mengabaikan mereka dan masa bodo mereka mau berkata kami pasangan lebay atau gimana,lagian yang bersama ku saat ini adalah pasangan halal aku bukan pasangan yang bukan muhrim.
Sepulang kerja sesudah aku mandi aku dapati Arsanti sedang duduk senyum senyum sendiri melihat hpnya,aku lalu menghampirinya ingin melihat apa yang membuatnya tersenyum begitu.
"kamu kok senyum senyum gitu?hayo ngeliatin apa?"selidik ku
"ini Mas lagi buka instagrem lihat baju Jilbab syar'i warna item terus gamisnya warna pink kayanya bagus yah kalau aku yang pake Mas"ujarnya
"hmmm...bagus kok"ujar ku mencoba untuk tersenyum meskipun di hati ku begitu sedih belum bisa ngasih apa apa ke doi karna gaji pasti habis di uang makan sehari hari beserta pengobatan Emak ditiap bulan yang rutin
Aku lalu pamit untuk istirahat di kamar,namun sebenernya aku ingin berpikir keras bagaimana caranya supaya Arsanti bisa memiliki pakaian yang doi sukai,saat ditengah tengah aku perpikir tiba tiba Bos penginapan tempat aku bekerja menelpon ku.
"Halo Assalamu'alaikum Mas"sapa Bos
"wa'alaikumsalam"sahut ku
"Mas Salman bisa gantiin karyawan shift siang?kebetulan dia lagi cuti dan aku rencana mau kejakarta,kalau Mas bisa konfirmasi yah suapaya aku enggak nyari orang untuk menggantikan shift siang"
"wah pucuk dicinta rezeki pun tiba"bathin ku
"oke Mas aku bisa kok tapi aku masuknya dari jam 9 pagi yah karna butuh istirahat sejenak"pinta ku
"oke Mas,makasih"ujar Bos lalu menutup telponnya
Akhirnya selama seminggu aku bekerja siang malam dan hanya istirahat untuk tidur 3 jam waktu yang sedikit namun aku mencoba untuk melawan kantuk yang menghinggapi tubuh ku,dalam waktu 4 hari aku sudah bisa membelikan hijab dan gamis dengan warna kesukaan Arsanti akhirnya aku lalu memesan lewat Instagrem baju tersebut dan akan dikirimkan 3 hari sesudah pemesanan.
"semoga kamu senang San dengan barang pemberian ku ini"bathin ku
Akhirnya setelah 3 hari barang yang aku tunggu tunggu datang juga,dengan senang dan enggak sabaran ingin cepat pulang untuk melihat bagaimana reaksinya ketika aku memberikan baju kesukaannya tersebut.namun sekuat kuatnya manusia tetap aja bakal ngedrop juga seperti halnya diriku yang sedikit istirahat dan banyak bekerja hingga membuat daya tahan tubuhku melemah dan akhirnya jatuh sakit,namun di sela sela sakit aku masih tetap bekerja dan enggak menunjukkan gelagat sedang sakit kepada Arsanti supaya dirinya enggak curiga dengan ku.
Keesokan harinya dengan sisa semangat yang ada dalam diriku aku mencoba untuk tetap kuat meskipun kondisi badan ku melemah namun melihat Arsanti bahagia adalah prioritas ku,sesampainya dirumah aku lalu mengetuk pintu "Assalamu'alaikum"ujar ku
"wa'alaikumsalam"terdengar suara Arsanti yang menyahut dari dalam rumah
"CEKLEK..."pintu pun terbuka namun bukan pandangan yang mengenakkan yang aku dapatkan hanya muka masam yang terpancar dari wajahnya
"pagi istriku"ucap ku yang mencoba untuk tersenyum walau panas dingin terasa menusuk tubuhku
Bukan sahutan malah doi pergi lagi kearah dapur tanpa memperdulikan sapaan dari ku,aku membiarkannya mungkin doi marah karna pulang dari kerja sebentar terus hilang lagi tanpa memberitahu dimana keberadaanku.
Aku lalu duduk dan masih mengenakan jaket ditubuh ku supaya hawa dingin enggak terlalu menusuk badan ku,doi lalu datang menghampiri ku seraya kedua tangannya di tempelin didadanya.
"dari mana aja?"
"kerja sayang"jawab ku
"pagi setiap jam 9 kemana?pake enggak pulang pulang lagi"dengan wajah yang masih terlihat masam
"kerumah teman sayang,mau nyari info lowongan kerja"jawab ku
"terus gimana?udah dapet?cari info atau cari cewek lain!"ujarnya
Aku hanya menggelengkan kepala lalu aku mencoba menduduk kannya kemudian aku mengambil sesuatu didalam tas dan memberikan barang tersebut kepadanya.
