Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#556
Side Stories :


1. Panggil Aku Xena Chapter 1

Karena ini adalah side Stories tentang liku liku kehidupan mbak xena di masa lampau, maka disini saya akan memposisikan diri saya sebagai mbak xena itu sendiri, bukan sebagai Agus. Tentu saja gaya bahasa serta penulisan tetap memakai gaya bahasa saya sehari hari. Side Stories ini tak ada hubungannya dengan Stories Diary 2 Dunia. So just read it and enjoy it.

Hai, perkenalkan. Namaku xena xxxx. Biasa di panggil xena. Aku adalah ibu dari dua anak gadis yang yang sangat cantik serta istri dari seorang suami yang sangat baik serta bertanggung jawab untuk menafkahi keluarga nya. Aku adalah anak pertama Dari 3 bersaudara . Jadi otomatis aku akan menggantikan kedua orang tua ku nanti untuk mengasuh kedua adik ku. Bapak ku bekerja sebagai pegawai negeri sipil di sebuah sekolah dasar yang ada di Kabupaten kecil ini. Ibu ku sendiri adalah ibu rumah tangga yang sangat sabar serta telaten buat mendidik ketiga anaknya agar menjadi orang yang sukses kelak..

Aku memberanikan diri untuk menulis setelah membaca Thread serta berkonsultasi dengan mas agus sang penulis Diary 2 Dunia.. Mas Agus ini sedikit banyak memiliki kesamaan yang sama dengan diri ku. Maklum kita di besar kan dengan adat jawa yang terkenal akan unggah ungguh serta keanekaragaman budaya nya.

Meski tidak memiliki kelebihan sekuat yang mas agus miliki, aku samar samar bisa melihat dan merasakan keberadaan dari mereka yang lazim di sebut makhluk tak Kasat Mata. Mungkin ya mungkin tidak, kelebihan yang aku miliki ini akibat didikan kedua eyang kakung ku yang kebetulan menganut faham kejawen kuno. Setelah beberapa hari ini intens berkomunikasi lewat WhatsApp dengan mas agus, dengan senang hati akhirnya aku menerima tawaran nya agar kisah ku di masukkan dalam side Stories kisah yang dia tulis. Makasih buat mas agus yang sudah telaten menghadapi kebawelan ku serta sifat ku yang ingin menang sendiri. Mungkin kalau suatu hari nanti aku sudah berhasil mengumpulkan segenap keberanian, maka insya Allah aku akan menulis kisah ku ini sendiri tanpa merepotkan kehidupan pribadi mas agus secara terus menerus.. Dan inilah kisah ku beberapa saat yang lalu dengan " mereka" serta "dunia mereka".

Suatu sore yang mendung di sebuah desa yang terletak di sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Seperti kebanyakan anak kecil seumur ku, sore itu aku pun bermain dengan teman teman sebaya ku sembari menunggu waktu maghrib tiba. Maklum, selepas maghrib, pasti mushola dekat rumah ku riuh penuh dengan teman teman sebaya serta tetangga ku untuk mengaji.

SREKKKK.... SREKKKKK.... SREKKKK...

Saat sedang asyik bermain, samar samar aku dengar bunyi yang tidak asing terdengar di telinga ku. Aku perhatikan hanya aku saja yang mendengar bunyi tersebut, karena ku lihat teman ku masih asyik melanjutkan permainan yang tadi kami main kan. Karena namanya anak kecil, aku pun penasaran dan mencari dari mana sumber suara tersebut berasal.

Aku pun sampe di sebuah rumah yang terletak di pinggir hutan. Tampak di depan ku seorang nenek dengan posisi membungkuk sedang menyapu halaman rumah nya menggunakan sapu yang terbuat dari lidi.

"lagi nyapu nek " tanya ku saat sudah berada di depan nenek tersebut..

WUSHHHHHHHH....

Seketika hawa dingin menyerang sekujur tubuh ku sesaat setelah nenek tadi menghentikan kegiatan nya dan menoleh ke arah.. Muka nya yang pucat keriput, dengan rambut penuh uban yang di biarkan awut awutan, membuat diri ku gemeteran. Aku pun menunduk dan tak berani menatap wajah nenek tadi.

"jangan takut cu. Nenek tak punya niat jahat " ucap nenek tadi dengan senyum dingin dan membelai rambut ku yang panjangnya sebahu.

" koq nenek nyapu sendiri sih. Kan udah tua. Apa nenek gak capek " ucap ku lagi dengan polos nya.

Nenek tadi masih dengan senyuman yang dingin menatap tajam ke arah ku..

" iya cu. Beberapa hari ini rumah nenek sering di kotori oleh manusia." jawab nenek tadi sembari menunjuk rumah yang berada di belakangnya

"Padahal nenek sama sekali tidak pernah mengganggu mereka " ujar nenek tadi lagi setengah emosi.

Aku tak mengerti maksud perkataan nenek yang di kotori oleh manusia karena waktu itu masih kecil.

" mau saya bantu nyapu nek " tawakoku karena kasihan melihat seorang nenek tua renta menyapu sendiri an.