"apa ini?"
"buka aja,moga kamu senang yah walaupun murah"ujar ku
Lalu Arsanti pun membuka bungkusan tersebut lalu terdiam setelah melihat barang pemberian ku.
"Mas...ini kan baju yang aku cari cari?"ujarnya
"alhamdulillah kalau kamu senang"ujar ku
"seneng sih tapi kamu dapet duit dari mana mas?"selidik Arsanti
"minjem temen"jawab ku
"ah boong aku tau bener watak mu mas,aku enggak lupa kalau kamu pernah bilang lebih baik tangan di atas dari pada tangan di bawah kamu bukan tipe orang yang gampang minta atau pun utang keorang lain"
"gawat pasti ketahuan dah kalau diriku kerja siang malam,bisa banget dirinya bikin aku terpojok kayak gini"bathin ku
"kenapa enggak jawab pertanyaan ku"
"Mas bentar deh aku liat liat kok muka mu pucat?"sembari menempelkan tangannya di dahi ku lalu leher ku
"aku enggak apa apa San,perlu istirahat aja kali"
"ya ampun panaas banget badanmu,kamu sakit?kenapa enggak bilang sih?"ucapnya dengan khawatir
"aku enggak apa apa sayang cuman perlu istirahat aja"
"aku enggak percaya,kemariin hp mu"
"apaan sih"ujar ku sembari menjauhkan hp ku dari tangannya
"kesiniin iiihh"ujar doi
Akhirnya hp ku berhasil dia rebut,"alamat dah bakal marah besar kalau dirinya tau aku kerja siang malam"bathin ku
"Halo Assalamu'alaikum ini dengan bosnya Mas Salman yah"
"jadi gini Pak saya mau mempertanyakan perihal suami saya yang selama seminggu pulang kerumah tapi hanya sebentar terus berangkat lagi entah kemana"
"oh jadi Mas SALMAN KERJA SIANG MALAM YAH"dengan nada tinggi
"oh iyah makasih Pak atas infonya assalamualaikum"lalu menutup telpon dan wajahnya melihat kearah ku,wajah yang enggak bersahabat,namun lambat laun wajahnya berubah sedih
"kenapa sih Mas mesti melakukan semua ini?"
"untuk membuat istri Mas bahagia"jawab ku
"dengan berbohong kerja siang malam tanpa sepengetahuanku!,Mas aku memang ingin ini baju dan berharap bisa membelinya tapi aku enggak mau caranya kamu memberikan aku baju ini sampai kamu sakit mas!"
"alasan ku melakukan ini adalah ingin melihatmu bahagia San,meskipun hidup dengan serba kekurangan setidaknya setiap tahun aku bisa memberikan apa yang kamu mau"
Dengan menangis terisak Arsanti berucap "maaffin aku yah Mas gara gara keinginan ku yang macam macam malah membuat mu jadi gini,aku memang istri yang enggak bersyukur"sembari memukul pahanya
"hush..! Enggak boleh ngomong gitu ah,Mas juga wajib ngasih ini baju kan kamu istri Mas,selain itu juga untuk menunjukan kalau Mas itu sayang banget sama kamu San"ujar ku yang mencium keningnya
"makasih yah sayang ternyata kamu juga nurun sama Ayah angkatmu yang bisa banget memperlakukan istrinya layaknya ratu dirumah,tapi jangan ulangi lagi yah hal kaya gini aku khawatir tau 😟"
"yaudah gih buruan pake Mas mau liat kamu make tuh gamis dan hijabnya"pinta ku
"yaudah tunggu yah"seraya masuk kamar Emak
Enggak lama " tara...!!gimana Mas bagus enggak?"ujarnya sembari memutar mutar tubuhnya bak model
"eh Kamu istri aku yah?kok aku rasa nya asing melihat mu"canda ku
"kok ngomongnya gitu?aku Arsanti Mas Istri Mas Salman,kalau bukan istri Mas terus siapa?"
"masalahnya yang aku lihat didepan mata aku itu bukan lagi Manusia melainkan Bidadari"rayu ku
"iiihhhh bisa deh kalau ngerayu" sembari mendatangi ku dan memeluk ku
Alhamdulillah perjuangan ku bekerja selama seminggu full siang malam sampai ngedrop ini badan tapi terbayar sudah ketika melihat kebahagiaan yang terpancar diwajah Arsanti
Aku lalu berbalik kearah belakang dimana posisi Arsanti tiduran di sofa,ku lihat kedua tangannya menutupi mukanya layaknya orang lagi menangis,aku pun mendatanginya seraya mengusap lengannya.
"istri Mas kenapa?kok tiba tiba nangis gini?"
Bukannya menjawab pertanyaan ku doi malah menggelengkan kepalanya.
"kalau enggak ada apa apa kenapa kamu nangis?cerita dong kan Mas suamimu San"pinta ku dengan suara selembut mungkin agar membuatnya lebih nyaman dan mau menceritakan kronologi kenapa doi menangis
"aku takut Mas kecewa 😭"
"makanya cerita sayang apa sih yang bikin kamu nangis?"
"aku dapet Mas 😢"
"dapet apa?dapet duit?"sembari menggaruk kepala ku
"iiihhhh....bukaaaannn,aku itu lagi datang bulan Mas"
"terus apa hubungannya kok kamu jadi nangis gitu?"
"yah artinya gagal punya dede,maaffin aku yah Mas belum bisa ngasih dede 😢"
"ya Allah sayang,kita juga baru sebulan setengah kan menikah baru seumur jagung sabar lah belum saatnya berarti kita dipercaya menjaga amanah dari Allah"
"tapi kan tetep aja sedih mas 😢,aku pengen menjadi istri yang sempurna bisa berikan keturunan buat kamu"
"dengerin dan tatap muka Mas"ujar ku dengan kedua tangan memegang kedua pipinya
Dengan masih menangis Arsanti menatap ku
"masih banyak pasangan diluar sana yang umur pernikahan mereka hingga 10 tahun namun belum juga dikaruniakan seorang anak namun mereka bersabar,dan kita yang baru sebulan masa kamu udah cengeng gini sih?sabar dan tetap ikhtiar insya Allah kalau kita yakin pasti Allah akan memberikan dede buat kita"
"iyah Mas,aku juga berharap Mas juga bersabar yah"pintanya
"iya sayang insya Allah,tetep semangat yah"jawab ku
Doi lalu mengangguk dan tersenyum kembali sembari mengelap air mata yang udah banyak terjatuh di pipinya,"tetap lah tersenyum San karna disetiap senyuman mu memberikan semangat tersendiri buatku"bathin ku sembari mengusap kepalanya
Setelah sholat subuh aku lalu mengajaknya untuk lari pagi menuju alun alun yang kebetulan enggak jauh dari penginapan tempat ku bekerja,momen ini enggak akan aku sia siakan karna saat menikah aku jarang bersamanya dikarnakan kerjaan ku hanya di waktu malam dan siangnya kerjaan ku hanya tidur,bangun pun kalau masuk waktu dzuhur dan ashar.
"lari pagi yuk"pinta ku
"ayuk,tapi dingin mass"ujarnya sembari memeluk erat tubuhnya sendiri
"pakai aja jaket aku kalau dingin,mumpung kita berdua jarang jarang kan kaya gini"
"iya juga yah,tapi apa kamu enggak kedinginan?"
"enggak kalau dingin yah tinggal peluk kamu aja kan beres"
"dih malu 😳 yank kalau diliat orang gimana?"
"biarin anggap aja enggak ada siapa siapa hanya kita aja berdua yang lari pagi"
"yaudah deh yuk"ujarnya
Kami pun keluar dari penginapan dan perlahan berlari santai menuju lapangan Marjoni,biasanya dilapangan tersebut dipenuhi pemuda pemudi atau yang sudah tua ketika hari minggu namun kebetulan saat itu hari biasa jadi enggak terlalu ramai yang mengunjungi lapangan tersebut.
"yaankk..."teriak Arsanti
Aku lalu menyetop langkah ku dan melihat kearah belakang ternyata Arsanti jauh dari ku,diriku tanpa sadar meninggalkannya begitu jauh akibat menikmati udara segar di pagi hari hingga tanpa sadar aku meninggalkannya.
"dibilang jangan cepet cepet akunya malah ditinggal ish 😡"
Aku tertawa sembari menggelengkan kepala melihat dirinya uring uringan akibat aku tinggalkan tanpa sadar,
"maaffin aku yah"ujar ku sembari mencubit manja pipinya
"jalan santai aja ah,capek Mas 😩"
"iyah"ujar ku sembari mengandengnya
Beberapa orang yang melewati kami banyak yang pandangannya tak lepas dari kami,entah karna melihat kemesraan ku dengan Arsanti atau ada hal yang lain menarik perhatian mereka namun aku mencoba untuk mengabaikan mereka dan masa bodo mereka mau berkata kami pasangan lebay atau gimana,lagian yang bersama ku saat ini adalah pasangan halal aku bukan pasangan yang bukan muhrim.