" gak usah cu. Sebentar lagi maghrib. Nanti cucu di cariin eyang kakung " tolak nenek tua renta tadi sembari masih tersenyum dingin mentapku.

Aku pun menuruti perkataan nenek tadi dan bergegas pulang ke rumah. Saat langkah kaki ku semakin menjauh, nenek tua renta tadi tiba-tiba sudah tidak kelihatan batang hidung nya. Rumah yang tadi ku lihat pun kini telah menghilang dan berganti dengan sebuah pohon randu yang lumayan besar. Aku tak menyadari hal ganjil yang baru saja aku alami dan tetap saja meneruskan langkah kaki ku setapak demi setapak.

Sesampainya di rumah, aku pun bergegas mandi dan bersiap pergi ke mushola untuk belajar ngaji.

Selepas sholat isya, aku pun segera pulang ke rumah karena eyang kakung melarang ku untuk pulang larut malam.

"assalamualaikum " sapa ki saat sampai dalam rumah.

" Walaikumsalam nduk " jawab eyang kakungku yang sedang duduk dikursi dekat pintu masuk.

" nopo niku king.? " (apa itu kek) tanya ku penasaran apa yang sedang di lakukan oleh eyang kakung.

" iki nduk. Tulisan kang ngemu laku sejatining urip manungso. Manungso iku kudu eling lan waspada. Eling marang kuoso lan waspada marang bebayane laku urip kuwi mau " kawab kakung ku yang ketika itu gak aku paham i. (buat yang bisa bantu translated jawa inggil, pm mas emoticon-Toast)

" laku niku ppo kung " (laku itu apa kek) " tanya ku lagi sembari meletakkan tas yang berisi kitab suci di atas meja.

" laku iki jalaran kangge manungso supoyo cedhak marang seng kuoso. Tirakat nahan hawa nafsu menebke ati lan pikiran supoyo bening. Iso eling lan waspodo kui mau supoyo kecandhak katentremaning urip iso gegayuh apakang Awakmu arepake nduk. "

" saumpomo awak mi nduweni gegayuhan kajobo usaha ugo iso dibarengi laku poso, tirakat nyedhak marang Gusti supoyo gegayuhan mj mau gek ndang kelakon " terang kakung ku dengan sabar menjawab rasa ingin tahuan ku.

" nek ngoten, kulo nderek laku nggeh kung. Supoyo juara terus " ( kalo gitu saya ikut laku juga ya kek, biar juara terus) ucap ku dengan polos nya.

" yo oleh nduk, nanging awak mu ya kudu siap sak kabehane "( ya boleh nduk, tapi kamu harus siap dengan segala sesuatu nya) kata kakung ku dan berlalu pergi meninggalkan ku dan kebingungan ku menuju kamar nya.


Saat kakung ku ingin masuk ke dalam kamar nya, samar samar aku ora dengar suara tangisan dari dalam kamar adek ku yang pertama. Aku dan eyang kakung pun lantas berlari menuju kamar adek.

Dan benar, adekku kini sedang menangis terduduk diatas kursi belajar nya. yang tampak sangat aneh, air mata adek ku tak keluar sama sekali. Padahal jelas jelas terdengar suara tangisan dari nya yang lumayan kencang.

" kamu kenapa dek " tanya ku saat sudah berada di dalam kamar adek ku dan kini memegang punggung nya.

Adek ku hanya diam saja dan tetap melanjutkan tangis nya tanpa sekalipun menggubris pertanyaan ku.

WUSHHHHHHHHH......

Kepulan asap hitam, tiba-tiba saja keluar dari tubuh adek ku hingga membuat ku kaget berdiri dan lantas mundur beberapa langkah. Eyang kakung pun kemudian mendekat ke arah kepulan asap tersebut dan samar samar ki dengar sedang berbicara dengan kepulan asap tadi.

Karena kepulan asap hitam tadi tak mau pergi, eyang kakung pun lantas mengajak ku keluar dan langsung menghubungi kedua temannya. Rumah ku pun kini penuh dengan sanak saudara yang hadir karena khawatir dengan keadaan adek ku.

Setengah jam kemudian, ketiga temen eyang kakung pun datang dan langsung disambut oleh eyang kakung. Namun yang tampak aneh, kakung tadi kan bilang dua orang tmen nya, tapi kenapa kini ada tiga orang yang datang.?

Setelah dua orang tadi dipersilah kan masuk oleh eyang kakung, satu temen nya yang tertinggal hanya berdiri mematung di dekat pohon jeruk bali yang tumbuh di depan rumah ku. Tampak kini di hadapan ku sebuah bayangan yang sangat tinggi besar.. Bayangan tersebut seperti menatap tajam ke arah ku. Karena penasaran kenapa dia di tinggal, aku pun bertanya kepada kedua temen eyang.

" mbah kenapa temennya yang berdiri di dekat pohon jeruk gak di ajak masuk " tanya ku kepada kedua temen eyang sembari menunjuk ke arah dekat pohon jeruk bali.

Semua Yang ada dalam rumah ku malam itu pun hanya terdiam menganga mendengar ucapan polos dari ku.....
samsung66
HellenOktavia
meqiba
meqiba dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.