Sepulang kerja sesudah aku mandi aku dapati Arsanti sedang duduk senyum senyum sendiri melihat hpnya,aku lalu menghampirinya ingin melihat apa yang membuatnya tersenyum begitu.
"kamu kok senyum senyum gitu?hayo ngeliatin apa?"selidik ku
"ini Mas lagi buka instagrem lihat baju Jilbab syar'i warna item terus gamisnya warna pink kayanya bagus yah kalau aku yang pake Mas"ujarnya
"hmmm...bagus kok"ujar ku mencoba untuk tersenyum meskipun di hati ku begitu sedih belum bisa ngasih apa apa ke doi karna gaji pasti habis di uang makan sehari hari beserta pengobatan Emak ditiap bulan yang rutin
Aku lalu pamit untuk istirahat di kamar,namun sebenernya aku ingin berpikir keras bagaimana caranya supaya Arsanti bisa memiliki pakaian yang doi sukai,saat ditengah tengah aku perpikir tiba tiba Bos penginapan tempat aku bekerja menelpon ku.
"Halo Assalamu'alaikum Mas"sapa Bos
"wa'alaikumsalam"sahut ku
"Mas Salman bisa gantiin karyawan shift siang?kebetulan dia lagi cuti dan aku rencana mau kejakarta,kalau Mas bisa konfirmasi yah suapaya aku enggak nyari orang untuk menggantikan shift siang"
"wah pucuk dicinta rezeki pun tiba"bathin ku
"oke Mas aku bisa kok tapi aku masuknya dari jam 9 pagi yah karna butuh istirahat sejenak"pinta ku
"oke Mas,makasih"ujar Bos lalu menutup telponnya
Akhirnya selama seminggu aku bekerja siang malam dan hanya istirahat untuk tidur 3 jam waktu yang sedikit namun aku mencoba untuk melawan kantuk yang menghinggapi tubuh ku,dalam waktu 4 hari aku sudah bisa membelikan hijab dan gamis dengan warna kesukaan Arsanti akhirnya aku lalu memesan lewat Instagrem baju tersebut dan akan dikirimkan 3 hari sesudah pemesanan.
"semoga kamu senang San dengan barang pemberian ku ini"bathin ku
Akhirnya setelah 3 hari barang yang aku tunggu tunggu datang juga,dengan senang dan enggak sabaran ingin cepat pulang untuk melihat bagaimana reaksinya ketika aku memberikan baju kesukaannya tersebut.namun sekuat kuatnya manusia tetap aja bakal ngedrop juga seperti halnya diriku yang sedikit istirahat dan banyak bekerja hingga membuat daya tahan tubuhku melemah dan akhirnya jatuh sakit,namun di sela sela sakit aku masih tetap bekerja dan enggak menunjukkan gelagat sedang sakit kepada Arsanti supaya dirinya enggak curiga dengan ku.
Keesokan harinya dengan sisa semangat yang ada dalam diriku aku mencoba untuk tetap kuat meskipun kondisi badan ku melemah namun melihat Arsanti bahagia adalah prioritas ku,sesampainya dirumah aku lalu mengetuk pintu "Assalamu'alaikum"ujar ku
"wa'alaikumsalam"terdengar suara Arsanti yang menyahut dari dalam rumah
"CEKLEK..."pintu pun terbuka namun bukan pandangan yang mengenakkan yang aku dapatkan hanya muka masam yang terpancar dari wajahnya
"pagi istriku"ucap ku yang mencoba untuk tersenyum walau panas dingin terasa menusuk tubuhku
Bukan sahutan malah doi pergi lagi kearah dapur tanpa memperdulikan sapaan dari ku,aku membiarkannya mungkin doi marah karna pulang dari kerja sebentar terus hilang lagi tanpa memberitahu dimana keberadaanku.
Aku lalu duduk dan masih mengenakan jaket ditubuh ku supaya hawa dingin enggak terlalu menusuk badan ku,doi lalu datang menghampiri ku seraya kedua tangannya di tempelin didadanya.
"dari mana aja?"
"kerja sayang"jawab ku
"pagi setiap jam 9 kemana?pake enggak pulang pulang lagi"dengan wajah yang masih terlihat masam
"kerumah teman sayang,mau nyari info lowongan kerja"jawab ku
"terus gimana?udah dapet?cari info atau cari cewek lain!"ujarnya
Aku hanya menggelengkan kepala lalu aku mencoba menduduk kannya kemudian aku mengambil sesuatu didalam tas dan memberikan barang tersebut kepadanya.
"apa ini?"
"buka aja,moga kamu senang yah walaupun murah"ujar ku
Lalu Arsanti pun membuka bungkusan tersebut lalu terdiam setelah melihat barang pemberian ku.
"Mas...ini kan baju yang aku cari cari?"ujarnya
"alhamdulillah kalau kamu senang"ujar ku
"seneng sih tapi kamu dapet duit dari mana mas?"selidik Arsanti
"minjem temen"jawab ku
"ah boong aku tau bener watak mu mas,aku enggak lupa kalau kamu pernah bilang lebih baik tangan di atas dari pada tangan di bawah kamu bukan tipe orang yang gampang minta atau pun utang keorang lain"
"gawat pasti ketahuan dah kalau diriku kerja siang malam,bisa banget dirinya bikin aku terpojok kayak gini"bathin ku
"kenapa enggak jawab pertanyaan ku"
"Mas bentar deh aku liat liat kok muka mu pucat?"sembari menempelkan tangannya di dahi ku lalu leher ku
"aku enggak apa apa San,perlu istirahat aja kali"
"ya ampun panaas banget badanmu,kamu sakit?kenapa enggak bilang sih?"ucapnya dengan khawatir
"aku enggak apa apa sayang cuman perlu istirahat aja"
"aku enggak percaya,kemariin hp mu"
"apaan sih"ujar ku sembari menjauhkan hp ku dari tangannya
"kesiniin iiihh"ujar doi
Akhirnya hp ku berhasil dia rebut,"alamat dah bakal marah besar kalau dirinya tau aku kerja siang malam"bathin ku
"Halo Assalamu'alaikum ini dengan bosnya Mas Salman yah"
"jadi gini Pak saya mau mempertanyakan perihal suami saya yang selama seminggu pulang kerumah tapi hanya sebentar terus berangkat lagi entah kemana"
"oh jadi Mas SALMAN KERJA SIANG MALAM YAH"dengan nada tinggi
"oh iyah makasih Pak atas infonya assalamualaikum"lalu menutup telpon dan wajahnya melihat kearah ku,wajah yang enggak bersahabat,namun lambat laun wajahnya berubah sedih
"kenapa sih Mas mesti melakukan semua ini?"
"untuk membuat istri Mas bahagia"jawab ku
"dengan berbohong kerja siang malam tanpa sepengetahuanku!,Mas aku memang ingin ini baju dan berharap bisa membelinya tapi aku enggak mau caranya kamu memberikan aku baju ini sampai kamu sakit mas!"
"alasan ku melakukan ini adalah ingin melihatmu bahagia San,meskipun hidup dengan serba kekurangan setidaknya setiap tahun aku bisa memberikan apa yang kamu mau"
Dengan menangis terisak Arsanti berucap "maaffin aku yah Mas gara gara keinginan ku yang macam macam malah membuat mu jadi gini,aku memang istri yang enggak bersyukur"sembari memukul pahanya
"hush..! Enggak boleh ngomong gitu ah,Mas juga wajib ngasih ini baju kan kamu istri Mas,selain itu juga untuk menunjukan kalau Mas itu sayang banget sama kamu San"ujar ku yang mencium keningnya
"makasih yah sayang ternyata kamu juga nurun sama Ayah angkatmu yang bisa banget memperlakukan istrinya layaknya ratu dirumah,tapi jangan ulangi lagi yah hal kaya gini aku khawatir tau 😟"
"yaudah gih buruan pake Mas mau liat kamu make tuh gamis dan hijabnya"pinta ku
"yaudah tunggu yah"seraya masuk kamar Emak
Enggak lama " tara...!!gimana Mas bagus enggak?"ujarnya sembari memutar mutar tubuhnya bak model
"eh Kamu istri aku yah?kok aku rasa nya asing melihat mu"canda ku
"kok ngomongnya gitu?aku Arsanti Mas Istri Mas Salman,kalau bukan istri Mas terus siapa?"
"masalahnya yang aku lihat didepan mata aku itu bukan lagi Manusia melainkan Bidadari"rayu ku
"iiihhhh bisa deh kalau ngerayu" sembari mendatangi ku dan memeluk ku
Alhamdulillah perjuangan ku bekerja selama seminggu full siang malam sampai ngedrop ini badan tapi terbayar sudah ketika melihat kebahagiaan yang terpancar diwajah Arsanti
jenggalasunyi memberi reputasi
1
![Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/29/8075495_201710290532550523.jpg)